Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Berani berkata jujur


__ADS_3

"Apa kabar Adhitama?.Ternyata kau masih hidup!. Pantesan kau bisa jadi sekaya ini!" Ucap Robin dengan aura mengintimidasi


"Bagaimana kalian bisa ada disini?" Tanya Adhitama keheranan sekaligus takut


"Jangan takut Tama!. Aku tidak akan menekan mu. Asal kau mau bekerja sama dengan kami, itu sudah lebih dari cukup." Reaksi Robin sudah merasa menang


"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Adhitama atau yang biasa dipanggil pak Tama itu khawatir


"Tenang!. Kami tidak akan meminta apa apa darimu. Cuma..!"


"Cuma apa?..Cepat katakan?"


"Pertama kami cuma mau tahu. Apakah hotel ini milik mu?" Tanya Burgon dengan sikap dingin, sambil menatap mata Tama lekat lekat


"Kalau iya kau mau apa?" Balas Tama tegas


"Jawab saja ya atau tidak!. Jangan malah bertanya!" Bentak Burgon marah


Adhitama kelihatan ragu ragu. Apakah harus menjawab ya atau tidak. Kalau menjawab ya. pasti dia akan dihabisi oleh Burgon juga Leon. Kalau menjawab tidak, kedoknya akan terbongkar saat itu juga


Jadi mau tidak mau dia tidak menjawab apa apa. Diam seribu bahasa, Pasrah akan apa yang akan terjadi pada nasibnya itu


"Apakah kau ragu untuk menjawab?" Tanya Burgon tiba tiba


Adhitama sekali lagi memutuskan untuk diam. Tidak berani berkata sepatah katapun. Takut salah.Tapi tak lama kemudian dia bersuara


"Katakan saja apa mau kalian?" Tanya Tama memberanikan diri


"Tuan Mahesa Birawa dan cucunya akan datang kesini!"


"Apa!. Bagaimana mungkin?. Bahkan tu..tuan besar mau datang kesini!. Kalau begitu aku pergi dulu." Reaksi Adhitama ketakutan, sambil berusaha keluar dari dalam lobby hotel, dan melarikan diri


"Eiit. Tahan dulu. Jangan terburu buru!?" Ucap Leon sambil menangkap tangan Tama agar tidak lari


"Lepaskan pak Tama!. Kalau kalian tidak mau kami laporkan ke polisi!" Ancam seorang penjaga dengan aura dibuat seseram mungkin


"Minggir!. Jangan ikut campur!" Bentak Leon keras


Penjaga hotel itu menjadi marah, kemudian berusaha memukul Leon dengan bogem mentahnya. tapi sebelum rencananya itu berhasil, Tama sudah menghentikannya dengan berkata.


"Tahan.! dan cepat mundur!. Ini bukan urusan kalian.Kembali ketempat penjagaan!" Hardik Tama dengan suara keras


"Baik!"Jawab penjaga itu patuh. Tapi dalam hatinya bertanya tanya, kenapa pak Tama melarang mereka untuk meringkus orang yang berusaha mencelakainya itu


Gadis gadis resepsionis yang ada di front office juga merasa keheranan. ketika melihat dan mendengar pemilik hotel melarang karyawannya untuk ikut campur. Tapi mereka tidak berani menanyakannya


"Kau duduklah dulu disini. Jangan ketakutan seperti itu!" Ucap Burgon menenangkan sahabat lamanya tersebut


"Aku serius mengatakan padamu, bahwa tuan Birawa dan cucunya Dion Mahesa Birawa, beserta keluarganya itu, akan datang ke kota P, dan berniat ingin menginap di hotel mu ini," Ucap Burgon cukup jelas sekali


"Apakah kau keberatan Adhi?" Tanya Burgon dengan menyebut nama panggilan lamanya itu


"Ini bukan hotel ku!. Tapi sejatinya adalah hotel Milik Birawa Group, Yang dititipkan pengelolaannya pada kakekku.Tapi aku telah merubah kepemilikan hotel ini atas namaku." Jawab Adhitama berterus terang


"Hebat!.Kau berani berkata jujur." Respon Burgon kagum


"Kalau sampai tuan besar mengetahui ini, aku jamin, kau dan keluargamu pasti mati!'


