
"Kebetulan ada tuan muda!, tapi tempatnya berbeda!" Jawab Burgon cepat
"Jelaskan!"
"Peserta di tempat itu jauh lebih sedikit dari pada di peserta tempat laki laki!"
"Tapi penontonnya beragam. dari mulai orang biasa sampai pada pengusaha dunia."
"Bahkan pejabat negara pun kadang kadang ada!"
"Tapi mereka datang selalu nya menyamar. dan mendapat pengawalan khusus dari para bodyguard yang memang tersedia!"
"Ciri ciri dari orang seperti itu biasanya terlihat saat memasuki ruangan."
"Semua lampu dimatikan dan dihidupkan kembali saat dia sudah ada di ruangan VIP nya!"
"Semua orang sudah pada tahu, dan tidak berani mempermasalahkannya lagi!" Jawab Burgon menjelaskan apa yang dia tahu pada tuannya itu
"Apakah ditempat itu ada sesuatu yang spesial hingga penontonnya istimewa seperti itu?" Tanya Dragon penasaran
"Benar tuan muda!. Biasanya peserta yang menang akan langsung direkrut oleh para pengusaha top dunia."
"Bahkan ada yang dijadikan pengawal, pasangan atau sekedar pemuas nafsu mereka saja!" Jawab Burgon apa adanya
"Kenapa mereka tidak menolak dan mau diperlakukan seperti itu?" Tanya Dragon semakin penasaran
"Itu sudah hukum di tempat ini."
"Jika mereka berani menolak!, maka sepuluh bodyguard yang kuat kuat akan menghajarnya di depan penonton."
"Biasanya sekuat apapun petarung wanita itu pada awalnya, pasti akan kalah saat berhadapan dengan sepuluh petarung organisasi!"
"Petarung organisasi?. Berarti mereka anak buah Ronin, orang yang sedang kita cari saat ini?" Respon Dragon terkejut
"Benar sekali tuan muda!. Di masing masing arena, dia menempatkan satu sampai dua ratus pengawal, dan tersebar di seluruh ruangan, termasuk di pintu masuk itu!"
"Ada juga beberapa orang diantaranya, berperan sebagai penonton, yang kerjanya mempengaruhi emosi penonton, agar mereka mau memasang taruhan di tiap pertandingan!"
"Selain itu mereka juga berperan sebagai mata mata, yang akan ditempatkan di setiap ruang VIP yang disewa sebagai pelayan!"
"Tapi sebenarnya mereka itu adalah mata mata, pengawal juga petarung handal di kesatuannya!"
"Oleh karena itu, tuan muda harus hati hati, dan kalau bisa menolak tawaran mereka saat mau melayani anda!" Ucap Burgon berterus terang
"Itu masalah gampang!. Tidak ada satu orang pun yang bisa masuk ke ruangan kita, karena aku akan memasang formasi di sekitarnya!"
"Bahkan di arena itu, aku juga akan memasang formasi perlindung dan formasi ilusi untuk mencegah peserta lain berbuat curang!" Respon Dragon tenang tenang saja
"Maafkan saya kalau melupakan kemampuan anda tuan muda!" Ucap Burgon tidak enak hati
"Katakan!. Apakah anak buah mu sudah mendapatkan ruang VIP di tempat tersebut?" Tanya Dragon ingin tahu
"Sudah tuan muda!. Bahkan di ruang pertandingan lain kita juga sudah mendapatkan ruang VIP itu dengan membayar harga yang cukup tinggi!" Jawab Burgon merasa senang
"Bagus kalau begitu!"
"Nanti malam kita tunggal pergi saja ke sana!" Respon Dragon senang
"Tapi maaf tuan muda!. Mereka tidak mengizinkan anak anak memasuki arena pertandingan itu!" Ucap Burgon takut takut
"Apakah ada hal yang tidak bisa aku lakukan, apalagi masalah kecil seperti itu?" Respon Dragon kurang senang
"Bukan begitu tuan muda!" Jawab Burgon ragu ragu
"Sudah!. Serahkan saja masalah itu pada ku!"
"Saat kita masuk nanti, tidak ada siapapun yang bisa melihat kita!"
