
"Kebetulan dia ku tugaskan untuk memeriksa kondisi kota B dan kota emas ini, dari malam tadi sampai sekarang dia belum kembali."
"Mungkin dia langsung pergi ke kota S, untuk memastikan bahwa saudara orang yang terbunuh di kota ini tidak mengirimkan pasukannya ke sini!"
"Paman juga terkejut ketika mendengar bahwa kota emas dan kota B di serang oleh sekelompok orang untuk membalas dendam!"
"Jika waktu itu kami ada, tidak mungkin mereka bisa masuk dan melakukan aksinya!" Ucap Adiwilaga kecewa
"Tapi mereka bersenjata otomatis paman, kami saja berhasil mereka desak, dan sulit untuk melakukan perlawanan." Bantah Dion berterus terang
"Bersenjata atau tidak, itu tidak masalah bagi kami berenam ini. Hanya mengandalkan kekuatan tangan dan kecepatan gerak. kami jamin musuh akan habis dalam waktu satu jam!" Sambut Adiwilaga penuh keyakinan
"Kalau begitu kami lega mendengarnya." Balas Dion senang
"Nanti kalau kota emas di serang lagi, kami sangat mengharapkan uluran tangan dari paman paman semua, dibantu oleh murid murid paman yang ada!" Jawab Dion penuh harap
"Itu sudah pasti!. Lagipula sekarang kami sudah berikrar setia, dan akan membantu kesulitan yang di hadapi oleh Birawa Group juga orang orangnya!" Respon Adiwilaga mantap
"Baiklah!. Karena kata sepakat sudah dicapai, maka kami sebagai tuan rumah, akan menjamu kalian semua hari ini."
"Sebagai bentuk terima kami, atas bergabungnya orang orang hebat ke Birawa group!" Ucap tuan birawa menengahi
"Hahahaha!. tuan benar!."
"Kebetulan kami sangat ingin mencicipi menu yang katanya sangat istimewa di kota emas ini." Sambut Adiwilaga tanpa tedeng aling aling lagi
"Kalau begitu kalian harus bersabar!. Kita akan mengunjungi restoran ternama di kota ini nanti siang." Jawab tuan Birawa apa adanya
"Sambil menunggu waktu siang, ada lebih baik kalau kita membicarakan tentang bangunan bangunan yang roboh di dua kota itu."
"Apakah tidak ada rencana untuk di bangun kembali?" Tanya Adiwilaga berterus terang
"Kebetulan James dan Shio Lung sedang tidak ada di tempat. Nanti setelah mereka pulang, baru kami akan meminta dia untuk merancang bangunan itu kembali." Jawab Dion merendah
"Apakah tuan lupa dengan kedua orang ini?. Bukan kah mereka berdua terdiri dari orang orang hebat?"
"Tuan bisa meminta pada mereka, untuk merancang dan membangun kota itu kembali." Jawab Adiwilaga merasa kecewa
"Aku tahu tentang itu. Tapi karena kalian berdua baru saja bergabung dengan kami. rasanya tidak enak kalau belum apa apa sudah meminta bantuan pada kalian." Ucap Dion tidak enak hati
"Bukankan kami dan terutama mereka berdua ini sudah menjadi bawahan tuan?"
"Jadi sangat pantas kalau tuan memberi perintah pada kami, agar kami tidak dikatakan makan gaji buta saja!" Jawab Adiwilaga berterus terang
"Hahahaha!. Sudahlah cucuku. Apa yang dikatakan oleh Adiwilaga ini benar adanya."
"Kau boleh meminta pada mereka untuk merancang dan membangun apa saja yang kita butuhkan."
"Karena yang satu berjuluk dewa arsitektur, dan satunya lagi dewa kekayaan. tentu saja mereka sangat ahli dalam merancang dan menghitung, berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun kedua kota itu."
"Lagipula mereka tentu lebih ahli dari muridnya sendiri."
