
Satu hari telah berlalu. Rombongan Dion dan anak buahnya telah selesai meninjau seluruh bangunan yang baru dibangun itu dengan hasil sangat memuaskan
Mandala dan upasama sangat bangga dengan hasil kerja dari murid muridnya. Tidak percuma mereka menurunkan kepandaiannya pada James dan Shio Lung
Dion dan tuan Birawa juga senang. karena semua yang direncakan telah selesai dibangun dan dibuat
Perluasan dan pembuatan jalan baru maupun jembatan penghubung yang menghubungkan desa Argomulyo dengan desa desa lainnya juga telah selesai dikerjakan
Tidak tanggung tanggung, semua jalan itu sudah diaspal dan siap digunakan. Desa yang dulunya terisolir, sekarang telah menjadi desa semi maju karena akses dari dan ke kota serta tempat lainnya telah dibuka
Perguruan silat wahyu taqwa menjadi sangat terkenal di seantero pulan J, juga di pulau pulau lainnya, karena pemberitaan yang gencar dilakukan oleh pihak Birawa Group
Mayarakat desa tersebut juga desa desa lainnya, merasa sangat senang sekali atas hadirnya orang baik di desa mereka. karena kehadirannya telah merubah wajah desa, yang semula tidak begitu dikenal, sekarang telah menjadi tujuan perjalanan hidup mereka, sehingga banyak yang membuka usaha kecil kecilan di banyak desa di sana
Dion yang di panggil orang baik oleh masyarakat di banyak desa yang dibangunnya itu, merasa sangat senang sekali, karena usahanya bisa menjadi inspirasi banyak orang untuk kembali ke desanya
Hari itu sekitar pukul 10 pagi, Dion dan tuan Birawa, serta seluruh petinggi bawahannya, tengah berbincang bincang di aula istana Dragon yang cukup luas itu, termasuk juga Gentala dan guru guru perguruan tersebut
Kepala desa dan jajarannya juga terlihat ada di sana, termasuk juga kepala distrik yang membawahi desa tersebut. Mereka sengaja di undang oleh Dion untuk hadir, guna membicarakan rencana rencana besar selanjutnya
Dion melakukan itu dan terkesan mendadak, karena sore harinya, Dion dan rombongannya, berencana akan kembali ke kota emas
Saat itu Dion bertindak dan berperan sebagai fasilitator dan pembicara, terlihat sedang memberikan paparan rencana besarnya, pada semua yang hadir di aula tersebut dengan berkata.
"Setelah mencermati perkembangan perguruan ini, serta dampaknya bagi masyarakat sekitar, aku berencana ingin membangun fasilitas umum yang bisa menunjang hidupnya desa Argomulyo ini ke depan"
"Seluruh biaya akan di tanggung oleh Birawa Group dan tidak mengharapkan ganti rugi apapun."
"Tempat ini akan aku ubah menjadi sebuah desa maju, bahkan jika memungkinkan menjadi sebuah kota percontohan bagi desa desa lainnya."
"Dengan adanya perubahan status itu, aku berharap tempat ini, terutama perguruan wahyu taqwa, akan semakin dikenal dan diminati oleh anak anak muda untuk menimba ilmu."
"Sekolah dasar tempat anak anak desa belajar juga sudah selesai di bangun begitu juga dengan sekolah menengah pertama."
"Diharapkan kedua tempat itu, bisa digunakan oleh anak anak kita, khususnya yang ada di desa ini juga desa desa lainnya, untuk menimba ilmu."
"Seluruh biaya akan ditanggung oleh Birawa Group, Guru gurunya juga akan didatangkan oleh Birawa Group."
"Kepala desa dan jajarannya, terutama kepala distrik yang membawahi desa ini, diharapkan bantuannya untuk mengurus perizinan kedua sekolah umum itu pada pihak dinas terkait."
"Bukan hanya itu saja!. Kalian semua aku harapkan dapat berperan aktif, untuk mempromosikan tempat ini menjadi lebih terkenal dan diminati."
"Bagi anak anak yang datang dari desa desa atau tempat tempat jauh, akan disediakan asrama tempat tinggal, selama mereka menuntut ilmu di sini."
"Selain dari pada itu, aku juga berencana akan merubah beberapa sifat kurang baik dari anak anak kita di desa ini, termasuk juga orang tuanya, dengan memberi mereka pekerjaan tambahan."
"Jadi apabila setelah besar, mereka tidak perlu lagi pergi ke kota untuk mencari kerja, karena di tempat ini sudah ada pekerjaan yang menanti mereka!"
"Bagi yang berprofesi sebagai petani, maka sawah atau ladangnya akan dirubah menjadi areal pertanian modern, dengan biaya akan ditanggung oleh Birawa Group."
