Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Upeti akhir tahun


__ADS_3

Berita kebakaran dua tempat yang waktunya tidak terpaut jauh itu, segera merebak di seantero kota. Banyak spekulasi penyebab kebakaran tersebut terdengar malam itu juga


Ada yang mengkaitkan kejadian itu dengan persaingan sesama gangster atas perebutan wilayah


Ada pula yang mengkaitkan operasi gabungan, yang memang sengaja dibentuk untuk memberantas kelompok gangster yang sering membuat resah masyarakat


Tapi akhirnya semua spekulasi itu tidak menemukan muara juga titik terang, dan semuanya tetap menjadi misteri sampai kapan pun


***


Keesokan harinya. Emily yang masih berada di kota S tersebut, juga mendengar dari asistennya, bahwa markas Jarot dan anak buahnya, sudah diratakan dengan tanah dengan cara di bakar


Seluruh anak buahnya tidak ada yang masih hidup. Semuanya telah dihabisi entah oleh siapa. Tapi Emily sendiri mengetahui, bahwa itu pasti tindakan dari kakak angkatnya, Dion


Menyadari hal demikian. Emily menjadi trenyuh dan berterima kasih, atas perhatian dari kakaknya itu, walau hanya dari jauh, dan itu semakin membuatnya merasa sayang dan bangga, menjadi bagian dari Birawa Group


"Aku tidak boleh terlena, dengan semua perlindungan dari kakak!"


"Setelah ini, aku akan meminta padanya, untuk mengajari ku ilmu bela diri, agar aku bisa melindungi diri sendiri kalau sedang terdesak." Batin Emily dalam hati


"Aku tidak boleh menyerah hanya karena mendapat perlawanan ketika sedang menjalankan tugas!"


"Kalau aku lemah dan selalu bersikap lembut pada setiap orang, maka kebaikan ku itu akan disalah gunakan oleh orang lain, untuk kepentingannya sendiri."


"Oleh karena itu, setelah tugas ku selesai. bisa tidak bisa, ada atau tidak ada waktu, aku harus belajar ilmu bela diri pada kakak!"


"Bagaimanapun caranya aku tidak mau tahu!" Ucap Emily lirih pada diri sendiri tapi cukup semangat


"Oh ya!, kalau tidak salah hari ini aku harus mengunjungi perusahaan terakhir di kota ini!"


"Kalau begitu aku harus bersiap siap, agar pekerjaan ku cepat selesai di sini, dan bisa kembali ke kota emas, untuk menemui kakak ku yang ganteng dan baik itu!" Ucapnya lagi sambil tersenyum manis dan terkesan manja


Tak lama kemudian, Emily dan orang orangnya, terlihat sedang menaiki beberapa mobil mewah, dan menuju sebuah perusahaan cukup besar di kota S itu


Kali ini kedatangannya di sambut sedikit berbeda, dimana seluruh petinggi juga karyawan senior, termasuk juga seluruh karyawan baru di perusahaan itu, tampak berbaris rapi di kanan kiri jalan yang dilalui oleh Emily dan rombongannya


Sikap mereka yang berlebihan seperti itu, tentu saja membuat Emily menjadi keheranan dan bertanya tanya, ada apa gerangan yang terjadi. Lalu tak lama Kemudian dia pun berkata.


"Manajer!. Kenapa kalian melakukan sambutan yang seperti ini, apakah kalian akan mengadakan pesta?" Tanya Emily sekedar menguji bawahannya saja


"Tidak nona muda!. Kami hanya melakukan apa yang selayaknya dilakukan ketika menyambut seorang sekretaris seperti anda." Jawab Muryono cepat, mencoba berbohong, padahal sebenarnya dia sedang mencari perhatian dari Emily demi jabatannya


"Tapi walau demikian!. tindakan mu ini tetap saja salah, dan menyalahi aturan perusahaan. Oleh karena itu, kau harus dihukum!" Respon Emily serius


"Maaf kan saya nona!. Saya tidak akan mengulanginya lagi!" Jawab Muryono ketakutan


'Ya sudah!. Sekarang kumpulkan semua petinggi perusahaan, dan yang lainnya kembali bekerja!" Ucap Emily tegas


"Baik nona muda!" Jawab Muryono patuh, kemudian memerintahkan pada bawahannya untuk kembali bekerja, kecuali para petinggi perusahaan itu


Setengah jam kemudian. lebih dari 45 orang telah berkumpul di aula rapat kantor yang tidak begitu luas itu. Ruangan tersebut hanya cukup untuk 50 sampai 55 orang saja


Lebih separoh pengawal Emily, diperintahkan tetap berada di luar, sedangkan 15 orang diantaranya tetap mengawal nona muda mereka, termasuk tujuh asistennya tersebut


Mereka mau tidak mau harus mendampingi atasannya, untuk mencatat dan menganalisa, semua laporan masuk dari masing masing petinggi perusahaan itu

__ADS_1


"Saudara saudara sekalian!. Hari ini kantor kita telah kedatangan orang nomor dua Birawa Group dan orang orangnya!"


