
"Apa!.Bagaimana bisa terjadi? Siapa orang yang telah dia disinggung?" Tanya Benyamin marah
"Dion Mahesa Birawa, pemilik Birawa Group di Asia" Jawab Damien dengan sikap hormat
"Panggil Tommy!. Aku ingin mendengar secara langsung dari mulutnya. Ada permasalahan apa antara dia dengan si Dion itu!" Ucap Benyamin memberi perintah
"Baik tuan!" Jawab Damien patuh
Tak lama kemudian, Tommy dibawa menghadap Benyamin ayah mertuanya itu, dengan ekspresi takut takut
"Apa yang telah kau lakukan Tommy?" Tanya Benyamin dengan suara kuat
"Pa, ini tidak seperti yang papa perkirakan. Semua komputer kita mati, karena ada orang jahat dari Asia yang ingin menguasai perusahaan kita!" Jawabnya berbohong
Plak!
"Papa! pourquoi papa a frappe Tommy, il est innocent!"
(Papa! kenapa papa memukul Tommy, dia tidak bersalah!)
"Tu tested la, papa veut lui donner une lecon!"
(Kau diam saja di situ!, papa hanya ingin memberi pelajaran padanya!)
"Mais pa?"
(Tapi pa)
"Tais-toi!. Ne pas interferer"
(Diam!. jangan ikut campur)
"Damien!, amene Adeline dans sa Chambre!"
(Damien!, bawa Adeline masuk ke kamarnya!)
"Qui monsieur!"
(Baik tuan!)
"Je ne veux pas que. Papa ne frappe plus Tommy!"
(Aku tidak mau!. Papa jangan pukul Tommy lagi)
"Damien!"
"Qui ! qui monsieur!"
(Baik! baik tuan!"
Damien tidak memperdulikan lagi teriakan dari Adeline tersebut. Walaupun dia berteriak kuat kuat
Atas perintah tuannya, Damien membawa secara paksa Adeline itu, untuk masuk ke dalam kamarnya
Tommy yang melihat kejadian tersebut, tidak bisa berbuat apa apa, karena dia tidak berani bergerak atau bersuara sedikitpun
__ADS_1
Pipinya yang barusan tadi ditampar oleh Benyamin, masih juga terasa perih. Walau dia merasa sakit, tapi Tommy tidak berani melawan
Disamping kuat, ayah mertuanya juga sangat berpengaruh. Saat ini saja dia dikelilingi oleh lima orang bodyguard berwajah dingin
"Ada permasalahan apa antara kau dengan si Dion itu?" Tanya Benyamin dengan ekspresi datar tapi penuh ancaman
"Tidak ada apapun antara kami berdua pa, Dion itu teman ku waktu kuliah dulu." Jawab Tommy berbohong
"Kalau tidak ada apa apa, kenapa sampai ada laporan, bahwa kau mencoba menghancurkan sistem pertahanan komputer nya?" Bantah Benyamin marah
"Dia dulu yang mencoba meretas komputer kita pa, jadi Tommy hanya membela diri saja, untuk melindungi perusahaan kita." Jawab Tommy masih saja mengelak
"Bohong!" Ucap seseorang yang baru saja masuk dengan suara kuat
"Austin!. Apa yang kau lakukan?" Pekik Tommy marah
"Saya hanya ingin meluruskan kejadian yang sebenarnya tuan! bahwa Dion itu tidak bersalah. Dia melakukan semua itu untuk mempertahankan keamanan perusahaannya saja." Sanggah Austin apa adanya
"Pada awalnya, tuan Tommy ini, meminta ku untuk membuka dan melumpuhkan cybersecurity perusahaannya, dengan mengirim virus ke komputer mereka, tapi mereka melawan dan menyerang balik komputer kita sampai semua komputer yang ada tidak bisa lagi di buka." Ucap Austin apa adanya
"Apa alasan mu melakukan itu Tommy?, dan apa hak mu menggunakan fasilitas cybersecurity perusahaan ku?" Tanya Benyamin marah, sampai kulit wajahnya menegang menahan kemarahan tersebut
"Aku..!. Aku!
Plak!
"Hajar dia!.Dasar bajingan kau!" Teriak Benyamin kuat kuat
"Ampun! Ampun papa!. Jangan pukul lagi, aku mengaku salah!" Ucap Tommy tak kuasa menahan sakit, karena dipukuli oleh lima orang bodyguard itu dengan sadis
"Dengan minta ampun, apakah kau pikir perusahaan ku bisa terselematkan?. Kau pikir ini urusan mudah." Hardik Benyamin kesal, sambil terus memerintahkan pada kelima bodyguard nya untuk terus memukuli tomny
Sungguh miris sekali. Seorang calon pemimpin organisasi, dan asosiasi perdagangan Eropa, khususnya Prancis, harus terkapar sangat menyedihkan seperti itu, dengan tubuh penuh luka, akibat disiksa oleh mertuanya sendiri
Benyamin yang melihat menantunya tidak berdaya seperti itu, akhirnya menjadi trenyuh juga. Dia segera memerintahkan kepada kelima anak buahnya tersebut, untuk mengangkat tubuh Tommy, dan dibawa ke rumah sakit
Sepeninggal Tommy, Benyamin mengalihkan perhatiannya pada Austin, lalu bertanya
"Siapa Dion itu, dan dari mana asalnya?" Tanya Benyamin penasaran
"Dia cucu kandung dari orang yang bernama Mahesa Birawa dari wilayah timur. Pemilik perusahaan Birawa Group." Jawab Austin cepat
"Mahesa Birawa?. Mungkin kah itu Mr. Birawa orang terkaya Asia waktu itu?" Ucap Benyamin penasaran
"Benar tuan besar!. Saya pernah bekerja padanya selama delapan tahun di sana."
