
Pesta ulang tahun Dragon yang kedua, dilaksanakan tepat pukul 11.10, itupun masih acara ceremonial, ucapan selamat dan pemberian hadiah, ditambah dengan acara makan bersama
Jadi peristiwa penusukan tersebut, diperkirakan terjadi sekitar pukul 1 sore, atau sekitar pukul 8 pagi waktu Prancis, karena perbedaan waktu antara negara ini dengan negara Perancis sekitar 5 jam, lebih cepat dari waktu di sana
Jadi ketika Tommy mengucapkan kata kata tersebut, hari di negara tersebut masih pagi, sedangkan rencananya untuk membobol sistem informasi perusahaan Dion akan dilaksanakan pukul 11 malam waktu setempat
Berarti di negara kita, sudah pukul 3 dini hari. Suatu strategi yang sangat licik sekali, karena di saat saat seperti itu, semua orang rata rata sudah tertidur, mungkin termasuk orang orang yang menjaga ruang operator, yang di dikelola oleh Rams si otak jenius tersebut
Rams yang saat itu sedang ter tertidur pulas di kamarnya, tidak menyadari apa yang terjadi di ruang operatornya, karena tidak ada yang memberi tahu tentang masalah itu
Sampai pagi harinya pun, Rams tidak menyadari, bahwa komputer yang selalu dioperasikannya itu, telah diretas oleh para hacker yang dimiliki oleh perusahaan Tommy. Tapi hebatnya, tidak bisa dideteksi oleh anak buahnya yang lain
Rams yang pada pagi harinya, berencana ingin pergi ke markas pengawal, untuk kembali menginterogasi 3 tersangka, yang dicurigai sebagai komplotan Aron tersebut, pagi hari itu, tidak masuk ke ruang operatornya. tapi langsung pergi ke markas tersebut, setelah dari sana, Rams meneruskan pergi ke rumah sakit, di mana Ivory sedang dirawat, untuk menemui Dion
Setelah sekitar 1 jam di sana , Rams baru kembali ke vila, dan langsung menuju ke ruang operatornya, untuk memeriksa, informasi apa yang berhasil dikumpulkan di komputernya tersebut
Tapi alangkah terkejutnya dia, begitu komputernya dihidupkan, ada sebuah notifikasi, yang terpampang di layar komputer tersebut, dan menyatakan bahwa, salah satu sistem operasi di komputer itu, telah terkena Malware atau virus jahat, yang mencoba merusak komputer milik Rams tersebut, serta memerintahkan untuk melakukan pencegahan dan perbaikan segera
"Cepat periksa komputer kalian!. Apakah ada serangan jahat yang masuk ke sistem komputer yang lain?" Ucap Rams dengan wajah pucat pasi
Tanpa bertanya sedikitpun, apa dan kenapa, serta ada apa, puluhan anak buah Rams segera memeriksa sistem komputer mereka, dan tidak mendapati seperti apa yang ditakutkan oleh bos nya tersebut
"Ini aneh!. Kenapa komputer komputer lain tidak terkena serangan virus tersebut. Hanya komputer induk saja yang diserang. Apa maksud semua ini?" Guman Rams lirih, tapi bisa didengar oleh anak buahnya tersebut
"Periksa komputer kalian sekali lagi!, apakah ada indikasi serangan Malware yang ditujukan ke komputer ku, dan periksa pukul berapa terjadinya!" Perintah Rams sudah tidak sabaran lagi
"Kami tidak menemukan indikasi apa apa bos! Semuanya baik baik saja!" Jawab salah seorang anak buahnya tersebut
"Semakin aneh terasa!. Kenapa hanya komputer ku saja yang diserang?. Kenapa tidak semua komputer yang diserang?. Aku harus memberitahukan masalah ini kepada tuan Dion. Aku takut telah terjadi apa apa di sistem informasi perusahaan ini!" Ucapnya gugup dan terlihat sangat khawatir sekali
Kemudian dengan segala pengetahuan dan keahliannya, Rams mencoba memblokir serangan virus tersebut, dengan berbagai macam rumus, data serta enkripsi
Tetapi sampai sejauh ini, virus tersebut tidak bisa dihancurkan, atau dikarantina serta tidak bisa dideteksi jenisnya
Setelah segala upaya dilakukan oleh Rams, tapi tidak bisa juga menangkis serangan virus tersebut, Rams segera menghubungi Dion, dan langsung berkata. "Salam tuan besar!" Sapa Rams panik dengan wajah pucat pasi
"Ada apa Rams?. Kenapa wajahmu sangat pucat sekali?" Tanya Dion penasaran
__ADS_1
"Maafkan saya tuan besar, karena saya lengah. Komputer induk di ruang operator, telah diserang oleh virus jahat, yang diperkirakan terjadi malam tadi." Jawab Rams takut takut
"Bagaimana bisa terjadi?. Bukankah anak buah mu berjaga 24 jam secara bergantian?" Tanya Dion marah
"Benar tuan besar. Tapi malam tadi, sebelum pukul 2 dini hari, saya dan ketua Iron, sudah sangat mengantuk sekali, dan langsung tidur sampai pagi harinya. Mungkin mereka juga tertidur secara tidak sengaja" Jawab Rams berterus terang
"Lalu apa yang terjadi?. Apakah semua komputer kita telah diserang?"
