
Setelah mendapat perintah dari Dion, untuk mengeksekusi tabungan di rekening perusahaan Arnold, juga rekening pribadinya, Rams degan cepat melaksanakan perintah tersebut
Hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit, dua rekening perbankan milik Arnold, ludes terkuras, dan berpindah ke rekening lain
Kemudian dari rekening itu, ditransfer lagi ke rekening lainnya, agar sulit untuk dilacak oleh pemiliknya
Proses pemindahan uang milik Arnold itu, disaksikan oleh tuan Birawa, juga para petinggi Birawa Group, dengan ekspresi biasa biasa saja, karena mereka sudah sering melihat kejadian seperti itu
Mereka tidak menyalahkan Dion atas keputusannya itu, karena kalau terus dibiarkan, akan membahayakan keutuhan perusahaan tempat mereka bekerja
Seperti seekor serangga yang ingin menggigit kita, apakah harus kita biarkan begitu saja, atau hanya sekedar mengusirnya, sedangkan setelah diusir dan dibiarkan berkali kali, serangga itu masih datang dan tetap mengganggu juga
Begitu jugalah dengan Arnold,. Dari jaman kakeknya masih berkuasa, mengendalikan Birawa group itu, Arnold sudah berkali kali mencoba untuk mengganggu bisnis Birawa Group tersebut
Namun oleh tuan Birawa, perbuatan itu tidak begitu ditanggapinya, malah seperti diberi kesempatan untuk terus mengulangi perbuatannya itu. Entah ada rahasia apa antara Arnold dengan tuan Birawa itu
Tapi di jaman Dion ini, perbuatan Arnold tidak bisa ditolerir lagi. dan tidak dibiarkan begitu saja
Dengan tegasnya Dion memerintahkan kepada Rams, untuk membuat perusahaan milik Arnold itu bangkrut dalam satu menit
Dion terpaksa melakukan itu, karena merasa terganggu oleh ulah Arnold, yang selalu merongrong perusahaannya
Sudah dibiarkan berkali kali, tapi masih tetap saja berusaha menjatuhkan perusahaan Birawa Group tersebut
Bahkan yang lebih parahnya lagi, Arnold mengirimkan para penyusup dan para preman, untuk mengganggu stabilitas keamanan perusahaannya. dan puncaknya adalah, ketika Arnold berkeinginan untuk mencuri sistem informasi perusahaan itu, serta merampok harta kekayaannya
Tentu saja Dion sebagai pemilik perusahaan itu, tidak akan tinggal diam, atau membiarkan begitu saja masalah itu terjadi
Maka setelah mendapatkan persetujuan dari kakek juga seluruh bawahannya tersebut, Dion memberi perintah, untuk mengeksekusi perusahaan yang dimiliki oleh Arnold itu
Sehingga terjadilah drama mengharukan, yang akan membuat heboh dunia, dan membuat Arnold stres besok, bahkan mungkin langsung gila malam ini juga
Perkiraan itu ternyata benar. sesaat setelah Rams menarik semua uang perusahaan juga uang pribadinya, di layar handphone milik Arnold, terpampang informasi, bahwa seluruh tabungannya telah kosong, dan tidak tahu penyebabnya apa, dan siapa yang melakukannya
Berita itu tentu saja membuat Arnold kebingungan, panik dan takut. Selama ini, dia tidak pernah memikirkan dampak buruk dari niat busuknya itu
Malam ini benar benar malam yang bersejarah baginya, karena perusahaan yang telah dirintis selama puluhan tahun, bisa hancur hanya dalam semalam. Bahkan jika dia tahu, seluruh harta kekayaan nya itu, telah raib hanya dalam waktu 1 menit. mungkin dia akan langsung gila
Karena panik dan rasa takut yang terus melanda, Arnold berudasa menghubungi orang orangnya satu persatu, tapi jawaban yang dia terima, tidak bisa memberikannya solusi bagus
Pada akhirnya, dia menghubungi Pras, agar bersama sama mencari solusi, tentang raibnya uang perusahaan juga uang pribadinya itu
"Habis sudah riwayat kita Pras!, dan ini bisa gawat, kita sedang berada diambang kehancuran!" Ucap Arnold melalui sambungan teleponnya
Pras hanya diam saja, karena dia tahu apa yang terjadi, ini pasti perbuatan dari pemilik perusahaan Birawa Group itu, tapi dia tidak berani mengatakannya, karena telah diancam akan dihabisi oleh Burgon dan anak buahnya itu
Bukan hanya itu saja, Pras juga mengetahui, bahwa pemilik perusahaan Birawa Group tersebut, tidak akan berhenti sampai disitu saja, sampai sahabatnya itu, benar benar jatuh miskin akibat perbuatannya itu
***
Pada pagi harinya, karyawan perusahaan Arnold, masuk bekerja seperti biasanya. Mereka belum mengetahui perihal raibnya uang perusahaan, juga belum mengetahui, sebentar lagi perusahaan tempat mereka bekerja itu, akan gulung tikar, alias bangkrut
__ADS_1
Dan benar saja!. Arnold yang tidak masuk kerja, didatangi oleh beberapa perwakilan konsorsium dan modal perseorangan guna menanyakan prihal raibnya uang perusahaannya
