
Pada keesokan harinya sekitar pukul 9.45 pagi, masih di kota Golden City, rombongan Riska memutuskan untuk pergi ke komplek vila mewah yang ada di puncak bukit, hanya sekedar ingin melihat lihat saja, sekaligus untuk mengambil poto, tapi usaha mereka dihalangi halangi oleh para pengawal Dion
Baru sampai di pintu gerbang komplek vila saja, mereka sudah mendapat pemeriksaan yang super ketat. jadi mereka tidak bisa sembarangan masuk
Tommy yang merasa paling kaya dan jago dalam negosiasi di rombongan itu, maju ke depan, untuk menawarkan sesuatu, tapi para pengawal tersebut tidak bergeming sedikitpun
"Hai cantik!, Tolong izinkan kami masuk, kami teman temannya tuan muda kalian, sejak berkuliah dulu, jadi tidak ada alasan bagi kalian, untuk tidak mengizinkan kami masuk." Ucap Tommy pada para pengawal itu, mencoba berbohong pada mereka
Komandan jaga yang saat itu dipimpin oleh Anjani, mengerutkan keningnya. Sedikitpun tidak ada terbersit senyuman, malah matanya menatap lekat lekat ke wajah Tommy, untuk mencari kebenaran dari apa yang telah diucapkan nya barusan
"Atau bagaimana kalau kau sampaikan saja kepada Dion, bahwa kami teman temannya sedang menunggu di pintu gerbang, karena ingin bertemu dengannya." Ucap Riska mencoba membujuk Anjani Itu
"Jangan tidak sopan kalau bicara!. Memangnya kamu siapa?" Tanya Anjani marah
"Aku Riska, teman dekatnya Dion!, dulu kami sepasang kekasih." Ucap Riska berbohong
Ivory yang saat itu sedang ada di ruangan operator, mengerutkan keningnya dalam dalam, ketika mendengar Riska mengucapkan kata kata tersebut, melalui layar monitor CCTV, kemudian menoleh kearah Dion, meminta penjelasan. sepertinya dia cemburu
Dion hanya menggeleng kepalanya saja, memberi kode, bahwa apa yang dikatakan oleh Riska tersebut tidak benar
Ivory tidak menuntut jawaban lebih dari Dion lagi. Sebagai seorang profesional muda, yang sudah berpengalaman, dia tahu trik kotor seperti itu
Tangan lentik Ivory memencet tombol zoom di papan keyboard, untuk melihat lebih dekat siapa si Riska itu, juga teman temannya yang lain
Dion yang melihat calon istrinya itu penasaran, kemudian mendekatinya, dengan meninggalkan Rams, yang saat ini sedang sibuk mengoperasikan komputer yang ada di meja kerjanya tersebut
"Mereka memang teman temanku, tapi bukan dalam artian teman baik, justru mereka dulu, adalah orang orang yang suka membully, serta menghinaku karena aku miskin." Ucap Dion memberi penjelasan
"Gara gara mereka lah, aku dihukum oleh pihak kampus, untuk bekerja bakti selama 3 bulan." Sambungnya lagi
"Apakah peristiwa itu memang ada tuan muda?" Tanya Ivory penasaran
"Kalau tidak ada, buat apa aku mengatakannya padamu!" Jawab Dion kesal
"Bukan begitu maksudku tuan muda!. yang Ivo heran kan, apa benar pihak kampus setega itu, pada seorang jenius seperti tuan muda." Sanggah Ivory tidak enak hati
"Salah satu di antara mereka adalah keponakan dari pimpinan tertinggi kampus tersebut, jadi mengandalkan kedekatan dan kekuasaannya, mahasiswa yang tidak bersalah sepertiku tetap saja mereka hukum." Bela Dion mengenang masa lalu
"Setiap hari kerja mereka hanya menghina mahasiswa mahasiswa miskin seperti ku. Tapi selama itu, aku hanya mendiamkan saja, dan tidak mempedulikan apapun yang mereka ucapkan padaku, juga pada yang lain."
"Tapi semakin lama dibiarkan, kelakuan mereka semakin menjadi jadi, hingga pada suatu ketika, mereka melakukan perbuatan tidak terpuji pada ku, dan juga teman teman ku sesama mahasiswa miskin. dengan mengatakan bahwa, ibu kami adalah pelacur." Kenang Dion dengan ekspresi marah sambil mengepalkan kedua tangannya erat erat
"Dengan tanpa pikir panjang lagi, aku memberi pelajaran kepada 6 orang laki laki di antara mereka, dengan tepukan tepukan kecil, disekitar tubuh juga wajah mereka hingga babak belur."