"Untuk itu, mari kita berikan pelayanan terbaik, terkait dengan apa saja data yang diminta oleh mereka!" Ucap Muryono gugup


"Cukup basa basi nya manajer!. Langsung saja pada intinya!" Sela Emily tidak sabar


"Baik nona sekretaris!" Jawab Muryono terkejut


"Berikan laporan bulanan kalian untuk masing masing divisi atau bagian, pada asisten ku itu. Nanti mereka yang akan mengevaluasi laporan akhir tahun kalian tersebut!" Ucap dan perintah tegas Emily pada tujuh manajer dan kepala bagian lainnya


"Baik nona!" Jawab mereka serempak, kemudian menyerahkan berkas berkas tertulis perusahaan cabang itu pada tujuh asisten, sesuai dengan bidang nya masing masing


Sementara itu di luar ruangan. tanpa sepengetahuan Emily, anak buahnya tengah beradu mulut dengan sekelompok anak muda, berjumlah 65 orang, yang memaksa ingin bertemu dengan manajer Muryono


Mereka mengatakan ada sedikit urusan dengan si Muryono tersebut. Tapi anak buah Emily yang dibantu oleh anak buah Evander menghalangi keinginan mereka


"Jangan halangi langkah kami, yang ingin menemui pemilik perusahaan ini!" Bentak pemimpin kelompok pemuda tersebut dengan nada marah


"Ini perusahaan, bukan pasar yang dengan seenaknya dapat dimasuki oleh sembarang orang!" Sambut komandan pengawal itu itu juga marah


"Beraninya kau!. Tak tahukah kalian siapa kami?" Respon ketua pemuda tersebut bertambah marah


"Kami tidak peduli siapa kalian!. Yang kami peduli adalah menjaga kantor dan perusahaan ini tetap aman dari gangguan orang tidak bertanggung jawab seperti kalian!" Jawab komandan itu ketus


"Kurang ajar!. Hanya seorang satpam saja berani belagu!" Maki ketua pemuda tersebut terkesan menghina


"Masih mending kami ada pekerjaan!. Tidak seperti kalian, yang kerjanya hanya menyusahkan orang lain, tapi malas bekerja!" Balas komandan itu tersinggung


"Hajar mereka dan jangan sisakan seorang pun yang hidup, agar mereka tahu siapa kita!" Perintah ketua pemuda tersebut tegas


"Hentikan!" Teriak seseorang bersuara lembut tapi cukup melengking, yang tiba-tiba saja muncul dari dalam ruangan


"Hey nona cantik!. untuk apa kau berada di sini?, lebih baik kau ikut kami dan bersenang senang di luaran sana, dari pada bekerja yang tidak karuan di sini!" Ucap Bacot pada wanita yang dipanggil nona cantik kitu


"Nona muda!. Biar kami yang menangani anak anak ini!"


"Mereka hanya sekelompok preman jalanan, yang sudah kehabisan bekal untuk makan, jadi mencoba mengemis di perusahaan ini." Ucap komandan pengawal itu dengan suara rendah


"Apa kau bilang!, kami sekelompok preman jalanan?. Tak tahukan kau siapa kami?" Respon Bacot, ketua pemuda itu marah


"Tunggu apa lagi. habisi mereka!" Teriaknya kesal


"Berani melangkah sejengkal saja, maka jangan salahkan kami, kalau kami bersikap kasar pada kalian!" Ucap komandan tersebut mengancam


"Hahahaha!. Satpam yang mencoba berlagak kuat dihadapan anak buah Tedja!"


"Apa?. Kalian semua anak buah si Tedja itu?' Tanya Muryono terkejut, ketika baru saja keluar menyusul Emily dari dalam kantornya


"Hahahaha!. Manajer Muri!. Kebetulan kau sudah datang, jadi kami tidak perlu lagi untuk menjelaskan siapa kami pada mereka!" Ucap Bacot kegirangan


"Bukan itu maksud ku anak muda!. Ketahuilah, bahwa si Tedja itu adalah saudara sepupu ku lain nenek. Tapi kami cukup dekat dengannya."