Jawab Austin apa adanya
"Berarti Tommy telah menyinggung orang yang salah . Aku harus menemuinya langsung, untuk meminta maaf padanya." Guman Benyamin lirih
"Jika tidak aku lakukan secepatnya, aku khawatir, perusahaanku akan dibuat bangkrut olehnya, dan kemungkinan besar organisasi ku juga sudah disusupi oleh nya. Ini tidak bisa dibiarkan!" ucap Benyamin sangat khawatir sekali
"Edgar siapkan tiket keberangkatanku ke negara tersebut!. Siapkan untuk 10 orang orang ku juga!" Perintah Benyamin tegas
"Baik tuan besar!" Jawab Edgar patuh. Kemudian meminta izin untuk meninggalkan ruang tersebut
__ADS_1
"Tuan!" Sapa Austin ragu ragu
"Apakah kau ingin ikut Austin?" Tanya Benyamin ingin tahu
"Tidak tuan besar!. Biarlah saya tetap di sini, karena saya pernah berselisih dengan tuan Birawa itu, apalagi dengan orang yang dipanggil dengan legenda cyber tersebut." Jawab Austin takut takut
"Legenda cyber!. Siapa dia?" Respon Benyamin penasaran
"Dia sahabatku tuan!. Waktu sama sama bekerja pada tuan Birawa." Jawab Austin jujur
"Berarti kalian berdua sama sama seorang cyber sekaligus hacker."
"Kau berjuluk monster cyber sementara dia berjuluk..?"
"King of Cyber tuan!, dan sekarang sudah menjadi seorang legenda." Sambung Austin lancar
"Baiklah Austin!. Terima kasih atas informasinya. Kau tetap di sini saja. Aku akan pergi menemui tuan Birama tersebut untuk meminta maaf, dan meminta dia agar mau membuka akses ke komputer perusahaan ku lagi. Ucap Benyamin lemah, tapi ada sedikit pengharapan
"Baik tuan besar!" Respon Austin cepat
***
Rumah sakit Queen Candramaya, sekitar pukul 8.00 malam, atau sekitar pukul 3 sore waktu Prancis
Saat Benyamin berkata seperti itu pada Austin, dengan niat untuk pergi ke kota Golden City, guna menemui tuan Birawa itu, yang bersangkutan sedang berada di rumah sakit, bersama dengan Dion, dan puluhan pengawal elit lainnya
Saat ini tuan Birawa dan Dion, sedang menunggu Ivory yang kondisinya sudah semakin membaik, dan rencananya akan keluar dari rumah sakit tersebut. Perawatan selanjutnya, akan dilakukan di rumah sendiri
"Lakukan persiapan yang terbaik. Bawa peralatan yang diperlukan ke vila ku, dan kalian setiap hari secara bergiliran, harus menjaga Ivory di sana." Ucap Dion tegas pada beberapa orang dokter, yang bekerja di rumah sakit miliknya itu
"Baik tuan besar!" Jawab mereka patuh
"Apakah saat ini juga istriku sudah bisa dipindahkan ke vila?" Tanya Dion dengan ekspresi datar
"Sudah tuan!. Tinggal menunggu pengecekan akhir pada tubuh nyonya, baru bisa dibawa pulang." Jawab salah seorang dokter hormat
"Salam tuan besar!." Sapa seseorang yang tiba tiba datang menghadap tuan Birawa
"Ya!"
"Ada sebuah panggilan masuk ke telepon kantor, dari seseorang yang bernama Benyamin asal Paris Prancis." Ucap seorang manajer personalia Birawa Group cabang kota B, sambil membungkuk hormat kearah tuan Birawa dan Dion
"Ada masalah apa?" Tanya tuan Birawa singkat
"Orang orang nya mengatakan, bahwa dia ingin datang kekota ini, untuk bertemu dengan tuan besar. Katanya ada urusan penting yang akan dibicarakan dengan tuan." Jawab manajer itu apa adanya
"Benyamin!. Sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana dan kapan itu, aku sudah lupa." Batin tuan Birawa dalam hati
"Apakah ada informasi lain tentangnya?"
"Menurut laporan dari bawahannya yang bernama Damian itu, orang yang bernama Benyamin tersebut, adalah ketua organisasi mafia dan asosiasi perdagangan Eropa."
"Aneh!. Untuk apa dia ingin menemuiku?" Tanya tuan Birawa penasaran
"Kalau masalah itu saya tidak tahu tuan besar!" Jawab manajer itu jujur
__ADS_1
"Baiklah kau boleh pergi!" Respon tuan Birawa cepat
"Terima kasih tuan besar!" Jawabnya sambil berlalu pergi