Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kedatangan tak terduga


__ADS_3

Perintah Dion pagi tadi, benar benar dilaksanakan oleh anak buahnya. Buah asam paya, yang diperintahkan untuk di cari, sekarang telah terkumpul dalam jumlah banyak


Ivory yang melihat itu dibuat melongo, dan sungguh tidak menyangka, bahwa dewa obat, benar benar mencari buah tersebut untuk di bawa ke kota emas


"Buah sebanyak itu, mau dibuat apa dewa obat?" Tanya Ivory kebingungan


"Nyonya besar tenang saja!. Buah tersebut sangat banyak manfaatnya, bahkan mungkin tidak akan cukup jika dibuat menjadi obat." Jawab Pai Zu Xian enteng


"Benarkah begitu paman Xian?" Tanya Ivory penasaran


"Benar nyonya besar!. Lihat dan perhatikan, apa yang akan paman buat terhadap buah yang banyak ini." Jawab dewa obat yakin sekali


"Baik!. Akan aku tunggu hasilnya."Respon Ivory senang. Kemudian berjalan ke arah suaminya, untuk menanyakan sesuatu


Hari pun cepat berlalu. Kini jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Seperti biasanya, Dion mengumpulkan seluruh petinggi pengawalnya, untuk sekedar berbincang bincang saja, dan biasanya sampai menjelang pukul 10 malam, baru membubarkan diri


***


Keesokan harinya. Seperti yang telah direncanakan oleh Dion. Helikopter akan datang sekitar pukul 10 pagi, atau paling lambat pukul 10.30 menjelang siang


Tapi kali ini, apa yang direncanakan tidak sesuai harapan. Helikopter yang sedari tadi ditunggunya, tidak kunjung sampai juga


Kejadian itu tentu saja membuat Dion bertanya tanya ada apakah gerangan. Kenapa sampai pukul 11. Helikopter tersebut belum datang juga


Kesal dengan hal tersebut, Dion memutuskan untuk menghubungi pilot dan kru nya.


Tapi belum juga dia menyentuh alat komunikasi, dari kejauhan terdengar suara menderu seperti bunyi pesawat terbang


Dan benar saja. Enam helikopter cukup besar, yang salah satunya berisi banyak penumpang. Terlihat sedang menuju ke arah perkemahan itu


Tak lama kemudian, satu persatu helikopter tersebut mendarat dengan mulus di areal yang cukup jauh dari tenda, yang memang sengaja di buat untuk keperluan itu, tapi masih berada dalam pagar perkemahan


Tak lama kemudian, satu persatu penumpang yang ada di dalam helikopter tersebut keluar, termasuk dari helikopter yang berisi banyak penumpang tersebut


"Kakek!. Draco!. Emily!" Teriak Ivory dengan ekspresi terkejut, tapi belum berani mendekatinya, karena belum cukup jauh dari helikopter itu


Bukan hanya Ivory saja yang mengalami keterkejutannya itu. Dion juga demikian, apalagi seluruh anak buahnya


Buru buru mereka membungkuk ke arah tuan Birawa, lalu menyapanya, dengan berkata. "Salam tuan senior!. tuan muda dan nona Emily. Selamat datang di perkemahan ini " Ucap mereka serempak


"Bangunlah!" Respon tuan Birawa senang


"Terima kasih tuan senior!" Jawab mereka patuh


"Cucu ku!. Apakah kau tidak rindu dengan kakek?" Tanya tuan Birawa pada Dion


"Kakek!. Dion tidak menyangka, bahwa kakek mau datang ke tempat seperti ini!" Respon Dion keheranan. kemudian meluruh ke arah kakek juga anak semata wayangnya, lalu memeluknya


"Apakah cuma kalian saja yang boleh datang ketempat ini?. Kakek juga boleh dong?" Jawab tuan Birawa enteng


"Tentu saja boleh kek, kenapa tidak?" Sambut Dion senang


"Kau pun ikut juga Lily?" Tanya Dion pada adik angkatnya itu


"Jelas dong!. Masa cuma kalian saja yang boleh datang ke sini. Lily juga kepingin Dong sekali sekali berpetualang?" Jawab Emily dengan ekspresi manja


"Ya sudah!. Ayo menuju ke tenda. Kebetulan masih banyak tenda yang kosong!" Ucap Dion pada mereka

__ADS_1


"Bumi, Eric, dan kau Rudolf!. Atur teman teman kalian itu, dan arahkan mereka agar menempati tenda tenda yang masih kosong."


