Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya


__ADS_3

Semua orang memandang ke arah pintu masuk, termasuk ketua Hartanta


Keningnya segera berkerut pertanda keheranan, dimana ada seorang laki laki kisaran 40 tahun, sedang berdiri dengan gagahnya di depan pintu


Di belakangnya ada 10 orang bodyguard berbadan tegap, dan mengenakan setelan jas biru navy. Orang itu adalah Philippe, suami dari Adeline, dan ayah sambung dari Clara


"Siapa kamu?. Kenapa berani menghentikan tugas kami?" Tanya Hartanta geram


"Aku suami dari perempuan itu, dan ayah bagi si cantik Clara!" Jawab Philip tegas


"Namaku Philippe, berasal dari negara Belgia. Utusan dagang dan kamar industri persatuan negara Eropa dan Asia!" Ucapnya lagi mencoba menggertak Tanta, dengan menyebutkan jati dirinya


"Ternyata tuan Philip!. Maaf kalau aku tidak mengenalinya!" Respon Tanta cukup bagus


"Mengingat nama baik ku dan hubungan ku dengan negara ini, tolong lepaskan istri dan anak ku itu!" Ucap Philip kembali memberi gertakan


"Maaf tuan Philip!. Permintaan anda belum bisa kami penuhi, mengingat ucapan dari keluarga, terutama anak anda ini!"


"Dia terang terangan menghina, serta mengeluarkan ancaman terhadap penguasa Birawa group tuan besar kami!"


"Jadi kami terpaksa harus memeriksa, dan mencari tahu latar belakangnya, kenapa dia sampai berani memberikan ancaman seperti itu!" Jawab Tanta tegas


"Dia hanya anak kecil. Semua perkataannya belum mewakili keadaan sebenarnya!"


"Lagi pula dia tidak sadar apa maksud dari perkataannya itu!" Bantah Philip bersikeras


"Tetap saja tidak bisa tuan Philip!. Jadi mohon kerja samanya." Balas Hartanta cukup bijaksana


"Untuk sementara, keluarga andai ini akan kami tahan, sampai ada keputusan dari tuan besar kami!" Jawab Tanta tegas, dan tidak terpengaruh oleh intimidasi dari Philip serta orang orangnya


"Kalian berani melawan kekuasaan ku?" Ujarnya garang Kemudian kembali berkata


"Orang orang berpengaruh di negaraku, tentu saja tidak akan terima, jika keluarga utusan terhormat seperti ku kalian permasalahkan!"


"Kami mempunyai kekebalan diplomatik. Jadi kalian tidak bisa seenaknya menahan mereka!" Ucap philip memberi ancaman


"Kami tidak selamanya akan menahan keluarga anda. Kami hanya ingin meminta keterangan, atas apa yang telah dikatakan oleh keluarga anda itu."


"Setelah informasi kami dapatkan, kami berjanji akan melepaskan anak dan istri anda."


"Oiya!. Sebagai tambahan, istri anda tadi juga ada melontarkan ancaman, hasutan dan penguatan pada Clara ini."


"Jadi kami terpaksa menahan keluarga anda untuk sementara." Ucap Tanta kembali cukup bijaksana


"Bagaimana kalau kami menolaknya?" Tanya Philippe mencoba membangkang


"Cobalah kalau anda berani!" Jawab Tanta jumawa


"Huh!. Dasar tidak tahu diri!" Respon Philippe geram


"Tunggu apa lagi!. hadapi mereka!. Setelah beres, baru kita masuk ke konsulat Belgia di kota ini!"Perintah Philippe tegas pada anak buahnya


"Tunggu!. Sebelum kalian maju, apakah sudah dipikirkan masak masak, apa resikonya jika berani melawan kami?" Tanya tanya memberi peringatan


"Tidak perlu berpikir lagi!. Menghadapi orang lemah seperti kalian, cuma membutuhkan waktu satu detik sudah habis semua!" Jawab Philippe enteng


"Benarkah?" Reaksi Tanta penasaran


"Jangan pedulikan ocehan mereka!. Pukul dan habisi, tapi jangan sampai mati!" Perintah tegas Philippe pada anak buahnya


"Hiiaat!" Teriak dua orang diantara mereka memulai serangannya


Tanta hanya tersenyum saja, melihat langkah pembuka anak buah Philippe yang sumbang, ketika hendak menyerangnya


Melihat gerakan lambat dan sumbang lawannya, Tanta tidak melakukan persiapan apa apa. dan seperti menunggu untuk dilumpuhkan. Tapi tiba tiba, kaki kanan Tanta bergerak sangat cepat, mengarah ke paha kiri lawannya


Bukan hanya itu saja, tinju kanannya melayang, dan menabrak dada penyerangnya secara telak, dan berhasil membuat lawannya roboh ke lantai restoran


"Bagaimana bisa?. ahli karate ban hitam, dirobohkan dalam satu serangan" Ucap Philippe keheranan


"Siapa orang yang sedang kami provokasi ini?" Batin Philipe dalam hati


Buk!


