
"Sungguh aku tidak tahu, apa yang telah dilakukan oleh sepupuku itu, dengan beberapa anak buah ku tuan. karena aku jarang sekali bertemu dengannya." Jawab Brandy ketakutan, kemudian menyambung lagi berkata
"Selama ini dia cuma mengatakan, sedang menggarap sebuah lahan kosong, yang akan dijadikannya sebagai perumahan elit. Itu saja yang aku tahu tuan." Ujarnya
"Sungguh aku tidak tahu akan masalah ini, ternyata lahan yang dikatakan kosong itu, adalah bekas pabrik milik tuan Tiger itu." Kata Brandy mengakhiri penjelasannya
Dion yang mendengar penjelasan dari Brandy tersebut menjadi terdiam. Dion mengamati raut wajah Brandy sekilas, dan benar saja, Dion mendapati bahwa Brandy tidak berbohong
Itu terlihat jelas dari gestur tubuhnya yang sedang gemetaran, diakibatkan rasa takut yang teramat sangat akan kemarahan Dion nantinya, jika dia kedapatan bekerjasama dengan Govan si brengsek itu
"Kalau begitu baiklah!" Ucap Dion menggantung
"Aku mempercayai ucapan mu, tapi jika ke depannya kedapatan, bahwa kau telah berani berbohong padaku, maka bersiap siaplah untuk ku cabut nyawamu saat itu juga" Ancam Dion tegas
"Baik tuan. Jika aku bekerja sama dengan Govan itu, maka aku bersedia dihukum apa saja oleh tuan muda." Jawab Brandy sudah mulai lega
Kini satu masalah telah terselesaikan. Brandy yang dijemput secara paksa oleh anak buah Iron, saat ini telah mengakui, bahwa dia tidak bekerja sama dengan sepupu nya, untuk menakuti dan mengintimidasi Tiger
Sekarang Dion mengalihkan pandangannya pada Tiger, tanpa memperdulikan keberadaan anak anaknya, untuk meminta kepastian, apakah Tiger mau melepaskan tanahnya dengan harga yang ditawarkan oleh Dion tadi
Tiger yang ditatap oleh Dion, tubuhnya menjadi gemetar, dia tidak mempedulikan lagi situasi di sekitarnya. Untuk sesaat Tiger lupa kepada kedua anaknya
Dengan gugup dan terbata bata, dia mengucapkan sesuatu yang sangat penting, dalam situasi yang mencekam di tempat itu
"Mohon maaf sebelumnya tuan muda, karena saya takut dikatakan orang yang tidak tahu membalas budi, maka tadi saya memohon, agar tuan muda menebus tanah ini dengan harga pasaran yang ada saat ini."
"Tetapi karena tuan muda sendiri yang telah menaikkan setengah harga pasaran, maka saya Tiger tidak bisa berbuat apa apa, dan intinya saya setuju, jika tuan muda mengambil alih lokasi pabrik ini."
"Mengenai surat suratnya, akan saya urus di bank ternama di kota B ini. Dan setelah transaksi selesai, maka saya akan menyerahkannya pada tuan muda." Ucap Tiger lega
"Baik, aku orang yang tidak suka menunda nunda sesuatu, jika sudah berkehendak." Sambung Dion tegas
"Shio Lung. Transfer sejumlah uang ke rekening tuan Tiger sekarang juga!" Titah Dion tegas
"Siap laksanakan tuan muda!" Jawab Shio Lung cepat
Setelah instruksi itu diberikan, hanya membutuhkan waktu beberapa detik, terdengar bunyi notifikasi di handphone milik Tiger, pertanda uang sudah masuk
__ADS_1
Tiger sangat heran dan terkejut, bagaimana tuan muda Dion, bisa mengetahui rekeningnya yang ada di bank, tanpa terlebih dahulu bertanya padanya
Kejadian itu sukses membuatnya semakin kagum dan takjub kepada Dion. Kinerja orang orangnya, patut diacungi dua jempol. Hanya dalam waktu beberapa detik, sejumlah uang pembayaran pembebasan lahan tanah miliknya, telah masuk ke rekening pribadinya saat itu juga
Dengan tangan gemetar, Tiger membuka aplikasi perbankan nya, dan mengecek jumlah uang yang ditransfer oleh Dion barusan
Begitu dia melihat jumlah nominalnya, lutut Tiger gemetar, karena melihat sejumlah uang yang sangat banyak di aplikasi banknya
Luas tanah milik Tiger saat ini adalah 50 hektar, atau sekitar 500 ribu meter persegi. sedangkan harga per meternya adalah 1 juta uang setempat. jadi bisa dibayangkan, berapa uang yang telah didapatkan oleh Tiger atas penjualan tanahnya tersebut
Letak tanah milik Tiger tadi, kalau diperhitungkan dari keberuntungan usaha, memang sangat strategis. Letak seluruhnya menghadap ke timur, langsung menyongsong matahari terbit
Pantas saja si Govan manusia brengsek itu, sangat ngebet sekali ingin memiliki lahan tersebut, bagaimanapun caranya. Sampai sampai dia mengerahkan sejumlah tukang pukul, untuk memaksa Tiger agar melepaskan tanah itu kepadanya
Tapi apapun usaha yang dilakukan oleh Govan dan anak buahnya, Tiger tidak bergeming. Dia tetap dengan pendiriannya, tidak mau memberikan tanah itu kepada Govan, orang yang pernah mengkhianati nya dulu
Tiger lebih senang melepaskan tanah itu, kepada orang yang tepat. Tiger menyadari, bahwa tanahnya itu, letaknya sangat strategis