"Karena kejadian itulah, pihak kampus menghukum ku untuk kerja bakti selama 3 bulan di areal kampus tersebut." Ucapnya menahan marah
__ADS_1
Ivory menggeretakkan giginya pertanda geram, karena baru pertama kali mendengar, ada mahasiswa yang dihukum berat seperti itu, hanya gara masalah sepele, yang sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah, Tapi itu tidak berlaku pada Dion, yang sudah terkenal miskin dulu
Padahal Dion hanya membela diri, tapi pihak kampus, tetap tidak mau mendengar alasannya, mereka hanya mau mendengar alasan dari kerabatnya tersebut, yaitu Tommy
"Jadi apa yang akan kita lakukan pada mereka tuan muda?" Tanya Ivory pada Dion, dengan bersikap seperti biasa, tidak memanggil honey atau sayang pada Dion, karena saat ini, dia sedang dalam keadaan dinas. Lagi pula di ruangan itu banyak anak buah Dion lainnya
"Aku serahkan keputusan itu padamu. Apakah mereka akan diizinkan masuk atau tidak, Itu terserah pada mu." Jawab Dion diplomatis
"Baik!. Aku ingin mendengar secara langsung dari mulut si Riska yang centil itu, apa alasannya mengucapkan kebohongan kebohongan tersebut." Jawab Maya geram
Kemudian dia memencet tombol hubungkan ke layar monitor, yang ada di depan pintu gerbang, untuk memberitahu Anjani, agar orang orang itu diizinkan masuk, tapi harus dikawal dengan ketat
Setelah Ivory mengucapkan perintah itu pada Anjani, dia pun berkata kepada Riska dan rombongannya itu
"Kalian sangat beruntung, karena nona Ivory, calon nyonya muda dari tuan muda Dion, mengizinkan kalian untuk masuk. Tapi ingat! setelah berada di dalam, kalian jangan berani berbuat macam macam!" Ucap Anjani mengingatkan mereka
"Disekitar vila itu, tersebar ratusan pengawal elit, yang siap mencabik cabik tubuh kalian, jika berbuat macam macam!" Ancam Anjani, kembali mengingatkan mereka
"Baik!, Kami tidak akan macam macam nanti di dalam." Ucap mereka senang, tapi di dalam hati mereka berkata lain
***
Beberapa saat kemudian, mereka sudah berada dihalaman vila tersebut, tapi belum juga diijinkan masuk
megahnya, apalagi ketika mereka berada dekat dengan vila tersebut
Mata mereka tidak lepas dari mengamati kemegahan dan keindahan vila milik Dion itu, seakan tidak percaya, apa benar, apa yang mereka lihat itu, dan apakah Dion, telah berubah menjadi seorang sultan yang kaya raya
Baru melihat dari luarnya saja, mereka sudah terkagum kagum, apalagi jika melihat secara langsung dari dalamnya, mungkin mereka akan pingsan dan tidak mampu bergerak lagi
Sudah 6 menit mereka melihat lihat seluruh areal vila itu, tapi di bagian depannya saja, karena mereka dilarang untuk mengelilingi seluruh areal nya oleh para pengawal
Setelah 6 menit mereka berada di luar, Dion melalui Ivory, mengizinkan teman teman jahatnya itu untuk masuk, dengan pengawalan ketat, yang dipimpin oleh tiga gadis Shanghai
Sementara Anjani, kembali ke posnya tadi, untuk melanjutkan pemeriksaan keamanan di sekitaran vila tersebut
Begitu mereka menginjakkan kaki di lantai marmer yang sangat bening, dan seperti di bawahnya ada air yang sedang mengalir itu. mata mereka melotot, dan mulut melongo tidak percaya, Apa benar ada lantai rumah yang seperti itu?
Apalagi setelah mereka melihat, arsitektur dan isi **********, termasuk juga perabotan perabotan mewah yang terpampang di depan mata, semakin menambah rasa kekaguman di dalam hati
Walaupun mereka notabenenya adalah anak orang kaya, terutama Tommy, Riska dan Raymond, tapi tetap saja dibuat terkagum kagum, dengan kemegahan dan kemewahan vila milik Dion tersebut
"Ini sangat luar biasa, bukan vila lagi, tapi istana!" Kata Tommy takjub
"Rumah mewah ku, tidak ada apa apanya jika dibanding dengan vila ini. Sungguh aku malu, karena selama ini, selalu membanggakan rumah mewah milik ayahku tersebut. tapi begitu melihat vila bak istana ini, aku benar benar menjadi kecil!" Ucap Raymond berkata jujur
__ADS_1
Sementara Riska, Mona dan lain lainnya, tidak bisa berkata kata lagi, tetapi dalam hati mereka masing masing membatin." Jika aku menjadi nyonya rumah di istana ini, tentu aku akan sangat bahagia, dan menjadi orang yang sangat beruntung di dunia."