"Sebaiknya cepat kau ubah nama kepemilikan hotel ini atas nama Birawa group. Kalau tidak!. Aku tidak bisa menjamin, apakah kau masih bisa hidup atau tidak nanti!" Ancam Burgon berusaha mempengaruhi sahabat lamanya itu agar cepat bertindak


"Baik! baik!. Hari ini juga aku akan panggil Notaris ku. untuk merubah kepemilikan hotel ini kembali menjadi milik Birawa Group." Respon Tama cepat


"Kau masih punya waktu tiga hari dari sekarang. Jadi tidak perlu terburu buru." Sanggah Burgon kalem


"Tidak! tidak!. Hari ini juga aku harus merubahnya. Karena aku takut dengan kemarahan tuan besar!" Jawab Tama gugup


"Sekarang yang menjadi tuan besar adalah cucunya, Dion Mahesa Birawa. Sedangkan Tuan besar sudah dipanggil tuan senior dan yang menjadi tuan muda kami adalah anaknya, Dragon Dion Birawa." Bantah Burgon tenang

__ADS_1


"Apapun itu, yang penting nyawaku selamat. dan tolong jangan kau ceritakan masalah ini pada tuan besar. Aku takut dihukum mati atau masuk penjara."


"Aku akan mengembalikan semua keuntungan yang didapat dari hotel ini. dan tidak akan mengambil sepeserpun."


"Jadi tolonglah kami kawan!. jangan adukan masalah ini pada pemiliknya." Ucap Adhitama memohon mohon. Sampai sampai dia berlutut dilantai, demi mendapat jaminan dari kawan lamanya itu


"Aku tidak bisa menjamin!. Apakah akan mengadukan masalah ini pada tuan besar atau tidak. Karena kesalahanmu ini sudah sangat fatal sekali." Jawab Burgon ragu ragu


"Hanya tuan besarlah yang bisa memutuskannya. Apakah kau


akan diampuninya atau tidak. Kau tunggu saja kedatangannya kemari ya!"


"Matilah aku!. Ini gara gara istriku yang tamak akan harta itu. Idenya lah yang meminta agar aku memalsukan identitas hotel ini bukan atas nama Birawa Group, tapi atas nama keluarga sendiri."


"Kakek sebelum meninggal sudah wanti wanti padaku, agar berhati hati dalam bertindak.Tapi istri ku dan saudara saudaranya itu, terus saja memaksa, agar memalsukan surat surat kepemilikan hotel ini


"Kakek hanya diminta untuk membangun serta mengelola saja, bukan untuk memiliki."


"Sekarang apa yang harus aku perbuat, dan apa yang harus aku katakan pada keluarga istriku itu?" Batin hati Adhitama bertalu talu bermonolog sendiri


"Tunggu apa lagi!. Cepat hubungi notaris mu, dan suruh datang kesini. Jika perlu sekalian dengan pengacara mu. Biar tambah kuat kesaksiannya." Ucap Burgon membuyarkan lamunan Tama itu


"Ba..baik!. aku akan segera menghubunginya!" Jawab Tama gugup


Tak lama kemudian. Tama sudah terhubung dengan notaris yang selama ini membantunya mengubah kepemilikan hotel itu, karena bukti bukti sudah sangat mendukung. maka dia berani melakukannya


Hampir tiga menit Tama bertelepon dengan notaris itu. Burgon dan yang lain tetap setia menunggu. Setelah selesai baru Burgon berkata


"Kata karyawan mu, kau akan mengadakan rapat. bersama dengan petinggi hotel ini. Apakah tidak jadi?" Tanya Burgon tiba tiba menanyakan masalah itu pada Tama


