
Ditengah kebingungan itu datang lima orang bawahannya dengan tujuan untuk melapor
Tapi kedatangannya malah menjadi akhir dari hidup mereka. Haraga, sang ketua kelompok tersebut menyangka, mereka adalah mata mata desa, yang diutus untuk memata matai mereka.
Oleh karena itu dia menjadi gelap mata. Dengan berkata. "Tangkap Lima orang ini, dan ikat tangannya!" Perintah Haraga tegas
"Bos!. Mereka anak buah kita sendiri!. Kenapa harus ditangkap?" Ucap Omalin berniat protes
Bug!
"Hugh!" Keluh Omalin kesakitan, saat perutnya tiba tiba ditendang olah Haraga kuat kuat, hingga membuatnya terdorong mundur dan terjatuh ke tanah
"Tangkap juga orang ini!. Mereka berenam adalah mata mata!" Teriak Haraga dengan ekspresi marah
Karena takut terkena pukulan atau tendangan seperti Omalin, yang merupakan wakil komandan kelompok tersebut, maka mau tidak mau, anak buah Haraga yang lain, bergegas menangkap enam orang temannya sendiri, dan diikat seperti yang diperintahkan
"Katakan siapa kalian?. Kenapa kalian menyusup dalam kelompok ku?" Tanya Haraga kesal
"Kami bukan penyusup ketua!"
"Kami semua adalah anak buah ketua sendiri, yang ditugaskan untuk mencari kebenaran tentang tempat ini!" Jawab Zongie tegas, dengan niat untuk membela diri
Plak! plak! plak!
Dor! dor! dor!
Tiga orang mati dengan penasaran, tanpa sempat untuk menjelaskan lebih jauh, tentang siapa diri mereka sendiri, termasuk Zongie, wakil komandannya, karena ditembak oleh Haraga dengan menggunakan pistolnya sendiri sampai mati
Sementara itu, tiga orang lainnya sekarang sedang meringis kesakitan, karena pipinya ditampar dengan kuat oleh Haraga. Dia masih tetap menyangka, bahwa mereka bertiga adalah penyusup
"Katakan sekali lagi!. Siapa kalian sebenarnya?"
"Siapa yang telah mengutus kalian, untuk memata matai kami?!" Teriak Haraga cukup kuat, karena ingin mendapatkan informasi dari mereka
"Percayakah bos!. Kami bukan mata mata, tapi anak buah bos sendiri!"
"Aku Rombi!. Ini Mamut dan itu Kabajo!" Jawab Rombi mencoba menjelaskan siapa mereka sebenarnya
"Aku tidak peduli siapa kalian!. yang aku tahu, kalian adalah orang yang sengaja disusupkan kemari!"
"Kepala desa yang tidak tahu diri itu, pasti orang yang telah mengutus kalian!"
"Jadi jangan coba coba untuk membohongi kami lagi!"
"Dengar kalian baik baik!. Apakah kepala desa itu menyangka, aku ini orang bodoh? Ha!"
"Bukan begitu bos!. Kami bukan orangnya, tapi orang bos sendiri. Percayalah!" Jawab Rombi mencoba membela diri tapi..
Dor!
Tanpa bisa mengeluh atau berteriak, kepala Rombi hancur tertembus peluru, karena kebrutalan dari bosnya sendiri, yang sekarang sudah terkena pengaruh formasi ilusi yang dipasang oleh Dragon untuk menjebak kelompok meresahkan tersebut
"Kau lihat!. Teman mu sesama penyusup telah aku bunuh, dan sekarang giliran kalian pula!" Ucap Haraga dengan aura mengintimidasi
"Apa maksud kepala desa bodoh itu, dengan mengutus kalian untuk bergabung dengan kami?" Tanya Haraga, pada salah seorang dari dua bawahan yang masih hidup itu dengan suara keras
Tapi tak seorang pun yang berani menjawabnya, karena jika mereka berani menjawab, dan membuat Haraga semakin marah, akibatnya pasti mati
Jadi mereka memutuskan untuk diam saja, dengan harapan nyawanya akan terselamatkan
Tapi bukan Haraga namanya kalau hanya dengan trik seperti itu, akan menjadi kasihan dan reda kemarahannya
Dia malah mendekati salah seorang diantara dua orang itu, dengan aura mengintimidasi, lalu menamparnya kuat kuat. Sedang seluruh anak buahnya yang lain, hanya diam saja, dan takut bila harus bersuara apalagi membela. Jadi mereka hanya melihat sandiwara itu dari jarak jauh
__ADS_1
Plak!
"Katakan sekali lagi!. Siapa kalian?" Ucap Haraga semakin emosi
"Kami anak buah bos sendiri, dan bukan penyusup seperti yang bos katakan itu!" Jawab Mamut cukup keras, mencoba menjelaskan lagi agar bosnya percaya siapa dirinya
"Bohong!. Jelas jelas kalian adalah mata mata yang dikirim oleh kepala desa bandel itu karena kebodohannya!" Jawab Haraga tidak percaya
"Aku tahu kalian memang diutus untuk mendapat informasi dari kami bukan?"
