Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Keluarga penjahat


__ADS_3

Di sebuah villa mewah kota D, sebelah barat kota J, seorang lelaki kisaran 67 atau 70 tahun, dengan seorang cucu laki lakinya, terlihat sedang berbincang serius. Entah apa yang sedang di bicarakan oleh mereka berdua itu


Di belakang mereka sedikit agak jauh, tampak berdiri 10 orang laki laki berperawakan tinggi, gagah dan tegap. Mengenakan stelan jas berwarna hitam, layaknya seorang bodyguard atau pengawalnya


Sikap mereka sangat patuh dan hormat pada tuannya


Tuan Aminata. biasa orang memanggilnya di luaran sana, adalah lelaki berumur tersebut, dan laki laki muda di depannya itu, adalah cucunya, Sagara, anak dari Bhadrika, sepupu Ramos, anak buah ayahnya tersebut


Dalam pembicaraan mereka itu, tuan Aminata yang lebih banyak mendominasi pembicaraan


"Bagaimana perkembangan penyelidikan mu, apakah pembunuh Bagaspati, kakak ayah mu itu sudah di ketahui?" Tanya tuan Aminata dalam percakapannya tersebut ingin tahu


"Sampai saat ini, petunjuk pasti siapa yang telah menghabisi nyawa paman ku itu belum begitu jelas, karena paman Anggoro tidak mau mengatakannya pada orang orang kita.". Jawab Sagara berterus terang


"Bukan hanya itu saja kek!. Bahkan kematian kakek Braga, sampai saat ini masih menjadi misteri, karena tidak ada satupun petunjuk yang mengarah pada siapa yang telah menghabisi nya."


"Ini benar benar pelik dan sulit di terima akal sehat." Reaksi Aminata keheranan


"Satu keturunan ku, dan satu saudara laki laki ku, satu lagi keponakan ku, mati dalam waktu yang tidak berjauhan waktunya. Kecuali si Govan manusia serakah tersebut" Batin Aminata dalam hati


"Ditambah lagi anak bungsuku, si Bhadrika, manusia bejat dan munafik itu, saat ini telah di tahan polisi, atas banyak tuduhan berat yang di timpakan padanya."


"Kejadian ini sangat membuat ku terpukul, dan serasa ingin membalas dendam saat ini juga!" Ucapnya lirih pada diri sendiri, Kemudian melanjutkan monolognya dalam hati


"Seperti ada orang yang dengan sengaja mau menghancurkan garis keturunan ku!' Respon tuan Aminata geram


"Oh ya!. Apakah kau sudah bertemu dengan paman jauh mu si Brandy itu?" Tanya Aminata tiba tiba


"Belum kek, sampai saat ini, aku belum berhasil menemuinya, karena paman Brandy, selalu menolak untuk bertemu dengan ku." Jawab Sagara apa adanya


"Anak buahnya saja tidak mau mengatakan, di mana tuan mereka berada." Jawab Sagara terlihat sangat kecewa sekali


"Kenapa kau tidak memaksa mereka dengan cara kekerasan?. Bukankan kita mempunyai orang orang kuat, dan bisa di andalkan?" Tanya Aminata keheranan


"Masalahnya bukan kuat atau tidaknya kek. tapi pada loyalitas mereka pada pimpinan."


"Nampaknya paman Brandy, benar benar telah menjadi panutan dan idola mereka."


"Anak buahnya saja rela mati demi melindungi tuannya itu!"


"Jadi akan sangat sulit meminta mereka agar bekerja sama dengan kita, dan memberitahukan keberadaan tuannya itu"


"Dasar brengsek Brandy itu!. Manusia yang tidak bisa membalas budi!" Respon Aminata geram


"Percuma aku tolong dia dulu, kalau tahu bakal begini, tidak mungin dulu aku selamatkan nyawanya, dan menebus saat dia akan di tahan oleh pihak berwajib."


"Tapi nyatanya, saat di butuhkan, dianya tidak mau bekerja sama."


"Kakek jadi heran, kenapa dia bisa berubah jadi seperti itu?"


"Seorang raja jalanan kota B, bahkan merambah ke kota kota lain, sekarang telah berubah menjadi seekor tikus got, yang sedang bersembunyi ketakutan!"


"Apakah kakek sendiri yang harus turun tangan?"


"Menurut Sagara itu belum perlu kek, masih ada kami yang bisa kakek andalkan" Jawab Sagara mencoba menenangkan kakeknya itu


"Bukan kakek tidak percaya dengan perkataan mu itu, tapi sampai saat ini pun, kau belum juga menemukan dalang pembunuhan dan penghancuran kelompok Braga dan yang lainnya itu!"

