
Kawasan Baugival, Mension mewah kota Paris, Prancis
Adeline yang mengetahui bahwa suami nya di siksa sampai sekarat seperti itu menjadi sedih. Dia tidak menyangka, ayahnya tega melakukan itu pada menantunya sendiri
Padahal Tommy telah menyelamatkan nyawanya, yang merupakan putri dan anak satu satunya di keluarga Benyamin tersebut. Tapi kenapa dia tetap tega menyiksa Tommy sampai sedemikian rupa
Adeline tidak habis pikir, dengan sikap ayahnya pada Tommy, padahal sebelumnya, dia sangat menyayangi Tommy, tapi kenapa sekarang ini, Tommy malah dibuat tidak berdaya seperti itu, hingga harus dirawat di rumah sakit
Sampai saat inipun, Tommy masih terbaring di sana, dan belum sadarkan diri. Dokter mengatakan, bahwa Tommy dalam kondisi koma, dan tidak diketahui kapan akan siuman
Adeline tidak bisa berbuat apa apa. Mau protes kepada ayahnya, jelas sekali dia tidak berani. Mau mengadu kepada ibunya, dia sudah tidak punya, karena sejak 5 tahun yang lalu, Claire ibunya Adeline, telah pergi untuk selamanya
sore itu sekitar pukul 4 waktu Prancis, Adeline yang sudah tidak dikurung di dalam kamarnya lagi, memberanikan diri untuk keluar, lalu memeriksa keadaan sekitar
Tidak ada seorang pun yang dia temui di mansion mewahnya tersebut. Kemudian dia bergegas keluar, untuk mencari seseorang yang bisa ditanyai, dimana Tommy saat ini berada
Kebetulan pada saat dia sedang kebingungan seperti itu, datang seorang pelayan rumah tangga, yang mengabarkan bahwa, tuan besar mansion tersebut, telah memerintahkan kepada orang orangnya, untuk membawa Tommy ke rumah sakit, karena kondisi tubuhnya sangat parah sekali
Mendapat berita seperti itu, Adeline buru buru bersiap siap, untuk pergi ke rumah sakit, di mana suaminya saat ini sedang dirawat
Sesampainya di sana, Adeline segera menuju ruang resepsionis rumah sakit, untuk menanyakan dimana ruang Tommy dirawat
Tak lama kemudian, setelah mencari informasi di buku catatan, dan juga di komputer yang ada di depannya itu, perawat tersebut mengatakan, bahwa Tommy saat ini sedang dirawat di ruang VIP, dan hanya dijaga oleh dua orang bodyguard saja
Dengan nekat Adeline menerobos pengawal tersebut, yang tentu saja tidak berani mencegah kedatangan Putri tuannya itu
Mereka berdua hanya membiarkan Adeline untuk masuk ke ruang di mana Tommy saat ini sedang dirawat
"Mon amour!. Ce qui vous est arrive?"
(Sayangku!. apa yang telah terjadi padamu?)
Ucap Adeline sedih, sambil menitikkan air mata penyesalan, saat mengunjungi suaminya tersebut di rumah sakit. Kemudian dia bergumam lirih
"Mon pere est un homne cruel. Ne vous souciez pas de votre prohre enfant, si vous faites une erreur, vous serez toujours pun..i"
(Ayahku memang laki laki yang kejam!. Tidak peduli anak sendiri, kalau salah tetap dihukum)
Guman Adeline sedih, ketika mengenang, saat lima tahun lalu, dia dihukum oleh ayahnya, hanya karena membela ibunya tersebut, yang saat itu akan dipukul oleh ayahnya, atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan
Adeline sengaja memasang badan, agar ibunya tidak kena pukulan dari ayahnya tersebut, sehingga tubuh Adeline sendiri yang menjadi korban
Hampir satu bulan dia dirawat di rumah sakit, karena mengalami patah tulang. Sementara ibunya, karena kejadian tersebut, diusir dari dalam rumah
Satu bulan kemudian, Claire diberitakan meninggal dunia, akibat depresi. tapi kuburannya tidak pernah diketahui oleh Adeline sampai saat ini
"Suamiku!. Aku tidak akan tinggal diam atas perlakuan ayahku pada mu. Ibuku mati karena keegoisan ayah ku. Kau seperti ini juga karena dia!" Ucap Adeline lirih didekat telinga Tommy
"Setelah kau sembuh, aku berharap, agar kau bangkit dan bisa memperbaiki kesalahan mu. Rebut kepercayaan ayah ku kembali. Jangan tinggal diam setelah kejadian ini." Bisik Adeline didekat telinga Tommy
