
"Ayah!. Bagaimana keadaan mu?" Tanya Dragon khawatir
"Ayah tidak a.."
Bruk!
"Ayah!"
"Tuan besar!" Teriak seluruh pengawalnya yang masih sehat panik, termasuk juga gentala juga yang lainnya
Tak lama setelah ayahnya tumbang dan tak sadarkan diri itu, Adiwilaga, Abhicandra, Iron, Robin, serta Hans juga bertumbangan. Tapi tidak sampai pingsan. Begitu juga adanya dengan Langit, Bumi, Awan serta Eric
Mereka tumbang bukan karena pingsan, tapi karena kelelahan dihajar terus menerus oleh empat robot gila yang berkekuatan mekanik, kecuali Dion seorang, yang benar benar tidak sadarkan diri
Dion memang kehabisan tenaga, karena aura kesadarannya habis, yang berarti lautan spiritualnya juga habis. Ditambah lagi dengan banyaknya pukulan yang di alami oleh tubuhnya
Dion bertindak seperti itu, karena dia adalah seorang pemimpin, yang bertanggung jawab dan harus maju ke depan duluan ketimbang anak buahnya, demi untuk melindungi keselamatan mereka
Tiap anak buahnya mau dihajar, Dion datang membela mereka dengan kekuatan penuh, tanpa memperdulikan keselamatannya sendiri, sehingga membuat tubuhnya banyak sekali mendapatkan pukulan, walau robot itupun mendapatkannya juga. Tapi sayangnya mereka tidak apa apa
Manusia separuh mesin itu sulit sekali untuk dilawan, tenaga dalam yang dikeluarkan oleh Dion juga yang lain, tidak begitu berpengaruh pada tubuh tubuh mereka, sehingga Dion dan orang orangnya menjadi kewalahan
Beruntung disaat kritis seperti itu, Draco dan yang lainnya datang, serta langsung membantu ayahnya juga yang lain dengan kekuatan Wahyu Taqwa nya
Sebagai seorang pewaris ilmu tertinggi tersebut, yang sudah sampai level 23, bahkan hampir memasuki level 24, menghancurkan manusia separuh mesin itu bukanlah hal yang sulit
Hanya dengan sekali pukul saja, tubuh manusia separuh besi dan baja itu hancur tidak tersisa, berikut dengan tubuh manusianya, dan langsung mati
Tapi sayangnya tubuh penguasa Birawa Group, banyak mengalami luka, begitu juga dengan organ dalamnya hingga membuat Dion jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri tepat dihadapan anaknya sendiri
Dragon yang melihat itu tentu saja panik serta khawatir, karena belum pernah dia melihat atau mendengar, bahwa ayahnya terluka sampai separah itu. Kejadian tersebut tentu saja membuat yang lain menjadi panik serta khawatir atas keselamatan tuannya
Wajar mereka khawatir, karena banyaknya orang-orang yang bertumbangan, apalagi yang tumbang tersebut adalah para petinggi pengawal Birawa Group, yang notabenenya terdiri dari orang-orang kuat, dan jarang sekali kalah
Tapi kali ini mereka benar benar apes, karena baru kali ini mereka berhadapan dengan manusia robot seperti itu
Melihat ayah dan orang orangnya bertumbangan, Draco dengan sigap memerintahkan pada para pengawal lain yang masih sehat, agar sigap mengamankan lokasi kejadian. Jangan sampai ada pihak pihak yang tidak bertanggung jawab, datang mengambil keuntungan disaat kritis seperti itu
"Tolong bantu aku!. Dudukan mereka di sana. Cepat!" Ucap Dragon memberi perintah
"Baik tuan muda!" Jawab mereka serempak, termasuk juga lima murid utama yang tadi datang bersamanya
"Kakek guru, juga ketua senior!, tolong bantu Draco menyalurkan aura spiritual tenaga dalam tingkat tinggi pada mereka." Ucap Dragon penuh permohonan
"Baik ketua muda!" Jawab Gentala juga Mahindra patuh. Kemudian mengambil posisi duduk, dan bersiap menyalurkan tenaga dalamnya pada orang orang yang sedang terluka tersebut
Tak lama kemudian, Dragon juga sudah terlihat mengerahkan aura spiritualnya, dan dikirimkan pada Dion juga yang lain, termasuk pada Abhicandra murid senior tidak langsungnya itu
Hampir tiga menit Dragon, Gentala juga Mahindra melakukan pekerjaan itu. Keringat mereka mengalir membasahi dahi, badan serta tangannya, tapi mereka tidak memperdulikan hal tersebut. Mereka terus mengirimkan aura kesadaran serta spiritualnya kepada Dion serta yang lain
Beberapa saat kemudian, orang orang yang tadi diberi tambahan tenaga spritual oleh Dragon, Gentala dan Mahindra, tubuh mereka berangsur angsur pulih, dan tak lama kemudiannya, beberapa orang di antaranya sudah bisa berdiri, lalu bersama-sama mengucapkan terima kasih kepada tuan muda mereka juga pada guru gurunya
Tapi tidak sama halnya dengan Dion. Dia yang paling lama menerima transferan tenaga dalam dari Dragon juga yang lain, karena organ dalamnya benar-benar terluka cukup parah.