"Jadi mulai sekarang, kau jangan sungkan sungkan lagi untuk memberi perintah pada mereka." Ucap tuan Birawa apa adanya
"Baiklah kek!. Dion akan memikirkannya setelah ini." Jawab Dion apa adanya
"Hans! juga paman Iron, tunjukkan tempat tinggal mereka, biar mereka bisa istirahat!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab mereka serempak
__ADS_1
"Mari guru!. Kami antar ke kediamannya masing masing untuk beristirahat." Ucap Iron dengan ekspresi senang
***
Tiga hari kemudian
Kondisi kota emas dan kota B sudah pulih sepenuhnya. Puing reruntuhan sudah di bersihkan dan sudah tidak ada lagi terlihat berserakan
Orang orangnya pun sudah mulai melupakan peristiwa itu, karena di sibukkan oleh urusannya masing masing
Dewa arsitektur dan dewa kekayaan, sudah mulai merancang dan berencana akan membangun ulang kota emas, terutama bangunan bangunan yang roboh, Begitu juga dengan kota B
Pihak otoritas setempat menyerahkan sepenuhnya relokasi bangunan yang terkena dampak serangan itu pada pihak Birawa Group, karena jika ditangani oleh mereka, maka sudah bisa di pastikan, pembangunan ulang gedung gedung yang runtuh itu akan selesai dalam waktu yang tidak lama
Bukan hanya itu saja, lokasi dimana gedung gedung yang roboh itu berada, oleh pihak pengembang di jual pada Dion. Jadi Dion mempunyai hak penuh terhadap puluhan lokasi dimana bangunan toko atau bangunan lainnya berada
Sementara itu, Turangga telah ditangkap oleh pihak kepolisian juga militer. Seluruh anak buahnya di tetapkan sebagai tersangka. karena ternyata mereka adalah sebagian kelompok yang menyerang kota emas juga kota B
Sedangkan Turangga di tetapkan sebagai penyedia dana dan senjata, termasuk juga pemasok pasukan tentara bayaran
Kini dia sedang menghadapi pemeriksaan intensif dengan berbagai tuduhan termasuk juga rencana makar
Perusahaan miliknya untuk sementara di sita oleh pemerintah, sebagai jaminan agar tidak disalahgunakan oleh bawahannya
Sementara itu pula, dewa tabib atau dewa obat, sekarang sedang mengobati penyakit mioma Maya, yang sudah di obati oleh Govin selama kurang lebih sebulan 10 hari, tapi belum kunjung mendapatkan hasil yang memuaskan
Adiwilaga yang seperti mengenal Deon si legenda cyber itu, akhirnya dapat berbincang dengannya dalam waktu yang cukup lama, begitu juga dengan Austin dan Rams
***
pagi itu sekitar pukul 10. Dion dan tuan Birawa, termasuk juga Ivory, tengah bersiap siap untuk berangkat ke desa Argomulyo
Sementara Eric dan Bumi, ditugaskan untuk berjaga di kota B juga kota emas. di bantu oleh puluhan komandan dan ribuan pengawal elit serta menengah lainnya
"Apakah persiapan keberangkatan kita sudah selesai?" Tanya Dion pada Iron juga Hans
"Sudah tuan besar. tinggal berangkat saja." Jawab Iron apa adanya
"Bagaimana dengan anak buah mu?. Apakah sudah ada kabar dari mereka?"
"Sudah tuan besar. Dari sejak malam tadi, mereka sudah berada di desa tersebut. dan sekarang kemungkinan sedang bersiap siap untuk menyambut kita." Jawab Iron mantap
"Bagus kalau begitu!. Sekarang ayo kita masuk ke helikopter itu." Respon Dion senang
***
Enam belas menit kemudian. Dua Helikopter yang membawa Dion dan keluarga, beserta belasan anak buahnya, sekarang sudah mendarat di desa Argomulyo, dan saat ini tengah reunian dengan pemilik perguruan itu, dan berlangsung penuh suka cita
"Kakak pertama!. Sejak kita berpisah belasan tahun yang lalu, praktis kita tidak pernah bertemu lagi."
"Baru sekarang bisa dapat bersua dan berpelukan seperti ini!" Ucap Adiwilaga senang
"Aku juga demikian dik!. Selama ini aku berpikir, bahwa kalian telah melupakan kakak mu yang miskin ini!" Respon Gentala asal bicara
"Kakak pertama masih mending, karena mempunyai sebuah padepokan hebat dan megah seperti ini!"
"Sedangkan kami hanya lontang lantung tidak menentu selama belasan tahun ini!?" Jawab Adiwilaga sedih
"Ini bukan perguruan ku!, dan bukan aku yang membangunnya dik!"
__ADS_1
"Aku hanya sebagai pengelola saja, karena setelah kita berpisah itu, aku memutuskan kembali ke desa dimana aku dilahirkan ini."
