Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Memberikan kompensasi


__ADS_3

"Kami tidak berani tuan besar!" Jawab Mona, si lancar bicara itu cepat


"Kenapa tidak berani?, apakah karena Tommy itu anak orang kaya, dan berpengaruh di kota M itu?" Respon tuan Birawa kecewa, dan menyayangkan keputusan Mona itu


"Mohon maaf tuan besar, kalau saya lancang." Sela Riska tidak terima dengan keputusan Mona itu


"Ya, silakan!" Jawab tuan Birawa singkat


"Menurut saya, perbuatan Tommy itu tidak bisa dimaafkan, karena telah berani melecehkan kami semua, termasuk Mona ini." Ujarnya sopan


"Terus apa yang kau inginkan?"


"Saya ingin agar dia dihukum berat, dan dijebloskan ke penjara, walau hanya untuk beberapa hari saja!" Jawab Riska jujur


"Apakah kau sudah memikirkan buruk baiknya, jika menyeret Tommy ke meja hijau?. Aku rasa Agam tidak akan tinggal diam." Jawab tuan Birawa menguji tekad kuat Riska tadi


"Dengan pengaruhnya, dia akan menggagalkan rencana mu itu dengan berbagai macam cara, walau harus berbuat curang sekalipun, karena aku tahu betul sifat si Agam itu, kalau ada orang yang berani menyinggungnya." Sanggah tuan Birawa mengingatkan Riska kembali


"Walau orang tua mu juga kaya, Agam tidak mau tahu, orang orangnya banyak, dan rata rata sikapnya kasar. Tapi jika kalian siap, aku akan memfasilitasi semua proses itu." Ucap tuan Birawa lagi memberi jaminan


"Untuk kali ini, biarkan si Tommy itu lepas Ris. Apa yang dikatakan oleh tuan besar itu benar. Ayahnya sangat posesif sekali pada Tommy. Siapapun yang berani mengganggunya, maka dia akan menggunakan segala kekuatan, kekayaan dan pengaruhnya untuk menghancurkan orang yang berniat mencelakakan anaknya tersebut." Ucap Raymond mencoba memberi pengertian pada Riska, yang hatinya tidak terima, kalau Tommy hanya diberi sanksi ringan saja


Untuk beberapa saat, Riska hanya terdiam. Hatinya menjadi bimbang, setelah apa yang diucapkan oleh tuan Birawa dan sahabatnya itu mendekati kenyataan


Teman teman wanitanya yang lain juga setuju dengan pendapat Raymond tersebut. Walau orang tua mereka juga kaya, tapi tidaklah sekaya orang tua Tommy. Mungkin jika diberi tingkatan, orang tua gadis gadis itu berada di level 5 kebawah


Sedangkan orang tua Tommy, mungkin berada di level satu atau dua didaerahnya. Jadi kemungkinan besar, untuk dia membalas dendam bisa saja terjadi


"Saya serahkan pada keputusan teman teman ini tuan besar." Ucap Riska akhirnya menyetujui saran dari tuan Birawa dan Raymond itu


"Salam tuan besar! salam tuan muda!. Maaf saya terlambat datang." Ucap Ivory, yang baru saja sampai itu pada keduanya, dengan perasaan sungkan


"Tidak apa apa Ivo, lagipula pembicaraan kami sudah hampir menuju keputusan final." Respon Dion cepat, demi menjaga wibawa Ivo dihadapan tamu tamunya itu


"Terima kasih tuan muda!" Jawab Ivory lega


"Baiklah!. Mari kita lanjutkan pembahasan kita tadi, dan kalian semua, dengarkan baik baik. terutama kau Irvan!" Sela tuan Birawa tegas, mewakili Dion untuk memberi keputusan


"Aku atas nama cucuku, Juga Paradise Restoran, dan seluruh karyawannya, meminta maaf atas ketidak nyamanan yang telah menimpa kalian semua." Ujar tuan Birawa merendah


"Kedepannya aku jamin!, masalah ini tidak akan terjadi lagi, karena kami akan merombak sistem yang selama ini diterapkan di sana." Sambungnya lagi


"Untuk itu, pihak restoran akan memberikan kompensasi kepada kalian, atas kelalaian dari pihak pengelola. dengan memberikan voucher belanja separuh harga, barang apapun yang akan kalian beli di kota Golden City ini, dan membebaskan kalian dari membayar harga makanan yang ada di restoran tersebut selama seminggu."

