Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Menjajal Kekuatan


__ADS_3

"Itukan baru merupakan rencana kek!, Karena kita harus mendapatkan izin dari pemerintah, terutama persetujuan dari militer itu sendiri!" Jawab Dion apa adanya


"Kalau itu pendapat mu, maka kakek ikut saja!"


"Lagipula kita bisa membantu pemerintah mengatasi kesulitan dalam pengadaan alutsista di negara ini." Respon tuan birawa setuju


"Tapi itu mungkin masih lama kek!. Yang perlu kita gesa sekarang ini adalah, mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi, pasca terbunuhnya Takeda itu."


"Orang yang bernama Jundan Miyazawa, tentu tidak akan diam saja melihat anak buahnya mati terbunuh!"


"Sebentar lagi dia pasti akan mengirimkan orang yang lebih kuat kemari!"


"Untuk itu, mari kita persiapkan penyambutan, agar mereka tahu, kita bukan orang yang mudah diprovokasi!" Ucap Dion berapi api


***


Satu minggu kemudian. atau tepatnya delapan hari setelah Takeda mati. Terlihat empat buah kapal besar yang mendarat di pelabuhan terpencil yang jauh dari keramaian, tapi masuknya berlainan waktu


Pelabuhan tersebut adalah pelabuhan tikus, yang biasa digunakan oleh para nelayan, untuk membongkar muatannya. Tapi jarang sekali digunakan oleh mereka


Disitulah Harajuku Zabuza, serta anak buahnya yang berjumlah banyak itu turun, tanpa ada pemeriksaan dari pihak bea dan cukai, apalagi dari pihak imigrasi setempat


Kedatangan mereka, membawa ribuan senjata api berbagai ukuran, termasuk juga pedang, katana, shuriken, tombak, stik pendek dan kunai juga mereka bawa


Mereka membawa senjata senjata itu secara ilegal, dengan menaiki kapal barang, yang selalu keluar masuk perairan Indonesia


Mereka menyulap kapal barang tersebut menjadi kapal penumpang, yang diatas palka nya diletakkan banyak barang komoditas ekspor. Sementara di dalam palka, ratusan anak buah Harajuku Zabuza bersembunyi


Zabuza dan orang-orangnya, sengaja menaiki kapal barang, untuk menghindari pemeriksaan.


Jika mereka pergi dengan menggunakan pesawat terbang, tentu saja semua barang yang mereka bawa itu, akan disita oleh otoritas bandara termasuk orangnya akan ditahan


Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk pergi ke negara ini dengan menggunakan kapal laut


Satu setengah jam kemudian, semua barang barang itu sudah berada di dalam truk bak tertutup, dan tak lama sesudah itu, iring iringan mobil besar terlihat meninggalkan pelabuhan itu, menuju markas baru mereka, yang tak jauh dari pelabuhan terlantar tersebut


Di Indonesia. Mereka disambut oleh belasan orang laki laki, yang terlihat cukup kuat dan bertampang bengis. Dari merekalah rombongan Zabuza mengetahui arah tujuannya


"Indonesia!. Aku datang!" Ucap Zabuza lantang, sesaat setelah sampai di tempat tujuan. Terkesan sangat meremehkan negara ini, terutama orang orangnya


***


Sementara itu di kota Golden City, Dion sedang mendengarkan laporan dari anak buah Burgon, yang ditugaskan untuk memata matai setiap gerakan yang mencurigakan


Kebetulan pada saat itu, mereka sedang melintasi daerah tersebut, saat empat buah kapal asing merapat di dermaga nelayan itu, dengan alasan ingin membongkar barang milik nelayan di sekitar pelabuhan tersebut


Tapi yang anehnya. Mata-mata itu, melihat banyak orang yang keluar dari dalam kapal besar, sambil menenteng bungkusan, bahkan ada yang memikulnya di pundak


Untuk sementara. Mereka mencurigai bahwa orang-orang tersebut adalah imigran gelap, yang berasal dari negara lain. dan akan segera melaporkannya kepada otoritas setempat untuk ditindaklanjuti


Tapi sebelum itu, mereka melaporkan duluan kepada tuan besar mereka, untuk mendapatkan intruksi dari nya


"Jadi itulah yang kami tahu dan lihat tuan besar." Ucap seorang mata-mata tegas dan jelas, melaporkan temuannya kepada Dion


"Baik!. Aku terima laporan mu, dan terima kasih!" Balas Dion cukup puas


"Sekarang kalian boleh pergi!. Ucap Dion memberi perintah


"Baik dan terima kasih tuan besar!. Jawab empat orang mata mata itu patuh


"Paman Deon!. Aku mencurigai kelompok besar tersebut, adalah orang-orang yang diutus oleh Jundan Miyazawa!"


