Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
46. Maafkan kami direktur


__ADS_3

"Kesalahan apa yang telah kalian perbuat terhadap tuan ini?" Tanya direktur Richard penasaran dan terkesan marah


"Kami mengaku salah direktur. Kami telah menganggap remeh nasabah yang sangat penting ini." Jawab komandan satpam takut takut, sejenak mengambil nafas untuk menenangkan diri, lalu melanjutkan perkataannya


"Semula kami hanya berniat menghalangi nya untuk masuk ke dalam, karena penampilannya yang tidak menggambarkan seorang nasabah penting." Sambung komandan satpam ragu ragu, karena telah berkata jujur dan apa adanya


"Penting atau tidaknya seseorang, apabila dia nasabah bank ini, maka kalian wajib menghormatinya, dan kalian tidak berhak untuk melarang siapapun masuk ke dalam bank ini, sepanjang mereka tidak melakukan hal hal yang tidak melanggar aturan." Sanggah direktur Richard geram


"Kami mengaku salah tuan, dan kami pantas dihukum, tapi kami mohon, ampunilah kesalahan kami kali ini." Ucap salah seorang satpam masih dalam posisi berlutut, kemudian teman mereka yang lain menyambung perkataannya


"Kedepannya kami berjanji, bahwa kami tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu lagi. Jadi mohon kemurahan hati tuan kali ini. karena kami benar benar menyesal" Rengek komandan satpam, sambil menempelkan keningnya di lantai, beralaskan punggung telapak tangannya


Manager Leo yang melihat kejadian itu, tidak sedikitpun tersentuh hatinya, dia malah dengan garang berkata


"Kalian memang manusia yang tidak punya ahlak, percuma kalian dididik untuk menjadi satpam di tempat ini, tapi kelakuan kalian tidak menggambarkan seorang manusia yang berbudi luhur." Ucap manager Leo geram


Keempat satpam tersebut terdiam, tidak bisa menjawab apapun, karena mereka menyadari, bahwa mereka tadi memang telah bertindak di luar batas kewajaran, dan melewati kewenangan mereka sebagai anggota pengamanan bank tersebut


Direktur Richard tampil kedepan, dan berkata dengan garang." Kalian sudah tidak pantas lagi berada di bank ini, sebaiknya kalian pergi, aku tidak mau melihat kalian ada di sini lagi!" Ucapnya meradang


"Maafkan kami direktur!. Kami berjanji, bahwa kami tidak akan mengulangi perbuatan tidak terpuji seperti itu lagi." Ucap komandan satpam menyesali perbuatannya


"Jika ke depannya kami melakukan hal buruk lagi, maka kami siap untuk dihukum, jadi mohon maafkan kami tuan direktur dan tuan yang terhormat." Pinta mereka kepada direktur Richard terutama kepada Dion bersamaan


Direktur Richard mengarahkan pandangan nya ke arah Dion, menunggu keputusan apa yang akan diambil nya


Dion yang ditatap pun paham, kemudian dia berkata. "Kali ini, aku memberi kesempatan kepada kalian, untuk tetap bekerja di bank ini, tapi jika ada laporan buruk yang kudengar tentang kalian, dan masih tetap merendahkan orang lain, serta mempersulit calon nasabah untuk masuk ke bank ini, maka dengan tanganku sendiri, aku akan menghabisi kalian semua!" Ancam Dion dengan aura yang yang menakutkan

__ADS_1


"Terima kasih tuan, kami berjanji, bahwa kami tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi." Jawab mereka serempak, sambil kembali menempelkan keningnya di lantai


"Direktur Richard dan manajer Leo. aku sudah memaafkan kesalahan mereka, tapi sesuai dengan janji ku tadi, apabila mereka suatu saat nanti ketahuan mengulangi perbuatannya, maka aku tidak akan segan segan untuk menghukum mereka berempat, termasuk kalian berdua." Ucap Dion dengan suara sedikit keras, kemudian kembali berkata


"Percayalah, tidak sulit bagiku untuk menukar atau mengganti pimpinan di bank ini kapan saja." Ucap Dion dingin


"Baiklah kalau begitu tuan. Kedepannya kami akan mendidik mereka, agar bersikap lebih sopan kepada nasabah." Jawab Direktur Richard gemetar


Dia bersikap demikian, karena menyadari posisinya saat ini. jabatannya kapan saja bisa dicopot, kalau nasabah penting seperti Dion mengadukan klaim ketidakpuasan nya terhadap layanan bank tersebut


Maka ketika Dion mengucapkan ancaman itu, mereka cukup mengerti dan akan berusaha berbuat yang terbaik untuk melayani Dion


Setelah beberapa saat terdiam, Dion pun berkata


"Kalau sudah tidak ada masalah lagi, aku undur diri." Kata Dion sambil melangkah, menuju ke mobilnya, yang kebetulan dia parkir tidak di halaman bank, tetapi di tempat parkir biasa di pinggir jalan, tanpa menunggu jawaban dari Richard dan Leo


Sepeninggal Dion, direktur Richard dan manajer Leo memandang keempat satpam tersebut dengan perasaan bercampur aduk, kemudian melampiaskan kekesalannya


"Dan untuk kalian ketahui, bahwa orang yang kalian halang halangi tadi, agar tidak masuk kedalam, adalah tamu yang sangat penting dan terhormat bagi bank ini."