__ADS_1


"Selain itu, pihak pengelola hotel akan mengembalikan uang sewa yang telah kalian bayar itu, dan diberikan secara gratis tinggal selama 1 minggu, dengan pelayanan penuh"


"Semoga dengan ini, kalian semua bisa memaafkan kelalaian dari pengelolaan tempat tempat tersebut." Ucap tuan Birawa tulus


Riska, Mona, Raymond, Dona dan yang lainnya merasa terharu, atas kebaikan dari tuan Birawa dan Dion itu. Sungguh mereka tidak menyangka, akan diperlakukan sebaik itu, setelah kejadian yang memalukan tersebut


Ternyata di balik musibah, ada rahasia tersembunyi yang jauh lebih besar dari apa yang diperkirakan oleh mereka


"Hans!. Perintahkan Rams untuk menghubungkan ku dengan si Agam itu melalui sambungan video nanti!" Ucapnya memberi perintah padanya


"Baik tuan besar!" Jawab Hans patuh, kemudian meminta ijin untuk pergi ke ruang operator tempatnya bekerja itu


"Dan kau Iron, mewakili tuan muda mu, aku perintahkan agar kau mempersiapkan orang orang mu di kota M itu, untuk bersiaga, karena aku khawatir, jika Agam akan melawanku!" Perintah tegasnya pada Iron


"Untuk Ivory, hubungi semua pimpinan di tiga perusahaan kita yang ada di kota M, kota DS dan KT itu, untuk memobilisasi semua kekuatan pengawalan di sana, dan pastikan jangan sampai kendor!" Ucap tuan Birawa memberi perintah kepada calon cucu menantunya tersebut


"Baik tuan besar!" Jawab Ivory patuh


"Robin, Burgon, dan juga paman Iron, aku perintahkan untuk berangkat ke kota M itu besok pagi pagi sekali. bawa orang orang terbaik mu untuk pergi ke sana


"Tambahkan 1.500 orang pengawal untuk mengamankan tiga lokasi pabrik kita yang ada di sana, untuk berjaga jaga saja."


"Setelah keadaan dipastikan aman, baru tarik mereka kembali ke tempatnya masing masing!"


"Baik tuan muda!" Jawab mereka serempak, kemudian meminta izin untuk meninggalkan ruang tersebut


Sekali lagi Riska, Mona, Raymond dan yang lainnya itu dibuat terpana, atas keputusan tuan besar Birawa juga Dion, yang begitu cepat dan tanggap dalam menyelesaikan masalah mereka


Pertemuan pertama dengan Dion waktu itu, suasananya begitu tegang, tapi kali ini, mereka tidak merasa ketakutan lagi, karena sikap Dion yang sudah mulai bersahabat, dan menerima kedatangan mereka dengan baik. Mungkin karena Dion merasa harus bertanggung jawab, terhadap apa yang telah menimpa tamu tamu kotanya itu


"Baiklah Riska, Mona dan kau Raymond, juga yang lain. Aku harap semoga semua keputusan ini bisa membuat kalian tenang, dan memaafkan kelalaian dari pengelola tempat tempat yang kalian kunjungi itu" Ucap Dion terkesan tulus, dan tidak lagi mengeluarkan aura yang menakutkan, pada teman teman nya dulu


"Terima kasih tuan muda!, karena telah begitu tanggap dalam menangani masalah yang menimpa kami." Balas Riska tulus, mewakili teman temannya yang lain, kemudian meminta izin untuk meninggalkan vila tersebut dan kembali ke hotelnya


Dengan diantar oleh Anjani dan teman temannya yang lain, rombongan Riska kembali ke hotel tempat dimana mereka menginap


Setelah mereka sampai di hotel tempat mereka menginap itu. General manager dan beberapa pimpinan tinggi hotel tersebut, menyambut kedatangan mereka secara langsung, karena telah diperintahkan oleh Dion, agar memperlakukan teman temannya itu dengan baik


***


"Seharusnya dengan kejadian itu, kau dipecat, atau diturunkan posisimu menjadi cleaning servis!" Ucap Dion pada Irvan serius


