
"Dengan adanya batu misterius itu, yang kita tidak tahu itu batu apa dan dari mana, Dion berencana akan mencarikan seorang guru spiritual untuk Draco."
"Siapa tahu dengan adanya guru tersebut, kemampuan istimewa yang dimiliki oleh Draco akan berkembang dengan cepat." Ucap Dion sesaat setelah mereka berempat berada di ruang khusus villa itu
"Yang mama heran kan kenapa malam itu kita tidak langsung memeriksa keadaan Draco. Kita malah asyik menenangkannya?"
"Mau bagaimana lagi. sudah terjadi juga."
"Sekarang yang kita perlukan adalah secepatnya mencarikan Draco guru. untuk melatihnya, biar dia menjadi orang hebat, lebih hebat dari ayahnya ini." Jawab Dion membanggakan diri
"Bagaimana menurut kakek. Apakah saat ini perlu mengurung Draco agar tidak kemana mana?" Tanya Dion seperti lupa sesuatu
"Memangnya Draco selama ini kemana saja, bukankah dia selalu berada di rumah?" Jawab tuan Birawa keheranan
"Maksud Dion begitu!" ucapnya salah tingkah
"Kamu ini ada ada saja!" Respon tuan Birawa kesal
"Cuma yang kakek peran kan, Bagaimana sebuah mimpi bisa menjadi kenyataan. Bukankah itu tidak masuk akal?" Ucap tuan Birawa menafikan cerita dari cicit nya itu
"Kalau itu tidak masuk akal, lalu bagaimana batu itu bisa ada ditangan Draco ?" Bantah Dion kurang senang
"Mungkin itu batu biasa, yang didapatkannya dari sekitaran villa kita ini!" Jawab tuan birawa cuek
"Kalau kakek buyut meragukan ceritaku, Uyut boleh mencoba memegang batu ini, biar uyut tahu bahwa Draco tidak berbohong!' Ucap Dragon protes dengan ekspresi marah
"Baiklah!. Untuk membuktikan batu ini asli atau tidak, kakek akan mengangkat batu milik mu itu. dan itu perkara mudah!" Ucapnya dengan ekspresi sombong
"Tapi jika uyut bisa melakukannya!. kau harus membuang batu itu, agar tidak timbul fitnah, seolah olah kita mempercayai seonggok batu tak bernyawa seperti itu!" Jawab tuan Birawa dengan sombongnya
"Baik!, Draco berjanji, jika uyut bisa mengangkatnya, maka batu tersebut akan Draco buang!" Respon Draco mantap
"Kalau begitu berikan batu itu pada uyut, agar uyut bisa membuangnya!" Jawab tuan Birawa masih saja sombong
"Silakan!" Jawab Draco tenang , kemudian memberikan batu mistik itu pada uyut nya
Tapi apa yang terjadi?. Batu mistik itu jatuh kelantai, karena tuan Birawa tidak mampu menopang batu tersebut ditangannya, dan akhirnya jatuh
"Bagai mana mungkin?. Kenapa batu sekecil itu bisa menjadi berat. Padahal logikanya hanya sebesar kelereng, tapi kakek tidak bisa mengangkatnya!" Teriak tuan Birawa keheranan, sambil memandang kearah Dion dan Ivory
"Itulah yang dion maksudkan kek, Batu tersebut bukan batu biasa, tapi mungkin batu mustika, yang sengaja diberikan oleh orang misterius dalam mimpi Draco malam tadi!" Respon Dion geram, ketika kakeknya meremehkan akan keberadaan batu tersebut
"Jadi sekarang bagaimana?. Apakah uyut bisa membantu Draco untuk membuang batu itu?" Tanya Dragon meledek buyutnya tersebut
"Tidak! tidak! tidak!. Uyut percaya bahwa batu milik mu itu bukan batu sembarangan, mungkin saja itu batu langit atau batu petir, karena kau dapatkan setelah petir menyambar." Jawab tuan Birawa gugup
"Kalau begitu kau simpan batu itu baik baik, jangan sampai hilang atau dicuri orang." Ucap tuan Birawa menyesal
"Apakah uyut tidak mau mencobanya lagi?, siapa tahu kali ini uyut bisa?" Tanya Dragon pada buyutnya
"Tidak perlu!. Yang penting sekarang uyut sudah percaya tentang batu itu!" Jawabnya enteng
__ADS_1
"Bagaimana kalau mama yang mencoba Draco?" Tanya Ivory tiba tiba
"Silakan ma!" Jawab Dragon cepat
Ivory langsung bangun dari tempat duduknya, dan berjalan ke arah Dragon, lalu mengambil batu tersebut, dan mengangkatnya seperti tidak ada beban
Pemandangan itu tentu saja mengagetkan mereka semua termasuk juga Dion
Kalau tadi dia tidak mampu mengangkatnya batu sekecil itu, tapi Ivory hanya sekali angkat langsung bisa
"Bagaimana mama bisa melakukannya, sedang kan papa juga kakek tidak bisa?""