__ADS_1


"Di tambah lagi, kau juga belum menemukan dalang penghancuran kelompok Govan juga kelompok Bhadrika, serta kelompok Torangga tersebut!"


"Sampai saat ini, kakek masih belum mengerti, orang kuat mana yang bisa membasmi anak serta saudara saudara ku itu?"


"Seberapa kuat kah orang tersebut. sampai membuat orang kuat seperti Bagaspati, Torangga, Govan, Bhadrika dan Braga, tewas dengan cara misterius seperti itu."


"Kalau kelompok Paman Torangga, mereka masih ada dan hidup kek!" Ucap Sagara cepat, kemudian berkata lagi


"Setelah dia mati, seluruh bekas anak buahnya di koordinir lagi oleh ketua kelompok itu, dan sekarang kedudukannya sudah semakin kuat."


"Kabarnya mereka di sokong dana, dan dukungan dari kelompok Birawa Group, dibawah ketuanya Dion itu!" Ucapnya lagi


"Ini semakin sulit!, karena kakek tahu siapa pemilik Birawa Group itu!"


"Menurut kabarnya, bodyguard nya saja mencapai belasan ribu orang, yang terdiri dari orang orang kuat."


"Tidak mungkin bagi kita untuk menentang mereka saat ini!" Ucap Aminata bersikap pasrah


"Tapi Sagara mempunyai satu cara jitu kek!" Responnya dengan ekspresi senang


"Apa cara jitu mu itu?. Cepat katakan!" Jawab Aminata tidak sabar lagi


"Sabar sedikit kenapa kek?.Jangan terburu buru, karena ini harus di pikirkan masak masak sebelum di laksanakan!" Reaksi Sagara seperti mempermainkan kakeknya itu


"Jujur saja kakek katakan, sebenarnya kakek ingin menghancurkan Birawa Group itu. Tapi sampai kakek tua dan lemah seperti ini, dendam penghinaan itu belum bisa kakek balas kan!"


"Apakah kakek kenal dengan pemilik perusahaan besar itu?' Tanya Sagara penasaran


"Bukan hanya kenal, bahkan kakek pernah menjadi anak buahnya, walau hanya tiga tahun, karena pandangan kami berbeda. kakek memutuskan untuk keluar atau terpaksa di keluarkan."


"Si Birawa itu, dulunya adalah orang susah, dan banyak sekali terlilit hutang, karena usahanya tidak maju maju juga."


"Entah dengan cara bagaimana, setengah tahun kemudian, perusahaan Birawa Group, bisa terlepas dari hutang yang selama ini menjerat lehernya."


"Dan akhirnya, perusahaan tersebut bisa bangkit, dan semakin besar sampai saat ini."


"Dengar kabarnya, si licik Birawa Itu, ada meminjam sejumlah uang pada salah satu bank, yang ada di kota J, dan jumlahnya sangat banyak sekali, dengan jaminan perusahaan nya itu."


"Tiga tahun kemudian, perusahaan tersebut dinyatakan sebagai perusahaan besar nasional, dan mempunyai harta kekayaan melimpah, serta sudah bisa berdiri sendiri. Hutang hutangnya, juga telah di lunasi seluruhnya."


"Sepertinya kakek mengetahui sejarah dari perusahaan besar itu?" Tanya Sagara penasaran


"Jelas saja kakek tahu, karena pada masa masa sulit itu, kakek masih bekerja pada Birawa. Tapi setelah dia sukses dan perusahaan nya maju, kakek malah di buang begitu saja!"


"Sejak saat itulah, kakek menaruh dendam besar pada pemilik perusahaan tersebut!"


"Kenapa kakek tidak membalaskan sakit hati kakek itu saat dia sedang terpuruk?"


"Mana bisa begitu, Birawa orang yang sangat licik!"


"Dengan teganya mencampakkan kakek keluar dari perusahaannya. Padahal kakek lah ketua tim dalam menanggulangi kesulitan keuangan perusahannya saat itu."


"Tapi karena hanya kesalahan kecil yang kakek lakukan, dia memecat kakek tanpa pesangon."


"Sejak saat itu juga, kakek bertekad akan membuat Birawa Group hancur secara perlahan!"


"Maka kakek menyuruh pada paman paman mu, kecuali ayah mu itu, untuk berpura pura bekerja pada nya, dengan harapan bisa menghancurkan kekuatannya dari dalam."

__ADS_1


"Tapi paman paman mu itu, juga keluar dari perusahaan tersebut, dan hidup berdikari sendiri, sampai sukses seperti itu, kecuali anak bungsu kedua kakek jauh mu si Braga, yaitu Torangga itu."


