Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Pemburu ilegal


__ADS_3

"Benar tuan!. Seperti suara orang yang sedang kesakitan. Walau hanya terdengar sebentar " Jawab Adiwilaga cepat, dan di benarkan oleh Iron juga yang lainnya


"Tim pembuka jalan. Cepat periksa lokasi sekitar, dengan menaiki pohon pohon itu, dan melompat diantara pohon dan cabang cabangnya!"


"Periksa arah jarum jam tiga, sebelah kiri kita!"


"Temukan apakah ada orang di sana!" Ucap Adiwilaga tegas


Siap ketua!" Jawab 10 orang ninja patuh, kemudian menyebar ke arah yang disebutkan, untuk menemukan orang tersebut


Beberapa saat kemudian, sepuluh orang ninja tersebut, bergerak sangat cepat, menaiki pohon pohon yang ada di dekatnya, dan berkelebat diantara dahan yang satu ke dahan yang lainnya, untuk menemukan tempat persembunyian kelompok misterius tersebut


Satu menit kemudian, mereka sudah berada dekat lokasi Serompit dan anak buahnya, tapi belum bisa menemukan mereka


"Lapor bos!. Di depan pintu gua, ada beberapa orang yang berpakaian aneh, memegang senjata seperti pedang dan wajahnya tertutup kain hitam." Ucap Enos dengan ekspresi gugup


"Bagaimana mereka bisa ada di sini?" Respon Serompit keheranan


"Kami tidak tahu bos.Tiba tiba saja mereka itu datang, tapi tidak mengetahui kalau di bukit ini ada gua!" Jawab Enos apa adanya


"Rute mana yang mereka lalui, untuk masuk ke sini tadi?" Apakah mereka melalui jalan yang biasa kita lalui?" Tanya Serompit ingin tahu


"Tidak bos!. Mereka datang melewati jalan rawa bergambut, dekat lereng bukit sana."


"Dasar cari mati!. Bukankah rawa tersebut ditinggali binatang melata berbisa?" Tanya Serompit tak habis pikir


"Tapi nyatanya mereka masih hidup bos, dan perjalanan mereka lancar-lancar saja sampai ke air terjun itu." Jawab Enos terkesan menyanggah ucapan dari bosnya sendiri


"Terus awasi mereka!. Jangan sampai mereka menemukan pintu gua!" Ucap Serompit memberi perintah


"Baik!" Jawab Enos patuh. Kemudian mendekati pintu gua untuk berjaga jaga


Sementara itu di sisi lain, dua orang ninja yang baru datang, terus berdiri di depan. Tapi di tempat itu, mereka tidak menemukan apa-apa


Salah seorang diantara dua ninja itu berkata. "Dimana mereka?. Kenapa kita tidak bisa menemukan apa apa di sini?" Ujarnya


"Terus cari!. Siapa tahu ada tempat rahasia dekat sini."


"Tidak mungkin tuan besar salah dalam mendengar suara tersebut."


"Pasti ada gua atau ceruk di sekitar sini!" Ucap ninja tersebut sangat yakin sekali


"Apa yang kalian temukan?" Tanya Abhicandra tiba tiba


"Ketua Abi!" Respon mereka serempak, dan berdiri keheranan, bagaimana mereka tidak menyadari kedatangan seniornya itu


Tak lama kemudian, datang pula belasan pengawal bersenjata lengkap mendekati mereka


"Jawab pertanyaan ku!. Apa yang kalian temukan di sini?" Tanya Abhicandra terkesan tidak sabar


"Sampai saat ini belum ada ditemukan apa apa ketua" Jawab ninja tersebut apa adanya


"Cuma jika diperhatikan, tempat itu sepertinya sangat mencurigakan." Jawab seorang ninja ragu ragu, sambil menunjuk ke arah pintu gua, yang tertutup pepohonan rimbun di depannya


"Cepat periksa!. Siapa tahu itu tempat persembunyian orang orang tersebut!" Perintah Abhicandra cepat


"Baik!" Jawab beberapa orang pengawal patuh


"Ketua!. Dibalik semak semak ini, ada gua!"


"Apa yang harus kami lakukan?" Tanya seorang pengawal minta petunjuk


"Lemparkan bom gas air mata. Agar diketahui apa isi di dalamnya!" Jawab Abhicandra memberi perintah


"Baik!:


Sesaat kemudian, dua orang pengawal segera melemparkan gas air mata kedalam gua tersebut, untuk memancing penghuninya keluar


Benar saja. Tiga menit kemudian, 25 orang berwajah asing tampak berhamburan keluar, termasuk juga Serompit dan enos wakilnya tersebut, sambil menahan nafas dan mata merah karena perih


"Jangan bergerak!. Cepat jatuhkan senjata kalian!" Perintah Abhicandra tegas


"Siapa kalian?. Kenapa kalian mengganggu ketentraman kami di tempat ini?" Jawab Serompit malah balik bertanya