"Untuk memastikannya, coba perbesar lokasi ini, dan lihat apa yang sedang mereka lakukan di dalam!" Ucap Dion tegas, saat memberi perintah


"Siap tuan besar!" Jawab Deon cepat. Kemudian segera mengerjakan perintah yang diberikan oleh Dion tadi

__ADS_1


Tak lama kemudian. Di layar komputer milik legenda cyber juga yang lain, termasuk komputer yang dioperasikan oleh Austin dan Rams, terpampang lokasi yang cukup besar, karena di zoom belasan kali


Dalam pantauan mereka melalui citra satelit, lokasi yang dijadikan markas baru anak buah Jundan Miyazawa, terletak di daerah C. JT berbatasan dengan distrik BB di sebelah timur J


Daerah itu memang terkenal dengan banyaknya lokasi yang masih kosong, atau belum banyak didirikan bangunan. Di salah satu lokasi itulah, markas anak buah Jundan Miyazawa kini berada


"Kunci lokasi mereka. Dan kirimkan mata-mata terbaik, untuk memantau pergerakan dari orang-orang tersebut!"


"Jika mereka terindikasi akan melakukan tindakan melawan hukum, maka kita duluan yang akan bertindak!"


"Baik!" Jawab anak buahnya serempak. Kemudian kembali melakukan pemantauan terhadap pusat pusat yang di curigai sebagai sarang penjahat


***


Sementara itu ditempat terpisah, atau tepatnya lokasi markas kelompok Harajuku Zabuza berada. Aktivitas terlihat sangat sibuk sekali


Saat itu dia terpantau, sedang memberi instruksi pada anak buahnya, untuk melakukan sesuatu


"Satu jam lagi kita bergerak. menuju Dojo mereka, dan menculik anak yang bernama Dragon, serta menghabisi orang orangnya!" Ucap Zabuza memulai instruksinya


Sikapnya itu menggambarkan, bahwa Zabuza sudah tidak sabar, ingin cepat cepat pergi ke tempat Dragon dan menangkapnya. Padahal belum lama juga mereka sampai di Indonesia


"Oleh karena itu, periksa perlengkapan persenjataan kalian!"


"Aku tidak mau apa yang menimpa Takeda murid bodoh ku itu, akan menimpa kalian juga!"


"Jangan lupa, bawa bom gas air mata, juga pelontar mortir aktif untuk menghancurkan gerbang Dojo mereka!" Ucap Zabuza lagi serasa ingin bertanggung jawab


***


Sementara itu di perguruan Wahyu Taqwa. Dragon sekali lagi merasa ada bahaya yang sedang mendekatinya. Tapi masih terlalu samar, karena jaraknya masih terlalu jauh


Tapi walau demikian, dia tetap memantau pergerakan itu, melalui aura kesadarannya, dan selalu memeriksa formasi yang dipasang di sekitar perguruan, agar tidak kebobolan


"Andai kekuatanku sudah sempurna, akan mudah bagiku untuk menghancurkan mereka dari jarak jauh."


"Sayangnya hal itu hanya bisa dilaksanakan saat kekuatanku sudah mencapai level 25."


"Sekarang level ku baru 24 jalan, jadi hanya bisa menghancurkan musuh dalam radius satu kilometer saja."


"Tapi walau demikian, aku tidak mau melakukannya, karena menurutku itu tidak seru!"


"Lagipula para pengawal ku, setiap hari hanya berlatih dan berlatih, tanpa ada pertarungan sesungguhnya."


"Kecuali pertarungan sembilan hari yang lalu. Tapi itupun hanya berlangsung dalam waktu singkat."


"Jadi kali ini, aku akan membiarkan anak buah ku yang melakukannya."


"Aku hanya akan menjadi pelindung mereka, kalau musuh yang akan datang ini berbuat curang!" Gumam Dragon lirih. Kemudian keluar dari dalam ruang latihan, untuk menemui orang-orangnya


***


Sementara itu. Di ruang operator milik Dion. Legenda cyber dan orang orangnya, terus memantau aktivitas orang orang yang berada diluar ruangan markas Harajuku Zabuza yang ada di wilayah C


Saat itu jelas terlihat. Ada satu gerakan cukup besar, yang sedang terjadi di luar bangunan, dimana ada 25 bus, dua mobil cukup mewah, lima mobil Van serta satu truk penuh muatan. Tapi tidak diketahui apa isi muatan tersebut


Penemuan itu segera dilaporkan pada Dion, untuk mendapatkan pencerahan


"Perbesar bagian ini!. Aku ingin melihat siapa pria tinggi besar, yang sedang memberi arahan itu!" Ucap Dion sesaat setelah sampai, dan langsung melihat tayangan aktivitas pihak Zabuza