"Ambil perlengkapan tenda, dan suruh mereka untuk mempersiapkan tempat tidurnya masing masing untuk malam ini!.


"Untuk Leon, James dan paman Mandala. Suruh anak buah kalian untuk mempersiapkan tenda mereka."


"Aku yakin, kakek juga adik ku serta anak ku. Ingin berlama lama di tempat ini!"


"Jadi atur keperluan mereka secepatnya. Kerjakan!" Perintah Dion tegas


"Baik!" Jawab mereka serempak. Kemudian mengerjakan seperti apa yang diperintahkan oleh tuan besarnya itu


Tapi sebelum pergi, Rudolf sempat melihat ke arah Emily, sambil memberikan senyuman manis padanya. Hal itu di lihat oleh Dion juga tuan Birawa. namun mereka mengacuhkan nya saja


"Mari semua!. Kita menuju ke tenda masing masing!" Ucap Dion pada tuan Birawa Dragon juga Emily


"Tidak kakek sangka, lokasi perkemahan kalian sebagus ini!"


"Kakek kira kalian tidur seadanya, dan tempatnya menakutkan."Ucap tuan Birawa, sesaat setelah berada di depan tenda yang cukup luas dan bersih tersebut


"Ini belum seberapa kek. Tak jauh dari sini, ada sumber mata air yang berasal dari gunung di sebelah sana."


"Airnya cukup bersih dan menyegarkan." Jawab Dion cepat seperti sedang membanggakan sesuatu pada kakeknya. Lalu mengajak kakeknya untuk masuk ke dalam tenda


"Wah bagus itu!. Pantas saja kalian betah berlama lama di sini, dan seperti tak mengingat kakek lagi." Respon tuan birawa sedih


"Kakek ini bisa saja. Banyak hal yang harus di kerjakan di sini kek!, termasuk mempersiapkan lokasi perkemahan, juga mengatur keamanannya."


"Jika dibuat secara sembarangan, bagaimana Dion bisa mempertanggungjawabkan, keselamatan anak buah kita pada keluarganya?"


"Oleh karena itu, di hari-hari pertama, pekerjaan kami sangat banyak sekali, termasuk mengatur strategi untuk memasuki pedalaman hutan di depan juga di bawah sana."


"Setelah melalui perjuangan keras dan melelahkan, barulah terbentuk areal perkemahan yang cukup besar juga aman ini"


"Jadi apa rencana mu selanjutnya. Apakah hari ini atau besok kalian akan memasuki hutan dibawah sana lagi?" Tanya tuan Birawa enteng saja


"Sebenarnya hari ini kami akan bertolak kembali ke kota emas."


"Tapi tidak di sangka, kalian malah datang menyusul kemari!" Jawab Dion berterus terang


"Jadi, kedatangan kami tidak di harapkan, tapi malah mengacaukan rencana kalian!. Begitu?" Respon tuan Birawa sedikit kurang senang


"Bukan begitu juga kek!" Jawab Dion tidak enak hati


"Karena kalian sudah datang jauh jauh kemari, maka Dion harus menyusun rencana baru, agar kedatangan kakek juga yang lain tidak sia sia." Ucap Dion semangat


"Kalau begitu!. Hari ini kakek ingin masuk lebih dalam ke hutan sana!"


"Kakek ingin berpetualang seperti yang ada di televisi itu!" Ucap tuan Birawa enteng saja


"Kalau hari ini mungkin tidak bisa kek!. Entah besok pagi." Jawab Dion apa adanya


"Ya terserah kau sajalah!. Kakek ngikut saja apa katamu!" Ucap tuan Birawa sedikit kecewa. Lalu mengajak Dion untuk keluar dari dalam tenda


***


Waktu pun terus berlalu. Kini hari sudah menjelang malam. Tepat pukul 7.30 malam itu dan setelah makan, Dion dan tuan Birawa, serta bawahannya, termasuk juga James dan gurunya, kembali berkumpul di bawah tenda, yang memang sengaja di buat untuk tempat mengatur strategi dan rencana


Dalam pertemuan yang cukup meriah itu, Dion yang lebih banyak menjadi pembicaranya

__ADS_1


Banyak yang Dion bicarakan waktu itu, termasuk rencananya, yang ingin membuat suku terasing di pulau tersebut, menjadi bagian dari perlindungan serta pembinaan Birawa Group


Selain membicarakan itu, Dion juga mengutarakan maksudnya, dimana dia ingin mendirikan perusahaan tambang batu bara, di bukit tempat tenda mereka berdiri itu