"Ketahuilah!. Tanah desa mu ini, banyak mengandung batu batu mulia!"
"Kami sengaja datang ke sini karena informasi dari salah seorang teman mu juga."
"Dari dialah bos besar kami mengetahui, bahwa potensi desa ini cukup besar!"
"Oleh karena itu kami sengaja datang dari jauh, karena ingin menguasai tempat ini!. Kau tahu itu!"
Plak!
Dor!
Bukan kepercayaan yang mereka berdua terima, malah tamparan kuat yang mendarat di pipi. Perih terasa dan menyayat jantung. Bahkan salah seorang dari mereka mati tertembus peluru di dadanya
Yang lebih menyedihkan adalah, bosnya malah tidak percaya dengan penjelasan anak buahnya sendiri. Malahan pula mereka disangka mata mata pihak musuh, yang ingin mendapatkan informasi tentang kelompok penjahat tersebut
Yang sebenarnya terjadi adalah, di dalam kelompok Haraga itu, memang ada mata mata, yang sengaja disusupkan oleh pihak Dragon, demi untuk mendapatkan informasi siapa kelompok tersebut sebenarnya
Mereka ditugaskan untuk mencari informasi sebanyak banyaknya tentang kelompok itu, karena Dragon mencurigai ada kekuatan besar lain yang menggerakkan mereka
Ternyata yang dilihatnya itu, memang benar adanya. Ada dua kelompok lagi yang belum muncul di desa itu, dan sekarang sedang bersembunyi di suatu tempat tak jauh dari desa itu, walau sudah berlainan kabupaten
Yang menjadi tanda tanya besar bagi warga desa termasuk juga Dragon. Kenapa mereka beraksi di kampung atau desa terpencil seperti desa Mamuju itu. Apakah ada niat tersembunyi yang ada di hati bos besarnya tersebut. dan itu akan ditanyakan oleh Dragon nanti
"Tolong jawab dengan jujur!. Apakah yang dikatakan oleh Haraga itu benar kepala desa?" Tanya Dragon dengan pertanyaan tegasnya
"Benar sekali tuan muda!. Ini pun kami ketahui, setelah salah seorang warga menemukan sebongkah batu berlian, yang ukurannya lumayan besar!"
"Penemuannya itu segera dilaporkan pada kami, dan berita tersebut segera menyebar dengan cepat. karena waktu itu ada beberapa warga yang sedang bersama kami."
"Sehari kemudian, berbondong bondong lah warga desa menuju tempat itu, untuk mendapatkan keberuntungan."
"Tapi sepuluh yang pergi. sepuluh pula yang tidak kembali."
"Warga desa yang merasa kehilangan anggota keluarganya, tentu saja melapor pada kami, dan ingin mendapat penjelasan!"
"Tentu saja kami tidak bisa menjawabnya, karena kepergian mereka ke tempat itu tidak kami ketahui."
"Tapi karena sudah mendapatkan laporan, maka kami terpaksa harus turun tangan juga."
"Maka beramai-ramai lah kami memasuki hutan tersebut, di mana sebongkah berlian itu ditemukan."
"Namun bukan batu berlian yang kami dapatkan, tapi 10 orang yang masuk ke hutan tersebut, semuanya ditemukan telah tewas."
"Rata-rata organ tubuh mereka telah hilang. Mungkin sengaja diambil untuk mengelabui penyelidikan."
"Keesokan hari nya di desa tetangga sebelah, juga dilaporkan ada beberapa orang warganya yang hilang."
"Dikabarkan mereka juga berusaha memasuki hutan, yang diisukan banyak terdapat berlian, juga batu batu berharga lainnya."
"Tapi nasib mereka juga sama."
"Diberitakan, bahwa tubuh mereka ada bekas gigitan dan cakaran kuku binatang buas.".
__ADS_1
"Tapi di tempat lain, malah organ tubuh mereka yang hilang."
"Petugas kepolisian yang mendapat laporan itu juga kebingungan, antara mempercayai cerita mistis atau sesuai kenyataan." Jawab kepala desa Mamuju tersebut secara panjang lebar, dan menceritakan apa yang dia ketahui
"Tapi bagaimana dengan berita tentang belasan anak balita yang dikabarkan hilang itu?. Apakah mungkin pelakunya juga sama?" Tanya Dragon memotong cerita
"Kejadian itu menimpa desa yang lain lagi!"
"Tiap mereka muncul, ditandai dengan adanya angin kencang, dan tidak diketahui apakah pelakunya dari kelompok yang sama!" Jawab Noboa cukup panjang, agar semuanya jelas
"Ini bukan kasus kecil lagi!. Sepertinya mereka sebuah organisasi yang terorganisir, dan saling terkait."