"Aku harus mendapatkan pemilik istana ini, jika tidak! maka percuma saja aku hidup!" Batin Riska bertalu talu dalam hati
Sementara Mona juga membatin. "Aku yang sudah banyak mengunjungi rumah rumah mewah, termasuk rumah Tommy, Raymond dan Riska, juga rumah teman temanku yang lain. Aku selalu menganggap, bahwa rumah mereka adalah istana, tapi begitu melihat vila ini, rumah mewah mereka, tidak ada artinya sama sekali. Ini benar benar istana yang luar biasa!"
"Apakah kalian akan berdiri saja di situ?" Tanya Ling Chia, orang yang ditugaskan untuk memandu mereka melihat lihat isi dalam vila milik Dion itu
"Oh ya. Baik! baik!." Ucap Tommy gugup, sehingga membuat Ling Chia yang saat ini menjadi pemandu mereka, tetsenyum geli, tapi bukan tersenyum kearah Tommy
"Sudah sekitar 10 menit kami ada disini, tapi kenapa kami belum bisa bertemu dengan Dion?"Tanya Riska asal bicara
"Jaga ucapanmu itu!. Jangan sembarangan memanggil namanya saja. panggil dengan tuan muda Dion."
"Sekali lagi aku mendengar kau mengatakan seperti itu, maka aku tidak akan segan segan lagi merobek mulutmu!" Bentak Ling Chia marah
"Maafkan aku!" Jawab Riska ketakutan, karena tidak menyangka, gadis cantik dan lembut yang ada di depannya itu, ternyata bermulut garang dan tajam
Riska belum tahu siapa Ling Chia dan lingkungan tersebut, apalagi Anjani. jadi dia bersikap seenaknya saja. Mungkin hanya dengan sekali pukul, tubuh Riska yang manja itu, sudah terpelanting jauh
"Tuan muda Dion belum mau menemui kalian, karena dia sedang sibuk!. Kalau kalian memang ingin bertemu dengannya, silakan tunggu di ruangan ini, duduk manis, dan jangan berbuat macam macam!" Ucap Ling Chia ketus
"Baik!, kami akan menunggu tuan muda disini." Ucap mereka serempak
Sambil menunggu itu, mereka disuguhkan dengan hidangan hidangan ringan tapi mewah, antara lain adalah beberapa ikat anggur Ruby Romawi, berkualitas nomor satu, yang menggelitik mata, untuk segera memetik dari tangkainya
Diatas meja itu, juga terdapat beberapa macam kurma kualitas terbaik, antara lain, kurma Barhi, Medjool atau ratu kurma, Sukhari, Ajwa dan kurma Amber. ditambah dengan buah buahan import dan lokal, banyak tersaji dan tertata rapi di atasnya
Diatas meja ruang tamu, juga tersaji berbagai macam jenis minuman dan makanan makanan ringan lainnya, tapi rasa dan kualitasnya jangan diragukan lagi
Yang sangat menjadi perhatian Tommy, Raymond juga empat laki laki lainnya itu adalah, dua buah botol anggur yang berharga fantastis, yaitu Krug 1928, produksi Charrles Krug Winery dari daerah Nava Valley, California Amerika Sarikat, yang sebotolnya saja seharga US$ 17, 625 atau setara 295 juta rupiah
Sebotolnya lagi, adalah jenis anggur yang juga bermerek terkenal, bahkan jauh lebih mahal daripada anggur sebelumnya, yaitu Chateau Latife, seharga 2.1 milyar rupiah perbotol nya. Sebuah harga yang sangat fantastis
Tommy, Raymond dan 4 kawan laki lakinya yang lain, hanya melongo diam. Tidak pernah menyangka, bahwa mereka akan melihat anggur langka, dan yang sangat terkenal mahal tersebut
Ingin rasanya dia meraih saat itu juga, tapi dia takut, karena dia tahu, bahwa harga anggur tersebut sangat mahal sekali, bahkan bisa digunakan untuk membeli sebuah rumah, atau beberapa buah mobil yang diinginkan
Tak mau berlama lama, tanpa dikomando lagi, mereka langsung saja meraih suguhan yang ada diatas meja, kecuali dua buah botol anggur tersebut
Saat itu, mereka tidak melihat, ada pengawal yang mengawasi mereka. Maka dengan cekatan dan sedikit berebut, rombongan Riska mengambil hidangan hidangan yang ada di atas meja itu satu persatu, dan menikmatinya dengan cepat
Ketika mereka sedang makan hidangan ringan itu, Dion, Ivory, Hans dan Burgon, datang menghampiri mereka. Di belakangnya ada Eric, Ling Chia, Ling Hua dan Ling Ma, serta empat pengawal elit lainnya
"Apakah kalian menikmati hidangan kecil dariku?" Ucap Dion tiba tiba
__ADS_1