
"Apa yang akan kau lakukan? Tanya Edmund ketakutan
"Dengan cara ini aku bisa menjelaskan, siapa kami sebenarnya!" Jawab Langit dengan aura mengintimidasi
"Baik! baik!. Kami akan menjawab. Mereka itu memang orang orang ku, yang sengaja ku suruh untuk mengganggu tim ekspedisi kalian!" Ucap Edmund berterus terang
"Apa tujuan mu?" Respon Bumi geram
"Sebenarnya kami ingin masuk ke dalam tim pengawal perusahaan kalian!" Jawab Edmund berterus terang, walau sebenarnya ada kebohongan di dalamnya
"Tapi kenapa kalian harus mengganggu tim ekspedisi kami?. Bukankah kalian bisa mengatakan itu baik baik!" Tanya Bumi marah
"Dengan menolong tim ekspedisi itu, kami harapkan pihak perusahaan akan tertarik pada kami. Tapi tidak disangka, penyamaran kami begitu mudah kalian ketahui!" Jawab Edmund lemah
"Jadi mohon ampuni kami! Mengenai 6 orang anak buahku, yang sudah kalian bunuh itu, aku anggap tidak ada. tapi tolong lepaskan kami!" Pinta Edmund sangat berharap sekali, sambil menatap nanar kearah tubuhnya Anjani
"Kami belum merasa puas, jika belum menggorok satu persatu leher kalian!" Respon Anjani kesal, karena pandangan Edmund sangat liar sekali ketika menatapnya tadi
"Ikat semua tangan mereka! dan masukkan ke dalam mobil itu, serta bawa ke markas!" Perintah langit dengan suara keras kepada seluruh anak buahnya tersebut
Tiga puluh menit kemudian, 138 pengawal telah selesai mengurus perintah itu. Kini mereka sedang dalam perjalanannya pulang menuju markasnya dipimpin oleh Langit dan pengawal elit tinggi lainnya
Sedangkan sisanya lagi, mengawal tim ekspedisi, menuju ke negara tujuan Belgia
***
Berita tertangkapnya Edmund beserta anak buah nya itu, telah sampai ke telinga Tommy dan Adeline
Saat ini mereka sedang membahas masalah itu
"Jika Edam membuka mulut, aku khawatir orang orang nya Dion akan datang, dan menuntut balas atas perbuatan kita!" Ucap Tommy khawatir
"Kau jangan takut suamiku!. Aku yakin, mereka tidak akan berani membuat masalah dengan organisasi kita." Respon Adeline kalem mencoba menenangkan, kekuatiran suaminya itu
"Tapi walau bagaimanapun kita tetap harus berhati-hati karena siapa tahu secara diam-diam mereka mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk menghabisi kita
"ini gara gara si Edam yang bodoh itu. Aku kira rencananya akan berhasil tapi ternyata orang orang Dion tidak bisa di tipu
"Tim intelijennya sangat solid sekali, sehingga pergerakan sekecil apapun bisa diketahuinya
"Kalau kita mencoba bergerak memprovokasi mereka, aku yakin, dalam waktu yang tidak lama, para pengawal itu akan datang ke tempat ini."
"Permisi tuan!" Sapa seorang pengawal terkesan takut takut
"Ada apa John?" Respon Tommy mulai khawatir
"Tim cyber kita melaporkan, ada pergerakan mencurigakan yang terdeteksi di komputer nya!" Jawab John Pierre cepat
"Kapan itu terjadi?" Tanya Tommy lagi semakin khawatir
"Dua atau tiga menit yang lalu tuan!" Jawab John Pierre apa adanya
"Kalau begitu. Ayo kita ke tempat mereka!. Aku takut itu perbuatan orang orangnya Dion!" Ucap Tommy cepat, dan langsung bergegas menuju ke ruang operator tim keamanan organisasi mereka
Sesampainya di ruangan itu, Tommy langsung mendekati sebuah komputer, yang sedang menyala terang, dengan sebuah notifikasi singkat, tertulis di layar komputer tersebut dan berbunyi " Awas !"
"Aneh!. Cuma kata seperti itu, tapi kenapa kalian sangat panik sekali?" Ucap Tommy sambil tersenyum sinis, terkesan sedang meremehkan peringatan dalam notifikasi tersebut
"Maaf tuan!. Ini bukan peringatan biasa. tapi peringatan tingkat tinggi, sekaligus virus, di mana si pengirim sudah menguasai sistem informasi kita." Sanggah Almond tidak senang
__ADS_1
"Apa!. Bagaimana itu bisa terjadi?" Ucap Tommy terkejut
"Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah berada di level tinggi, bahkan kami saja tidak mampu melakukan hal seperti itu!" Jawab Almond apa adanya
"Coba kau cari, siapa orang yang telah berani mengirim notifikasi itu!" Reaksi Tommy sudah mulai panik
"Maaf tuan!. Sampai saat ini, kami belum mampu membuka atau menghapus peringatan tersebut." Jawab Almond berterus terang
"Jadi maksudmu!, seluruh komputer kita tidak bisa dibuka?"
