Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
55. Kau mau pamer kekuatan


__ADS_3

Aaaarrrggh...! Teriaknya keras


"Tangan ku! tanganku !" "Ujarnya kemudian, sambil memegangi punggung tangan kanannya kuat kuat


Terlihat darah mengalir cukup deras dari punggung tangan kanannya, akibat ditembus oleh pisau kecil, yang dilemparkan secara cepat oleh Hans si tangan kilat


Pisau kecil yang dilemparkan oleh Hans tersebut, bukanlah pisau biasa, tetapi pisau yang terbuat dari bahan baja yang sangat keras dan tajam


Keahlian Hans sesungguhnya adalah pengendali pisau terbang. Selain itu, dia juga bisa berkelahi dengan menggunakan tangan kosong


Keahliannya itu sudah dikuasainya cukup lama, dan sudah sangat sempurna


Ketika dia melihat, Govan sedang mengarahkan moncong senjatanya ke arah Dion, dan siap menarik pelatuknya, dengan cepat Hans bergerak, melemparkan pisau yang ada di tangannya ke arah punggung tangan Govan, yang sedang memegang senjata itu


Dan hasilnya sangat akurat sekali, punggung tangan Gopan tertembus pisau tersebut, hingga membuat senjata api berjenis revolver kaliber 22 yang dipegangnya terlepas, dan jatuh ke tanah


Anak buahnya tidak sempat mencegah, dan tidak bisa berbuat apa apa. Mereka semuanya melongo, atas apa yang terjadi terhadap bosnya itu


Tapi beberapa saat kemudian, mereka baru tersadar, bahwa Govan telah terkena serangan secara diam diam dari orang lain yang ada di situ


Dengan bergegas, lima orang pengawal pribadi Govan, yang selalu setia mendampingi kemanapun dia pergi, memeriksa keadaan bosnya, kemudian berusaha mencabut pisau kecil yang menancap di punggung tangan Govan tersebut


Tapi bukannya berterima kasih kepada kelima orang pengawalnya, Govan malah marah marah dan memaki maki mereka semua


"Dasar tidak berguna!. Kenapa kalian tidak bisa mencegah, agar pisau ini tidak mengenai punggung tanganku, dan menjatuhkan senjata itu?. Dasar bodoh" Ucapnya kasar


"Maafkan kami bos, sejujurnya kami tidak tahu, akan ada serangan yang tiba tiba tersebut, dan kami tidak tahu, siapa yang telah menyerang bos secara licik, dengan pisau kecil ini." Jawab mereka membela diri


Tapi Govan masih tetap marah, walaupun sudah mendengar penjelasan dari anak buahnya barusan, kemudian dia berkata lebih kasar lagi


"Dasar brengsek! badjingan! binatang!" Ucapnya kasar memaki maki anak buahnya


Belum puas memarahi anak buahnya, Govan kembali melanjutkan makiannya. "Dasar tidak berguna, lebih baik aku bunuh saja kalian semua!" Katanya marah marah dan tidak terkendali lagi


Dion yang mendengar ocehan dari Govan tersebut tertawa cukup keras, hingga mengejutkan Govan dan orang orangnya


"Hahaha!. Tidak kusangka, pecundang dan penghianat temannya sendiri, akan bersikap cengeng seperti itu." Ucap Dion mengejek Govan, hingga membuatnya semakin marah, tapi Dion cuek saja, dan terus mengejek Govan dengan beraninya

__ADS_1


"Hanya terkena pisau kecil saja, sudah meraung raung seperti anak kecil, yang di marahi orang tuannya." Ujarnya lagi


"Kalau aku jadi kau!, aku akan sangat malu dengan anak buahmu itu." Sambung Dion memprovokasi Govan


Govan yang dihina habis habisan tersebut, menjadi benar benar marah dengan berkata


"Dasar bajingan!. Siapa kau?" Ucapnya emosi, kemudian mengalihkan perhatiannya pada anak buahnya yang lain


"Kalian!. Kenapa diam saja!. Cepat habisi mereka.Jangan beri ampun lagi. Tapi jangan ganggu gadis itu!" Teriaknya kuat kuat, memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghabisi Dion dan orang orangnya


"Jangan mimpi!. Kalian hanya semut kecil di depanku!" Teriak Dion tak kalah kuat dan terkesan memprovokasi mereka


Govan yang mendengar itu, menjadi sangat geram sekali. dan tidak sabar ingin menghabisi Dion secepatnya, Tiba tiba dia merebut pistol yang ada di balik baju anak buahnya, lalu dengan dua tangan, Govan mengarahkan moncongnya ke arah Dion, lalu segera menarik pelatuknya, dan..