Tapi berkat aura kesadaran serta spiritual tingkat tinggi, yang dikirimkan oleh anaknya, organ dalam yang luka itu menjadi sembuh kembali, dengan memuntahkan darah beku dari dalam mulutnya
__ADS_1
"Kakek dewa obat!. Lakukan tugasmu!"
"Beri obat penyembuh luka dalam level tinggi, untuk menutup rapat luka dalam yang ayah ku alami!"
"Beri juga pada yang lain obat yang sama, tapi berlevel enam sampai tujuh, karena luka dalam mereka tidak begitu parah!" Ucap Dragon memberi perintah
"Baik tuan muda!" Jawab Pai Zu Xian patuh, kemudian memberikan obat yang disebutkan tadi pada Dion juga yang lain
"Telan lah obat ini tuan besar, agar luka dalam tuan, sembuh sepenuhnya!" Ucap Pai Zu Xian dengan suara rendah
"Obat ini juga bisa menstabilkan sirkulasi darah, dan aura tenaga dalam tuan yang sempat kacau dalam pertarungan tadi!" Ujarnya lagi
"Terima kasih paman Xian!. Aku percaya denganmu juga pada anakku!" Respon Dion tulus dan sangat berterima kasih sekali, pada anaknya juga pada Dewa obat
"Kakek Adi dan juga yang lain!. Bersihkan kekacauan ini, dan tangkap orang orang yang telah berani membuat ayah ku terluka!" Ucap Dragon dengan perintah tegasnya
"Periksa setiap sudut ruangan, termasuk juga ruang bawah tanah, jika kemungkinan ada. dan temukan barang barang yang ada hubungannya dengan kegiatan ilegal ini!" Perintahnya lagi
"Baik tuan muda!" Jawab semuanya serempak. dan tanpa dikomando lagi, langsung membereskan orang orangnya Bajra. Baik yang ada di luar maupun yang ada di dalam ruangan. Yang mati dikumpulkan ditempat lain, dan yang masih hidup digiring masuk ke ruangan serta ditempatkan di tempat yang terpisah, tapi masih menyatu dengan aula tersebut
Lebih dari seratus lima puluh orang bekas anak buah Bajra, yang tadi sempat dibuat pingsan, atau sengaja diikat, kini telah resmi ditangkap dan menjadi tawanan Dion, termasuk juga Arjaya yang ternyata masih hidup, tapi ditempatkan di ruangan lain serta dijaga ketat
Sementara itu, para pengawal Dion, termasuk komandannya, juga memeriksa seluruh ruangan seperti yang diperintahkan oleh tuan muda mereka
Kini seluruh ruangan sudah diperiksa, termasuk juga gudang penyimpanan senjata, amunisi dan perlengkapan tempur lainnya
Tapi di salah satu ruangan bawah tanah, yang keberadaannya cukup tersembunyi, dijumpai banyak sekali tersimpan benda-benda berharga, yang entah didapatkan dari mana, apakah didapatkan secara legal maupun ilegal, tiada siapa yang tahu saat ini
Gudang atau lorong yang cukup lebar tersebut, ternyata menyimpan banyak sekali benda berharga, termasuk puluhan emas batangan, satu mangkok besar berlian, dua toples permata berbagai warna, serta tumpukan tinggi uang dalam bentuk Dolar Amerika, mata uang Eropa dan mata uang negara lainnya termasuk rupiah
"Lapor tuan besar!. Ternyata pertarungan tadi disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, dan bisa disaksikan melalui saluran khusus pada berbagai organisasi bawah tanah, juga pada organisasi mafia dunia!" Ucap Rams melaporkan
"Bagaimana bisa?. Kenapa hal tersebut tidak diketahui oleh mu, juga oleh gurumu" Tanya Dion keheranan
"Maaf tuan besar!. Mereka menggunakan kamera handphone yang tidak terhubung dengan komputer mereka."
"Nomor IMEI handphone yang digunakan, belum sempat di pindai oleh ku juga guruku."
"Jadi selama pertarungan tersebut, mereka berhasil merekamnya dan disiarkan secara langsung ke dunia."