"Hanya dengan sekali ucapannya saja, kita semua akan berakhir. Paham kalian!" Dasar bodoh!" Bentak direktur Richard sambil menggerutu


Keempat satpam yang dibentak oleh pimpinan tertinggi bank tersebut, nyalinya menjadi ciut, mereka hanya diam ketika dimarahi oleh direktur Richard. Apapun yang akan dikatakan olehnya, mereka tidak berani untuk membantahnya


Setelah panjang lebar di ceramahi sekaligus dimarahi oleh direktur Richard, komandan satpam memberanikan diri berkata. "Kami mengerti direktur, mohon sekali lagi, maafkan kesalahan kami." Ucapnya tulus


"Baiklah, dan ingat!, kalian sudah mendapatkan peringatan pertama, dan tidak akan ada lagi peringatan kedua, apabila kalian melakukannya lagi, maka persiapkan mental kalian untuk menghadapinya." Ucap direktur Richard sambil memasuki lobby bank

__ADS_1


"Terima kasih direktur." Jawab mereka serempak, sambil membungkukkan separoh badannya, ke arah direktur Richard yang sedang memasuki lobby bank


***


Setelah menyelesaikan urusannya di bank cabang amex kota B, Dion memutuskan untuk berkeliling kota, sembari melihat kemungkinan adanya peluang untuk memperluas investasi


Tujuan utamanya tentu saja adalah mancari tanah kosong, yang diperuntukkan untuk membangun fasilitas pabrik besar, pembuatan berbagai jenis alat elektronik canggih yang belum ada di kota B ini


Dion tertarik dengan usulan dari dewa strategi dan investasi James, untuk melebarkan sayap kekuasaannya di bidang pengembangan iptek berskala internasional


Oleh karena itulah, setelah urusannya di bank tersebut kelar, Dion saat ini, tengah mengendarai mobil mewahnya, menuju suatu bangunan bekas pabrik sepatu, yang berlokasi di sebuah tanah lapang yang sangat luas, dan sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya


Tapi sebelum Dion pergi ke lokasi bekas pabrik sepatu itu, dia terlebih dahulu menghubungi orang orangnya, untuk menyusul ke lokasi yang ditunjuk, setelah itu, dia melanjutkan perjalanannya menuju lokasi tersebut


Setelah sampai di lokasi, Dion segera memarkirkan mobilnya, di depan sebuah bangunan yang terlihat masih bagus dan terawat, kemudian keluar dari dalam mobil mewah dengan gagahnya


Setelah keluar dari mobil, keningnya sedikit berkerut, begitu melihat 1 bangunan yang tidak begitu besar dan masih utuh, berdiri dengan kokohnya, di tengah tengah kerangka bangunan pabrik yang terbengkalai dan hampir roboh


Tapi tanpa disadari, kehadirannya telah menarik perhatian beberapa orang yang ada di dalam bangunan yang masih utuh tersebut


Antara percaya dengan tidak, orang yang ada di dalam bangunan itu terpaku diam, dengan mata melotot, dan rahang yang terjatuh, menganga lebar karena terkejut


Berkali kali mereka mengucek matanya, untuk memastikan, apakah orang yang barusan keluar dari sebuah mobil mewah, adalah orang yang selama ini dicap sebagai gembel, benalu, pengemis, gelandangan, dan sampah tidak berguna di keluarga Wolf


Setelah memastikan berkali kali, dan melalui perdebatan yang sengit di antara mereka berlima, akhirnya mereka yakin, bahwa orang yang barusan keluar dari mobil mewah tersebut adalah Dion


Tapi sayangnya, Dio!n tidak menyadarinya sama sekali, karena dia tidak bisa melihat, apa saja yang ada di dalam bangunan yang masih utuh tersebut

__ADS_1


Dengan tenang Dion berjalan mendekati bangunan tersebut, mengamatinya dan mencoba mengintip kedalam, untuk memastikan, apakah didalamnya ada orang atau tidak


Ketika sedang asyik asyiknya mengintip kedalam, tiba tiba dia dikejutkan oleh sebuah jendela yang terbuka cukup lebar, hingga membuatnya terperanjat dan mundur menjauh dari jendela


__ADS_2