"Maafkan saya tuan muda!kebijakan ruang VIP itu bukan pada masa saya menjabat disitu. Saya hanya meneruskan saja." Sanggah Irvan mencoba meluruskan duduk permasalahannya

__ADS_1


"Mulai sekarang, hapus kebijakan itu!. Pasang CCTV di seluruh ruang VIP tersebut. Perlakukan semua pelanggan restoran mu sama, tidak ada yang istimewa, agar kejadian memalukan itu tidak terulang kembali!" Ucap Dion tegas


"Teman temanku tadi, jika mereka datang ke tempatmu, layani mereka dengan baik. dan ingat!, semua makanan yang mereka makan itu gratis selama satu minggu." Ucap Dion kembali menegaskan keputusan dari kakeknya tadi


"Dimengerti tuan muda!" Jawab Irvan sambil menunduk


"Pergilah!" Perintah Dion tegas


"Terimakasih tuan muda!" Jawab Irvan juga yang lain itu lega, kemudian undur diri dari hadapan Dion, dan bergegas pergi meninggalkan vila tersebut dengan terburu buru


***


"Satu masalah telah selesai, kini saatnya menghubungi si Agam itu, agar memberi pelajaran pada anak manjanya tersebut." Ucap tuan Birawa lega, satu menit setelah Irvan pergi dari hadapan mereka


"Apa yang akan kakek lakukan pada orang yang bernama Agam itu?" Tanya Dion ingin tahu


"Kakek hanya ingin dia membayar kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan oleh anaknya tersebut. Kalau dia tidak mau patuh, aku serahkan keputusannya padamu." Jawab kakeknya datar


"Apakah kakek menginginkan agar Dion membuat si Agam itu bangkrut?" Tanya Dion semangat


"Tidak seperti itu juga!. Aku hanya ingin memberi pelajaran padanya, dan menarik kembali bantuan kakek, yang dulu pernah diberikan padanya. Itupun jika dia tidak mau patuh pada perintah kakek." Jawab kakeknya ragu ragu


"Jadi si Agam itu pernah meminjam modal usaha pada kakek, untuk mengembangkan usahanya itu?"


"Iya!. Hampir 80% perusahaan yang didirikan itu, bergantung pada uang pinjaman yang kakek berikan dulu. Tapi sampai saat ini, belum dibayar lunas, baru 20% uang pinjaman tersebut dikembalikan pada kakek."


"Jika seandainya, orang yang bernama Agam itu tidak mau mematuhi perintah kakek, bahkan terkesan melawan, apa keputusan kakek?" Tanya Dion, ingin mendengar secara langsung keputusan kakeknya itu


"Kalau memang itu terjadi. jadikan dia miskin!, dan kau tahu apa yang harus kau lakukan!" Jawab kakeknya tegas


"Apakah itu perlu kek?, karena sudah banyak sekali orang yang menjadi korban dari tindakan Dion itu dulu." Respon Dion mulai ragu ragu


"Dalam dunia bisnis, kita tidak boleh kendor sedikitpun, untuk menyingkirkan siapa siapa saja yang berusaha untuk menjatuhkan kita, karena kita dalam posisi membela diri." Bantah tuan Birawa diplomatis


"Tapi permasalahannya, si Agam tersebut tidak berusaha untuk menjatuhkan atau melawan perusahaan kita kek, tapi hanya tidak patuh pada perintah kakek, untuk memberi kompensasi pada orang yang telah dirugikan oleh anaknya tersebut, dan kejadiannya di tempat kita." Sanggah Dion sudah mulai melunak


"Kalau itu keputusanmu! Ya terserah kau saja!. Kakek hanya memberi saran!" Jawab tuan Birawa tidak mau berdebat dengan cucunya itu


"Tapi ingat! setelah nanti kakek memberikan teguran dan tuntutan pada Agam itu, dan ternyata dia melawan atau membantah perintah kakek, maka kau dan orang orang mu, harus bersiap siap, terutama si Rams itu."


Kakek takut, Agam akan berbuat licik, dengan mencuri semua data data informasi kita." Ucap tuan Birawa sambil berdiri, untuk pergi menemui Rams


"Baik kek!" Jawab Dion singkat, kemudian sama sama pergi ke ruang operator, di mana Rams saat ini sedang berada

__ADS_1


__ADS_2