"Mama juga tidak tahu pa. mungkin keberuntungan ku saja!" Jawab Ivory asal bicara
"Itu bukan keberuntungan atau kebetulan ma, tapi batu itu sendiri yang memilih mama, karena merasa cocok dengan kepribadian mama." Ucap Dragon apa adanya
"Jadi maksud mu kepribadian ayah dan uyut tidak baik!. Begitu?" Tanya Dion kurang senang
"Salah kalau ayah berpikiran seperti itu!. Pada awalnya ayah meragukan batu tersebut, begitu juga kakek, maka batu itu marah atau merasa kurang senang dengan sikap kalian yang meremehkannya."
"Tapi mama!. Dari awal sudah sangat yakin cerita Draco tentang batu itu, maka ketika mengangkatnya, batu tersebut langsung nurut, dan mau diangkat oleh mama." Jawab Draco berterus terang
"Tapi bagaimana bisa, sebuah batu mempunyai jiwa" Tanya tuan
Birawa penasaran
"Kalau masalah itu Draco tidak bisa menjawabnya, karena orang tersebut tidak mengatakan apa apa."
"Hanya orang orang yang berhati bersih, dan tidak mempunyai sifat sombong, serta meremehkan mahluk Tuhan yang lain, maka orang tersebut bisa menyentuh batu itu serta mengangkat nya ke udara."
"Tapi bagi orang orang yang mempunyai niat kurang baik, baru mendekat saja, dia akan terlontar atau bahkan bisa mati!."
"Kelak kau lihatlah!. Siapa siapa saja yang ingin mencelakai mu, maka batu itu akan memberi isyarat padamu, dan kau bisa mengatasinya."
"Setelah ini aku akan pergi, dan tidak akan menemui mu lagi."
"Tapi jika ada keberuntungan besar, kita bisa bertemu lagi cucu ku melalui murid ku!"
"Pergi dan temui lah dia!. Murid ku itu akan memberi penjelasan padamu tentang ku juga tentang batu ini!"
"Begitu saja yang dia katakan waktu itu kakek buyut." Jawab Draco apa adanya
"Aneh!. Orang misterius itu memanggil mu cucuku. Apakah mungkin dia ada pertalian darah dengan mu Draco. Tapi siapa?" Ucap tuan Birawa penasaran
"Untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh orang itu benar atau tidak, sebaiknya kita cari orang tersebut dan menanyakan apa maksudnya." Jawab Dion enteng. kemudian berkata lagi
"Kejadian ini semakin menarik dan misteri. Bagaimana kalau batu itu kita buatkan bingkainya, jadi bisa dipasang pada jari Draco?" Ucap Dion memberi saran
"Menurut mama. lebih baik dibuatkan kalung saja, jadi bisa dipasang pada leher Draco."