***
__ADS_1
Charles de Gaulle atau bandar udara Roissy. 25 kilometer dari kota Paris, Perancis
Tepat pukul 7 pagi waktu setempat, atau pukul 12 siang waktu negara ini. Pesawat yang ditumpangi oleh Benyamin dan sepuluh anak buahnya itu, mengudara pada ketinggian 35 ribu kaki diatas permukaan laut
Kepergiannya kali ini tidak diketahui oleh Adeline anak gadisnya tersebut. Dia pergi begitu saja tanpa terlebih dahulu melihat kondisi Tommy, yang sekarang sedang terbaring di rumah sakit
Yang dipentingkan oleh Benyamin saat ini adalah, harus cepat cepat sampai ke kota Golden City, untuk bertemu dengan tuan Birawa. Dan jika beruntung, bisa bertemu dengan sang legenda cyber itu
Karena menurutnya, menemui tuan Birawa tersebut, jauh lebih penting dari sekedar melihat dan memastikan kondisi Tommy
Dia tidak peduli, apakah Tommy mau hidup atau mati. Yang penting baginya sekarang adalah, menyelamatkan perusahaannya dari ambang kehancuran
Di dalam pesawat pun, Benyamin sudah tidak sabar untuk cepat cepat sampai ke negara ini. Niatnya ingin langsung pergi ke kota Golden City, untuk bertemu dengan orang yang sangat ingin ditemuinya itu
***
Setelah menempuh perjalanan sekitar 11.581 kilometer, atau 6.253 mil laut, dengan kecepatan penerbangan 900 km per jam, dengan waktu tempuh sekitar 12 jam 52 menit, akhirnya Benyamin dan anak buahnya itu, sampai ke bandara SH negara ini
"Sudah lama aku tidak mengunjungi tempat ini. Mungkin sekitar 8 tahun yang lalu."
"Keadaannya sudah banyak yang berubah." Ucap Benyamin kagum, sesaat setelah keluar dari dalam bandara tersebut
"Bonjour monseiur!"( Selamat pagi tuan!) Sapa seorang anak buahnya pada Benyamin
"Bonjour!" Jawab Benyamin datar
"Allons-nous a l'hotel, ou aller directement a la cite doree?"
(Apakah kita akan ke hotel, atau langsung ke kota Golden City?)
"Directement a la Ville. Je veux rencontrer rapidement ke seigneur Birawa"
(Langsung saja ke kota itu. Aku ingin cepat cepat bertemu dengan tuan Birawa) Jawabnya sudah tidak sabaran lagi
***
Kota Golden City, sekitar pukul 10 pagi
Ivory yang kondisinya sudah semakin membaik itu, saat ini sedang bersantai di luar villa, dikawal oleh belasan pengawal elit wanita, yang memang ditugaskan oleh Dion untuk mengawal istrinya tersebut
Salah satu diantaranya adalah Anjani, pengawal wanita yang sangat populer di dalam tim pengawalan keluarga Birawa
Selain Anjani, masih ada lagi pengawal wanita yang juga populer di kesatuan pengawalan tersebut, mereka antara lain adalah Ling Chia, Ling Hua dan Ling Ma serta yang lain lain
Tugas mereka adalah, mengawal Ivory selama 24 jam secara bergantian. Kemanapun Ivory pergi, kecuali dalam urusan pribadi, mereka harus tetap berada di samping Ivory, untuk menjamin keselamatannya itu
Dion tidak mau kejadian penusukan tersebut terulang kembali. Walaupun Ivory seorang ahli beladiri, tetapi dia sekarang adalah ibu rumah tangga, yang kondisinya sudah semakin lemah. Apalagi setelah perutnya terkoyak, karena ditembus oleh belati dari penyerangnya beberapa hari lalu
"Salam nyonya!. Apakah nyonya ingin memakan sesuatu?" Tanya Anjani dengan suara lemah lembut juga sopan
"Boleh juga!. Tolong ambilkan apel merah itu, aku ingin memakannya." Jawab Ivory tenang
__ADS_1
"Baik nyonya!" Jawab Anjani cepat, kemudian mengambil apel tersebut, dan diberikannya kepada Ivory
Tak lama kemudian Dion datang, didampingi oleh tuan Birawa, Dragon, Iron, Hans dan Robin. Sementara Leon dan lain lainnya itu, tidak terlihat batang hidungnya. Mungkin mereka sedang berada di tempat lain
Kedatangan tuan Birawa, Dion dan Dragon tersebut, tentu saja mengejutkan gadis gadis pengawal itu. Serentak mereka membungkukkan badannya ke arah Dion dan lainnya, sambil mengucapkan kata..
