Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Dion marah


__ADS_3

"Aku bahkan bisa membeli mall ini termasuk isinya, apalagi hanya sekedar memberi uang padamu!" Jawab Anthony kurang senang


"Jadi pikirkanlah dengan baik tawaranku itu."


"JIka kau mau menyerahkan guci itu pada kami, saat ini juga aku akan mentransfer dua milyar ke rekening mu!" Jawab Anthony cepat dan tanpa pikir panjang lagi


"Harga guci ini sekitar 1 sampai 1.2 milyar. Kalau dia berani memberikan uang sebanyak itu, berarti dia benar benar orang kaya, tapi sayang salah sasaran." Batin Ivory dalam hati


"Harga guci ini menurut taksiran ku sekitar 1 milyar. Apakah kau tidak merasa rugi jika harus mengeluarkan uang sebanyak itu padaku?" Tanya Ivory tegas


"Uang segitu tidak ada harganya bagiku. Orang tuaku sangat kaya. Pengusaha besar dan terkenal di kota ini!" Jawab Anthony masih tetap membanggakan nama besar ayahnya itu,


"Untuk kau ketahui, ayahku adalah tuan Singgih Permana. pengusaha real estate, pertambangan, peternakan, kelapa sawit, dan masih banyak lagi."


"Uang jajan ku saja sampai 20 milyar pertahun. Jadi kau jangan khawatir tentang itu."


"Maka serahkan lah guci itu pada kami sekarang. Aku jamin, uang dua milyar itu akan segera kau terima.!"


"Aku yakin, kau sangat membutuhkan uang tersebut. karena orang seperti mu ini, pasti orang susah. Berlagak kaya, dan menyukai barang antik, yang sudah tahu harganya pasti mahal."


"Sebelum pikiranku berubah. sebaiknya kau serahkan saja guci itu pada kami!" Bentak Anthony tidak senang


Dion yang mendengar kata kata merendahkan itu menjadi geram. Dalam hatinya terus membatin, dan seperti mengingat ingat, nama orang yang barusan tadi disebutkan oleh Anthony itu. Kemudian mengirim notifikasi pada Rams, untuk mencari tahu siapa si Singgih itu


Setelah mengirim pesan pada Rams. Dion mendekati Anthony yang arogan tersebut, lalu mencengkeram kerah bajunya kuat kuat


Anak buah Anthony bergegas mendekati Dion, ingin memberi pelajaran padanya, tapi tindakan mereka itu dicegah oleh Ivory dengan berkata. "Biarkan saja dia . Orang sombong seperti itu harus diberi pelajaran, tapi bukan dengan cara kekerasan. Jadi lepaskan dia!"


Hans yang berada diluar toko, begitu juga dengan yang lainnya itu, ingin memasukinya toko tersebut, tapi dicegah oleh Dion. Karena dia khawatir akan memancing keributan dalam toko, dan akan menghancurkan isinya


"Katakan apa mau mu, Kenapa kau mencegah keinginanku untuk memiliki guci ini?" Tanya Anthony kesal, karena ada orang yang berani mencari gara gara dengannya


"Aku cuma tidak senang!. karena kau telah merendahkan martabat istriku, dengan mengimingi uang dua milyar yang tidak seberapa itu!" Jawab Dion dengan mimik muka kesal


"Memangnya kenapa kalau aku menawari istrimu itu?. Bukankah kalian butuh uang tersebut?" Jawabnya enteng


"Lagian aku kasihan dengan anak mu ini!. Mungkin sudah lama tidak dibelikan mainan, karena kalian tidak punya uang. atau terlalu banyak hutang, disebabkan oleh hobi istrimu itu!"


"Maka jangan sungkan sungkan lagi untuk menerima tawaran ku teman!. Rugi lho kalau sampai menolak."


"Orang miskin seperti kalian ini!. mana pantas mendapatkan uang sebanyak itu."


"Tapi sekarang, kesempatan sudah ada didepan mata. Tunggu apalagi. Kapan lagi kalian bisa memiliki uang sebanyak itu!. Bagaimana?" Ucap Anthony mencoba mengintimidasi Dion


"Kau!" Respon Dion sangat marah sekali. sambil mengepalkan tangannya erat erat, dan diarahkan ke wajah anthony, si tuan muda arogan tersebut


Ingin rasanya Dion menonjok wajah Anthony saat itu juga, tapi sedaya upaya dia tahan, karena tidak mau merusak harga dirinya, apalagi merusak isi dalam toko barang antik itu


"Kalian kenapa diam saja!. Hajar orang ini!" Perintah Anthony pada anak buahnya itu kesal, karena telah diintimidasi seperti itu


Tak tahan melihat drama penghinaan itu, Hans, Anjani dan tiga gadis Shanghai, bergegas masuk kedalam toko tersebut. Lalu mengelilingi Anthony dan tunangannya, termasuk keempat pengawalnya tersebut

__ADS_1


Belum juga mereka sempat bentrok. pemilik toko tersebut pun masuk, dan segera melerai mereka dengan berteriak. Hentikan!"


