Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Setelah sekian lama


__ADS_3

Semasa kuliah dulu, boleh dikatakan, Dion tidak banyak mempunyai teman baik, hanya beberapa orang mahasiswa yang mau berteman dengannya, termasuk Emily


Sebahagian besar mahasiswa, yang satu jurusan dengan Dion, selalu menganggap, bahwa Dion itu mahasiswa miskin, bisa kuliah disitu karena faktor keberuntungan saja


Setiap hari boleh dikatakan, Dion selalu mendapat tatapan sinis dari para mahasiswa kaya itu, tapi Dion cuek cuek saja


Salah satu mahasiswa yang paling sering membully Dion waktu itu adalah Tommy, anak seorang pengusaha daerah yang kaya raya dari kota M


Dia bisa kuliah di kampus itu, karena rektornya masih ada hubungan kekerabatan dengannya


Tommy lebih memilih kuliah disitu ketimbang di kotanya sendiri, karena IQnya yang dibawah standar


Kalau dia kuliah di kotanya sendiri, ayahnya khawatir, kalau Tommy tidak bisa lulus, karena sistem pendidikannya yang sangat ketat


Tapi kalau dia kuliah di kampus yang dipimpin oleh kerabatnya tersebut, ayah Tommy berharap, Tommy bisa dibantu dalam segala hal


Dengan mengandalkan kekuasaan dan kekayaan ayah juga kerabatnya tersebut, dia sering menindas dan bersikap sewenang wenang pada mahasiswa lain, terutama pada si Dion itu, tapi Dion tidak menanggapinya dengan serius


Dengan tekun Dion terus belajar dan belajar, hingga prestasinya melejit menjadi peringkat pertama dalam jurusan manajemen bisnis di fakultasnya, bahkan ketika diwisuda, Dion memperoleh gelar mahasiswa terbaik dengan nilai sempurna sekampusnya tahun itu


Selain Tommy, mahasiswa dan mahasiswi lain yang selalu membully dan menghina Dion adalah Raymond dan Riska. mereka berdua juga anak anak orang kaya, pengusaha sukses dan bankir ternama di kota S


Setiap hari, kerja mereka adalah membully dan mempermainkan Dion, apalagi si Riska itu. entah kenapa, dia begitu benci sekali pada Dion, mungkin karena cintanya tidak diterima oleh Dion waktu itu


Dia sudah tahu bahwa dion itu miskin, tapi tetap saja dipilihnya untuk menjadi pasangan. Padahal didepan teman teman sesama orang kaya, Riska pernah mengatakan, kenapa dia memilih Dion. Alasannya adalah ingin memanfaatkan otaknya yang cerdas itu. tapi dengan sopan nya Dion menolak


Atas penolakan Dion itu, Riska menjadi marah dan tidak senang. Dari perasaan suka berubah menjadi benci


Setiap hari dia dan teman temannya yang lain, termasuk Tommy dan Raymond, terus saja mengganggu Dion jika ada kesempatan. Tapi Dion tetap diam saja, hingga pada suatu waktu, karena sikap mereka sudah sangat keterlaluan, Dion dengan bringasnya menghajar Raymond dan Tommy, juga anak buahnya yang lain, sampai babak belur


Peristiwa itu didengar oleh pimpinan perguruan tinggi tersebut, dan memutuskan, menghukum Dion dengan mengganti rugi dan membiayai seluruh pengobatan mereka

__ADS_1


Tentu saja Dion yang tergolong miskin dan kurang mampu itu, tidak bisa memenuhi tuntutan dari pihak kampus. Sebagai gantinya, Dion dihukum untuk membersihkan areal kampus setelah habis kuliah selama 3 bulan


Selama masa hukuman itu, Dion terus saja dicaci, dimaki dibully dan dilempari dengan botol botol bekas bahkan batu, tapi Dion tetap tidak melawan perbuatan mereka, karena dia di bawah ancaman


Pihak kampus pun tidak mau sembarangan mengeluarkan Dion, karena mereka tahu, Dion tidak bersalah, lagipula Dion adalah salah satu aset yang sangat berharga bagi kampus tersebut, dikarenakan otaknya yang sangat cemerlang itu


Jadi selama kurang lebih 3 tahun, Dion terus belajar, sambil sesekali mengalami penghinaan dari orang orang yang sangat membencinya itu


Hari ini, Riska, Tommy dan Raymond, bertemu kembali dengan Dion di kota Golden City miliknya itu, dalam situasi dan kondisi yang berbeda


Riska sampai saat ini belum juga menikah, karena seleranya sangat tinggi sekali


Dia tidak akan mau sembarangan memilih pria, untuk menjadi suaminya. Disamping itu dia merasa, bahwa usianya belum terlalu tua, dan masih dibawah 26 tahun


Sementara Tommy dan Raymond, mereka sudah menikah. Tetapi karena sifat mereka yang tidak bertanggung jawab, dan tidak memperdulikan keluarga, istrinya memilih untuk berpisah, dan pergi dari kehidupan mereka