Buk!


Des!


Tiga orang bertumbangan lagi menimpa meja kecil yang ada di belakangnya


Rata rata mereka terkena tendangan kilat dari Tanta seorang. sedangkan anak buahnya hanya melihat saja, sekaligus berjaga jaga, kalau kalau Philippe akan bersikap curang pada ketuanya


"Hebat juga kau pengawal!. Empat bodyguard kuat ku, bisa kau robohkan dengan satu serangan!"


"Tapi bodyguard ku yang ini, tidak akan mudah kau robohkan!"


"Cobalah kalau kau penasaran!"

__ADS_1


"Benarkah?. Atau jangan jangan, hanya bodyguard kacang sayur yang kau bawa ini!" Respon Tanta meremehkan


Kretek! kretek!


Bunyi jari jari dikendurkan dan diluruskan oleh bodyguard itu


Shut!. Tanpa aba aba lagi, bodyguard kelima yang disodorkan oleh Philippe, melancarkan serangan kuatnya ke arah tubuh Tanta, tapi dengan mudah dihindarinya


Malah tendangan lurus Tanta telak mengenai dada bodyguard tersebut, hingga membuatnya mundur satu langkah ke belakang


"Brengsek!" Amarahnya meluap, kemudian kembali melancarkan serangan cepatnya ke arah Tanta


Buk!


Blak!


Des!


Tinju dan tendangan saling beradu, mencoba mengalahkan dan menjatuhkan satu sama lain


"Alot juga kau pengawal!. Baru kali ada orang yang bisa menghadapi serangan ku!"


"Kau sepertinya bukan pengawal kacangan!" Ucap Eduard, pengawal kelima itu memuji kekuatan Tanta


"Ini belum seberapa kawan!. Masih banyak teknik yang belum aku keluarkan!"


"Ini masih level rendah dari yang kami pelajari selama ini!"


"Jika kau bisa menghindari level rendah ketiga ku dari tujuh level yang ada. Maka aku akan mengakui mu sebagai orang kuat yang pernah aku hadapi!:


"Sekarang majulah!, dan rasakan teknik ketiga dari jurus tinju Godam ku!" Ucap Tanta


memberi tantangan


"Boleh juga nyali mu!" Respon Eduard geli


"Hiaaat!" Teriaknya memulai serangan


Wus!


Bug!


"Hugh!"


Bam!


"Dasar tidak berguna! Melawan satu orang saja kalian tidak mampu, apalagi melawan delapan orang ini!"


"Benar benar pecundang busuk!"


"Percuma aku bayar mahal kalian, kalau belum apa apa, sudah kalah dengan orang Asia lemah ini!" Ucap Philippe marah


Plak!


"Arg!" Teriak Philippe kesakitan, ketika entah kapan tiba tiba mulutnya ditampar dengan kuat oleh seseorang yang tidak di ketahui siapa pelakunya


"Hahahaha! Beraninya kau meremehkan orang Asia!"


"Apa kau tidak sadar sedang berhadapan dengan kekuatan besar dan tersembunyi di sini?" Ucap dan tawa Tanta geli


"Kurang ajar!. Beraninya cuma bermain curang!"


"Kalau berani keluarlah dan hadapi aku!" Teriaknya lantang


Wus!


Tiba tiba saja seorang ninja muncul di depan Philippe, hingga membuatnya jatuh terduduk di lantai


"Si..si siapa kau?" Tanya Philippe ketakutan


"Dia adalah malaikat maut mu!"


"Jika kau masih bersikeras melindungi istri dan anak mu yang diduga bersalah ini. Maka dia tidak akan segan segan lagi menebas leher mu " Ucap Tanta malah yang menjawab, mewakili ninja tersebut yang memang jarang bicara itu


"Ba..ba..baik aku tidak akan melawan lagi!" Jawab Philippe pasrah


"Pilihan bagus!"


"Kalau dari tadi kau tidak menghalangi kerja kami. Mungkin isteri dan anak mu sudah kami lepaskan!" Ucap Tanta cukup jelas


"Joy!. Bawa kedua orang ini ke lantai bawah, dan mintai keterangan!"