"Tidak! tidak!. Mereka bukan karyawan ku, tapi rekan kerja. Mereka karyawan Birawa Group!" Jawab Adhitama malu malu


"Kalau begitu, bagaimana kalau kau ajak kami untuk bertemu dengan mereka. Bisa?" Usul Leon sambil tersenyum geli


"Bisa!. bisa!" Jawab Tama gugup


"Ayo tunjukkan jalannya!" Sambut Burgon cepat


Tiga menit kemudian. Adhitama, Burgon. Leon dan James, sudah berada di ballroom hotel, tempat rapat akan diadakan


Kedatangan Adhitama disambut dengan suka cita oleh seluruh peserta rapat, termasuk oleh pemegang saham


Tapi begitu mereka menoleh kearah Burgon, Leon dan James, kening mereka berkerut dalam, tanda tidak mengerti


"Saudara saudara sekalian! Mereka bertiga ini, adalah tamu penting kita. Mereka adalah tiga orang utusan dari Birawa Group, pemilik asli hotel ini!" Ucap Adhitama pada semua yang hadir


Baamm!


Semua orang yang mendengarnya terkejut tanpa terkecuali, termasuk juga para pemegang saham bodong itu


Kalau orang sekaliber Adhitama sudah berkata seperti itu. mau tidak mau mereka yang hadir harus percaya juga


"Mari tuan tuan. silakan duduk di kursi bagian depan ini. Kami mohon agar tuan Burgon bisa tampil untuk memimpin rapat." Ucap Adhitama tulus


"Terima kasih!" Jawab nya datar. kemudian memulai pengarahannya itu


"Tidak banyak yang akan aku katakan pada rapat kalian ini. aku cuma ingin mengatakan, sebaiknya kalian cepat lakukan persiapan. karena pemilik asli hotel ini akan datang dua hari lagi."


"Tuan besar tidak mau menjumpai adanya penyelewengan dan ketidak setia an pada perusahaannya."


"Untuk itu aku sarankan. Cepat kalian bereskan laporan keuangan hotel ini, dan benahi sistim manajerialnya."


"Karena dalam rombongan tersebut, hadir juga Shio Lung, si dewa uang, Erisha si dewi akuntan. Iron si tangan besi, dan Hans si tangan kilat, serta nyonya Ivory sekretaris utama."


"Hadir juga Leon, yang dijuluki orang sebagai si dewa perang, dan ini orangnya. Ini James, si dewa strategi dan investasi. Aku sendiri bernama Burgon, si mata dewa." Ucapnya memperkenalkan diri dengan cara unik. Mengambil nafas sejenak, lalu berkata lagi.


"Kalian sudah tidak mempunyai banyak waktu untuk berbenah. Jika kalian masih mau hidup, sebaiknya cepat kerjakan saran ku mulai dari sekarang!"

__ADS_1


"Karena pemilik hotel ini akan datang dan menginap disini. Siapkan 100 buah kamar berbagai ukuran, selain kamar standar."


"Untuk pemilik hotel ini. Siapkan kamar terbaik yang hotel ini miliki. Dua suite room, atau Royal room. Satu junior room, lima deluxe room, dan tujuh bisnis room. Sisanya siapkan kamar superior room."


"Aku tidak mau melihat tuan besar kami marah, atau kecewa atas pelayanan hotel ini."


"Untuk itu. rapat aku bubarkan, agar kalian bisa bersiap siap mulai dari sekarang!"


"Dan satu hal lagi yang ingin aku sampaikan. Kalau kalian masih mau bekerja disini. Lakukan yang terbaik, dan jangan sampai mengecewakan pemiliknya!"