"Benar tuan!. Hanya kata itu sajalah yang bisa kita lihat, dalam beberapa menit, jam, hari, minggu bahkan mungkin tahun."
"Jika kita tetap memaksa juga, maka peringatan tersebut akan berubah menjadi virus, dan hanya dalam waktu 1 detik, Semua komputer kita akan rusak!"
"Kalau begitu kau matikan saja komputer komputer ini secara paksa!" Ucap Tommy sekenanya saja
"Itu justru sangat berbahaya tuan. Jika kita memutuskan hubungan listrik ke komputer ini, dan mematikannya secara paksa, maka seluruh komputer sebut akan rusak, bahkan mungkin meledak, dan semua data datanya tidak bisa diperbaiki kembali!"
"Kemungkinan yang bisa menghapus atau mematikan notifikasi itu, adalah guru Austin." Ucap Almond lirih
"Austin?" Reaksi Tommy kaget
"Benar tuan!. Hanya guru Austin, yang kemungkinan bisa membuat virus ini hilang." Jawab Almond sambil tersenyum sinis, kemudian dia berkata lagi
"Apakah tuan mempunyai musuh, seorang hacker atau cyber sebelumnya ini?"
"Hacker? cyber?. Tunggu tunggu!. Mungkinkah ini perbuatan Austin?" Tanya Tommy pada anak buahnya itu
"Tidak mungkin tuan!. Bukankah guru saat ini sedang diasingkan oleh tuan, dan dikurung di suatu tempat, dan tidak akan mungkin bisa melarikan diri?" Bantah Almond kurang senang
"Tapi kalau bukan Austin lalu siapa?" Guman Tommy lirih
"Bisa saja ini perbuatan musuh musuh tuan!" Jawab Almond menerka nerka saja
"Bagi seorang cyber kelas atas Apalagi sudah kelas tinggi, hal seperti ini sangat mudah sekali dilakukan tuan."
"Apalagi bagi hacker, atau cyber legendaris, yang saat ini belum terkalahkan oleh siapapun." Jawab Almond berterus terang
"Apa!. Cyber legendaris?. Jangan jangan ini perbuatan musuh Austin itu!"
"Cepat pergi ketempat Austin dikurung itu, dan bawa dia ke sini.Cepat!" Perintah Tommy pada John Pierre, yang selalu setia mendampinginya
"Baik tuan!" Jawab John patuh
"Sementara menunggu Austin guru kalian itu, coba usahakan untuk mematikan komputer ini secara wajar, dan menghapus notifikasi yang dikirim itu!" Ucap Tommy mencoba memberi saran
"Sekali lagi maaf tuan!. Saya juga orang orang saya, tidak mampu untuk melakukannya." Jawab hacker tersebut merendah
"Dasar bodoh tidak berguna!. Percuma menjadi seorang hacker!, tetapi membuka begitu saja kalian tidak bisa!" Maki Tommy kasar
"Kurang ajar!. Kalau kau merasa hebat!,coba kau buka sendiri, dan operasikan komputer itu. Kami ingin lihat, apa Kau yang sombong ini, bisa membukanya atau tidak!" Batin hacker yang barusan tadi di maki oleh Tommy kesal
Bukan hanya dia saja yang kesal, tetapi 7 orang hacker lainnya juka kesal dan marah walau hanya dalam hati
Jika bukan karena butuh pekerjaan, dan dijanjikan mendapat bayaran tinggi, tidak mungkin mereka mau bekerja pada Tommy yang sombong itu
Lagipula mereka tetap bertahan di organisasi mafia yang dipimpin oleh Tommy tersebut, adalah untuk membebaskan Austin, guru yang mereka sangat hormati itu
Jika bukan karenanya, sudah lama ke tujuh orang itu pergi, dan keluar dari pekerjaannya
__ADS_1
Setengah jam kemudian, Austin yang dijemput oleh John Pierre sudah datang, dan langsung dibawa masuk ke ruang operator baru milik organisasi itu
Tubuh Austin terlihat sedikit kurusan, mungkin karena terlalu lama dikurung di tempat pengap seperti itu
Walau sorot matanya masih tajam, tapi batinnya terluka, karena diperlakukan tidak adil oleh Tommy, orang yang sangat dihormatinya dulu
Lalu tanpa memberi hormat pada Tommy, atau berkata sepatah pun, Austin mengedarkan pandangannya ke seluruh bekas anak buahnya itu, dan di dalam hatinya membatin
"Sekarang kau rasakan Tommy! Kau pikir gampang memimpin sebuah organisasi juga perusahaan, apalagi mempertahankan sistem pertahanan informasi."
