Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Kata sepakat


__ADS_3

Entah mengapa Ivory menjadi begitu gugup sekali, padahal yang datang itu adalah calon suaminya sendiri, tapi pagi ini, sikapnya sedikit berlainan


Apakah karena terkejut didatangi oleh Dion, atau karena kedatangan Dion yang tidak disangka sangka nya itu


Dion memang jarang sekali datang ke hotel tempat Ivory menginap, lebih banyak Ivory yang mendatangi Dion sendiri, karena itu memang tugasnya sebagai sekretaris, atau asisten pribadi Dion


Khusus pagi ini, Dion pula yang mendatangi Ivory, itu pun karena ada keperluan yang sangat mendesak sekali


Sejak pernikahannya dengan Jasmine gagal, Dion berubah menjadi laki laki dingin. kurang romantis dan cenderung mengabaikan perasaan orang lain


Pikirannya hanya penuh dengan tekad perluasan usaha, balas dendam dan menguasai ekonomi dunia, hingga dia lupa, ada hati yang tersakiti, ada cinta yang tak bermakna, ada harapan yang menggantung oleh sikap dinginnya itu


Sama seperti pagi ini, tanpa basa basi lagi, Dion langsung masuk kedalam kamar mewah Ivory, dan langsung duduk di sofa dalam ruangan itu, tanpa menyapa sayang atau memandang Ivory dengan sikap mesra


"Dion! Dion!, Terbuat dari apa hatimu sebenarnya. padahal aku ini calon istri mu sendiri lho. bersikaplah sedikit mesra kenapa. Jangan seperti itu!" Batin hati Ivory meratap pilu


"Aku butuh juga kata kata mesra, ungkapan cinta dan perhatian lebih dari mu, bukan sekedar bergelimang harta dan kekayaan dunia." Kata batinnya terus mengharap


"Hati ku perlu juga kau sirami dengan kasih sayang dan perhatian. tidak seperti saat ini Dion!" Jerit hati Ivory miris, melihat sikap dingin Dion pagi ini


Tapi sepertinya, prasangka buruk Ivory terhadap Dion salah besar, karena tak lama setelah dia duduk itu, Dion berkata." Sayang, ke marilah!, duduk di samping ku, jangan gugup seperti itu." Ucap Dion membuyarkan lamunan Ivory tersebut


"A..aku!"


"Kamu kenapa?. Ayo cepat ke sini, dan duduk di dekat ku, karena ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan mu." Ucap Dion memotong perkataan gugup Ivory itu


Dengan malu malu Ivory beranjak dari tempat duduknya, dan berpindah ke dekat Dion


Begitu dia sudah duduk, tangan kiri Dion langsung memeluk bahu Ivory, dan merengkuhnya ke dalam pelukan mesra


Ivory yang tidak menyangka, akan mendapat perlakuan lembut seperti itu, hanya diam saja dan pasrah serta berharap, agar Dion melakukan aksi lebih dari sekadar memeluknya itu, dan harapannya terkabul, karena setelah membenamkan wajah Ivory ke dalam pelukannya, Dion mengangkat wajah Ivory, agar menghadap ke wajahnya, kemudian memandang matanya dengan syahdu


Untuk sesaat, mereka terpaku diam, saling memandang satu sama lain, lalu dengan lembut, Dion mendekatkan bibirnya ke bibir Ivory dan mengecupnya dengan mesra


Tubuh Ivory bergetar halus, pertanda menerima sentuhan lembut dari bibir Dion, seperti aliran listrik yang bereaksi ketika disentuh. Begitulah kondisi Ivory saat ini


Matanya yang semula terbuka, kini telah terpejam, dan menikmati perlakuan lembut dari calon suaminya itu

__ADS_1


Hilang sudah gundah gulana yang barusan tadi melanda hati, dan sirna akibat perlakuan lembut dari Dion. Sedih berganti bahagia


Baru kali ini Ivory melakukan itu dengan lawan jenis. Selama ini, dia dikenal bersih, dan belum pernah menjalin hubungan dengan orang lain, kecuali dengan Dion, karena dia akan memberikan segala yang dimiliki, hanya pada lelaki yang diyakini akan menjadi suaminya nanti


Setelah berlalu beberapa saat, Dion menyudahi perlakuan lembutnya terhadap Ivory, kemudian menjauhkan wajahnya dari wajah Ivory, dan bersikap biasa lagi


Tapi tak lama sesudah itu, Dion membuka suara dan sepertinya sedikit ada keraguan di dalam hatinya


"Untuk kau tahu Ivo, aku sengaja datang menemui mu karena ingin membicarakan berita tentang Maya." Ucap Dion setelah menghilangkan keraguan dalam hatinya itu


"Maya! Kenapa dengan Maya?" Tanya Ivory terkejut


"Kau tenanglah!, jangan panik seperti itu. Barusan tadi senyum di wajah mu sangat indah sekali. sekarang kok malah seperti ketakutan." Ledek Dion menggoda Ivory


"Aaaaa!" Ucap Ivori sambil mencubit lengan Dion, hingga membuatnya kesakitan, walau sebenarnya hanya sekedar merespon sikap manja dari Ivory itu


"Sekarang dengarkan baik baik!" Ucap Dion memberi instruksi, lalu mengambil nafas dan berkata lagi


"Aku sebenarnya juga tidak tahu, permasalahan apa yang menimpa Maya. Pada awalnya, aku hanya menduga, karena dia tidak ingin merebut ku dari mu." Ucap Dion mencoba menjelaskan duduk perkara awalnya


"Dia menyatakan mundur dari perjodohan itu, dan hanya ingin menjadi cucu angkat dari kakek ku itu." Jawab Dion tenang


"Apakah berita ini benar, atau sekedar bercanda?" Tanya Ivory terkejut


"Aku tidak bercanda, Ini serius!" Jawab Dion menenangkan Ivory


"Kapan itu terjadi, dan kenapa kita baru tahu sekarang?" Tanya Ivory lagi semakin penasaran


"Dua jam setelah kita kembali ke kota B, kakek ku menyampaikan berita besar itu, yang pada intinya, Maya menyatakan mundur dari perjodohan, dan menginginkan agar dirinya diangkat saja menjadi cucu angkat kakek."