"Tidak tuan besar. Hanya komputer induk saja yang diserang, dan itupun hanya menyerang di salah satu sistem komputer tersebut." Jawabnya Rama cepat, berhenti sejenak, lalu berkata lagi
"Tapi yang saya khawatirkan, virus jahat itu secara perlahan akan merusak data data yang ada di dalam server tersebut secara keseluruhan." Ujarnya
"Kalau begitu tunggu aku di sini!. Sebentar lagi aku datang!" Ucap Dion terkesan sangat khawatir sekali
"Baik tuan besar!" Jawab Rams sudah mulai lega
Walaupun dia dijuluki si otak jenius, tapi dia masih tetap berharap banyak kepada Dion, karena dia yakin tuannya itu, akan mampu mengatasi serangan virus tersebut
Lima belas menit kemudian, Dion sudah sampai di villanya, dan langsung menuju ke ruang operator, didampingi oleh Hans dan beberapa pengawal elit lainnya
Setelah sampai di ruang operator itu, Dion langsung menanyakan duduk perkaranya, dan bagaimana itu bisa terjadi
"Sudah tuan besar!. Seluruh komputer yang ada masih aman aman saja, dan data datanya pun masih tetap tersimpan." Jawab Rams apa adanya
"Yang diserang oleh virus itu adalah komputer induk yang ada di depan itu tuan."
"Apakah kau sudah mencoba menghentikannya?. Bukankah kau seorang ahli komputer, dan hacker nomor 1 dunia?, tapi kenapa menghadapi seperti ini saja, kau seperti orang linglung?" Tanya Dion sangat menusuk sekali
"Saya sudah mencoba mengoperasikan komputer tersebut dengan berbagai macam cara, dan dengan pengetahuan yang saya miliki, tetapi komputer tersebut tetap saja terkunci, dan tidak bisa dipecahkan kodenya, dengan segala enkripsi apapun yang coba saya masukkan, Tapi tetap saja tidak bisa." Jawabnya lugas
"Oleh karena itu, saya segera memberitahu masalah ini kepada tuan besar, agar tuan bisa menormalkan kembali secara ajaib sama seperti dulu, ketika komputer komputer kita di disusupi virus oleh orang lain." Jawab Rams penuh harap pada tuannya itu
"Ternyata begitu. Aku kira kau sudah tidak mampu lagi mengoperasikan komputer ini, sehingga belum apa apa, kau sudah menyerah!" Respon Dion sangat datar sekali
"Tidak begitu juga tuan besar. Orang yang telah mengirimkan virus ini, kuakui memang sangat luar biasa. Virus yang dikirimkannya itu, tidak pernah dijumpai dan dikenal pada masa ini." Bela Rams lagi
"Tapi efeknya sangat luar biasa. Komputer yang diserang adalah server, yang menjadi jantung bagi komputer komputer lainnya."
__ADS_1
"Oleh karena itu, begitu mengetahui bahwa server ini telah diretas, dan disusupi oleh Malware, saya segera memutuskan koneksi ke semua komputer komputer yang ada di ruangan ini."
"Baiklah kalau begitu. Aku akan mencoba memperbaikinya sama seperti dulu." Respon Dion datar, kemudian menuju ke salah satu dinding yang ada di ruangan tersebut
Dengan jari jarinya, Dion meraba raba dinding tersebut, untuk mencari tombol yang dulu pernah muncul, ketika secara tidak sengaja dia menyentuhnya
Tidak sampai 10 detik, Dion sudah menemukan tombol tersebut, dan langsung menekannya
Seketika pintu transparan muncul di depannya. Tanpa membuang waktu lagi, Dion masuk ke dalamnya, dan mengajak Rams untuk mengikutinya
"Ruang apakah ini?. Kenapa sampai sejauh ini, aku belum pernah mengetahuinya?" Batin Rams dalam hati
"Kau tidak usah heran!. Ruangan ini hanya bisa dimasuki oleh ku, dan olehmu saja, termasuk kakek ku juga." Ucap Dion, ketika melihat keraguan dari anak buahnya tersebut
Segera setelah itu, Dion menghidupkan komputer tersebut, kemudian memasukkan kata sandi, dan langsung menekan kata. "Sambungkan" di layar komputer yang ada di depannya itu
Tidak mau berlama lama, Dion langsung menekan tombol tersebut, kemudian menekan tombol restore atau perbaiki dengan sekali klik
Tidak sampai 3 menit, semua komputer yang terkoneksi dengan komputer yang ada di depan Dion itu, sudah dipindai, atau di scan secara serentak, dan dibersihkan dari virus yang ada
Tapi komputer induk, yang berfungsi sebagai server itu, masih tetap belum bisa diperbaiki
Virus yang dikirimkan oleh hacker tersebut, masih tetap membandel. Hal ini membuat Dion sedikit khawatir, tapi tidak diperlihatkannya kepada Rams
"Apa yang harus aku lakukan?. Jika kali ini usahaku gagal, kemungkinan seluruh informasi perusahaan ku, akan bisa diretas oleh mereka."
"Semua data datanya, akan diambil alih, serta dipalsukan. Kemudian sama seperti yang pernah kulakukan dulu, semua data perbankan ku, akan diretas, dan dibuat seolah olah, aku yang telah memindahkannya ke rekening lain."
"Jika dibiarkan terus, maka tidak ayal perusahaan ku akan bangkrut dalam seketika. Dan untuk memulihkannya, membutuhkan waktu yang tidak sebentar, serta membutuhkan modal yang tidak sedikit."
"Ini benar benar gawat!. Aku tidak bisa berdiam diri saja!" Batinnya dalam hati, dan terlihat sangat panik
"Cepat perintahkan anak buah mu, untuk menjemput kakek ku, agar bisa datang kesini!" Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Respon Rams patuh
Tak lama kemudian, tuan Birawa dan seorang pria misterius memasuki ruang operator tersebut, dan langsung masuk ke ruang rahasia itu
__ADS_1
Begitu mereka masuk, seseorang berteriak dengan keras, sekaligus terkejut
"Guru!"