"Lebih aman dan terlindung dibalik baju." Usul Ivory membantah pernyataan suaminya itu
__ADS_1
"Terserah mama saja atur mana baiknya."
"Sekarang!. Mari kita merundingkan tentang rencana kita mencarikan pengawal untuk Draco, atau mencarikannya seorang guru spiritual!" Ucap Dion memberi usul
***
Sementara itu, di sebuah desa subur nan makmur, atau tepatnya di sebuah padepokan silat, atau yang sekarang sering disebut dengan perguruan silat. Ada seorang laki laki berperawakan sedang, tapi cukup sehat dan terlihat kuat, kisaran 60 tahun atau lebih
Dia sedang duduk tenang dengan sikap Lotus nya, atau lebih tepatnya bersila, dengan kedua kali saling tertindih satu sama lain
Dihadapannya duduk empat orang laki laki dan satu orang perempuan, yang juga kelihatan kuat. Mereka juga sedang duduk bersila, sama seperti orang yang ada didepannya itu
Gentala, nama orang itu, adalah guru utama di padepokan tersebut. Dia biasanya dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan pendekar Genta, yang berarti naga. saat ini tengah mengajarkan olah pernapasan dan kebatinan pada murid muridnya
Argani, Byakta, Adiwilaga, Bahuwirya dan Indurasmi. adalah lima murid utama padepokan tersebut
Selain mereka, masih banyak lagi murid murid lain, yang belajar di perguruan silat itu
Gentala, Dia adalah satu satunya guru olah kanuragan, kedigdayaan, waskita dan kebatinan, yang sering disebut dengan guru spritual, yang masih tersisa di pulau Jawa itu.
Walau masih ada belasan guru guru lain, tapi kewaskitaan nya, berada jauh di bawah Gentala
Hari ini dia tengah menunggu seseorang untuk datang menghadapnya, agar bisa diberi pengajaran akan kewaskitaan, kedigdayaan dan kemampuan mengenali alam dengan kelebihan yang ada didalam tubuh orang itu
"Ayah!. Kenapa seperti ada yang sedang memanggil manggil, dan menarik Draco agar datang padanya saat ini?" Ucap Dragon bertanya pada ayahnya tanda keheranan
"Apa yang kau rasakan anak ku?" Tanya Dion khawatir
"Orang tersebut dari semalam sedang menunggu Draco agar datang padanya. dan meminta Draco agar menjadi muridnya!" Jawab Dragon berterus terang
"Bagai mana bisa?" Tanya Dion penasaran
"Kekuatan orang itu sangat kuat sekali. Jiwa Draco seperti sedang ditarik tarik agar datang menghadapnya." Jawab Dragon apa adanya
"Hans!. Panggil Leon kemari, berikut Iron dan Burgon. Cepat!" Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab Hans patuh, kemudian keluar dari ruang pribadi milik Dion tersebut dengan tergesa gesa
Tak lama kemudian Iron, Leon dan Burgon yang dipanggil pun datang, dan segera memberi salam pada Dion dengan sapaannya
"Salam tuan besar, salam tuan muda!" Ucap mereka serempak
Tak lama mereka memberi salam itu, tuan Birawa dan Ivory juga datang dengan wajah yang menunjukkan kekhwatiran besar
"Ada apa pa?. Kenapa mereka mendadak dipanggil seperti ini?" Tanya Ivory mendahului kakek mertuanya tersebut
"Duduklah dulu!. Ada sesuatu hal penting, yang akan papa bicarakan dengan mereka tentang Draco ini!" Jawab Dion apa adanya
"Ada apa dengan cicit ku Dion?" Sambung tuan Birawa bertanya dengan nada keheranan
"Kalian duduklah dulu, dan tenangkan hati. Ini hanya masalah kecil!" Jawab Dion kalem
__ADS_1
"Baiklah!. Kau berutang penjelasan pada kakek dan Ivory ini!" Respon tuan Birawa pasrah