"Nampaknya masalah ini harus diberitahu pada ayah, agar bisa mengirim orang orangnya kemari!" Gumam Dragon lirih. Kemudian mengucapkan terima kasih kepada kepala desa atas penjelasannya
Sementara itu ditempat Haraga juga ratusan anak buahnya sedang berada. Formasi ilusi yang dipasang oleh Dragon, masih tetap mempengaruhi mereka
Saat itu Dragon bisa melihat dan mendengar, bahwa Haraga sebenarnya bukanlah ketua atau bos kelompok itu. Dia hanyalah ketua tiga, dan membawahi kelompok kecil, yang berjumlah sekitar 3 ratus orang itu
Mereka datang ke desa itu sebulan lalu, tiga hari sebelum penduduk desa tersebut melaporkan temuannya pada kepala desa.
Ternyata waktu penemuan itu, ada seseorang yang mengintainya, dan dia adalah anak buah Haraga sendiri
Tak berselang lama, penduduk desa yang mengintip itu, segera melaporkan temuan tersebut pada bosnya, dan ditanggapi dengan serius oleh Haraga, Lalu di laporkan pada ketua yang lain
Beberapa hari kemudian Mereka ditugaskan untuk menyambangi desa Mamuju dan desa desa lain di sekitar hutan tersebut
Mereka harus menyelidiki dan mencari kebenaran, tentang desas desus yang mengatakan, bahwa desa yang konturnya terdiri dari bukit bukit cadas, hutan dan bebatuan itu, benar atau tidak mengandung bebatuan yang sangat berharga di dunia
Di hari ke tiga, kelompok yang diketuai oleh Burangrang itu, segera melaksanakan tugas dan membagi kelompok, untuk datang ke desa sekitaran hutan
Kebetulan Haraga mendapat bagian, untuk mendatangi desa Mamuju, dan harus mendapatkan informasi akurat tentang berita itu
Tapi selama sebulan ini, mereka belum juga menemukan di mana lokasi penemuan sebongkah berlian tersebut. Akhirnya mereka menjadi bosan dan meneror penduduk desa dan mendapatkan ide untuk mengambil organ tubuh mereka untuk di jual
Tapi sehari sebelum kejadian itu, Haraga mendapat informasi, bahwa penduduk di dua desa tersebut, menyakini adanya hal hal mistis, dan itu merupakan karakteristik penduduk desa yang bersangkutan
Berdasarkan informasi tersebut, Haraga dan 2 ketua lainnya pun turun ke desa yang dimaksud, tetapi berlainan arah
Haraga dan 300 orang anak buahnya, ditugaskan untuk menuju ke desa Mamuju, sementara dua lainnya, menuju ke desa-desa tetangga sebelah, yang berbatasan langsung dengan desa Mamuju itu
Dan benar seperti yang diceritakan, penduduk desa memang sangat mempercayai hal hal mistis, hingga mereka datang ketempat itu dengan membawa beberapa orang penyihir, yang memang kerjanya menakut nakuti orang dengan ilmu sihirnya tersebut.
Sekarang keenam orang itu juga ada bersama Haraga, yang sedang kebingungan karena pengaruh ilusi, dan terlihat sedang marah marah pada anak buahnya sendiri
Tapi walau mereka mempunyai kemampuan sihir kuat, namun apalah daya, kekuatan dari ilmu Wahyu Taqwa yang dipasang oleh Dragon, tidak mampu mereka tangkis, apalagi menghancurkannya
Sama seperti Haraga. Enam orang penyihir yang sudah berada di level tinggi, juga terpengaruh dengan formasi ilusi itu, sehingga mereka tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa
Ketika Haraga menyiksa, membunuh serta mengintimidasi anak buahnya sendiri, mereka jelas-jelas melihat, bahwa keenam orang tersebut, memang bukan anggotanya, tetapi mereka adalah penduduk desa
Dari keenam orang yang dicurigai sebagai mata-mata, hanya tinggal seorang saja yang masih hidup, yaitu seseorang yang bernama Kabajo
Namun saat ini, kondisinya juga sangat memprihatinkan. Dia disiksa dan didera sedemikian rupa, agar mengaku bahwa dia adalah mata-mata yang sengaja dikirim oleh Benoa untuk memata-matai mereka
Tapi walau disiksa dan didera sedemikan sadisnya, Kabajo tetap bersikukuh dan tidak mau mengakuinya, hingga membuat Harada menjadi semakin marah. Kemudian menembak kepala Kabajo dengan pistol, yang selalu dipegangnya sejak dari awal dia datang
Dengan demikian, 6 orang yang disangka oleh Harada adalah mata-mata, telah mati semua
Kini pandangannya beralih pada anak buahnya yang lain, dan seketika dia menjadi terkejut, karena anak buahnya telah berubah menjadi di wajah penduduk desa, yang pernah dilihat sebelumnya
"Ternyata kalian juga adalah mata mata!"
"Aku harus menghabisi kalian semua, agar rahasia ini tidak terbongkar!" Ucapnya dengan ekspresi marah. Kemudian menodongkan senjatanya ke arah anak buahnya sendiri
__ADS_1