Sontak saja teriakan itu membuat gerakan mereka terhenti, dan memandang kearah orang yang tadi berteriak itu


Anthony yang melihat pemilik toko sekaligus manajernya tersebut datang, menjadi sangat girang sekali. Dia bagai mendapat calon pendukung kuat, agar bisa memiliki guci yang dikehendaki oleh tunangannya itu


"Paman Brata!. Kebetulan kau datang. Aku sangat senang sekali, dan sangat membutuhkan pertolongan dari paman!" Ucap Anthony senang


"Tuan muda, kebetulan juga kau sudah datang .Guci yang di beritakan itu sudah sampai ke toko ku."


"Apakah tuan muda berminat?" Ucap Brata juga senang, tanpa memperdulikan keberadaan Dion dan Ivory dalam tokonya itu


Tapi tak lama kemudian, dia mengalihkan pandangannya pada Dion dan orang orangnya itu, lalu berkata. "Ini toko ku!. Jangan membuat keributan disini!" Ujarnya marah


"Jangan bersikap tidak sopan pada tuan ku ini!. Kalau kau tidak mau bermasalah!." ucap Hans geram


"Kau siapa? dan memangnya siapa tuan mu itu?" Jawab Brata garang


Ketika Hans ingin menjawab, Dion bergegas bersuara. "Maaf kalau orang orang ku ini membuat mu kurang senang."


"Kami kesini karena ingin membeli guci itu, dan istriku sudah menaksir keasliannya. Jadi apakah transaksi bisa segera dilaksanakan.?" Tanya Dion mencoba meredakan pertikaian itu


"Apakah kau tahu berapa harga guci ini?" Tanya Brata meremehkan DIon


"Sebutkan saja berapa harganya!" Jawab Dion tegas


"Tunggu dulu paman Brata!. Tunangan ku ini ingin memiliki guci tersebut, Jadi paman jangan menjual barang itu padanya!" Protes Anthony cepat


Jika menuruti perkataan Dion, dia takut orang tua Anthony akan menarik sahamnya, pada usaha barang antiknya itu


Tapi jika menuruti keinginan Anthony, dia takut berita buruk akan tersebar, bahwa dia telah bersikap tidak adil pada pelanggannya. dan itu akan menurunkan gambaran yang kurang baik pada usahanya tersebut


Tak mau larut dalam kemelut perebutan guci antik itu. Brata memanggil pelayan yang tadi meneleponnya dengan berkata.


"Siapa yang duluan datang, dan menaksir guci tersebut?" Ucapnya tegas


"Nyonya ini tuan!" Jawab Diva apa adanya


"Nyonya!. Tolong beri muka pada saya, bisakah melepaskan guci itu pada tuan muda ini?" Tanya Brata cukup sopan pada Ivory


"Aku juga menginginkan guci itu, karena aku tahu, guci tersebut sangat langka, dan hanya satu satunya di dunia."


"Jika dia mau memilikinya juga, maka dia harus membelinya dariku, setelah aku membayar pada anda!" Jawab Ivory tidak mau kalah


"Baik!. Aku akan memasang harga 10 milyar untuk nyonya bayar!" respon Brata tidak terduga


"Harga guci ini paling tinggi 1 sampai 1.2 milyar rupiah. Jika kau memasang harga setinggi itu. berarti kau telah memeras kami!" Jawab Ivory tidak senang.


"Perbuatanmu ini bisa dilaporkan pada asosiasi perdagangan barang antik dunia. Aku yakin, setelah mereka tahu kau telah berani memeras pelanggan, maka usahamu akan bangkrut dalam seketika, Mau?" Jawab Ivory santai


"Bagaimana mana nyonya tahu tentang asosiasi itu?. Siapakah anda ini?" Tanya Brata gugup

__ADS_1


"Aku Ivory Sanders. Sekretaris satu asosiasi tersebut, untuk wilayah Asia Tenggara!" Jawab Ivory berterus terang


"Apa!. Bagaimana mungkin!" Teriak Brata ketakutan, tapi lebih takut lagi akan ancaman kebangkrutan yang di gaungkan oleh Anthony itu