Ditanya seperti itu, tentu saja Arnold tidak bisa menjawab dengan benar, sementara dia sendiri, juga tidak tahu, kenapa uang perusahaannya bisa hilang dalam sekejap
Karena tidak ada jawaban yang memuaskan, pihak konsorsium dan penanam modal lain, melaporkan masalah itu kepihak berwajib, tapi Arnold memohon, agar masalah itu tidak sampai kemeja hijau
Dia menyanggupi untuk menyerahkan aset perusahaan, dan rumah mewahnya untuk disita oleh mereka, berikut semua aset asetnya yang lain
Satu jam sesudah itu, Arnold telah berada di jalanan, didampingi oleh anak dan istrinya, sambil menenteng tas yang mungkin berisi pakaian
Entah akan menjadi apa dia nanti, kita pun belum tahu
***
"Honey, bagaimana perasaanmu setelah malam tadi?. Apakah masih ada ganjalan dihati?" Tanya Ivory dengan suara mendayu
"Aku merasa puas, setelah bisa memberi pelajaran pada orang yang selalu merendahkan kakek ku itu!" Jawab Dion, sambil merebahkan badannya dipangkuan calon istrinya tersebut
"Aku yakin, sekarang ini Arnold sedang berada dijalanan. mungkin sudah menjadi gelandangan pula, kalau tidak ada orang yang mau menampungnya." Ucap Dion lagi
"Baguslah kalau begitu honey, sesekali beri dia pelajaran, yang tidak akan bisa dilupakannya seumur hidup." Sambut Ivory mendukung pernyataan dari Dion itu, sambil tangan mungilnya membelai rambut Dion dengan lembut
Diperlakukan seperti itu, dia jadi terlena, dan tak lama sesudah itu, Dion tertidur dipangkuan Ivory dengan pulas nya
Terlihat benar kalau Dion haus akan kasih sayang seorang wanita. Baru dibelai begitu saja, sudah lelap tertidur dipangkuan seorang gadis pula
Ivory yang melihat kekasihnya tertidur seperti itu, memandangi wajah Dion sepuasnya, sesekali tangan lembutnya membelai pipi Dion dengan mesra
"Aku janji, setelah kita menikah nanti, aku akan memberikan kebahagian padamu setiap saat."
"Tak akan kubiarkan hatimu sedih dan gundah gulana. Jika itu terjadi juga, maka aku merasa gagal sebagai seorang istri."
"Namun percayalah kasih, aku berjanji!, akan mendampingi mu dalam suka maupun duka, dan tak akan kubiarkan kau menanggung beban hidupmu sendiri. "Batin Ivory bertalu talu dalam hati, sambil menatap wajah Dion kekasihnya itu, yang sedang tertidur pulas di pangkuannya
***
Hari ini adalah hari pertama, dimana perusahaan Arnold bangkrut. Seluruh karyawan yang selama ini bekerja pada Arnold, bagai anak ayam kehilangan induk nya
Tidak tahu pada siapa harus bertanya, sementara Arnold pemiliknya itu, saat ini tidak kelihatan batang hidungnya. Entah kemana dia melarikan diri
***
Di sebuah perempatan jalan raya kota S, terlihat sepasang suami istri dan dua orang anaknya, sedang berjalan beriringan dibawah panasnya terik matahari
Pakaian yang mereka kenakan pun, sudah basah kuyup terkena keringat. Tidak tahu arah mana yang akan mereka tuju. Yang mereka tahu adalah, terus saja melangkah, mengikuti kaki yang sudah mulai lelah, dan tidak kuat lagi berjalan
"Pa! kita mau kemana. Rara capek pa!" Ucap anak perempuan keduanya, sambil menyeka keringat yang mengalir di dahinya dengan deras
"Sabarlah nak!. kita akan pergi kerumah nenekmu. Siapa tahu mereka mau menerima kita, dan memaafkan kesalahan papa." Jawab Arnold sambil menitikkan air mata tanda sedih
"Sebenarnya apa yang terjadi suamiku?. Kenapa bisa perusahaan besar mu itu, diambil alih oleh orang lain?" Tanya Jeniffer istri Arnold itu penasaran
__ADS_1
"Ini semua terjadi karena keserakahan ku ma!, yang ingin menguasai perusahaan orang lain." Jawab Arnold menyesal
"Apa yang telah kau lakukan pada perusahaan itu, sehingga malah perusahaan mu sendiri yang disita oleh pihak bank?" Tanya Jeniffer lagi semakin penasaran
"Kau tahukan si Birawa itu?" Tanya Arnold mengingatkan istrinya
"Ya!, aku tahu siapa dia. Dia orang yang telah menggagalkan usahamu, untuk menguasai dua perusahaan besar, yang sekarang telah menjadi miliknya itu!" Jawab Jennifer lancar
"Kau benar, karena sakit hati, perusahaan yang aku inginkan tidak jatuh ke tangan ku, padahal aku sudah berusaha dengan keras. Maka aku selama bertahun tahun, aku menaruh dendam padanya, dan berusaha untuk menghancurkan perusahaan Birawa Group itu, tapi ternyata, malah menjadi bumerang bagi ku!" Ucap Arnold penuh penyesalan
"Aku kira, Birawa Group itu masih dipegang oleh Birawa itu. Tapi ternyata, menurut kabar yang kudengar, yang mengendalikan perusahaan itu sekarang adalah cucunya."