"Pada awalnya, aku juga terkejut dan tidak menyangka, Maya akan mengambil keputusan seperti itu, tapi setelah di beri penjelasan oleh kakek Birawa, barulah aku tahu, alasan kenapa Maya mengundurkan diri itu." Ucap Dion setenang mungkin


"Memangnya ada masalah apa dengan maya?" Tanya Ivory sedih


"Dia menderita kelainan rahim, atau sindrom Mayer Rokitansky Kuster, dan sudah divonis oleh dokter, tidak akan bisa memberikan keturunan." Jawab Dion tak semangat bercampur sedih


Deg!

__ADS_1


Jantung Ivory berdetak tanda terkejut, dan terdiam sunyi. Tidak ada kata yang terucap, hatinya seperti menangis, bukan gembira, karena saingan nya telah pergi, tapi dia malah sedih, mungkin karena mendengar, bahwa Maya tidak akan bisa memberikan keturunan kepada suaminya nanti


Sebagai seorang wanita, Ivory tentu saja menyadari, apa arti penting dari kesehatan rahim tersebut, karena dengan rahim sehat, seorang perempuan bisa memberikan keturunan pada suaminya, karena itu akan lebih mengikat kasih sayang dan rumah tangga, agar tetap langgeng


"Bagaimana tanggapan mu, Apakah kau senang?" Tanya Dion tiba tiba, hingga mengejutkan Maya yang sedang melamun itu


"Honey!. Sebagai seorang wanita, jujur Ivo senang, tapi di sisi lain, Ivo juga sedih, karena memikirkan nasib Maya kedepannya." Jawab Ivory bijaksana


"Siapa laki laki yang mau menerimanya, kalau tahu bahwa Maya dalam kondisi seperti itu, dan apakah laki laki tersebut, akan mau menerima Maya apa adanya. Aku ragu tentang itu sayang!" Ucap Ivory mengkuatirkan nasib saingan nya itu


"Itu juga yang ada di dalam pikiran ku. Pada awalnya aku senang, karena Maya mengundurkan diri, tapi setelah mengetahui alasannya, aku jadi merasa bersalah, begitu mengetahui nasib buruk yang menimpa Maya itu."


"Seharusnya aku tetap mempertahankannya, bukan malah meninggalkan dia begitu saja."


"Apakah aku layak disebut laki laki hebat, kalau tidak mau berkorban sedikit pun untuk menyenangkan hati seorang wanita?" Ucap Dion bagai pujangga


Mendengar kata kata itu, Ivory menangis tersedu. Dia tidak menyangka, bahwa calon suaminya itu, ternyata berhati emas, lembut dan bertanggung jawab


Sungguh dia sangat salah, menganggap Dion terlalu dingin pada seorang wanita


"Ivo hanya bisa mengatakan, bahwa calon suami Ivo ini, harus bertanggung jawab, dan menikahi kedua duanya, tidak boleh meninggalkan Maya hanya karena penyakitnya itu." Jawab Ivory memberi keputusan dan kata sepakat dengan Dion


"Walaupun sejujurnya, Ivo senang karena hanya Ivo sendiri yang akan memiliki mu, tapi di sisi lain, Ivo juga tidak ingin melihat Maya menderita selama hidupnya."


"Jadi nikahi kami berdua, dalam waktu yang bersamaan!" Tegas Ivory memberi keputusan


"Ternyata urusannya semudah ini. Kau memang seorang wanita yang mulia Ivo. Aku kira kau akan senang, tapi ini malah sedih, ketika mendengar Maya mengundurkan diri. ditambah karena penderitaannya itu" Ungkap Dion memuji Ivory dengan tulus


"Ivo tidak boleh egois, dan mementingkan diri sendiri, serta bersikap masa bodoh terhadap nasib orang lain, apalagi sesama wanita, yang berbarengan mencintai lelaki yang sama." Jawab Ivory tulus, kemudian melanjutkan perkataannya lagi


"Aku ingin kau membahagiakan kami berdua. Jika Maya tidak bisa memberikan mu keturunan, maka Ivo bisa. Nanti anakku akan menjadi anaknya juga, jadi dia bisa dipanggil ibu juga!. Bagaimana?" Ucap Ivory mengutarakan pendapatnya


"Nah itu juga yang aku pikirkan, ternyata hati kita sama."


"Kalau begitu sepakat. Aku akan bertanggung jawab, menikahi Maya untuk membahagiakannya bersama denganmu." Jawab Dion senang, karena telah bisa memecahkan masalah yang sangat rumit itu


"Terima kasih sayang! Ivo senang mendengarnya." Sambut Ivory sambil memeluk Dion dan mengecup pipinya dengan mesra

__ADS_1


__ADS_2