Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Akhirnya tidak bisa juga


__ADS_3

"Bukan Maya tidak mau tuan muda, tapi keputusan ku sudah bulat, dan tidak bisa ditawar tawar lagi. Maya tidak akan menikah dengan tuan muda Dion, atau dengan siapapun!" Ucap Maya tegas, saat Ivory dan Dion mendatangi nya di kota Teluk Berlian itu


Sikapnya pun telah berubah. Awalnya memanggil Dion dengan sebutan tuan muda, lalu berubah kakak, sekarang berubah lagi ke sebutan awal. Entah apa yang mendasari pemikiran Maya itu


"Tapi maya!" Bantah Dion mencoba membujuknya sekali lagi


"Sudah lah tuan muda!. Maya sudah ikhlas akan semua ini, apapun kata orang, dan pendapatnya, Maya tetap dengan pendirian Maya, bahwa Maya lebih memilih mundur dari pada harus menikah, tidak dengan tuan muda, ataupun orang lain!" Tegas Maya sekali lagi, lebih keras dari yang pertama tadi


Dion dan Maya tidak bisa berbuat banyak, mereka hanya diam membisu. Sudah berbagai macam cara mereka lakukan, untuk membujuk Maya, agar tidak mundur dari perjodohan itu


Tapi keputusannya sudah bulat, Maya tidak mau dinikahi oleh Dion atau oleh siapapun, karena tidak mau menyusahkan orang lain, atau membuat suaminya nanti kecewa dengan kondisinya itu


Tiger yang mendengar dan menjadi saksi percakapan itu, juga tidak bisa berbuat apa apa, apalagi membujuk maya. Cuma di dalam hatinya berkata." Maafkan ayah nak! karena tidak bisa membuat mu bahagia sepeninggal ibumu." Batin nya dalam hati sedih"


"Tuan Muda dan nona Ivory, kita sudah sama sama mendengar perkataan dari Maya ini, bahwa dia tidak mau menarik balik ucapannya itu, agar tidak membatalkan perjodohan tersebut."


"Sebagai orang tua, saya menjamin, bahwa apa yang di ucapkan nya itu memang keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam. dan tidak ada tuntutan di kemudian hari. Jadi tuan muda tidak perlu sungkan, dan tidak enak hati pada Maya ini."


"Percayalah!, walau tidak jadi menikah dengan tuan muda Dion, tapi Maya tetap ingin menjadi bagian dari keluarga tuan besar Birawa, dengan cukup menjadi cucu angkat nya saja." Ucap Tiger memberi pengertian pada Dion dan Ivory dengan bijaksana


"Huuuhhh!. Padahal kami sudah sangat yakin, kalau Maya mau menarik kembali kata katanya itu, tapi tidak disangka, keputusannya tidak bisa ditawar tawar lagi." Keluh Dion menyayangkan keputusan Maya tersebut


"Tuan muda!, nona Ivory!. Maafkan Maya, karena sudah mengecewakan hati kalian."


"Percayalah!, Maya tidak akan iri, kecewa dan marah pada kalian."


"Walau sejak pertemuan pertama, Maya sangat menyukai tuan muda Dion, dan berharap, bisa menjadi pendamping hidup tuan muda. Tapi akhirnya Maya sadar, bahwa Maya tidak pantas mendampingi tuan muda, karena kondisi Maya ini."


"Maya yakin, kakek Birawa sudah menceritakan semuanya pada kalian, tentang keadaan Maya. Jadi apa yang perlu dibicarakan lagi?" Ucap Maya cukup berlapang dada


Tiger, Dion juga Maya menitikkan air mata, tak tahan mendengar ungkapan dari Maya tersebut


Bagi mereka, jarang sekali menjumpai ada wanita yang setegas dan setegar itu di dunia nyata, kecuali Maya sendiri


Dengan tulusnya dia menyatakan, bahwa dia lebih memilih mundur dari perjodohan, dari pada harus membuat orang lain sengsara


Sungguh ungkapan itu, sarat dengan pesan moral yang teramat dalam, bagi siapa yang memahaminya


***


Selesai sudah satu masalah. Dion tidak lagi dihadapkan pada satu dilema dan tuntutan, agar dia tetap menikahi Maya


Bukannya Dion tidak mau, tapi Maya nya sendiri yang menolak keinginan Dion, mau bagaimana lagi, dipaksa?, tentu tidak etis bagi seorang konglomerat sejati seperti Dion


Atau meminta bantuan pada kakeknya, untuk membujuk Maya agar mau menarik kembali ucapannya tersebut. Begitu?


