
Satu jam kemudian, seluruh anak buah Ramos atau Bhadrika, telah pergi dari desa Argomulyo itu, dengan oleh oleh tangan kiri buntung, kecuali sopir bus, juga ketiga mobil mewah tersebut yang di biarkan utuh
Ketika dalam perjalanan pulang, banyak dari mereka yang pingsan di dalam bus, ketika di kirim balik pada tuannya, bahkan kemungkinan ada yang mati karena kehabisan darah
Sedangkan jasad Ramos, di letakkan dalam mobil mewah, dan di bawa oleh seorang sopir dengan kondisi takut takut
Warga desa termasuk kepala desanya, yang mendengar ribut ribut di dekat pintu gerbang itu, sudah dari sejak awal datang ke tempat kejadian, tapi mereka tidak berani mendekat
Baru setelah semuanya usai. mereka datang dan menanyakan siapa yang barusan datang
***
Sementara itu, di kota J, sekitar pukul 1.30 pagi, Bhadrika tiba tiba saja terbangun, di susul dengan perasaan tidak enak dan tidak menentu
Entah mengapa, sejak keberangkatan Ramos, komandan utama kelompok nya itu, perasaannya tidak tenang, dan seperti di kejar rasa bersalah
"Kenapa perasaan ku tidak enak?. Sebenarnya apa yang terjadi pada anak buah ku di desa tersebut?" Batin Bhadrika dalam hati
"Sebaiknya aku telepon mereka saja, siapa tahu bisa mendapatkan kabar mereka di sana." Batin nya lagi berharap. Kemudian mengambil handphonenya dari atas meja. lalu bergegas menelepon Ramos dan yang lainnya
Tapi setelah mencoba beberapa kali, tidak satupun nomor yang di hubungi bisa tersambung.
Bagaimana tidak tersambung, Ketika mereka di kirim balik itu, seluruh handphone milik mereka, dirampas oleh pengawal Dion, juga murid murid perguruan, termasuk semua senjata mereka. Kemudian di perintahkan untuk di bakar
Oleh karena itu, usaha Bhadrika sia sia saja. Ketakutan dan kegelisahan hatinya semakin memuncak
Dua orang wanita muda, bahkan sangat belia, yang sedang berbaring tanpa busana di atas kasur, tidak mampu menggugah selera, dan menghilangkan kegelisahan hatinya
Jadilah Bhadrika berjalan mondar mandir dalam kamar besarnya itu.mirip sebuah seterika, hilir mudik tidak menentu
Karena sudah tidak mampu lagi mengekang rasa penasarannya, Bhadrika memutuskan untuk menyusul anak buahnya, dan bersiap siap untuk pergi
Tapi ketika dia membuka pintu mansion, yang dijaga 24 jam oleh pengawalnya. Bhadrika menjadi sangat terkejut sekali. ketika melihat, dua orang pengawalnya, telah terkapar di tanah dan bersimbah darah. mungkin pingsan atau mati dia tidak tahu
"Apa yang terjadi.Kenapa mereka mati?" Tanya Bhadrika pada diri sendiri
Kemudian dia mengedarkan pandangannya ke pintu gerbang mansion nya, di situ dia juga melihat, dua orang sekuritinya juga sedang tergeletak di tanah
Ketika dia sedang kebingungan dan ketakutan seperti itu. pandangan matanya tertuju pada sebuah tulisan berwarna merah, yang di semprotkan ke dinding mansion, dan bertuliskan ancaman "Bersiaplah untuk mati!" Bunyi tulisan tersebut sangat jelas sekali
"Kurang ajar!. Siapa yang berani melakukan ini?" Ujarnya marah
"Ini tidak boleh jadi, aku harus segera pergi dari sini secepatnya!"
"Sepertinya seseorang sudah mengetahui jati diri ku."