__ADS_1
"Aku akan membuat mereka tidak bisa melihat. Bahkan kalau dikehendaki mereka akan tertidur pulas!" Ucap Dragon berbicara apa adanya
"Kalau begitu terserah tuan muda saja. Kami berharap tidak akan terjadi apa apa pada tuan muda!" Ucap Burgon seperti ada teka teki
"Maksud mu?" Reaksi Dragon penasaran
"Di tiap tiap ruang dipasangi cctv. Baik terang terangan maupun sembunyi sembunyi!"
"Kami khawatir tuan muda akan terlihat oleh mereka!" Jawab Burgon merasa cemas
"Oh kalau hanya masalah itu gampang!"
"Aku akan mendatangkan paman Rams untuk mengatasinya!"
"Atau membuat ruang yang kita tempati tidak terlihat oleh mereka!" Ucap Dragon cuek saja
"Apa yang dikatakan oleh tuan muda itu benar Burgon!"
"Kau jangan terlalu mengkhawatirkannya!"
"Tuan muda jauh lebih mengerti tentang ini!" Ucap Adiwilaga datang menimpali
"Maafkan keraguan ku ini tuan muda!" Respon Dragon setelah dinasehati oleh paman guru nya itu
"Baiklah semuanya!. Apa yang ingin kita dengar pun sudah kita dengar!"
"Sebaiknya kita persiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi malam nanti!"
"Target utama kita adalah menangkap Ronin juga angkara, dan menghancurkan organisasinya dari dalam!" Ucap Dragon datang menengahi
"Baik tuan muda!" Jawab seluruh anak buahnya serempak. Kemudian pergi ke kamarnya masing masing untuk istirahat
***
Malam harinya sekitar pukul 7.10 waktu setempat
Kehadiran mereka tidak ada siapapun yang tahu. Alih alih mereka sudah berada di ruangan tersebut. Dan kata penjaga tidak berani untuk bertanya
Dragon sengaja memilih untuk menonton pertandingan dua sisi. Arena pertandingan laki laki bisa disaksikannya, begitu juga dengan arena laga perempuan. Karena letaknya bersebelahan, dan hanya dibatasi oleh tembok tebal saja
Setelah mereka masuk itu, Dragon duduk dengan tenang, dikawal oleh Leon juga dua puluh pengawal elit lainnya
Sementara itu, Arena yang akan dijadikan adu jotos para petarung, dua duanya sudah penuh sesak dengan penonton
Terlihat di tribun utama. Ratusan peserta yang akan berlaga, duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pihak panitia
Diantara mereka itu ada Robin, Langit, Awan, Bumi, Eric, Rudolf juga yang lain. Sedangkan senior senior mereka, duduk di tempat lain, dan bertugas mengawasi jalannya pertandingan saja
Selain yang disebutkan tadi, ada juga empat jawara perguruan, mereka itu adalah Argani, Byakta, Adhiwilaga, Bahuwirya serta puluhan murid perguruan lainnya
Sedangkan Indurasmi, berada di arena lain, yang bersebelahan dengan arena bertarung tersebut
Peserta yang diturunkan oleh kubu Birawa Group, berjumlah 120 orang, dan sudah dipilih langsung oleh Dragon. Sedangkan sisanya ditugaskan untuk mengawasi jalannya pertarungan. Serta yang lain pergi ke markas milik organisasi itu untuk menyelidiki
Sementara di arena bagian perempuan, penontonnya pun sangat banyak terlihat. Diantara mereka itu ada empat orang pejabat, yang ditempatkan dalam satu ruangan
Sedangkan di ruang VIP sebelahnya, ada enam pengusaha kelas dunia, yang memang sering datang tiap ada even besar seperti itu
Mereka sengaja datang ke situ, karena selain untuk berjudi, juga ingin mencari para petarung, yang bisa dijadikan orang orangnya, plus teman untuk tidur dengan bayaran tinggi
Bukan hanya mereka saja yang datang. ketua ketua organisasi kelas dunia pun terlihat ada di ruangan itu
Mereka datang karena ingin mendapatkan kesenangan di tiap pertandingan, juga ingin melihat keseksian para petarungnya
Tapi untuk pertandingan kali ini kening mereka sedikit berkerut, Karena apa yang mereka harapkan tidak didapatkan, terutama dari orang orangnya Dragon
Tiga wanita Shanghai yang diharapkan berpakaian seksi, malah berpakaian ala kerajaan tempo dulu, lengkap dengan selendangnya
__ADS_1
Ditangan mereka ada kipas terbuat dari besi atau gading yang cukup keras. Mereka juga dibekali dengan pedang tipis tidak begitu panjang tapi tajam
Ketiga perempuan Shanghai itu adalah Ling Chia. Ling Hwa dan Ling Ma, yang kemampuan bertarungnya sudah tidak perlu diragukan lagi
Selain ketiga perempuan Shanghai itu ada juga Anjani. Mela Puspita serta Ratuhena, serta Indurasmi, empat orang yang terkenal dengan kekuatannya
Bukan hanya mereka saja yang ikut, tapi sepuluh karateka wanita juga ada dalam tim itu
Kehadiran mereka sedikit membawa angin segar, karena perawakan mereka sangat bagus dan wajahnya juga cantik cantik. Hingga membuat ratusan pasang mata menjadi terpesona
"Siapa para petarung itu, dan sepertinya baru terlihat dalam pertandingan kali ini?" Tanya seorang pengusaha berperut buncit, dengan pandangan mata cabulnya tersebut
"Aku juga baru melihatnya!"