"Dooorrrr.." Bunyi letusan pistol terdengar, memecahkan suasana mencekam di tempat itu


Kejadian itu berlangsung sangat singkat, sehingga Hans dan pengawal lain, tidak sempat untuk menggagalkan tembakan tersebut. Mereka hanya berharap, Dion tidak akan apa apa


Ternyata harapan mereka terkabul. Peluru yang ditembakkan oleh Govan tersebut, tiba tiba berhenti, ketika jaraknya tinggal sejengkal dari kepala Dion


Semua orang yang melihat kejadian itu, tentu saja sangat terkejut, mereka tidak percaya, peluru yang ditembakkan dari senjata revolver itu, bisa berhenti secara mendadak seperti itu


Begitu juga dengan Burgon, Leon, Robin, apalagi Iron dan seluruh orang orangnya. Mereka begitu sangat terkejut, ketika melihat peluru yang ditembakkan oleh Govan dari jarak dekat tersebut, berhenti persis di sejengkal dari wajah Dion


Mereka jelas tidak percaya, bagaimana caranya Dion mampu menghentikan peluru yang melesat dengan cepat tersebut


Sebaliknya di sisi Govan, dia tidak mau tahu, bagaimana caranya Dion bisa menghentikan peluru yang melesat cepat ke arahnya tersebut. Govan berpikir, bahwa hal itu hanya kebetulan saja


Maka sekali lagi dia menembakkan pistolnya secara berturut turut ke arah Dion, dengan harapan, kali ini Dion akan habis


Tapi kejadian tadi terulang lagi, dan harapan Govan tidak terkabul. Peluru yang ditembakkan olehnya barusan, juga mendadak berhenti di hadapan Dion, dan kali ini, jaraknya bukan satu jengkal lagi, tetapi 1 meter jauhnya


Kejadian itu sekali lagi sukses membuat Govan, dan mereka semua yang menyaksikan kejadian itu, kembali tercengang. Sungguh mereka tidak menyangka, bahwa Dion mampu menghentikan 9 peluru yang ditembakkan secara berturut turut itu


Ditengah keterkejutan mereka, tiba tiba terdengar sebuah suara yang keras, yang beraura sangat menakutkan, suara itu berasal dari Dion, dan..


Tap! tap! tap!

__ADS_1


"Bammmm!"


Sepuluh peluru yang tadi ditembakkan oleh Govan, dan sedang mengambang di udara, tiba tiba saja ditangkap oleh Dion, dan dihancurkannya dengan mudah


"Sudah cukup main mainnya! Kalian telah membuang waktuku yang sangat berharga di sini." Ucap Dion dingin


"Hahaha!" Tawa Govan geli, walau dalam hatinya terkejut, begitu melihat Dion mampu menghancurkan peluru pistolnya tersebut dengan begitu mudahnya, lalu dia berkata lagi,


"Hanya mainan anak anak, kau berani sesumbar di hadapanku. kalian hanya beberapa belas orang saja, tapi lihat anak buahku, mereka berjumlah 250 orang, yang dipersenjatai dengan senjata tajam, dan lain lain, sedangkan kalian?" Ucapnya sombong, lalu cepat cepat menyambung perkataannya lagi


"Hanya membutuhkan waktu cuma satu menit, kalian semua akan mati!" Sambungnya lagi percaya diri


"Benarkah?" Jawab Dion enteng, lalu


"Kalian!. Cepat lakukan tugasmu!" Perintah Dion tegas dengan suara keras


Tak lama setelah Dion mengucapkan perintah itu, orang orang yang diperintahkan oleh Dion tadi, untuk tidak menampakan diri, tiba tiba keluar dari persembunyiannya, dan langsung membentuk formasi mengepung dari segala arah, sehingga posisi Govan dan anak buahnya, sekarang berada di tengah tengah


Govan yang melihat kejadian itu, tentu saja sangat terkejut, dia tidak menyangka, Tiger akan membawa pengawal sebanyak itu


Govan masih tetap menyangka, bahwa orang orang yang mengepungnya tersebut, adalah para pengawal Tiger, dan dia tidak habis pikir, bagaimana caranya Tiger bisa mendapatkan orang orang seperti itu


Dalam pandangan Govan, dan seluruh anak buahnya, orang orang yang barusan keluar tadi, terlihat sangat kuat, walaupun mereka tidak kelihatan memegang senjata, tapi tampaknya mereka masih tenang tenang saja, dan tidak ada rasa takut dan gugup sedikit pun


Menyadari posisinya yang terkepung, Govan masih mempunyai keyakinan, bahwa orang orang yang dibawanya itu, akan mampu menghadapi orang yang sedang mengepung mereka


Dengan lantang Govan memberi perintah kepada anak buahnya, untuk bergerak dan menghabisi orang orang yang disangka adalah pengawal Tiger itu


Ketika perkelahian akan pecah, tiba tiba terdengar sebuah suara dari belakang orang yang mengepung Govan tersebut


"Berhenti!" Teriak sebuah suara yang cukup keras dari arah belakang mereka


Spontan Govan dan anak buahnya berhenti, dan mengalihkan pandangannya kearah orang yang barusan tadi bersuara


Dan alangkah terkejutnya Govan, apalagi 150 anak buah yang di sewa olehnya. Ke 150 orang itu, tentu saja mengenal siapa yang barusan tadi berteriak tersebut


Serempak mereka mundur, dan keluar dari kelompoknya Govan, lalu membentuk barisan sendiri, dan menunduk takut takut sambil berkata

__ADS_1


"Bos!" Ucap mereka serempak


__ADS_2