Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Sembuhlah sayang


__ADS_3

"Itulah juga yang aku heran kan!. Padahal disetiap pintu masuk, pasti ada pemeriksaan. baik pada tamu biasa atau tamu khusus." Jawab Rams juga bingung


"Sedangkan meja, kursi, tenda peralatan makan dan hidangan itu tidak termasuk, atau jangan jangan...!" Ucap Rams seperti menemukan jawabannya


"Aku juga berpendapat demikian. Ada alat yang diseludupkan melalui makanan itu, sehingga orang yang membayarnya tersebut, bisa mengetahui adanya CCTV yang terpasang didekat mereka." Respon Iron cepat


"Benar sekali!. Mereka memakai alat pemindai lokasi, yang didapatkannya dalam makanan diatas meja mereka, karena pemakaian handphone dilarang dalam pesta itu."


"Dari alat itulah, orang yang membayar Aron mengetahui, bahwa didekat mereka ada CCTV, lalu menyuruhnya agar menghancurkan alat tersebut."


"Yang melakukannya itu adalah orang dalam, pramusaji, atau pelayan yang sengaja disusupkan oleh kelompok itu." Ucap Rams lagi dengan analisanya yang cukup akurat


"Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Tanya Iron ingin tahu kelanjutannya, walau sudah mulai mengantuk


"Aku akan memeriksa orang itu lagi. Siapa tahu ada petunjuk melalui nya. Aku dengar ada tiga orang yang dicurigai sebagai pemasok senjata dan alat alat lain."


"Besok pagi aku akan memeriksa mereka kembali." Jawab Rams sambil menguap, karena sudah mulai mengantuk juga


Bertepatan dengan ucapan terakhirnya itu, terjadi pergantian shift jaga ruang operator tersebut


Puluhan anak buahnya,


bergantian menjaga komputer di ruang operator itu, sebagai antisipasi, jika ada serangan cyber atau hacker, yang akan menyerang saat mereka lengah


***


Keesokan harinya, masih di kota Golden City


Kondisi Ivory tidak begitu kritis lagi. Detak jantungnya sudah di atas ambang batas. Denyut nadi nya pun sudah mulai terasa kuat, nafasnya juga sudah mulai teratur, dan tidak lemah lagi. Pertanda obat obatan, yang dimasukkan ke dalam tubuhnya telah bereaksi


Dion yang melihat itu terlihat senang. Harapannya semakin besar. Berharap agar Ivory segera sadar dari komanya


Dengan perlahan Dion mendekati Ivory, dan membelai pipinya dengan mesra. Lalu dengan penuh kasih sayang, mengecup kening Ivory sambil berkata lirih " Sembuhlah sayang!" Ucapnya sedih, sambil menitikkan air mata bening, dan secara tidak sengaja, jatuh ke kelopak mata Ivory


Seketika kelopak yang terkena air mata itu terbuka, Mengerjap ngerjap perlahan, lalu dengan tatapan sayu, memandang Dion yang saat ini sedang menangis didekatnya


"Ivo!" Panggil Dion lirih


"Papa!" Sahut Ivory lemah


"Dokter!. Cepat tangani istriku, jangan sampai dia tertidur lagi!" Teriak Dion melalui sambungan Vidio

__ADS_1


Bergegas beberapa orang dokter datang keruang Ivory, dan dengan takut takut memeriksa kondisi pasiennya itu


Jika salah sedikit saja dalam menangani, resikonya akan kena marah oleh pemilik rumah sakit tersebut, dan bisa bisa mungkin akan dipecat


Maka dengan cekatan, tiga orang dokter itu mendiagnosa, dan mencatat kemajuan kesehatan Ivory, melalui Patient Monitor, yang senantiasa aktif didekatnya


Hasil akhir bisa disimpulkan, bahwa Ivory telah lepas dari kondisi kritisnya, tinggal menunggu proses penyembuhannya saja


Luka tusuk yang telah di operasi dan dijahit itu, sudah sedikit mengering, tapi tetap tidak boleh bergerak terlalu banyak


Dion sebagai suami, tentu saja sangat bersyukur, karena istrinya sudah sadar dari komanya


Berita itu segera dikabarkan kepada tuan Birawa, agar diteruskan pada Dragon anaknya tersebut


Maya dan Emily yang saat itu tidak ada ditempat, begitu diberitahu oleh pengawal yang dengan setia menjaga tuannya itu, bergegas menuju ruang VIP, tempat ivory dirawat itu


Sesampainya di sana, mereka berdua mendekati Ivory, dan menyapanya sambil tersenyum bahagia


***


"Jangan berkelit lagi, aku tahu kau jelas mengetahui siapa si Aron itu. Yang lain bisa kau bohongi, tapi aku bekerja berdasarkan analisa dan data, yang telah berhasil aku kumpulkan selama beberapa jam." Ucap Rams sinis pada tiga orang penyusup, yang telah menjembatani Aron dan anak buahnya itu, untuk berbuat kejahatan


"Jadi jangan coba coba lagi untuk menipu kami. dan mengatakan, bahwa kalian tidak kenal dengan yang namanya Aron tersebut."