Kalau diambil dari istilah luar, maka feng shui tanah tersebut, yang letaknya sangat strategis itu, akan banyak mendatangkan hoki atau keberuntungan besar
Keberuntungan itu yang selalu dicari oleh para pengusaha, ketika mau membuat sebuah perusahaan atau pabrik di dalamnya
Dengan luas tanah sekitar 50.000 meter persegi, sudah sangat mencukupi untuk membuat sebuah pabrik sebesar apapun
Kalau tadi dikatakan, Dion telah mengelilingi seluruh areal tanah tersebut, itu hanya dilakukannya di permukaan nya saja, Dion dan orang orangnya, hanya mengelilingi areal yang sudah terbuka
Sedangkan areal sisanya, masih dalam bentuk hutan yang tidak begitu lebat, pun hanya terdiri dari deretan pohon pohon kecil, yang sangat mudah dibersihkan dengan alat berat
Setelah melakukan pembayaran, Dion terlihat senang, bibirnya menyungging senyum yang sangat manis, sehingga tanpa sadar, anak gadis Tiger yang bernama Maya Angelina sekilas melihatnya
Ada getaran halus yang timbul di hatinya, dengan malu malu, dia juga tersenyum ke arah Dion tanpa disadarinya
Sedari tadi dia dan kakaknya hanya diam saja, mendengarkan perbincangan antara ayah dan tuan muda Dion, karena bagaimanapun, mereka tahu diri dan tempat
Tapi setelah semua transaksi selesai, Maya melihat Dion si tuan muda, tersenyum manis ke arahnya, dan itu di sangka tertuju hanya padanya
Tetapi sebenarnya Dion tersenyum bukan kepada Maya, tapi dia tersenyum karena dia senang, karena apa yang diinginkannya sekarang telah tercapai
__ADS_1
Walaupun tanpa disadarinya, dia tersenyum kearah Maya, maka Maya menjadi salah sangka padanya. Kasihan kau Maya!
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Maya yang kesengsem berat dengan senyuman Dion sekilas tadi, di hatinya mulai tumbuh bunga bunga indah dan langsung bermekaran di sana
Selama ini, Maya terkenal dengan julukan gadis bisu dan tertutup, di desa tempat tinggalnya itu
Hal itu terjadi karena, dia jarang sekali memperlihatkan diri di khalayak ramai. Dia hanya keluar kalau ada hal penting yang sangat mendesak, dan itupun wajahnya ditutupi oleh selendang
Apabila ada warga terutama laki laki yang menegurnya, dia menyahutnya dengan anggukan kepala, tidak bersuara atau tersenyum
Oleh karena itulah, dia di juluki si bisu berhati batu oleh warga desanya
Tapi saat dia tanpa sadar, keluar bersama dengan ayahnya waktu di desa itu, tanpa penutup kepala dan wajahnya, semua orang terpana, mereka tidak percaya, kalau ada seorang gadis yang begitu cantik, melebihi kecantikan seorang Dewi dari kayangan di desanya
Begitu juga yang terjadi, ketika dia baru keluar dari helikopter yang membawanya, semua orang yang belum pernah melihatnya juga terpana, tapi tidak termasuk Dion, walaupun dalam hatinya juga kagum dengan kecantikan gadis tersebut
***
Di sebuah ruangan gedung tinggi kota B, terlihat seorang pria berumur kisaran 35 tahun, dengan angkuhnya duduk di kursi kebesaran belakang mejanya
Tangan sebelah kirinya sedang memegang sebuah handphone, seperti tengah menelepon seseorang, sedangkan tangan di sebelah kanannya, sedang memainkan sepucuk senjata laras pendek berbentuk revolver
Wajahnya menegang, matanya melotot dan gigi giginya saling bertaut, seperti sedang memakan sesuatu, pertanda geram dan marah
Betapa tidak marah, lahan yang selama ini diincarnya, telah dibeli dan dimiliki oleh orang lain. Dia menganggap bahwa orang yang telah membeli lahan tersebut, sengaja ingin membuat permusuhan dengannya secara terbuka
Dia mendapatkan berita itu dari mata mata khusus, yang selalu disebar olehnya
Mata mata itu bukan anak buah Brandy, tetapi pengawal khusus yang sengaja di sewa dari sebuah gangster lain di kota B
Sedari awal kedatangan Dion, dia terus mengawasi keberadaannya, tetapi saat itu, dia belum mau menunjukkan diri kepada Dion
Mata mata itu lebih memilih untuk tetap bersembunyi, dan memantau, aktivitas apa yang akan dilakukan oleh Dion di lahan tersebut, melalui teropong jarak jauhnya
Sebenarnya Burgon sudah menyadari kehadiran mata mata tersebut, tetapi dia membiarkannya saja, dan tidak melaporkannya kepada tuan muda Dion
Dia lebih memilih menunggu, apa reaksi dari mata mata tersebut, setelah mengetahui apa yang terjadi di lahan bekas bangunan pabrik milik Tiger
__ADS_1
Lagipula saat itu, dia diperintahkan oleh Dion untuk menjemput Tiger di kota S, maka mau tidak mau, dia mengacuhkan mata mata tersebut
Tapi Walaupun demikian, dia tetap menugaskan kepada anak buahnya, untuk terus mengawasi tindak tanduk dari mata mata itu, dan tidak boleh kendur sedikitpun