"Kurang ajar!. Bahasa apa yang kalian gunakan?. Sepertinya kau ditanya malah balik bertanya!. Cepat lakukan perintahku, jika tidak..?" Respon Abhicandra geram


Dalam dia marah itu, datang delapan orang ninja lain, dan langsung mengepung kelompok Serompit si orang asing tersebut


Tak lama kemudian, datang pula Dion, Adiwilaga, Iron, Hans, dewa obat, penatua, serta Govin ketempat mereka, juga di ikuti oleh puluhan pengawal yang lain

__ADS_1


Kedatangan orang yang banyak itu, tentu saja mengagetkan mereka. Pupus sudah harapan untuk bisa melawan atau melarikan diri


Senjata yang mereka gunakan hanya senapan berburu biasa, berbeda dengan kelompok yang baru datang. Mereka membawa senjata serbu otomatis, bahkan ada yang berjenis senjata peluncur granat ZH-05


"Siapa mereka paman Abi?Tanya Dion penasaran, sesaat setelah sampai ketempat tersebut


"Kami belum tahu tuan besar. Karena bahasa mereka tidak begitu kami pahami." Jawab Abhicandra berterus terang


Mendapat jawaban yang kurang memuaskan, Dion segera mengalihkan pandangannya ke arah penatua, atau cenayang yang mereka bawa, dan memberi isyarat, agar menjembatani kecanggungan bahasa mereka


"Serahkan saja pada saya tuan. Kebetulan saya bisa bahasa mereka.Jika benar mereka berasal dari sana " Ucap penatua tersebut menawarkan diri datang membantu


"Lakukan!" Respon Dion cepat


Sesaat kemudian, penatua tersebut mengamati kelompok Serompit, yang berjumlah 25 orang itu. Dan memastikan bahwa mereka bukan penduduk tempatan, yang datang dari tempat atau negara lain


Tak lama kemudian dia coba coba bertanya, untuk memastikan, bahwa mereka memang bukan orang sini


"Sino ka?"


(Siapa kalian?)


"Anong pakialam mo!"


(Apa peduli mu)


"Magada ang ibig naming sabihin. kung Gusto mong makipagtulungan baka mapalaya ka!"


(kami berniat baik. Kalau kalian mau bekerjasama, mungkin kalian akan dilepaskan!)


Mendengar jawaban itu, Serompit menjadi ragu ragu, antara berterus terang atau tetap melawan. kemudian kembali memperhatikan, orang orang yang mengepung mereka itu


"Masama!.Kumpleto ang mga armas nila. kung maglakas-loob akong lumaban,siguradong papatayin sila?"


(Gawat! persenjataan mereka sangat lengkap. Jika aku nekat melawan, pasti akan dihabisi oleh mereka) Batin hati Serompit dalam hati


"Wala tayong masyadong oras. Sabihin mo agad kung sino ka?"


(Kami tidak mempunyai banyak waktu. Cepat katakan siapa kalian?) Tanya penatua tidak sabaran


"Hunter group kami."


"Paano Kayo manghuli sa ating bansa. Kahit na ang iyong bansa ay medyo Malaya mula dito?"


(Bagaimana kalian bisa berburu di negara kami, padahal negara kalian lumayan jauh dari sini?)


"Iyan ay wala sa iyong negosyo!"


(Itu bukan urusanmu!)


"Kurang ajar!. Dasar tidak tahu diri!" Bentak penatua tersebut dalam bahasa tempatan, hingga Dion dan yang lain kembali memahami apa yang dikatakannya


"Apa yang mereka katakan penatua?" Tanya Dion penasaran


"Intinya. Mereka hanya kelompok pemburu. tapi bukan berasal dari negara ini." Jawab penatua tersebut apa adanya


"Lalu mereka datang dari mana?" Tanya Dion lagi


"Dari bahasa yang mereka gunakan, sepertinya mereka berasal dari negara tetangga, tapi bukan tetangga terdekat kita." Jawab penatua menjelaskan


"Apa?!. Bagaimana mereka bisa ada di sini?" Tanya Dion ingin tahu


"Itulah yang barusan saya tanyakan tadi tuan. Tapi mereka tidak mau menjawab, dan sepertinya mereka berniat melawan kita!" Jawab penatua juga keheranan


"Kalian semua!. Cepat lucuti senjata mereka!. Jika melawan, habisi saja!" Perintah tegas Dion pada para pengawalnya


Dia kesal, karena jika terus berurusan dengan kelompok sesat itu, waktunya akan terbuang sia sia


Oleh karena itu, tanpa berpikir panjang lagi, Dion memerintahkan pada bawahannya, untuk melucuti, sekaligus menangkap kelompok yang mereka kepung itu.Namun bukan untuk membunuhnya


Tapi apa yang terjadi?. Bukannya menyerah, mereka malah melawan dengan menggunakan senapan berburunya, dan berusaha menembak Dion


Tapi sebelum niatnya terlaksana, Hans sudah bertindak duluan, dengan melemparkan belati tajam ke arah leher penyerang itu, dan hasilnya orang tersebut mati saat itu juga


Tak mau jatuh korban lagi, Dion berteriak kuat. Jatuhkan senjata kalian!. Kalau tidak! jangan salahkan kami jika berlaku kasar!" Ucap Dion dengan suara keras


"Jangan harap untuk kami menyerah!"