"Baguslah kalau kau sudah tahu siapa kami dan bos kami itu."


"Sekarang kau serahkan saja upeti yang setiap akhir tahun kau berikan pada kelompok kami!"

__ADS_1


"Jika kau menolak, maka kalian akan kami habisi, dan perusahaan ini akan kami bakar!" Jawab Bacot cukup jumawa


"Anak muda!. Sekali lagi aku peringatkan!. Tarik balik anak buah mu itu, dan jangan pernah datang lagi di perusahaan ini!" Tegur Biantara, komandan pengawal Emily kurang senang


"Orang tua bau tanah!. Jangan ikut campur dalam urusan kami dengan manajer Muri itu. Lebih baik kau kembali saja pada istrimu, dan minta di keloni!" Respon Bacot bersikap kurang ajar pada yang jauh lebih tua darinya


"Nona muda?" Ucap Biantara seperti meminta restu darinya, sambil mengepal kan kedua tangannya pertanda marah


"Lakukanlah paman!. Manusia hina seperti dia, hanya mengotori pemandangan saja!" Respon Emily cukup paham


"Terima kasih nona!" Jawabnya senang, kemudian mengalihkan perhatiannya pada Bacot, dan berkata.


"Sekali lagi aku peringatkan pada mu anak muda!.. walaupun aku kelihatan sudah tua, tapi tenaga ku tidak kalah dengan anak muda seperti kalian!"


"Kalau kalian kurang percaya, majulah lawan orang tua ini!" Ucapnya menantang


"Hahahaha!. Dasar orang tua sudah mau mati dan bau tanah, berlagak di hadapan seorang juara pertama taekwondo daerah!"


"Kemari lah orang tua!, biar aku tunjukkan padamu apa itu kekuatan yang sebenarnya!" Ucap Bacot sesumbar


Wus!


Hanya dengan sekali hentakan, tubuh Biantara yang tinggi tegap itu tapi cukup atletis, melambung ke udara dengan kecepatan tinggi, dan langsung melancarkan serangan pada si Bacot sombong tersebut, lalu terdengar sebuah suara cukup keras..


Buk!


"Ugh!"


Tubuh Bacot terdorong beberapa langkah kebelakang, dan roboh setelah kehilangan keseimbangan. Tak pelak tubuhnya tumbang ke tanah hanya dengan sekali tendangan. dan tak bergerak lagi. pingsan


"Masih ingin menunjukkan kekuatan di hadapan orang tua ini?. Majulah kalian semua!" Teriaknya marah


"Siapa orang tua itu, kenapa kekuatannya sangat mengerikan sekali?'


"Wakil bos kita tumbang hanya dengan sekali serangan!"


"Benar benar orang tua yang tidak bisa di anggap remeh!" Ucap anak buah Bacot ketakutan


"Bagaimana?. Apakah kalian masih ingin melanjutkan pertarungan?" Tanya Biantara sambil tersenyum sinis


"Kami menyerah pendekar!, dan kami minta maaf karena telah berbuat tidak sopan pada anda!" Ucap salah seorang dari mereka cukup tahu diri


"Katakan siapa bos kalian sebenarnya dan dimana dia tinggal?"


"Apakah kalian semacam kelompok gangster di kota ini?" Tanya Biantara ingin tahu


"Komandan!. Bos mereka itu adalah sepupu kami, tapi dia selalu meminta jatah tiap tahunnya di perusahaan ini, dan kami tidak berani melaporkannya pada pimpinan!"


"Sudah berapa lama hal ini berlangsung manajer Muri?' Tanya Emily kurang senang


"Sudah cukup lama nona sekretaris!. Hampir lima tahun hal itu terjadi, dan sudah lima kali perusahaan ini memberikan jatah pada mereka." Jawab Muryono ragu ragu


"Jadi anak buah sepupu mu datang kemari itu, untuk menagih upeti tersebut?" Tanya Emily tidak senang


"Benar nona!. Kalau kami menolak, maka kami dan keluarga kami akan dihabisi, termasuk ancaman rumah rumah kami akan dibakar!" Jawab manajer Muri berterus terang

__ADS_1


"Paman Evan!. Bukankah kau yang menjadi komandan pengawal di kota ini?, tapi kenapa kau biarkan perusahaan Birawa Group mendapat tekanan seperti itu?"


"Apakah kau sengaja membiarkannya saja, atau kemungkinan kalian ikut terlibat?" Tanya Emily marah


__ADS_2