"Apakah tidak sebaiknya kau meminta maaf saja padanya suamiku?" Ucap Jennifer memberi usul
"Itu tidak mungkin bisa terjadi! karena aku sangat membenci si Birawa itu!" Bantah Arnold sengit
"Sekarang singkirkan dulu antara benci dan dendam mu itu!. Apakah kau mau keluarga kita, akan menderita seperti ini selamanya. Kau lihatlah anak anak kita itu, mereka masih belum begitu besar, dan masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang kita, juga harta untuk mendidiknya." Tangkis Jennifer tidak mau kalah, kemudian menyambung lagi perkataannya
"Kalau usaha mu sudah bangkrut seperti itu, dengan apa kita akan menghidupi mereka?" Ucapnya lemah
"Papa juga bingung ma!. Sejujurnya papa menyesal, karena telah bersikap serakah seperti ini. Papa tidak menyangka, bahwa hanya dalam masa satu malam, bahkan mungkin lebih singkat daripada itu, perusahaan yang papa bangun selama bertahun tahun, hancur begitu saja!. Papa benar benar sangat menyesal ma!" Ucap Arnold sudah mulai putus asa, dan tidak tahu apa lagi yang akan dilakukannya di masa yang akan datang
"Tapi apakah kita tidak bisa menaiki kendaraan umum itu pa?. Kasihan anak anak kita, kalau dipaksa berjalan kaki sejauh ini. Atau bagaimana kalau kita charter saja angkutan umum itu, untuk pergi ke rumah ibu ku?" Ucap Jennifer mencoba memberi solusi
"Jangankan untuk menyewa mobil, untuk makan saja papa sudah tidak punya!, entah kalau mama, mungkin masih menyimpan uang kontan saat ini?" Ujar Arnold menyedihkan
"Kebetulan uang yang tersisa tinggal 100 ribu, dan itu pun sudah digunakan untuk membeli makanan dan minuman kita tadi." Jawab Jennifer apa adanya
"Kalau tak salah, hari ini adalah jadwal papa untuk mentransfer uang ke rekening mama." Ucap Jennifer mengingatkan suaminya itu
"Itulah yang ku kesalkan ma!. Kenapa tidak ku tarik uang itu sebanyak banyaknya, agar ketika kita seperti ini, setidaknya, kita tidak perlu kelaparan, dan kelihatan seperti gelandangan yang menyedihkan!" Kesal Arnold tiada terkira
"Bagaimana kalau mama jual saja cincin kawin kita ini pa?" Usul Jennifer tiba tiba
"Jangan!. Itu tidak boleh!" Jawab Arnold menolak usul dari istrinya tersebut
"Tapi pa!. anak anak kita juga butuh makan dan minum. Jadi tolong izinkan mama menjual cincin kawin ini. Nanti kalau papa sudah dapat kerja, dan sudah ada penghasilan, baru papa ganti cincin kawin itu." Sanggah Jennifer masih tetap ngotot
"Walaupun bisa diganti, tapi tetap tidak akan sama!" Tangkis Arnold tidak mau kalah
"Apakah papa tidak punya tabungan lain, selain daripada tabungan tersebut?" Tanya istrinya berharap
"Tidak ada sana sekali. Semua aset aset papa, sudah disita oleh pihak bank, juga oleh penanam modal perseorangan itu. Jadi tidak ada satupun yang tersisa sekarang." Jawab Arnold jujur
"Oh begitu!.Alangkah tragisnya nasib kita sekarang pa!" Ratap pilu Jennifer menyentuh hati
"Sudahlah ma!. jangan disesali lagi. Nasi sudah menjadi bubur!"
"Ayo kita lanjutkan perjalanan lagi!"
"Hanya tinggal beberapa kilo lagi, mudah mudahan kita sudah sampai di sana, sebelum hari menjelang petang." Ucap Arnold memberi semangat kepada istrinya
__ADS_1
"Pa! Rara lapar!" Ucap anak gadisnya merengek meminta makan