Jawabannya tentu saja tidak. Cinta tidak bisa bisa dipaksa, walau sesungguhnya Maya sangat mencintai Dion, tapi karena pertimbangan lain, dia ikhlas mundur dari kehidupan Dion itu

__ADS_1


Sebagai seorang perempuan cerdas tapi bernasib malang tersebut, Maya mengetahui dan bisa menilai, bahwa niat Dion ingin tetap menikahinya, adalah karena faktor kasihan, bukan karena cinta tulus menerima dia apa adanya


Begitu juga dengan Ivory, dia mendukung keputusan Dion itu, karena tidak sampai hati membiarkan Maya batal menikah, karena dikemudian hari, siapa yang akan mau menikahi Maya, jika sudah tahu kondisi dia yang sebenarnya


Dion Dion! juga kau Maya!.Dunia ini luas, sifat manusia tidak sama, jangan kau pikir, bahwa Maya tidak akan menemukan jodohnya nanti


Perempuan bukan hanya satu, laki kaki juga begitu. Kalau Maya tidak jadi menikah dengan Dion, mungkin suatu saat nanti, hatinya terbuka lalu mendapatkan jodoh, dan mau menerima dia apa adanya


Setelah mereka menikah, siapa tahu ada keajaiban dari langit, Maya bisa hamil, dan suaminya mempunyai keturunan darinya. Nasib siapa yang tahu!


***


Dua hari telah berlalu, penyelidikan secara diam diam tengah dilakukan oleh Zaphyr dan belasan anak buahnya itu


Mereka bekerja atas permintaan Victor, ayah dari Pram yang sudah mati itu, dengan bayaran tinggi


Walaupun pihak berwenang sudah merilis, penyebab kematian mereka adalah karena faktor kecelakaan, tapi Victor tetap tidak puas atas keputusan tersebut


Wajarlah dia tidak puas dan terima, karena anaknya mati secara mengenaskan seperti itu


Walau kejadian seperti itu sudah lumrah terjadi, tapi Victor tetap kekeuh ingin menemukan bukti, bahwa anaknya mati bukan karena kecelakaan, tapi karena dibunuh


Sebagai orang tua, tentu saja dia tidak akan tinggal diam. Dengan berbagai macam cara, walaupun hartanya akan habis, dia tidak perduli


Dasar bodoh!. Sudah tahu bahwa anaknya itu biang masalah, dan selalu membuat onar, tentu saja banyak pihak yang tidak senang dengan tindak tanduknya itu. Tapi tetap dibela mati matian


Jika dia tahu siapa dalang orang yang telah menghabisi anaknya itu, apalagi latar belakangnya, tentu dia akan mundur teratur, dan menganggap permasalahan itu tidak pernah ada


Tapi karena ketidaktahuannya itulah, dia nekat membayar seorang mafia, sekaligus pembunuh bayaran untuk mencari fakta yang sebenarnya


Setelah tahu apa penyebab kematian anaknya itu, cari dan habisi orangnya. Itulah yang ada dalam rencana si Victor itu, dengan orang yang bernama Zaphyr tersebut


"Apakah belum ada juga titik terang, penyebab kematian anak ku itu?" Tanya Victor geram


"Kau sabarlah sobat!. Kami sedang mencari bukti bukti, serta menelusuri segala kemungkinan yang ada. Siapa tahu ada kejanggalan dalam kasus itu." Jawab Zaphyr mencoba menenangkan temannya si Victor itu


"Bagaimana bisa tenang, sudah dua hari lebih kau bekerja, tapi belum juga ada hasil!. Tenang di mananya?" Bantah Victor kesal


"Anak buah ku butuh asupan gizi, kau bayarlah separoh upah kami dulu, agar kami semakin semangat dalam bekerja." Ucap Zaphyr tidak menanggapi kekesalan dari Victor itu