"Tunggu teman teman!. Sepertinya aku kenal dengan pemuda itu. Kalau tidak salah, itu Dion!, mahasiswa miskin di kampus kota B dulu." Teriak Riska terkejut. Kemudian dia mendatangi Dion, diikuti oleh teman temannya yang lain


"Halo Dion, apakah sampai saat ini, kau masih tetap miskin juga. Kapan majunya?" Ucap Riska sesaat setelah dekat dengan Dion, sambil bergaya didepan Dion, padahal disampingnya ada Hans, Eric Anjani dan lain lain


"Ternyata kau Riska! mahasiswa, berotak pas pasan waktu kuliah dulu. Tumben ada di sini, ada keperluan apa?" Respon Dion cuek


"Beraninya kau!" Bentak Riska marah, dan ingin menampar wajah Dion, tapi ditangkap oleh pengawalnya


"Biarkan saja!" Ucap Dion singkat, mencegah agar Hans tidak main tangan pada seorang perempuan sombong seperti itu


"Oh ternyata kau sudah mampu membayar orang untuk menjadi kacung mu ya?" Ledek Riska merendahkan Dion dan Hans


Tak lama setelah Riska mengucapkan kata kata itu, puluhan orang pengawal, merangsek mendekati Dion, lalu mengelilinginya, seperti ingin menunjukkan jati diri Dion yang sebenarnya


"Salam tuan muda!. Maaf kami terlambat datang!" Ucap puluhan pengawalnya itu sambil membungkukkan badan kearah Dion dengan sikap hormat

__ADS_1


Raymond, Tommy dan Riska, serta teman temannya yang lain, yang melihat kejadian itu, tercengang dan terpaku diam


Dion yang mereka anggap manusia rendah dan mahasiswa miskin dulu, sekarang tengah menerima penghormatan yang sangat besar itu


"Si..siapa kau sebenarnya?" Tanya Riska dengan kaki gemetar


"Aku bukan siapa siapa!, tapi kebetulan, kota dan restoran yang ingin kalianku datangi ini adalah milik ku!. Jadi santai saja!" Jawab Dion cuek dan terkesan sombong


"Oh ya!. Kalau nanti kalian tidak mampu membayar harga makanan di restoran ini. silakan hubungi manajernya!. Aku akan memberikan potongan harga, atau memberi kalian makan secara gratis!" Ucap Dion memberi pukulan telak pada sikap sombong mereka, lalu melangkah pergi, diikuti oleh para pengawalnya itu


Langkahnya sangat gagah sekali, mantap dan terarah. Disampingnya ada Hans dan Eric, sedang dibelakangnya ada Anjani dan tiga gadis Shanghai, juga ada empat gadis karateka, berjalan sedikit dibelakangnya


Sementara di bagian terakhir, ada puluhan pengawal elit, yang juga sedang berjalan mengikutinya


Pemandangan itu, tentu saja membuat orang orang yang tadi sempat bersitegang dengan Dion, menjadi bergidik ngeri


Andai saja tadi mereka terus memprovokasi Dion, maka bisa dipastikan, mereka akan babak belur dihajar oleh para pengawalnya itu


"Untung aku tidak sempat memprovokasi nya, atau melakukan perbuatan bodoh yang sama. Jika aku nekat tadi, aku tak tahu, apa yang akan terjadi pada tubuhku ini." Ucap Tommy dengan tubuh menggigil


"Aku juga demikian. Mulutku tadi hampir saja mengucapkan kata kata kotor, tapi untung para pengawal itu, cepat datang, jika tidak...! Ucap Raymond juga ketakutan, tidak bisa meneruskan kata katanya


"Kau juga sih Ris!. Kenapa juga kau memprovokasinya tadi, tanpa melihat situasi terlebih dahulu. Untung Dion masih tetap bersikap cuek sama seperti dulu, kalau dia emosi gara gara kau! habis lah kita!" Sambung temannya yang lain


"Aku mana tahu akan berakhir seperti ini!. Aku hanya sekedar menyapanya saja. tapi tidak disangka. jawaban Dion malah membuatku tersinggung, dan ingin menamparnya. Kalau sempat tadi tanganku sampai di wajah Dion, habislah aku!" Respon Riska juga dengan tubuh merinding


"Makanya lain kali, lihat dulu situasinya, jangan asal gampar saja. Kalau tadi Dion marah, urusannya bisa berabe tau!" Protes temannya kesal


Riska tidak menanggapi Omelan teman temannya itu. Dia malah sibuk berkata sendiri. "Tapi aku heran, bagaimana Dion bisa memiliki kota ini, berikut bangunannya, juga termasuk restoran yang ingin kita kunjungi ini?" Ujarnya lirih, tapi masih bisa didengar oleh teman temannya itu


"Kau kan tahu siapa Dion itu, mahasiswa tercerdas pada zamannya. Kita ini hanya serpihan kecil dari kepintarannya itu." Jawab Raymond memuji Dion

__ADS_1


"Aku harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya!" Batin Riska dalam hati


"Walaupun sudah menikah, aku tidak perduli mau jadi yang keberapa!" Batinnya lagi, Kemudian mengajak teman temannya untuk masuk ke dalam restoran, karena hari ini, dia sedang merayakan ulangtahunnya yang ke 25


__ADS_2