"Kalau kalian masih tetap bersikeras untuk tidak mengakuinya. Maka dengarlah sampai sore ini, berita tentang kematian orang orang terdekatmu!"


"Sekarang pikirkanlah baik baik!. Mau melindungi bos kalian, atau membiarkan keluarga kalian kami habisi!"


"Jika kalian mengakui dan mengatakan yang sebenarnya, Kami akan memberi keringanan hukuman, dan tidak sampai mati."


"Sekarang bagaimana?. Apakah kalian masih tetap bungkam, atau mau berterus terang?" Ucap Rams dengan wajah serius


Satu orang juru masak, dan 2 orang pramusaji yang mendengar ucapan dari Rams tersebut, menjadi ciut nyalinya. Mereka tidak menyangka, bahwa analisa Rams tersebut, sangat tepat sekali


Satu hal yang sangat mereka takutkan adalah, jika ucapan Rams itu terbukti benar, maka orang orang terdekat mereka, akan hilang dari muka bumi ini


Memikirkan semua itu, akhirnya ketiga orang tersebut pun berterus terang kepada Rams, dan mengatakan bahwa, Aron dan anak buahnya itu, memang tinggal di kota S, dengan alamat yang jelas, termasuk juga ketiganya


Mereka bekerja di satu perusahaan yang sama, dan diperintahkan juga oleh orang yang sama


Dan puncaknya mereka mengatakan, bahwa yang telah membayar mereka adalah Pemilik perusahaan Tom& Co, cabang kota S, di mana mereka bekerja,

__ADS_1


Orang yang telah menyuruh mereka untuk melakukan semua itu adalah, seseorang yang dipanggil dengan sebutan Mr.Tom


"Mr.Tom?. Apakah mungkin itu kependekan dari nama Tommy?" Tanya Rams penasaran pada mereka


"Kalau untuk masalah itu, kami tidak tahu. Kami hanya diperkenalkan tanpa pernah melihat, bahwa pemilik perusahaan tersebut adalah Mr. Tom, orang yang berasal dari Prancis. Hanya itu saja yang kami tahu tuan!" Jawab Anita seorang pramusaji dalam acara pesta itu apa adanya


"Apakah kau tidak sedang membohongiku?" Tanya Rams menguji kejujuran dari Anita tersebut


"Tidak tuan. Kami tidak berani! Kami berkata jujur dan apa adanya." Jawabnya sambil takut takut


"Baiklah! karena kau telah berkata jujur, maka hukuman mu nanti akan diperingan. Tapi untuk sementara, kalian bertiga tetap masih kami tahan, sebelum kami membuktikan, apa yang kau katakan itu memang benar." Ucap Tommy memberi harapan kepada mereka


"Baik tuan!" Jawab Anita sudah mulai lega


***


Rumah sakit Queen Candramaya, sekitar pukul 9.00 pagi


"Salam tuan" Sapa Rams sopan, ketika berhasil menemui Dion di rumah sakit tempat Ivory dirawat itu


"Ada apa Rams?. Apakah ada sesuatu hal penting, yang harus kau sampaikan langsung kepadaku?" Tanya Dion dengan ekspresi datar


"Benar tuan!. Tempat tinggal kelompok Aron itu, sudah diketahui. Mereka tinggal di kota S, tidak jauh dari kota kita ini, dan bekerja di sebuah perusahaan asing, yang baru 1 tahun berdiri." Jawab Rams lancar, kemudian menyambung lagi penjelasannya


"Orang yang telah membayar kelompok Aron tersebut adalah, pemilik perusahaan itu sendiri, yang mereka panggil dengan sebutan Mr. Tom."


"Tom?. Mungkinkah dia itu Tommy?" Respon Dion terkejut.


"Bisa saja tuan!. Cuma masalahnya adalah, orang yang mereka panggil dengan Mr. Tom itu tidak tinggal di negara ini." Jawab Rams apa adanya


"Apakah dia bukan warga negara ini atau warga negara asing?"


"Anak buah Aron, yang satu jam tadi kami introgasi, tidak bisa menjawab, karena mereka belum pernah bertemu dengan orang yang bernama Mr. Tom tersebut."


"Tapi saya curiga, bahwa Mr. Tom itu adalah Tommy, orang yang berhasil kabur dari kejaran anak buah kita, 3 tahun yang lalu tuan."


"Kalau apa yang kau katakan itu benar. Cepat kembali ke vila, dan cari informasi tentang Tommy juga perusahaannya!"


"Aku ingin tahu, siapa sebenarnya si Tom itu!"


"Jika itu memang dia!. Aku ingin kalian meratakan perusahaan tersebut, dan buat dia membayar atas apa yang telah dilakukannya terhadap istriku!"

__ADS_1


__ADS_2