"Walau mereka nanti kalah, aku tetap akan mengambilnya, dan akan ku jadikan mainan malam ini!" Jawab kawannya sesama pengusaha, juga memandang petarung tersebut dengan pandangan penuh nafsu
"Kau lihat tiga gadis cantik itu!. Aku ingin memilikinya dan akan ku jadikan mainan!" Ucap salah seorang pejabat pada temannya
"Jangan serakah!. Mereka itu bertiga, kita bagi adil satu satu. sedang kawan kita ini pilih wanita lain saja!" Respon kawannya protes
"Enak saja!. Aku yang akan menentukan, apakah kalian pantas mendapatkan mereka atau tidak!" Jawab temannya tidak terima
"Kalau begitu mari kita bertaruh!. Kalau mereka menang, maka kau boleh memiliki mereka sekaligus!"
"Tapi jika mereka kalah, maka kau harus membayar kami masing masing tiga juta bath!"
"Selain itu!. Kau harus merelakan mereka menjadi mainan kami!" Ucap temannya menganggap remeh, dan menganggap tiga wanita Shanghai itu perempuan gampangan
Buk!
Bam!
Sedang mereka berdebat itu. pertandingan pun sudah dimulai. Pertandingan perdana, berlangsung antara Anjani dan seorang petarung berasal dari Thailand
Dalam sekali serang saja. tubuh gadis lawan Anjani terjengkang, dan tidak bisa bangun lagi karena pingsan
Hanya dengan sekali serang tubuh lawan sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan pertandingan
Orang yang bertindak sebagai juri bertindak cepat, dan langsung mengumumkan, bahwa pemenangnya adalah Anjani, dan akan melanjutkan pertandingan lagi setelah pemenang duel berikutnya ada
Sementara di bagian lain, Ling Chia dengan mudahnya membuat tubuh lawan roboh dengan sekali tendangan. Tapi dia masih mampu bangkit dan membuat Ling Chia sedikit merasa kewalahan, karena dia menyerang lawan dengan menggunakan rantai panjang bergerigi serta tajam di ujungnya
Swing! swing!
Tak! tak!
Bunyi ke siur angin saat rantai tersebut membelah udara, dan mengarah tepat pada leher Ling Chia. Namun sayangnya serangan tersebut lewat begitu saja, karena Ling Chia sempat menghindar dengan bersalto di udara
Crash!
Tangan yang memegang rantai tersebut terjatuh di lantai arena, dan rantai yang dipegangnya terjatuh ke bawah juga. Lalu terdengar bunyi cukup kuat di arena tersebut
Bug! Bug!
Bam!
Lawan Ling Chia terpental ke udara, dan jatuh di sudut arena dan tidak bisa bangun lagi. Mati!
"Kuat juga wanita itu!"
"Aku ingin memilikinya!" Ucap seorang ketua organisasi mafia kelas dunia pada temannya
"Jangan sembarangan!. Wanita tersebut cukup kuat!"
"Dia pasti datang tidak sendiri, dan tentunya bersama dengan guru atau minimal masternya!" Jawab temannya sesama ketua organisasi mengingatkan
"Aku tidak peduli!. Siapapun yang berani menghalangi niatku. Mati!" Ujarnya tidak senang
__ADS_1