"Jika memang bersalah, tahan selama tiga hari, sampai pihak konsulat menjemput mereka!" Perintah Tanta tegas pada anak buahnya


"Baik ketua!" Jawab anak buahnya patuh. Kemudian membawa Adeline, Clara dan philippe untuk dimintai keterangan


Sementara anak buahnya yang luka atau pingsan, di urus oleh kawannya sendiri, dibantu oleh petugas pengamanan hotel

__ADS_1


Kebetulan hotel tempat kejadian, adalah hotel milik Birawa Group, jadi ketika kejadian itu berlangsung, pihak hotel tidak berani melerai apalagi ikut campur


Mereka tahu, bahwa delapan orang itu adalah pengawal Birawa Group, dari salah satu tim mata mata, yang dikirim oleh ketua Burgon untuk mengamankan hotel tersebut


Dari delapan orang itu, hanya dua yang benar benar Intel, sedangkan sisanya adalah para pengawal elit, bahkan ketuanya adalah komandan elit tingkat menengah puncak


Jadi wajar saja, kalau bodyguard biasa tidak akan mampu mengalahkannya


***


Satu setengah jam kemudian, Philippe, Adeline dan Clara, terlihat di giring ke ruang isolasi untuk diamankan


Hal itu dilakukan, karena Adeline dan Clara mengakui apa yang diucapkannya tadi memang benar keluar dari hatinya tanpa ada paksaan


"Nona kecil!. Apakah kau ingin bertemu dengan tuan besar Dion?"Tanya Tanta menyelidik


"Ya benar!" Jawabnya tegas


"Untuk apa kau ingin menemuinya?" Tanya Tanta lagi


"Aku ingin mencubit atau menonjok wajah jahatnya itu!"


"Kenapa?"


"Karena dia itu monster, pembunuh papa Tommy ku!"


"Apa kau mampu, Sedangkan kau masih kecil?"


"Aku hanya ingin menampar wajah busuknya itu saja!"


"Nanti setelah aku besar, monster itu akan aku tembak di kepalanya!"


"Jika perlu aku potong kepalanya itu, dan ku berikan pada anjing jalanan!" Jawabnya cukup lancar


"Siapa yang mengajari mu berkata seperti ini?" Tanya tanya tanya mulai emosi, tapi berusaha ditahannya


"Mama ku!. Dia yang selama ini mengajari ku, bahkan meminta paman paman penggembala untuk mengajari ku menembak!" Jawab Clara apa adanya


"Untuk apa sayang. Bukankah kau seorang wanita, apa pantas belajar menembak?" Tanya Tanta penuh selidik


"Kenapa tidak?. mama bilang, belajar menembak itu perlu, karena untuk membunuh penjahat Dion!" Jawabnya ketus dan tidak kenal takut


"Kenapa kau ingin menembak tuan besar kami?. Apakah kau mempunyai dendam pribadi dengannya?" Tanya Tanta semakin penasaran


"Tentu saja iya!. Dia telah membunuh ayah kesayangan ku, Tommy tanpa sebab!" Jawabnya masih saja ketus


"Apakah ibumu yang mengatakan ini?" Tanya tanta ingin tahu


"Benar!. Dialah yang telah menyampaikan berita tersebut pada ku!" Jawabnya cepat


"Apakah kau sudah mencari tahu akan kebenaran cerita itu?" Tanya Tanta lagi


"Tidak perlu!. Karena apa yang dikatakan oleh mama ku itu benar, dan aku mempercayainya!" Jawab Clara lancar


"Nyonya Philip!. Apakah yang dikatakan oleh putrimu ini benar?" Tanya Tanta beralih ke Adeline


"Ya!. Semua perkataannya itu, akulah yang mengajarinya sejak lama!" Jawab Adeline tegas tanpa ragu ragu


"Apa tujuan mu nyonya?"


"Aku tidak terima kalau Tommy mati tanpa bisa membalas dendam!"


"Jadi hanya karena itu, kau meracuni otak dan hati putri semata wayang mu, demi membalaskan dendam busuk mu itu?" Tanya Tanta geram


"Itu urusan ku!. Yang penting dendam ku bisa kesampaian melalui anak ku ini!" Jawabnya ketus


"Tuan Philip!. Anda sudah dengar sendiri, bahwa istri dan anakmu ini, memang berniat mencelakai tuan besar kami."


"Kesalahan dan pengakuan mereka, sudah bisa dijadikan bukti untuk menahannya."


"Jadi mohon kerjasamanya dari anda!"


"Kami akan menahan keluarga anda ini, selama tiga hari."


Setelah itu, mohon jemput keluarga mu dengan membawa pihak konsulat negara sebagai jaminannya." Ucap Tanta tegas


"Tuan tanta!. Apakah tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini?" Ucap Philippe bertanya, dan mencoba menyogok mereka dengan iming iming uang dalam jumlah banyak


"Maaf tuan Philip!. Uang sebanyak apapun, tidak akan membuat kami berkhianat pada tuan kami!"


"Jadi mohon anda tidak mencoba menyogok kami dengan iming iming uang!" Jawab Tanta mantap


"Bukan seperti itu tuan Tanta!"


"Cukup!" Kami sudah tahu kemana arah pembicaraan anda!"


"Kalau kau ingin keluarga mu kami lepaskan. mohon kerjasamanya, dan jangan mempersulit kerja kami dalam masalah ini!"

__ADS_1


"Apakah anda mengerti tuan Philip?"


__ADS_2