"Hasil belum didapat, sudah minta bayaran!" Tangkis Victor keheranan


"Apakah kau bodoh atau tuli Vic!, dalam dua hati ini, sudah banyak uang yang aku keluarkan, untuk memberi makan anak buah ku itu"


"Kalau sampai pada waktunya, kami tidak bisa menemukan penyebab kematian anak mu yang bodoh itu! apakah kau tetap tidak mau membayar kami?" Tanya Zaphyr dengan suara keras


"Kalau memang itu diperlukan, maka aku tidak akan membayar mu sepeser pun!" Jawab Victor asal asalan, sampai membuat temannya berdiri, dan menodongkan pistol ke arah kepala Victor itu, sambil berkata..

__ADS_1


"Kalau kau berani melakukan itu, maka aku pastikan, kau dan keluarga mu itu, berikut showroom mobil mu akan hancur!. Camkan itu!" Ancam Zaphyr tidak main main


"Ba..ba.baik! baik!. Aku akan memberikan separoh pembayaran mu itu.!" Jawab Victor ketakutan


"Bagus!. Aku pegang kata kata mu ini!" Respon Zaphyr senang


"Lapor bos!." Ucap seorang anak buah Zaphyr yang datang tergopoh gopoh sambil ngos ngosan bernafas


"Ada apa Ron?" Tanya bos nya itu penasaran


"Orang orang kita telah menemukan jejak yang bisa dijadikan bukti, bahwa kematian Pram itu bukan karena kecelakaan, tapi kemungkinan dibunuh!" Jawabnya mantap dan tidak ragu ragu


"Dari mana mereka bisa menyimpulkan, bahwa kematian Pram itu karena dibunuh, bukan karena kecelakaan?" Tanya Zaphyr ingin tahu


"Dari bekas botol minuman keras, yang isinya sengaja dikosongkan, bukan untuk di minum, tapi karena disiramkan ke tubuh mereka agar terbakar habis." Jawab Ron yakin


"Bukankah semua botol minuman itu telah meleleh karena api, jadi dari mana kau bisa tahu dan menemukan, ada botol yang masih utuh di TKP?" Tanya bosnya lagi semakin penasaran


"Minuman itu, tidak semua disiramkan ke tubuh mereka, tapi ada 4 buah botol yang mereka ambil, dan isinya mereka minum." Jawab Ron tegas


"Setelah isinya habis, mereka membuang botol itu ketempat lain, yang tak jauh dari lokasi kejadian." Sambungnya lagi


"Tapi karena lokasinya tidak memungkinkan untuk di telusuri, maka keempat botol itu luput dari pantauan semua orang"


"Jadi berdasarkan bukti bukti itu, kesimpulannya, Pram dan anak buahnya itu, mati karena dibunuh, bukan karena kecelakaan seperti yang diberitakan itu." Ucap Ron lancar


"Masuk akal juga, kalau kematian mereka karena dibunuh." Ucap Zaphyr mulai menemui titik terang


"Tapi siapa pelakunya, dan apa motif pembunuhan itu?" Guman Zaphyr lirih tapi didengar oleh Victor


"Sekarang aku baru ingat! dan bisa menarik benang merahnya, mungkin yang membunuh anak ku itu, adalah rival barunya.!" Ucap Victor yakin sekali


"Siapa orang itu, dan dimana dia tinggal?" Tanya Zaphyr dengan suara keras


"Eric, anak seorang bankir ternama di kota ini!" Jawab Victor cepat


"Eric?, bangkir?. Apakah maksud mu si Carlos itu?" Tanya Zaphyr menduga duga saja


"Kau benar, Eric itu anaknya."


"Kalau begitu akan lebih mudah lagi, karena aku tahu dimana rumah si Carlos itu, tentu saja Eric juga tinggal di sana?" Sambut Zaphyr senang


"Itulah masalahnya. Mungkin Eric sekarang tidak tinggal dengan orang tuanya lagi, tapi mungkin bergabung dengan pengawal lainnya."


"Pengawal?. anak buah siapa dia?" Tanta Zaphyr terkejut


"Tuan muda Dion, dan kakeknya tuan Mahesa Birawa.!"

__ADS_1


"Apa?"


__ADS_2