"Salam tuan besar senior! Salam tuan besar, salam tuan muda!" Sapa mereka serempak, sambil membungkukkan separuh badannya ke arah tuan Birawa, Dion dan Dragon
"Bangunlah!" Balas tuan Birawa penuh wibawa
"Bagaimana kondisimu Ivory?. Apakah sudah terasa nyaman?" Tanya Dion sambil mendekati tubuh Ivory istrinya tersebut
"Sudah semakin membaik pa, berkat doa kalian semua." jawab Ivory senang
"Apakah kau ingin memakan apel itu Ivo?" Tanya Dion ketika matanya tiba tiba tertuju pada apel yang sedang dipegang oleh Ivory tersebut
"Sebenarnya iya pa!. Tapi sudah tidak ingin lagi, karena kedatangan papa disini." Jawab Ivory santai, dengan niat ingin menggoda suami tersayang nya itu
Tuan Birawa, Iron, Anjani dan lain lain, yang melihat kemesraan Dion dan Ivory itu, menjadi tersipu malu, Apalagi si Anjani tersebut
Wajahnya tiba tiba bersemu merah, sehingga kalau diperhatikan, akan terlihat sekali. untung pada saat itu, perhatian teman temannya sedang tertuju pada Dion dan Ivory
Tapi di tengah mereka sedang ikut merasakan kebahagiaan tuannya tersebut, tiba tiba datang seseorang dengan tergesa gesa, dengan niat ingin melaporkan sesuatu
"Salam tuan besar!" ucapnya dengan nafas ngos-ngosan
"Ada apa Rudolf?. Kenapa kau datang tergesa gesa seperti ini?. Apakah ada sesuatu yang telah terjadi?" Tanya Dion penasaran
"Di pintu gerbang bawah, ada sebelas orang asing, yang ingin bertemu dengan pemilik villa ini." Jawab Rudolf, sambil menenangkan kegugupannya itu
"orang asing?.Siapa mereka?" Tanya tuan Birawa penasaran
"Saya juga tidak tahu tuan besar. Mereka hanya mengatakan, ingin bertemu dengan tuan." Jawab Rudolf ragu ragu
"Bertemu denganku?. Apakah pendengaranmu tidak salah Rudolf?" Tanya tuan Birawa ingin tahu kebenarannya
"Benar tuan besar!. Salah seorang di antara mereka, mengaku bernama Benyamin dari negara Perancis. Dia mengatakan ingin sekali bertemu dengan tuan besar, karena ada sesuatu yang sangat penting yang ingin dibicarakan dengan tuan besar!" Jawab Rudolf apa adanya
"Benyamin? Negara Prancis! Dion!" Ucap tuan Birawa tiba tiba teringat sesuatu
"Benar kek!. Kemungkinan besar, orang itu adalah pemilik perusahaan, yang saat ini, keamanan data perusahaannya, sedang kita bekukan. Bagaimana menurut pendapat kakek. Apakah mereka Kita terima atau tidak?" Ucap Dion menanggapi keraguan dan keingintahuan kakeknya tersebut
"Di mana Leon, Langit, Awan dan Bumi?" Tanya tuan Birawa tegas sekali, tanpa memperdulikan pernyataan dari Dion tadi
"Mereka saat ini ada di pintu gerbang tuan!. menunggu keputusan dari tuan, apakah mau menerima mereka atau tidak." Jawab Rudolf apa adanya
"Kalau begitu! Katakan kepada mereka, untuk mengizinkan ke 11 orang asing tersebut untuk masuk, tapi dengan pengawalan ketat."
"Sita semua barang bawaannya, termasuk senjata yang mereka sembunyikan di balik bajunya. Aku tidak ingin terjadi apa apa!" Jawab tuan Birawa dengan sikap hati hati
"Baik tuan besar!" Ucap Rudolf patuh. Kemudian segera membalikkan badannya, untuk menuju pintu gerbang bawah villa itu
__ADS_1
"Sebaiknya kau masuk kedalam Ivo!. Tidak baik jika mereka melihat mu disini." ucap Dion memberi saran kepada istrinya tersebut
"Baik pa!. Aku akan masuk ke dalam." Jawabnya patuh, kemudian mengajak para pengawalnya tersebut, untuk mengikutinya masuk ke dalam villa