"Baru diserang begitu saja, kau sudah sangat panik, dan baru teringat denganku!" Batin Austin dalam hati
"Apa kabar paman?, sudah lama tidak bertemu!" Ucap Tommy mencoba bersikap ramah
Austin hanya mengangguk kecil saja, tanpa menjawab sepatah katapun. Hal tersebut membuat Tommy tersinggung, tetapi dia berusaha untuk menahan nya
"Kalau bukan karena tenaga mu ku butuhkan saat ini. Aku pasti sudah membunuhmu!" Batin Tommy dalam hati
"Langsung saja pada intinya! Apa yang kau butuhkan?" Tanya Austin tidak bersikap hormat pada Tommy, dia sudah tahu bahwa komputer komputer yang ada di dekatnya itu sedang terserang virus
Tommy yang mendapat perlakuan tidak hormat itu, masih tetap berusaha untuk menahan ketersinggungan nya tersebut, demi tujuannya tercapai
"Kau lihatlah komputer komputer yang ada di dekat mu itu. Menurut murid murid mu. komputer kita sedang diserang oleh virus." Jawab Tommy apa adanya, sambil menyingkirkan ketidaksukaannya terhadap Austin
"Itu bukan urusanku! tapi urusanmu!. Aku tidak bisa membantu!" Ucap Austin cukup berani
"Aku sudah berusaha untuk berbuat baik, dan bersikap sopan padamu. Tapi jawabanmu malah seperti itu. Apakah kau ingin mati?" Tanya Tommy marah
"Jika memang kau berniat ingin membunuh ku, kenapa tidak kau lakukan dari dulu?" Bantah Austin ketus
"Karena aku masih membutuhkan tenaga mu. Kalau kau bukan seorang hacker yang mumpuni, sudah dari dulu nyawamu terlepas dari badan!" Reaksi Tommy terkesan mengintimidasi Austin
"Kalau kau ingin membunuhku. ya bunuh saja!. Jangan bertele tele seperti itu!" Jawab Austin menantang
"John!. Bawa 3 orang hacker bodoh itu, dan baris kan dekat dinding, lalu ledakkan kepala mereka, agar Austin tahu, akibat dari kebandelan nya itu, ketiga anak buahnya mati."
"Apa yang akan kau lakukan?. Jangan lakukan hal bodoh seperti itu!" Reaksi Austin ketakutan
"Kalau kau tidak mau murid murid mu itu mati, maka lakukan apa yang aku inginkan!" Jawab Tommy tidak main main
"Baik! aku akan melakukan keinginanmu, tapi hanya kali ini saja!" Ucapnya mengalah, karena dia tidak tega apabila 3 muridnya tersebut, mati terbunuh karena nya
"Cepat kau periksa, apa yang sebenarnya terjadi pada komputer komputer di sini!" Perintah Tommy tegas
Austin sekilas melihat kepada seluruh komputer komputer itu, kemudian berkata
"Ini sebuah peringatan biasa, tapi virus yang tidak ada obatnya, dari sang legenda hidup, yang saat ini sedang memantau komputer komputer ini."
"Berarti benar perkiraanku. Guru musuh mu itu yang telah berbuat semua ini. Tapi apa maksudnya, kenapa dia mengirim peringatan seperti itu?"
"Itu bukan peringatan, tetapi virus. dan untuk kau tahu, seluruh sistem informasi organisasi serta perusahaan yang kau miliki itu, telah dikuasai oleh sang legenda tersebut, dan kapan saja dia mau, dia bisa mengambil alih serta memerintahkannya untuk menghancurkan organisasi serta perusahaan mu itu."
"Gawat!. Jika ini memang mereka lakukan, maka habislah kita!"
"Tapi untuk apa dan kenapa, mereka melakukan itu?"
"Pasti kau telah menyinggung amarah tuan mereka!" Jawab Austin apa adanya
"Aku yakin kau telah berbuat ceroboh, dengan mencoba mengganggu tuan besar itu!"
__ADS_1
"Ya!, apa yang kau katakan itu benar, aku memang mencoba mengganggu mereka. Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Tommy menyesal
"Tidak ada!. Kau hanya perlu menunggu kehancuran perusahaan mu. Tapi jika mereka berbaik hati, maka kau akan dibiarkan begitu saja!" Jawab Austin cepat