"Baru setelah pertarungan usai, keberadaan handphone tersebut kami temukan." Jawab Rams cukup panjang sekali
"Lalu siapa yang melakukannya?" Tanya Dion ingin tahu
"Saat tuan dan yang lain bertarung tadi, Bajra melalui anak buahnya, merekam pertarungan tersebut dan dikirimkan ke saluran saluran ilegal itu."
"Jadi apapun yang terjadi di ruangan ini, bisa disaksikan oleh jutaan pasang mata, yang sedang bertaruh dengan menggunakan uang." Jawab Rams apa adanya
"Gawat!. Berarti mereka sudah melihat aksi Dragon tadi!" Reaksi Dion khawatir
"Benar tuan besar!, dan ini sangat berbahaya bagi keselamatan tuan muda sendiri!"
"Pasti banyak orang yang mengincarnya dan ingin mendapatkannya, demi tujuan mereka meraup uang dalam jumlah banyak!" Jawab Rams berterus terang
"Kurang ajar!. Ternyata ini tujuan Bajra menyanggupi tawaran ku!"
__ADS_1
"Semua ini sudah direncanakan oleh si Bajra dan orang orangnya itu!"
"Beruntung Draco bisa mengatasinya"
"Tapi imbasnya pada dirinya sendiri!" Respon Dion benar benar marah
"Cepat hubungkan aku dengan guru mu!. Aku ingin meminimalisir segala kemungkinan buruk yang akan terjadi pada anak ku!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab Rams patuh
Ditengah rasa panik itu, datang seorang pengawal yang berjalan tergesa gesa, dan langsung menghadap Dion, lalu berkata.
"Lapor tuan besar!. Kami menemukan sejumlah harta di ruang bawah tanah dalam jumlah banyak!"
"Apa yang harus kami lakukan dengan harta harta tersebut?" Tanya pengawal itu melaporkan
"Bawa keluar semua harta harta tersebut, dan cari tahu apakah itu di dapatkan secara legal atau tidak!" Jawab Dion tegas
"Jika secara ilegal, sita semuanya, dan serahkan pada pemerintah atau pada yayasan amal yang membutuhkan!"
"Tapi jika legal, kita tahan dulu, dan cari siapa tahu ada keturunan dari si Jack Napoleon selain Bajra yang masih hidup!" Jawab Dion memberi instruksi
"Siap tuan besar!" Jawab pengawal tersebut cepat. Kemudian bersama dengan teman temannya, mengeluarkan semua harta tersebut untuk di bawa ke hadapan Dion
Sementara pengawalnya sedang bekerja memindahkan harta harta tersebut, Dion berbincang bincang dengan gurunya
Banyak hal yang ditanyakan juga disampaikan oleh Dion, begitu juga sebaliknya
Sementara itu Dragon anaknya, setelah berhasil mengobati Dion, langsung mengambil sikap lotus untuk mengembalikan tenaganya seperti semula, yang tentu saja dengan penjagaan ketat
Di bagian lain, belasan pengawal yang bertugas mengangkut temuan harta milik Bajra, saat ini sudah menyelesaikan tugasnya
Tak lama kemudian, apa yang mereka bawa dibuka penutupnya, dan diperlihatkan pada Dion juga pada yang lain. Nampak di aula yang lumayan luas itu, bertumpuk puluhan batang emas, berlian, permata juga milyaran mata uang dari berbagai negara
Melihat semua itu, Dion hanya tersenyum saja. Tidak bergeming maupun kagum. Harta yang dimiliki nya, satu atau dua juta kali jauh lebih banyak dari harta harta tersebut
"Hubungi dua orang tim ekspedisi untuk kemari, agar membawa semua harta harta ini ke tempat kita!" Ucap Dion dengan perintah tegasnya
"Eric!. Bawa bekas anak buah Bajra keluar!"
"Hukum jika mereka terbukti terlibat dalam rencana menjatuhkan serta menjebak kita! atau serahkan saja polisi" Ucap Dion memberi perintah pada anak buahnya
"Baik tuan besar!" Jawab Eric patuh. Kemudian mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Dion pada nya
"Bawa si Arjaya kemari!. Aku ingin berbicara padanya!" Perintahnya lagi
"Maaf tuan besar jika saya menyela!"
"Saluran Vidio sudah terhubung dengan ruang operator. Silakan tuan memberi instruksi!" Ucap Rams datang memberi laporan
"Baik!. Tapi tetap bawa si Arjaya kemari!" Jawab Dion masih dengan sikap tegasnya
"Siap laksanakan tuan besar!" Jawab Awan patuh, yang kebetulan sedang berada di dekat tuannya dengan reaksi cepat
"Katakan!. Apa yang kalian temukan dalam saluran itu?" Tanya Dion ingin tahu ketika sudah tersambung dengan ruang operator miliknya
__ADS_1