"Setelah aku kembali, aku berguru dengan sesepuh perguruan, dan dipercaya sebagai pengelolanya." Sambut Gentala apa adanya
"Walaupun demikian, itu masih terbilang beruntung kak!" Respon Adiwilaga sedih
"Kakak pertama masih mending karena mempunyai padepokan silat. Sedangkan kami?"
"Tapi apa ceritanya setelah kita berpisah itu?. Apakah diantara kalian, sudah ada yang mempunyai murid?" Tanya Gentala tiba tiba dan menyela ucapan Adiwilaga itu
"Iron dan Hans, adalah murid Adhipramana. Sedang kan dia sendiri adalah murid ku, yang merupakan kakak seperguruan dari Leon itu!"
"Sedangkan si tukang bangun bangun ini, muridnya adalah si James"
"Taraka adik keempat kita, juga mempunyai seorang murid hebat yaitu Burgon."
"Upasama juga demikian. Muridnya adalah Shio Lung, tukang ngitung ngitung duit tersebut."
"Sedangkan Adhicandra muridnya tidak diketahui dimana berada."
"Lalu bagaimana dengan adik perempuan kita satu satunya di perguruan itu. Apakah dia masih hidup? dan apakah dia juga mengangkat murid?" Tanya Sambudi atau Gentala penasaran
"Tentu saja ketua!. Muridnya bisa kita lihat saat ini, yaitu perempuan pendiam, yang duduk di sebelah James itu adalah murid dari adik bungsu kita, Erisha namanya."
"Lalu dimana dia sekarang?" Tanya Gentala ingin tahu
"Tiga tahun lalu aku ada bertemu dengannya, begitu juga dengan adik adik kita yang lain. Tapi waktu itu dia bersama dengan suaminya." Jawab Adiwilaga berterus terang
"Sayang sekali!" Respon Gentala kecewa
"Bagaimana kalau kita tanyakan pada muridnya ini ketua?" Ucap Abhicandra menyela
"Betul juga katamu dik!" Jawab Gentala senang
"Erisha!. Apakah dalam beberapa bulan ini kau ada menghubungi gurumu?" Tanya gentala ingin tahu
"Ada guru!. tapi sudah lima bulan yang lalu, itupun cuma sebentar. karena dia sangat sibuk dalam usaha bersama dengan suaminya tersebut." Jawab Erisha apa adanya
"Apakah kau tahu siapa nama asli guru mu?" Tanya Gentala semangat
"Tidak tahu guru besar. Dia cuma menyebutkan kalau dia adalah dewi pengetahuan." Jawab Erisha sedih
"Ketahuilah oleh mu Erisha, nama guru mu itu adalah Gayatri Anindya. Tapi dia lebih senang kalau dipanggil dengan sebutan dewi pengetahuan itu." Respon Gentala semakin semangat
"Terima kasih guru atas informasinya." Sambut Erisha senang
"Selama ini mereka sudah dua kali mendatangi perguruan ku. tapi aku tidak tahu kalau mereka ini adalah murid murid adik ku sendiri!" Ucap Gentala kecewa
"Itu semua bukan salah guru, tapi karena keadaaan kita yang tidak saling mengenal." Jawab Dion tegas mencoba menghibur guru pertamanya tersebut
"Haaahhh!. Dunia benar benar sempit. Dion ini adalah murid ku. berarti adalah kakak pertama bagi Iron, Hans, Burgon.Leon, Robin juga Erisha, James dan shio lung termasuk juga Govin itu
"Mereka semua adalah anak buah penguasa Birawa Group, dan bekerja pada orang yang sama."
"Sedangkan kalian berenam mungkin juga bekerja dengan murid ku tuan besar Dion ini." Ucap Gentala bingung, seperti tidak habis pikir
"Mungkin ini yang dinamakan takdir guru besar!" Sela tuan Birawa tiba tiba
"Nasib telah mempertemukan kita semua dengan berbagai macam alasan. Tapi yang penting sekarang, kita semua telah berada di bawah panji yang sama, yaitu Birawa Group!"
__ADS_1
"Oleh karena itu mari kita saling dukung dalam suka maupun duka, agar tidak ada yang tersakiti dan merasa tidak diperhatikan!" Ucap tuan Birawa cukup bijaksana