"Jika ini terus di biarkan, bisa gawat!" Batinnya dalam hati ketakutan
"Apa kabar Bhadrika?" Ucap seseorang yang tiba tiba saja muncul dari balik mansion sebelah kanannya
"Si..si siapa kau?" Tanya Badri ketakutan
__ADS_1
"Aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawa busuk mu itu!" Jawab orang tersebut cuek, sambil membuka penutup wajahnya
"Jangan macam macam. Aku bisa melaporkan perbuatan mu ini pada pihak berwajib!" Ucapnya bernada mengancam
"Oh kebetulan sekali. Biar mereka sekalian mengurus mu, karena telah menipu mereka selama ini!" Jawab orang tersebut enteng
"Apa maksud mu?. Jangan macam macam! Aku seorang publik figur yang di segani di negara ini" Responnya kesal, dan terkesan mengancam
"Bukankah kau yang selama ini macam macam?"
"Bersikap alim dan bijaksana di depan mereka, tapi di belakang itu, kau adalah gembong narkoba, dan dalang penculikan gadis gadis yang selama ini di laporkan hilang oleh keluarganya."
"Selain itu, kau juga otak penjualan organ tubuh manusia pada dunia internasional, dan otak perdagangan manusia."
"Orang seperti mu, apakah pantas menyandang gelar seorang publik figur, yang di kagumi masyarakat negara kita, bahkan mungkin dunia?" Jawab orang tersebut menohok sekali
"Aku tidak seperti yang kau tuduhkan itu!. Aku orang baik baik dan bersih. Tidak pernah melakukan perbuatan tidak terpuji itu!" Ucapnya membantah
"Benarkah?" Ucap seorang lagi yang segera muncul dari balik dinding mansion itu
"Kau?" Respon nya terkejut
"Ya ini aku, apa kabar Badri?" Sapa orang tersebut dengan sikap dingin
"Bagaimana kau bisa tahu rumah ku Iron?" Tanya Bhadrika keheranan
"Itu masalah gampang, Sebagai seorang pubik figur, rumah dan identitas mu mudah sekali di cari di dunia maya. Dari situlah aku mengetahui rumah mewah mu ini." Jawab Iron enteng
"Tentu saja saya ingat ketua!. Dia adalah orang yang pernah mengancam kita dulu, dan menganggap kelompok kita adalah kelompok sampah."
"Tapi apa buktinya!. Ternyata mereka yang sebenarnya sampah!" Jawab Burgon cukup apa adanya
"Untuk kau tahu Badri. Anak buah mu yang kau kirim ke desa Argomulyo itu, semuanya telah cacat. atau mungkin mati!. Ramos yang kau banggakan itu, sekarang hanya tinggal nama."
"Saat ini. mungkin mereka sedang dalam perjalan kemari. Tapi aku tidak bisa menjamin, kalau orang orang ku, akan membiarkan mereka hidup!"
"Kau apakan mereka?" Tanya Bhadrika marah
"Tenang!, Mereka tidak kami apa apakan , cuma di minta untuk menanggalkan tangan kirinya, untuk oleh oleh buat mu." Jawab Iron cuek
"Perbuatan mu yang melanggar hukum itu, bisa dikenai pasal yang berat, karena kau telah melukai atau berniat membunuh mereka!" Ucap Bhadrika mengancam. dan mencoba mempengaruhi pikiran Iron dan anak buah nya
"Apa aku tak salah dengar Badri, Bukankah kau yang telah terbukti melanggar hukum dan bersalah?" Respon Iron geli
"Apa buktinya kalau aku telah melanggar hukum?. Buktikan sekarang!" Respon Bhadrika menantang
"Benarkah kau ingin tahu buktinya?. Kalau begitu kau tunggu sebentar ya!" Jawab Iron singkat, kemudian memanggil seseorang untuk keluar dari tempat persembunyiannya
"Leon!. Bawa orang orang itu, dan buktinya sekalian!" Perintah Iron pada anak buahnya, Leon
Segera setelah itu, Leon dengan dibantu oleh 20 orang pengawal elit. terlihat sedang menggiring 10 orang pengawal Bhadrika, yang kondisi tubuhnya sudah babak belur dengan mulut di tutup lakban
__ADS_1
Dibelakang mereka, berjalan 20 orang wanita muda, dan 10 orang anak usia belia, yang rata rata paras mereka cantik cantik dan menarik.