"Apakah bisa dipahami?" Tanya Burgon mengakhiri penjelasannya


Belum juga Burgon sempat bernafas lega. tiba tiba berdiri seseorang dari kursi bagian depan dan langsung menyela


"Maaf kalau saya menyela!" Ucapnya cukup sopan


"Ya!. Silakan!" Respon Burgon datar


"Kami tidak tahu siapa anda! Jadi bagaimana kami harus patuh atas perintah anda?" Ucap salah seorang pemegang saham hotel tersebut


"Kau siapa?. dan apa jabatan mu disini" Tanya Burgon dengan aura mengintimidasi


"Aku Adhyaksa, salah seorang pemegang saham, mewakili 6 pemegang saham lainnya." Jawabnya lancar


"Kalau untuk masalah itu, tanyakan pada si Adhitama ini. Mungkin dia bisa menjawab bagaimana status kalian nanti!" Respon Burgon datar datar saja


"Aku tidak ada urusan dengan pemegang saham. Kalau ingin mengetahui kejelasannya. tunggu saja tuan besar datang! atau tanyakan langsung pada Tama." Jawab Burgon dingin


"Sekarang ini, kerjakan saja apa yang aku perintahkan tadi.Sebab kalau tidak, aku takut kalian akan dapat masalah."


"Bubar lah dan kerjakan seperti yang aku perintahkan."


"Untuk para pemegang saham. juga kau Adhi.tetap disini!" Ucap Burgon tegas


Mendapat perintah dan arahan seperti itu ,walau dengan hati ragu dan pikiran bingung, peserta rapat yang notabenenya adalah karyawan hotel itu. mau tidak mau harus beranjak juga dari tempat duduknya. Untuk mengerjakan segala yang di minta


Sedangkan Tama, dan tujuh orang pemegang saham, masih ada di ballroom tersebut


Tak lama kemudian. Seorang pria paruh baya, dan satu orang lelaki yang usianya hampir sama, memasuki ballroom itu, dan langsung menyalami Tama dan tujuh orang pemegang saham dengan sikap ramahnya


Tapi ketika ingin menyalami Burgon, Leon dan James.Tangan mereka terhenti di udara dan langsung menoleh kearah Tama dengan seribu tanda tanya


"Kenalkan!. Ini perwakilan dari Birawa Group,Tuan Burgon, Leon dan James." Ucap Tama cepat


"Birawa Group?.Apa hubungannya dengan anda pak Tama?" Tanya Notaris itu keheranan


"Sejatinya.hotel ini adalah milik Birawa Group. Sedangkan kakek ku juga aku, hanya sebagai pengelolanya saja." Jawab Tama malu malu


"Oh paham!. paham!.Jadi apa mau pak Tama sekarang?"


"Aku mau anda rubah nama kepemilikan hotel ini, dan ganti dengan nama Birawa Group!" Jawab Tama cepat


"Apakah pak Tama tahu resiko apa yang akan pak Tama hadapi?" Tanya Adhiyaksa meminta ketegasan


"Aku tidak peduli apapun resikonya!. Yang aku mau sekarang juga anda rubah nama kepemilikan hotel ini, dan batalkan surat penunjukan itu!"


"Dua hari lagi pemilik hotel ini akan datang. Aku tidak mau dihabisi oleh mereka."


"Jadi cepat lah anda buatkan surat itu, dan batalkan surat yang sudah ada dengan akta notaris yang sah!" Ucap Tama gelisah, ketakutan serta panik itu


"Kalau masalah itu gampang, tapi...?" Balas notaris itu menggantung


"Kerjakan saja!. Jangan kau coba mempersulitnya!" Bentak Leon marah, dengan tatapan yang sulit untuk diartikan


Sang notaris yang melihat Leon bersikap seperti itu, menjadi tercekat diam, sekaligus bergetar hatinya tanda takut.


Kemudian menyanggupi untuk membuatkan akta notaris baru, tentang kepemilikan hotel tersebut

__ADS_1


"Baik!. Kami akan membuatkan surat itu, dan membatalkan akta sebelumnya." Jawab notaris itu patuh


"Bagus!. Ayo cepat kerjakan!" Respon Tama senang


__ADS_2