
"Arkh!"
"Dasar wanita iblis!. Bisa bisanya kau memperlakukan ku dengan cara begini?" Teriak Sagara keras dalam kesakitan nya itu
"Kau pantas mendapatkannya!" Jawab Anjani marah, kemudian menendang dada Sagara kuat kuat
Buk!
"Uugh!"
Tubuh Sagara terdorong dan bergeser beberapa langkah, saat dia sedang duduk kesakitan itu, tak lama kemudian ambruk ketanah, berguling guling kesakitan, tapi belum mati atau pingsan juga
"Hebat juga daya tahan tubuh mu ya?. Coba rasakan yang ini!" Ucap Anjani dengan rasa kesal yang terlalu besar itu
"Tunggu kak!" Teriak seorang pengawal wanita pada Anjani dengan suara keras
"Kenapa kau menghentikan langkah ku Fenty?" Tanya Anjani marah
"Kakak tenang saja!. Bukankah kakak sudah melampiaskan kekesalan kakak padanya?"
"Sekarang giliran kami dong!" Jawab Fenty dengan sikap cueknya itu
"Lalu Apa yang akan kau lakukan padanya?" Tanya Anjani penasaran
"Kakak lihat saja apa yang akan aku lakukan sebentar lagi!" Jawabnya penuh teka teki
"Adik Vanny, kemari lah!" Ucap Gadis pengawal yang bernama Fenty itu dengan intonasi tinggi
"Siap kak!" Jawab Vanny patuh, kemudian mendekati teman seangkatannya itu dengan langkah cepat
"Orang ini tadi mengatakan, kita wanita jhalang. Menurut mu apa yang harus kita lakukan padanya?" Tanya Fenty dengan sikap acuh tak acuh, sambil menyeringai buas ke arah Sagara
"Apa yang akan kalian lakukan?"
"Jangan berani macam macam!. Aku cucu kesayangan kakek Aminata, pengusaha sekaligus ketua gangster kota C, juga kota di sekitarnya!" Ucap Sagara cepat, mencoba menakut nakuti keduanya, agar tidak bertindak di luar batas
"Hehehe!" Kau tenang saja tampan!. aku bukan ingin memberi hukuman, tapi akan memberi kenikmatan yang tiada tara padamu?" Jawab Fenty terus terang
"Jangan macam macam!. Pergi! pergi!" Jawab Sagara ketakutan, ketika melihat seringai buas di wajah gadis gadis itu, sambil berangsur menjauh seakan mau lari
"Ini tidak menyakitkan tampan!. Percayalah!"
"Kau cukup diam dan berbaring saja di tanah."
"Pejamkan mata mu, dan nikmati saja, betapa lembutnya sentuhan jari jari wanita jhalang ini."
"Aku jamin dalam sekejap kau akan keluar." Ucap Fenty sambil merintih manja
"Tidak! tidak!. Aku tidak mau!. Cepat pergi dari hadapan ku!" Teriak Sagara semakin ketakutan
"Percayalah!. Ini tidak akan membuat mu sakit, tapi malah membuat mu merasa bagai terbang ke surga!" Jawab Fenty masih dengan sikap genitnya itu
Eric, Anjani dan ratusan pengawal yang melihat kelakuan temannya tersebut, menjadi tertawa geli, karena mereka tahu apa yang akan di lakukan oleh temannya itu
Ini kesempatan bagi mereka, melihat aksi Fenty yang cukup berani itu.
Sambil menunggu adegannya, dada mereka, terutama yang masih bujangan, menjadi berdebar tidak menentu, dan sudah membayangkan gerakan erotis yang akan di lakukan oleh Fenty, yang cukup cantik dan seksi tersebut
Serasa tidak sabar mereka menunggu aksi dari sahabatnya, yang mereka nilai terlalu lama itu
Maka dengan tidak sabar, teman temannya berteriak menyemangati Fenty dan temannya tersebut, untuk melakukan aksi yang sudah di tunggu tunggu oleh mereka
"Tunggu apa lagi Van!. Cepat raih kenikmatan pada alat orang itu!."