Tapi pakaian yang mereka kenakan, sudah koyak sana sini, dan tidak layak pakai lagi, serta sangat memalukan bagi kondisi gadis gadis yang sedang tumbuh itu
Tapi yang membedakan mereka dengan wanita biasa di luaran sana adalah. Di tubuh mereka, banyak sekali terdapat luka, apalagi di sekitar perut dan dada
Tidak tahu apa yang telah terjadi pada mereka sesungguhnya. Tapi jika di perhatikan secara seksama, Kemungkinan besar, mereka selalu mendapatkan kekerasan seksual oleh Bhadrika atau orang orangnya
Ketika mereka sudah di keluarkan semuanya dari tempat persembunyian itu, Bhadrika berteriak kuat kuat, seakan tidak percaya, dengan apa yang dilihatnya itu, dan mulai merasa takut
"Tidak mungkin. tidak mungkin!" Teriaknya ketakutan
"Bagaimana kalian bisa menemukan tempat persembunyian orang orang ku?. dan bagaimana kalian bisa menemukan gadis gadis tersebut?" Ucap Bhadrika penasaran
"Itu hal yang sangat mudah bagi kami Badri, dan kau tidak perlu mengetahuinya!"
"Sekarang kau bersiap siaplah untuk menjemput ajal mu!" Ucap Iron dengan ekspresi dingin
"Hahahaha!. Omong kosong apa itu Iron. Aku orang yang sangat di hormati di negara ini, bahkan pemimpinnya sendiri hormat padaku."
"Jangan kan untuk menangkap ku!, menegur ku saja mereka tidak akan mau!? Respon Bhadrika geli, sambil tertawa terbahak bahak karena sangking geli nya
"Benarkah begitu!" Respon Iron cuek
"AKP Harry, laksanakan tugas mu!" Teriak Iron kuat pada, pada seorang polisi berpangkat komisaris, bekas anak buahnya dulu
"Siap ketua!" Jawabnya patuh. Kemudian memasukkan peluit ke mulut, lalu meniupnya
Seketika, belasan polisi berpakaian preman, bermunculan dari balik dinding mansion tersebut, dan segera menemui komandannya
"Tangkap orang itu!. dan bawa ke kantor untuk di interogasi!" Perintah Harry tegas
"Siap komandan!" Jawab beberapa orang anak buahnya, lalu berjalan menuju dimana Bhadrika sedang berdiri gemetaran
"Jangan sentuh aku!. Aku orang terhormat dan di segani di kota ini!"
"Jangankan kalian!, komandan tinggi kalian saja harus hormat padaku. Jadi jangan berani macam macam!" Ucap Bhadrika bernada ancaman dan intimidasi
"Kau laporkan saja nanti setelah ada di kantor polisi. dan minta dukungan pada mereka!. Aku jamin mereka tidak ada yang kenal dengan mu!" Jawab Harry si komandan tersebut dengan sikap dingin
"Cepat bawa dia, berikut orang orangnya itu!. Sementara wanita wanita tersebut, akan di titipkan di sini, sampai ada tim yang menjemputnya!" Perintah Harry tegas
"Lepaskan aku!" Bentak Bhadrika garang
Plak!
Tubuh Bhadrika yang sedang meronta itu, di tampar cukup kuat oleh Leon, karena sudah lama dia kesal dengan sikap arogannya . Kemudian dia berkata.
"Kau pastikan!. Serigala ini mendapat hukuman setimpal di kantor mu harry!"
"Jika kau tidak mampu melakukannya, maka aku yang akan mewakili mu untuk membunuhnya!" Ucap Leon tegas
__ADS_1
"Siap ketua!" Respon Harry patuh. Kemudian memerintahkan pada bawahannya, untuk meninggalkan tempat itu, sambil membawa para penjahat penjahat itu termasuk Bhadrika otak kejahatan tersebut