"Baik tuan besar!" Jawab Austin patuh. Kemudian mengerjakan apa yang diperintahkan oleh tuannya barusan


Tak lama sesudah itu, apa yang diminta oleh Dion, sudah selesai dilakukan, dimana aktifitas orang tersebut terlihat dengan jelas


Saat itu dia sedang memberikan instruksi penting pada anak buahnya

__ADS_1


"Kemungkinan orang inilah pemimpinnya!" Ucap Dion menerka saja


"Cepat cari tahu siapa orang itu!" Perintah Dion tegas


Tiga puluh detik kemudian, seluruhnya data tentang orang tersebut telah didapatkan dan terpampang di layar monitor dengan jelas


"Hum!. Zabuza!"


"Master bela diri. Praktisi Genjutsu tingkat master juga.!"


"Selain itu, dia juga menguasai banyak keahlian!"


"Benar benar lawan yang pantas untuk anak buah ku terutama si Iron itu!"


"Tapi tunggu dulu!. Jangan jangan dia yang sekarang memimpin organisasi bawah tanah itu. Guru dari semua orang!" Gumam Dion pada diri sendiri


"Benar sangkaan tuan besar!. Dia memang ketuanya sekarang!"


"Kekuatannya berada satu tingkat dibawah Miyazawa." Ucap Hans datang menyela


"Cepat hubungi dewa metafisika!. Aku ingin mendengar pendapatnya!" Perintah Dion tegas


"Baik!" Jawab Hans cepat dan mengerjakan perintah tadi


Lima menit kemudian. Orang yang dipanggil pun datang, dan langsung memberi salam pada Dion


"Orang yang bernama Zabuza itu, adalah orang kuat!. Menguasai berbagai macam ilmu olah tubuh, termasuk juga olah kebatinan atau ilmu sihir."


"Coba paman rasakan, ada atau tidak aura jahat di dalam tubuhnya itu!" Ucap Dion tegas saat memberi perintah


"Siap tuan besar!" Jawab Abhicandra tegas juga. Tapi tak lama kemudian.


"Huff!"


Abhicandra sedikit terdorong ke belakang. Sedangkan Zabuza juga demikian


"Kurang ajar!. Ada orang yang mencoba menantang ku!. Akan aku balas kau!" Reaksi Zabuza marah, hingga membuat anak buahnya jadi keheranan


"Kerjakan saja perintahku tadi. Jangan ikut campur urusan ku!"


"Sepuluh menit lagi kita berangkat!" Ucap Zabuza marah pada anak buahnya


Mendapat bentakan seperti itu, dan tak mau menjadi sasaran kemarahan bosnya sendiri. Para petinggi pasukan, segera mengambil perannya masing masing, untuk mengatur anak buahnya


Sementara itu Harajuku Zabuza, tengah merilis satu kekuatannya yaitu sihir, untuk dikirimkan pada Abhicandra, yang tadi berusaha merasai kekuatannya


Tak lama kemudian, dua kekuatan metafisika berlainan aliran, beradu di udara, di depan mereka masing masing


Tubuh keduanya bergetar hebat, pertanda sedang menahan satu kekuatan tak kasat mata. Ada seperti tidak ada, Tidak ada tapi sesungguhnya ada. Namun tak satupun dari mereka yang mencoba untuk mengalah


Hampir sepuluh menit kejadian itu berlangsung, tapi belum ada yang kalah atau menang.


Keringat sudah membanjiri tubuh keduanya. Tapi tidak dipedulikan oleh mereka. Bagi keduanya memang adalah mutlak.


Baru kali ini Abhicandra mendapat lawan yang seimbang. Sedangkan Zabuza juga demikian


Dion yang melihat itu menjadi tercekat diam. Dia tahu apa arti semua itu. Jika salah satu ada yang kalah, maka akan berakibat fatal baginya


Tak mau anak buahnya celaka, dan bukan berniat curang. Dion segera mendatangi Abhicandra, kemudian menempelkan tangan kanannya di punggung Abhicandra, dan mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuhnya


Seketika satu kekuatan mengalir masuk ke dalam tubuh Abhicandra, dan menambah kekuatannya hingga berkali kali lipat


Dengan sekali hentakan jarak jauh. Tubuh Zabuza terpental ke belakang, dan memuntahkan darah segar. Hampir saja membuatnya celaka


"Kurang ajar!. Ternyata di negara ini, ada juga orang kuat!" Ucap Zabuza marah, seakan tidak percaya, ada orang yang mampu mengalahkannya

__ADS_1


__ADS_2