"Begitu juga dengan usaha usaha lainnya. Semua akan di tanggung oleh Birawa Group juga, hingga mereka bisa berkembang dengan baik." Ucap Dion panjang lebar, dengan rencana rencana briliannya itu
__ADS_1
"Maaf kalau saya menyela tuan besar!" Ucap kepala desa takut takut
"Silakan utarakan saja apa yang ada dalam hati anda pada kami, mumpung kita masih berkumpul seperti ini." Jawab Dion cukup sopan ketika berkata
"Melihat perkembangan perguruan, juga orang orang yang menuntut ilmu di dalamnya, juga mendengar aspirasi warga dari beberapa desa, termasuk juga warga desa ini, mereka menginginkan, agar di desa ini dibangun semacam sekolah agama dalam lingkup yang lebih besar."
"Dengan dibangunnya tempat itu, diharapkan dapat merubah akhlak dan perilaku yang kurang baik, pada sebagian besar anak anak juga masyarakat sekitarnya."
"Demikian usul kami tuan besar, dan maaf kalau kami terlalu banyak menuntut." Jawab Kepala desa dengan ekspresi segan
"Hum!" Reaksi Dion singkat dan tidak langsung menanggapi perkataan dari kepala desa itu. tapi tak lama kemudian dia berkata.
"Bagaimana pendapat anda kepala distrik?. Apakah usul dari kepala desa itu dipandang baik bagi kemajuan desa ini kedepannya?" Tanya Dion cukup mendominasi
"Saya sangat setuju dengan usul dari kepala desa itu, karena memang tempat itu yang paling dibutuhkan di desa ini, juga desa desa sekitanya saat ini."
"Ditambah lagi, sifat sebagian warga yang cenderung nomaden itu, perlu dirubah dengan sedikit sentuhan mendasar pada hati dan sanubarinya."
"Dengan dibangunnya tempat itu menjadi sebuah pusat keagamaan bagi anak anaknya, tentu saja sifat nomaden mereka akan semakin lama semakin menghilang."
"Saya sebagai kepala distrik yang membawahi beberapa buah desa, sangat mengharapkan agar tuan besar bisa mendengar aspirasi dan keinginan kami ini." Jawab dan ucap kepala distrik dengan lancar
"Bagaimana menurut kakek, apakah Dion perlu merubah tempat itu menjadi sebuah sekolah keagamaan?" Tanya Dion pada kakeknya
"Menurut kakek, apa yang disampaikan oleh kedua orang itu sudah mewakili seluruh aspirasi dan keinginan dari warganya. Jadi apa salahnya jika kau menyetujui usul mereka."
"Toh tidak ada ruginya juga. Justru malah akan menambah nilai plus bagi desa ini kedepannya, termasuk juga perguruan." Jawab tuan Birawa mantap
"Bagaimana menurut guru, apakah usul mereka bisa kita terima?" Tanya Dion pada gurunya
"Anak yang yang paginya belajar di sekolah keagamaan tersebut, sore dan malam harinya, bisa belajar ilmu kanuragan dan ilmu ilmu lainnya di sini."
"Jadi guru sangat mendukung usul dari kepala desa, termasuk yang dari kepala distrik tadi." Jawab Gentala juga mantap
"Baiklah kalau begitu!. Aku menyetujui usul kalian itu, dan akan direalisasikan pada tahun ajaran baru beberapa bulan lagi ini."
"Sembari membangun dan menambah ulang fisik bangunan, tentu nya lokasi sekolah yang diinginkan tersebut, harus ditambah, agar jauh lebih luas dan besar, sesuai dengan gambaransebuah sekolah keagamaan."
"Jadi dalam masalah ini, perlu kerja sama antara kepala desa dan warganya, untuk memfasilitasi warga dan pihak kami, agar mau menjual tanah yang ada disekitar bangunan sekolah itu, untuk dijadikan tempat seperti yang di inginkan." Ucap Dion memberi keputusan
"Kalau masalah itu, tuan tidak perlu khawatir lagi, karena pemilik tanah di sekitar lokasi sekolah, sudah mewakafkan tanahnya, untuk dijadikan tempat sekolah keagamaan tersebut."
"Jadi tuan hanya tinggal membangunnya saja!" Respon kepala desa senang
"Tapi walau demikian. dari pihak kami tetap akan membayar dengan harga yang pantas, demi menghindari perselisihan yang akan timbul dimasa yang akan datang."