__ADS_1
"Kami sudah tidak sabar melihat aksi mu yang sangat memukau tersebut!" Teriak teman laki lakinya dengan penuh semangat
"Apakah kalian sudah tidak sabar melihat gerakan ku?" Tanya Fenty dengan suara keras
"Ya!" Jawab mereka penuh semangat
"Ada ada saja kelakuan si centil itu!" Ucap Anjani pada suaminya
"Biarkan saja!. Aku ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh bawahan mu yang genit tersebut!" Jawab Eric cuek
"Huh ada maunya!. Dasar laki laki!" Respon Anjani kesal"
"Hehehe!" Respon Eric malu malu
"Ayo tampan, berbaringlah dengan baik!. Kami akan memberikan kenikmatan yang tiada tara pada mu." Ucap Fenty sambil mendesah manja, dan melakukan gerakan erotis di depan Sagara yang ketakutan itu
"Vanny!, cepat kau buka celana orang ini, dan baringkan dia di tanah, agar aku bisa melakukan tugas ku!' Ucap Fenty memberi perintah
"Baik!' Jawab Vanny patuh, kemudian berjalan mendekati Sagara, dan berusaha membuka celana panjangnya dengan paksa
"Apa yang akan kalian lakukan?"
"Aku tidak mau!. aku tidak mau!" Teriak sagara semakin takut, sampai badannya bergetar karena menahan ngeri
Dengan sekuat tenaga dia bertahan dan memberontak, dari tarikan tangan Vanny atas celana panjangnya itu
Tapi apalah daya, kekuatannya sudah hilang dan tidak kuasa lagi menahan perlakuan dari gadis gadis tersebut
Kini tubuh bagian bawahnya sudah hampir bugil. Yang tinggal hanya pakaian dalamnya saja.
Dengan menahan malu, Sagara masih berteriak lantang dengan berkata.
"Dasar perempuan jhalang!, iblis!. Perempuan tidak tahu malu dan tidak punya etika!' Teriak Sagara sekuat tenaga
"Bukankah kau menyukai wanita jhalang seperti kami?"
"Bahkan berniat memakai kami barang satu atau dua malam?"
"Tapi jangan menunggu malam lah, sekarang juga boleh. Kami sudah tidak sabar untuk melakukannya. jadi kami akan memberikan kenikmatan itu pada mu sekarang juga!" Jawab Vanny dengan entengnya
"Aku tidak mau! tidak mau!" Teriak Sagara ketakutan
"Sudah terlambat!" Respon Vanny dan Fenty bersamaan, kemudian menaiki tubuh bagian bawah Sagara, dan menggoyang goyangkannya cukup lama. Tapi tiba tiba..
Crash!
"Aarrkkh!" Teriak Sagara kuat kuat, sambil berguling guling di tanah dan seperti kerasukan barang ghaib
Benda sakti miliknya yang sudah pecah kedua pengawalnya itu, terpotong sampai ke dasar, dan meninggalkan bagian tumpul yang berdarah, mengalir deras tiada henti
"Rasakan pembalasan ku manusia hina!"
"Berani beraninya kau mengatai ku Jhalang!, Sekarang siapa yang sebenarnya Jhalang ha?" Teriak Fenty marah
"Kau pikir aku akan diam saja, melihat perlakuan mu pada kami?"
"Jangan harap!. Sekarang pergilah kau ke neraka!"
Jleb!
Jleb!
Crash!
__ADS_1
"Uuu!. Sadis!" Koor dari teman temannya bersamaan
Tiada lagi suara teriakan terdengar dari mulut Sagara, karena kepalanya telah terlepas dari badan, dan menggelinding jauh mendekati tempat Anjani berdiri. lalu..
Buk!