"Biar mati melawan dari pada mati secara pengecut!" Jawab Serompit dalam bahasa tempatan

__ADS_1


"Kurang ajar!. Ternyata kau bisa bahasa kami!"


"Beraninya kau mempermainkan kami ha!" Teriak Adiwilaga berang


"Hia!"


Buk!


"Arg!" Teriak Serompit kesakitan, tatkala tubuhnya di tendang kuat kuat oleh Adiwilaga akibat kesal, hingga membuat tubuhnya terpental jauh dan terjengkang jatuh ke tanah


Melihat itu, dua orang anak buahnya mencoba membantu bosnya tersebut, dengan cara memukulkan gagang senapang yang mereka pegang ke arah kepala Adiwilaga


Namun apa yang terjadi?. Bukan kepala Adiwilaga yang terkena pukulan, malah leher mereka berdua yang terputus, akibat ditebas oleh seorang ninja, yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka


Anak buah Dion yang lain, hanya melihat kejadian cepat itu saja, tanpa berusaha menembak dengan senjata otomatisnya, karena sudah ada belasan teman temannya yang sedang menghadapi mereka


Dalam sekejap saja 24 orang anak buah Serompit sudah mati semua, akibat tidak mau menyerah atau menuruti perintah Dion


Kini tinggallah Serompit seorang yang masih hidup. Tapi kondisinya tidak baik baik saja


"Kau bisa bahasa kami, tapi kau sengaja mempermainkan kami!. Ucap Abhicandra dengan ekspresi marah


"Apa peduliku?. Kalian sendiri yang datang mengganggu kami!"


"Jika kau tidak datang tidak mungkin terjadi seperti ini!"


"Seluruh anak ku mati!. Bagaimana aku akan menjelaskan pada keluarganya, ha!" Jawab Serompit marah


"Itu bukan urusan ku!"


"Jangan kau pikir akan bisa kembali setelah apa yang kau lakukan pada anak buah ku!" Ucap Dion datang menyela


"Siapa kau?. Jangan ikut campur bhangsat!" Jawab Serompit bernada kasar


"Kurang ajar!. Dasar badjingan tengik!"


"Cari mati kau!" Respon Adiwilaga, Iron, Hans, dan yang lainnya marah


Jleb!


"Arg!" Keluh Serompit kesakitan, ketika bahunya di tusuk dengan belati pendek, tapi tidak membunuhnya


"Katakan!. Bagaimana kalian. bisa sampai di sini. dan berburu di negara orang?" Ucap Iron dengan suara kuat


"Itu bukan urusan mu anak kecil!" Jawab Serompit meremehkan jati diri Iron


"Hiaa!" Teriak Iron marah dan berniat meremas mulut Serompit, tapi cepat di cegah oleh Dion


"Cukup paman!. Hentikan!" Teriak Dion sedikit kuat


"Siapa nama mu, agar kami bisa menyampaikan pada keluarga kalian jika kami bertemu?" Tanya Dion dengan suara sedikit lembut


"Cuih!" Respon serompit kasar, dengan meludahi wajah Dion, beruntung tidak mengenainya


"Badjingan berani kau!" Teriak Adiwilaga marah dan..


Plak!


Buk!"


"Arg!" Teriak Serompit kembali kesakitan


"Tahan juga tubuhmu ya!. Coba yang ini!" Ucap Adiwilaga sangat kesal sekali. Kemudian berencana menghabisi nyawa Serompit dengan serangan kuatnya itu


Tapi sebelum dia bertindak lebih jauh. Serompit berteriak tiba tiba. "Tahan!. Aku akan mengatakan siapa aku!" Ujarnya sambil menahan sakit


"Aku Serompit, dan mereka anak buah ku."


"Kami kelompok pemburu yang memang sengaja datang ke pulau ini, untuk mencari tanaman langka yang berharga sangat tinggi di negara ku sana!"


"Selain mencari tanaman langka, kami juga berburu binatang buas di pulau ini, untuk kami ambil kulit, daging juga empedunya."


"Tapi kalian datang mengacaukan rencana kami!" Ucapnya bernada marah


"Jangan jangan kau juga yang menyatroni perkemahan kami?" Ucap Dion menohok sekali


"Benar!. Kamilah yang datang itu, dan berniat untuk merampok kalian!"


"Tapi kalian sepertinya bukan orang sembarangan!" Jawab serompit berterus terang

__ADS_1


"Ternyata kau orang nya. Menyusahkan saja!" Ucap seseorang dengan suara berat


__ADS_2