"Oleh karena itu, tolong anda undang pemilik tanah itu, untuk datang ke sini hari ini, sebelum pukul 4 sore nanti." Jawab Dion cukup bijaksana
"Kebetulan pemilik tanah tanah tersebut sudah ada di sisi tuan besar!" Sambut kepala desa cepat
"Ah bagus kalau begitu!. Jadi tidak menghabiskan waktu yang banyak." Reaksi Dion senang
__ADS_1
"Langsung saja pada intinya, aku membutuhkan tanah tanah kalian itu sebagai lokasi sekolah yang diinginkan."
"Jadi pihak kami akan membayar ganti rugi yang pantas, sesuai dengan harga yang berlaku di tempat ini."
"Aku tidak mau masalah wakaf mewakafkan tanah itu, akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari. Jadi tolong sebutkan berapa harga yang kalian inginkan?" Ucap dan tanya Dion terus terang
"Untuk masalah itu, mereka sudah menyerahkan sepenuhnya pada kami tuan besar!" Jawab kepala desa menjelaskan
"Baguslah kalau begitu!. Jadi hari juga bisa dilakukan transaksi." Respon Dion cepat
"Untuk James dan Burgon, termasuk juga Erisha, kalian bertiga terpaksa masih harus bertahan ditempat ini, sampai seluruh apa yang kita rencanakan selesai!" Ucap Dion tegas pada ketiganya
"Untuk membangun ulang kota emas juga kota B, kalian serahkan saja pada guru gurumu ini, karena merekalah yang akan menggantikan tugas kalian di sana!" Ujarnya lagi
"Kami siap melaksanakan titah tuan besar!" Jawab ketiganya serempak dan patuh
"Bagus!. Aku senang mendengarnya!" Respon Dion cukup lega
"Karena kata sepakat sudah selesai, maka pertemuan mendadak ini dianggap selesai juga."
"Kepada kepala distrik juga kepala desa serta jajarannya, kami ucapkan terima kasih, atas kerjasama dan dukungannya pada Birawa Group juga perguruan wahyu taqwa ini."
"Kedepannya masih banyak lagi bantuan yang kami butuhkan dari kalian." Ucap Dion berterus terang
"Kami juga sangat senang tuan besar, karena dengan kehadiran anda di desa ini, telah merubah wajah desa yang semula tertinggal, sekarang telah berubah menjadi desa maju, bahkan hampir mendekati sebuah kota kecil."
"Itu semua berkat anda!" Jawab kepala distrik tersebut apa adanya
"Kami juga sangat berterima kasih pada tuan , karena kehadiran anda di tengah tengah kami, telah merubah sebutan desa tertinggal yang selama ini di sandangnya, menjadi sebuah desa maju "
"Pemerintah kota dan kabupaten, yang menaungi desa Argomulyo ini, juga desa desa sekitarnya, pasti akan berterima kasih pada tuan." Sambut kepala desa juga senang dan membanggakan serta memuji tindakan Dion pada desanya
"Untuk masalah itu kita sama sama membutuhkan dan saling mendukung."
"Kalau kalian mau berterima kasih, maka berterima kasihlah pada anakku Dragon, yang sekarang telah menjadi ketua muda di perguruan ini." Jawab Dion berterus terang
"Karena dengan adanya dialah, kami membangun tempat ini menjadi jauh lebih baik."
"Semua yang kita lakukan, pasti ada sebab dan akibatnya."
"Ada yang berbuat, karena ingin pamer atau ingin di puji. Ada pula yang ingin mendapat simpati dan dukungan dari masyarakat, agar memilihnya dalam persaingan kekuasaan."
"Tapi semua itu dilandasi dari niat hati masing masing. Kalau niatnya hanya ingin dipuji dan pamer, maka itu tidak akan berlangsung lama, karena akan ketahuan belangnya."
"Tapi kalau niatnya memang tulus dan tidak kenal pamrih, maka pujian itu akan bertahan lama, bahkan akan dikenang sepanjang masa."
"Aku rasa itu yang lebih utama dari semua niat yang ada!"
"Aku harap kalian semua nantinya jangan terlalu memuji dan menyanjung ku terlalu tinggi. Takutnya aku tidak kuat dan akan jatuh dari ketinggian."
"Jadi wajar wajar saja dalam bersikap dan memuji, agar aku tidak besar kepala dan mau menang sendiri!" Ucap Dion merendah
__ADS_1
"Hebat orang ini!. Sudah kaya, banyak anak buah, baik lagi dan tidak sombong."
"Sungguh gambaran sempurna sebagai manusia baik. Andai saja orang orang kaya di negeri ini sifatnya seperti tuan besar itu, aku yakin banyak orang orang miskin yang akan terbantu, juga banyak tempat tertinggal bisa maju karena uluran tangannya." Batin kepala distrik, memuji tindakan Dion dalam hati