Kepala yang sudah terlepas dari badan, masih juga di tendang kuat kuat oleh Anjani, hingga terpental jauh, dan menabrak mobil mewah itu
Tidak ada perasaan takut, risih atau khawatir, karena telah menghabisi nyawa orang lain
Bagi mereka, hal itu sudah biasa, karena mereka di latih untuk tidak kenal takut dan ragu ragu. Maka ketika menganiaya Sagara yang sudah tidak berdaya itu, tidak ada keraguan sedikit pun di hati mereka
Dengan entengnya mereka mempermainkan tubuh calon mayat, dengan memberi harapan palsu, dan menggoda nya dengan gerakan, serta kata kata yang menggoda iman
"Angkat jasad jasad itu, dan masukkan kedalam mobil!. Lalu bawa mereka ketempat jauh!" Perintah Eric tegas
"Buang jasad mereka ke dalam jurang!. Tapi sebelumnya, siram tubuh mereka dengan minyak, lalu bakar hingga tidak tersisa!" Perintahnya lagi
"Baik!" Jawab sebagian anak buahnya serempak. Kemudian mengangkat jasad Sagara dan anak buahnya itu, lalu dimasukkan kedalam mobil mereka
Tak lama kemudian, tempat kejadian perkara telah bersih dari kekacauan, dan tidak ada lagi sisa sisa pertarungan, apalagi darah. Semuanya telah dibersihkan dengan teliti
Setelah pekerjaan mereka selesai, barulah akses keluar masuk kota di buka
Sebelumnya dalam radius 800 meter, jalan masuk dan keluar ke kota Golden City, telah di blokir oleh anak buah Eric, hingga orang orang tidak bisa keluar masuk kedalamnya
Hal itu sengaja di lakukan, agar orang orang yang ada di dalam kota maupun yang ada di luarnya, tidak mengetahui apalagi melihat kejadian tersebut
Kini kota Emas atau Golden City, aktivitasnya telah kembali normal, dan seperti tidak pernah terjadi sesuatu sebelumnya
***
Prang!
Cangkir keramik yang di pegang oleh Aminata yang berisi air teh tiba tiba terjatuh, dan menimpa kakinya, hingga membuat kulitnya melepuh
"Ada firasat apa ini?" Kenapa tangan ku tiba tiba bergetar dan seperti tidak mampu mengangkat cangkir itu?" Batin Aminata dalam hati
"Apakah ini ada kaitannya dengan cucu ku?. Tapi tidak mungkin! dia dan pengawalnya, adalah orang orang kuat dan terpilih."
"Tidak mungkin mudah untuk di habisi, atau ada orang yang
berani mencari gara gara dengannya!"
"Aku yakin ini hanya perasaan ku saja, yang terlalu ketakutan setiap kali cucu kesayangan ku itu pergi ke mana mana!" Ucap nya lirih pada diri sendiri
"Ah!. Mungkin akan lebih baik jika aku meneleponnya saja. Sekaligus menanyakan perkembangan usaha nya itu." Ucap Aminata dengan sorot mata berbinar binar
Tak lama kemudian, nomor yang di hubungi olehnya tersambung, dan dia menunggu cucunya mengangkat telepon darinya
Tapi sekian lama di tunggu, nomor yang di hubungi tidak si angkat juga
Kesal dengan usahanya yang gagal, sekali lagi Aminata mencoba menghubungi nomor cucunya. Tapi jawaban yang dia terima malah membuat jantungnya serasa mau copot
"Cucu mu sedang istirahat! dan sekarang sedang di antar kan ke neraka!" Jawab orang yang ada di seberang sana dengan nada tinggi
Klik
Tiba tiba saja sambungan teleponnya mati, dan tidak bisa di hubungi lagi
Hal itu bisa terjadi, karena komandan yang membawa jasad sagara serta anak buahnya itu, memerintahkan pada anak buahnya, agar handphone milik mereka di matikan, karena nanti akan di bakar bersama dengan jasad pemiliknya
"Aneh! kenapa orang lain yang mengangkat telepon ku?. dan tadi mengatakan bahwa cucu ku sedang istirahat?" Batinnya dalam hati
__ADS_1
"Atau Jangan jangan?" Teriaknya keras dengan ekspresi khawatir. lalu pergi dengan langkah tergesa gesa menuju entah kemana