"Aku tidak perduli pada anda. aku harus menjual guci tersebut pada tuan muda ini!." Bantahnya terkesan melawan


"Pelayan!. Ambil guci itu, dan masukkan dalam kotak khusus barang antik, dan kirim ke kediaman tuan muda Thony. Sekarang!" Perintah Brata tegas


"Anda benar benar pedagang yang tidak tahu di untung!. Dari tadi aku cukup bersabar, menghadapai kalian ini!. Tapi sekarang sudah tidak lagi!" Protes Dion kesal


Tak lama sesudah itu, di handphone Dion masuk sebuah notifikasi dari Rams, memberitakan tentang siapa Singgih Permana itu


Ternyata dia adalah Pengusaha yang banyak berbuat masalah, dengan menggelapkan pajak hasil usaha tahunan pada pemerintah


Selain itu, dia juga tersandung kasus suap, tentang pajak itu. Dan yang yang terbaru adalah, kasus penguasaan lahan pemerintah, yang dia rubah menjadi atas namanya, demi untuk meluaskan lahan kelapa sawitnya


Bukan hanya itu saja, Singgih juga tersandung kasus suap pada pihak bank, karena menunda hutangnya yang sudah jatuh tempo


Membaca notifikasi yang panjang itu, Dion tersenyum senang, kemudian mengetikkan perintah, agar Rams berbuat sesuatu pada perusahaan Singgih itu


Tak lama kemudian. dalam jangka tak sampai dua menit, masuk kembali sebuah notifikasi ke handphone Dion. yang memberitahukan bahwa Singgih telah dilaporkan ke polisi atas perbuatannya itu.


Pihak bank tempat Singgih meminjam uang itu juga sudah memblokir akun bank milik nya, atas perintah pihak kepolisian, termasuk juga akun milik Anthony itu


Berita yang lebih mengejutkan adalah ,Singgih saat ini telah ditangkap oleh polisi atas tuduhan penggelapan pajak dan menggelapkan utang bank yang telah jatuh tempo


Bersama dengan dia juga telah ditangkap dua orang manajer dan satu orang kepala manajer sebuah bank, serta tiga karyawan bank, karena telah membantu Singgih melakukan itu


Di bagian lain juga terjadi penangkapan terhadap empat pegawai kantor pajak nasional. atas tuduhan membantu singgih dalam melancarkan aksinya itu


Membaca semua itu Dion menyeringai dingin kemudian berkata.


"Ivo, biarkan saja orang itu membeli guci tersebut. Kau lihat saja apa yang akan terjadi sesudahnya!. Ucap Dion lirih pada istrinya itu


Ivory mengerti kode yang diberikan oleh Dion itu, kemudian buru buru berkata," Aku berubah pikiran!. Tidak mau membeli guci itu, karena harganya yang terlalu murah. kalau kau jual dengan harga seratus milyar, baru aku akan membelinya." Ujarnya santai


"Apa!. Seratus milyar!" Pekik Brata termasuk anak buahnya itu terkejut


Anthony dan tunangannya juga terkejut bukan kepalang, Mereka tidak menyangka, orang yang mereka remehkan sedari tadi, akan berkata seperti itu.


Mereka saja akan berpikir seribu kali, kalau harus membeli sebuah guci antik, dengan harga semahal itu. Benar benar gila!.Pikirnya


"Nyonya!. Apakah perkataan mu ini serius. aku sudah memutuskan akan menjual guci ini pada nyonya.VSilakan anda ambil dan lakukan pembayaran!" Ucap Brata senang


Anthony yang sudah kepalang malu dan gengsi, kalau harus kalah dalam memperebutkan guci yang tidak seberapa itu. maju mendekati pemilik toko kemudian berkata. " Aku akan bayar guci itu dua kali lipat dari perempuan ini!"


"Silakan ambil kartuku, dan gesek isinya untuk melakukan pembayaran!" Ucap nya sambil menyodorkan kartu atm nya dan langsung diberikannya pada Brata dengan sikap angkuh


"I...ini bagai mendapat durian runtuh! Guci yang harganya cuma 750 juta ketika aku beli, akan dibayar orang dengan harga ribuan kali lipat. Aku benar benar beruntung kali ini!" Batin hati Brata bertalu talu dan senang


Dion dan Ivory hanya diam saja, ketika melihat tingkah laku dari pemilik toko itu. Apalagi melihat Anthony dan Chitra yang tersenyum penuh kemenangan

__ADS_1


Tapi apa yang terjadi sesudahnya?


__ADS_2