Ada yang setuju, tapi banyak juga yang menolak rencana tersebut termasuk Pai Zu Xian, Govin juga Adiwilaga apalagi Abhicandra tersebut


Tuan Birawa masih ragu ragu, apakah setuju atau tidak. Karena pertimbangan tempat itu, termasuk cagar alam dan hutan lindung, yang seharusnya dilindungi serta dilestarikan


Mendapat masukan seperti itu, akhirnya Dion mengalah dan membatalkan rencananya itu


Sebagai gantinya, Dion berniat ingin menjadikan tempat tersebut sebagai pangkalan, atau pos dalam menjalankan misi, untuk mendapatkan bahan obat obatan herbal di hutan tersebut


"Bagaimana ceritanya suku terasing yang konon sangat ditakuti oleh orang luar, bisa dibuat tunduk kepada kalian?" Tanya tuan Birawa penasaran


"Ini semua berkat paman Abi melalui cenayang Belboa."


"Mereka menganggap bahwa paman Abi sebagai dewa leluhur mereka." Jawab Dion apa adanya


"Hahahaha!. Bagaimana bisa?" Respon tuan birawa keheranan


"Begitulah kenyataannya kek. Jika mereka berdua tidak ada terutama paman Abi, mungkin sudah terjadi pembunuhan besar-besaran waktu itu."


"Beruntung di saat kritis waktu itu, paman Abi datang, dan langsung menunjukkan kekuatan supranatural metafisikanya di hadapan mereka, hingga membuat kepala sukunya tunduk, dan mengaggap paman Abi sebagai sesembahan mereka." Jawab Dion cukup panjang sekali


"Jika begitu pilihan mu tepat membawanya cucu ku."


"Jika terjadi pembunuhan pada suku terasing tersebut, tentu dunia akan mengutuk kita, dan akan menjadi preseden buruk bagi Birawa Group." Ucap tuan Birawa cukup lega


"Itulah yang Dion pikirkan juga kek!. Beruntung kejadian itu tidak terjadi pada mereka juga pada kita."


"Andai terjadi juga, tentu Dion lah orang pertama yang sangat menyesal sekali."


"Tapi walau hal tersebut tidak terjadi, Dion tetap akan menjadikan mereka sebagai bagian dari misi kita, untuk menyelamatkan mereka agar tidak punah!" Ucap Dion berapi api pertanda terlalu semangat


"Bagaimana caranya cucuku?" Tanya tuan Birawa ingin tahu


"Dengan membuatkan mereka areal pemukiman tetap, agar tidak hidup secara nomaden lagi."


"Perbekalan yang kalian bawa itu, sebagian besarnya akan kita serahkan pada mereka. Termasuk juga peralatan pertanian lengkap dengan bibitnya."


"Dengan demikian, sedikit banyaknya mereka telah diajari menjadi manusia beradab dan berbudaya." Jawab Dion terus terang


"Lalu bagaimana dengan rencana selanjutnya. Apakah dalam waktu dekat ini kita akan kembali ke kota Golden City?" Tanya tuan birawa sekedar memastikan saja


"Tentu saja tidak kek!. Kemungkinan seminggu lagi kita berada di sini, atau minimal tiga hari!" Jawab Dion tanpa ragu ragu


"Paman Abi, cenayang Belboa, James, Rudolf dan seratus pengawal kita, akan tetap berada di sini."


"Mereka bertugas untuk mengawal serta memastikan keselamatan para pekerja, yang akan Dion datangkan kemari besok atau lusa."


"Sedangkan James, akan menjadi ahli dalam pembangun rumah sederhana buat mereka." Ucap Dion mantap


"Kalau begitu, malam ini juga hubungi Burgon, Robin serta yang lainnya, agar secepat nya menghubungi para pekerja, untuk berangkat besok dengan menggunakan pesawat terbang milik kita."


"Lebih cepat akan lebih baik!" Ucap tuan Birawa ikut ikutan semangat


"Baik kek!" Jawab Dion cepat. Kemudian meminta pada James untuk menghubungi temannya di kota emas


"Minta pada mereka, untuk mempersiapkan 200 orang pekerja, guna diberangkatkan ke sini besok!"

__ADS_1


"Informasikan juga agar mereka membawa peralatan pertukangan yang cukup." Perintah dan instruksi tegas Dion pada James


"Baik tuan besar!" Jawab James patuh


__ADS_2