"Jadi orang yang bernama Torangga itu masih ada hubungannya dengan kita kek?" Tanya Sagara penasaran


"Benar sekali!. Tapi tanpa disangka, paman mu malah menikahi anaknya si Melviana itu, padahal kalau di tarik benang lurus, mereka berdua masih ada pertalian darah!" Jawab Aminata sedih


"Tapi kenapa mereka tetap menikah juga kek?"


"Itulah yang kakek heran kan!. Dugaan sementara, paman mu bagaspati tidak tahu, bahwa dia dan Melviana masih saudara jauh walau memang boleh menikah!"


"Kalau di urut kan, si Melviana itu masih termasuk ponakan jauh dari Bagaspati."


"Ternyata begitu!" Respon Sagara sudah mulai mengerti


"Lalu bagaimana kelanjutannya kek?" Tanya Sagara masih ingin tahu


"Paman jauh mu itu, lebih memilih jalan kekerasan, dengan bergabung pada kelompok jalanan pimpinan temannya tersebut."


"Lalu bagaimana dengan sepupu jauh Govan itu kek, apakah dia juga pernah bekerja pada Birawa Group itu?"


"Kalau dia tidak pernah, begitu juga dengan Torangga, Bhadrika dan Brandy. semuanya memilih jalan kekerasan."


"Lalu apa yang akan kakek lakukan sekarang?. Apakah akan diam saja, ketika melihat anak, adik juga cucu jauh kakek, di habisi orang, saat kakek masih hidup, dan bisa mendengar beritanya?"


"Untuk saat ini, kakek memilih untuk diam dulu, karena kakek sadar, bahwa untuk melawan Birawa Group itu, sudah tidak mungkin lagi."


"Apalagi sekarang, kekuatan orang orangnya, semakin kuat dan pengawalan di sekitar keluarganya, juga sangat ketat sekali."


"Bagai mana kalau Sagara berpura pura menjadi pengawalnya kek?, agar Sagara bisa mengetahui kelemahan perusahaan, sekaligus mengetahui saat kapan pemiliknya sedang tidak di kawal." Ucap Sagara cepat penuh keyakinan


"Kalau itu menurutmu baik!, kenapa tidak kau lakukan saja, sambil mencari tahu dari anak buahnya, kalau kalau mereka tahu tentang pembunuh keluarga besar kita itu." Jawab Aminata setuju


"Tapi saat ini, mereka sedang tidak membuka lowongan untuk menjadi pengawal kek!" Sanggah Sagara lemah


"Sagara rasa, sangat sulit untuk mendapat kepercayaan, agar bisa di terima menjadi pengawal keluarga mereka!" Ucapnya lagi semakin putus asa


"Kenapa kau tidak mencoba menyamar menjadi pedagang di kotanya saja?"


"Kakek dengar dari orang orang kita, masih banyak gedung gedung kosong yang bisa kau gunakan sebagai tempat usaha mu di sana!" Usul Aminata dengan ekspresi semangat


"Kalau kau sudah berhasil masuk, dan membuka usaha di sana, kakek yakin, kau akan bisa mendapatkan berita penting dari orang orang yang juga berusaha di kota itu."


"Sagara setuju dengan usul kakek, cuma masalahnya adalah modal kek!.


"Dari mana Sagara bisa mendapatkan uang untuk menyewa gedung tempat usaha itu?" Responnya putus asa


"Kalau untuk masalah itu gampang, kakek akan menyerahkan batangan batangan emas, yang dulu kakek curi dari si Birawa licik itu pada mu."


"Ada sekitar 10 buah emas batangan yang kakek simpan selama ini."


"Semua anak anak ku, tidak mengetahui keberadaan emas emas tersebut, termasuk juga anak kandung kakek si Torangga itu."


''Jadi kaulah satu satunya keturunan kakek, yang tahu bahwa kakek mempunyai emas yang cukup banyak, yang masing masing nya seberat satu kilogram."


"Dengan dua atau tiga emas batangan itu saja, sudah sangat cukup untuk membuka usaha di sana."


"Cuma pesan kakek!. setelah kau berhasil membuka usaha. secara diam diam, kau masukkan orang orang kita masuk dan bekerja pada mu."

__ADS_1


"Dengan kehadiran mereka, akan membuat usaha mu mata-matai Birawa Group, juga orang orangnya, akan lebih mudah kau lakukan."


"Jadi sekarang mari ikut kakek memasuki ruang bawah tanah di villa ini, karena di sanalah kakek menyimpan emas emas batangan tersebut, berikut beberapa uang tunai, yang cuma berjumlah 11 milyar itu." '


__ADS_2