
"Akan Draco coba ayah!" Jawab Dragon mantap, karena tidak mau membuat ayahnya kecewa
Tak lama sesudah itu. Draco segera merilis ilmu Wahyu Taqwa level 7, dan menyebarkan aura kesadarannya di sekitar patung tersebut. Tapi usahanya dihalangi oleh Ronin dan Angkara. murid langsung dari kakek guru semua orang. Jadi boleh dikatakan dia merupakan paman guru dari Adiwilaga, Abhicandra juga yang lain
"Pertahankan patung guru dan perkuat ketahanannya!"
"Aku tidak mau patung ini jatuh ke tangan orang lain!" Ucap Angkara memotivasi Ronin, agar kakak seperguruannya itu melakukan seperti yang diinginkan
"Siapa yang ingin bermain main dengan kita. Ayo kita lawan dan hancurkan kekuatannya!" Jawab Ronin merasa geram. Kemudian menambah kekuatannya sampai level puncak
"Tapi sekuat apapun mereka berusaha. tidak mampu juga mempertahankan patung tersebut, karena Dragon segera menambahkan level kekuatannya juga, untuk mengusir aura kesadaran yang dipancarkan oleh Ronin serta Angkara tersebut, dan tiba-tiba saja
Bam!
Blup!
"Phuff!"
Tubuh Angkara juga Ronin, terpental jauh, dan menyemburkan darah segar dari mulutnya. Dengan rasa penasaran yang tinggi. Angkara segera berkata.
"Kekuatan yang sangat luar biasa!"
"Kekuatan kita berdua tidak mampu menahan aura kesadarannya?"
"Siapa sebenarnya orang itu, dan dari mana dia mendapatkan kekuatan tersebut?"
"Mungkin jika dia berhadapan dengan kakek guru, baru seimbang."
"Aku benar benar penasaran!" Ucap Angkara merasa kesal, sambil menyeka darah dari mulutnya
Sementara itu, patung yang mati-matian dipertahankan oleh pemiliknya, menghilang dari hadapan mereka, dan berpindah tempat dalam sekejap mata, dan sekarang telah berada dihadapan Dragon serta yang lainnya
"Inilah patung yang ingin ayah dapatkan!" Ucap Dragon mantap, sambil tersenyum puas
"Terima kasih anakku!" Jawab Dion singkat. Kemudian memperhatikan patung seseorang, yang tepat menghadapnya, dan membelakangi Abhicandra serta Adiwilaga
Tak lama kemudian karena rasa penasaran yang sangat tinggi. Adiwilaga serta Abhicandra, mendekati patung tersebut. Tapi alangkah terkejutnya mereka, ketika wajah patung tersebut sangat mereka kenali
"Kakek guru kedua!" Ucap mereka serempak
"Tidak mungkin!. Bagaimana kakek guru bisa terlibat dalam organisasi kejahatan yang sangat terorganisir itu?"
"Apa yang dia sembunyikan sebenarnya?"
"Mungkinkah dia ketua utama dari organisasi tersebut?. Serta kakek guru dari seorang anak kecil, yang katanya mampu menghadapi kekuatan dari tuan muda?" Ucap Abhicandra menerka saja dan kebingungan sendiri
"Ada apa paman Abi, dan juga kau paman Adi?"
"Apakah kalian mengenali wajah patung ini?" Tanya Dion penasaran
"Bukan kenal lagi tuan besar! Tapi sangat kenal sekali!"
"Dia adalah kakek guru, yang mengajarkan semua ilmunya pada guru-guru kami."
"Kemampuan ilmu metafisika nya, mungkin mampu mengimbangi kekuatan dari tuan muda!" Jawab Abhicandra merasa cemas
"Siapa nama kakek guru kalian itu?" Tanya Dion langsung pada intinya
"Nama panggilannya adalah Tejamaya, atau yang bermakna berkilau dan bercahaya."
"Selain itu, dia juga bergelar kaisar metafisika!"
"Jarang sekali ada orang yang mampu menghadapi kekuatannya!" Jawab Adiwilaga berterus terang
"Cukup menarik sekali!" Gumam Dragon lirih
"Ayah!. Biar Draco coba memindai kekuatannya melalui patung ini!"
"Siapa tahu Draco bisa mengukur kekuatannya!" Ucap Dragon meminta izin untuk menyentuh patung tersebut
"Silakan anak ku!. Cari tahu dimana keberadaan orang itu, dan ukur kekuatannya!" Ucap Dion sangat berharap sekali
"Baik ayah!" Jawab Dragon singkat, kemudian mengerjakan apa yang diminta oleh ayahnya tersebut
Tangan mungilnya, langsung menyentuh kepala patung, yang dikatakan adalah kakek guru dari semua orang termasuk juga bagi Adiwilaga juga Abhicandra
__ADS_1
Tak lama sesudah itu, tangan Dragon mengeluarkan aura spiritual yang sangat kuat, mencoba untuk menembus kekuatan dari pemilik patung, sekaligus memindai keberadaan orang tersebut dari jarak jauh
Tapi usahanya dihalangi halangi oleh seseorang dari seberang sana
"Siapa yang berani merasai ku?. Mau cari mati dia!" Ucap orang yang bernama Tejamaya dari lokasi yang sangat jauh sekali merasa heran
"Tapi kekuatannya sangat luar biasa!"
"Aku hampir terdorong dan kalah!"
"Yang lebih mengherankan, dia mampu menembus formasi pertahanan di atas istana ku ini. Berarti kekuatannya benar-benar sangat luar biasa!"
"Ini tidak boleh jadi!. Seorang kaisar metafisika harus kalah dari seseorang!"
"Coba ku lihat siapa orang tersebut. Agar aku bisa menghancurkan serangannya!" Gumam Tejamaya lirih. Kemudian mengerahkan kekuatan metafisikanya, serta menambahkan aura kesadarannya, untuk memindai lawan yang belum diketahui
Tapi usahanya digagalkan oleh Dragon, dengan menaikkan level ilmu Wahyu Taqwa nya hingga ke level 10. dan mendorong serta mengusir aura spiritual, yang dilancarkan oleh Tejamaya ke arah tubuhnya
Tejamaya yang ada di seberang sana, menjadi terdorong dan mundur beberapa langkah. Dari mulutnya mengalir setitik darah segar, pertanda organ dalamnya terluka
Dengan penasaran dia berkata. "Baru kali ini aku kalah dari seseorang!"
"Jika dibiarkan, maka organisasi yang didirikan oleh anakku akan hancur" Ucap Tejamaya merasa khawatir
"Tapi tunggu dulu!. Sepertinya aku pernah berhadapan dengan orang yang mempunyai kekuatan seperti itu!"
"Tapi kekuatan apa, aku juga tidak tahu!" Gumamnya pada diri sendiri
"Atau jangan jangan!. Itu ilmu Wahyu Taqwa, yang hanya bisa dipelajari oleh garis keturunan pemilik ilmu tersebut."
"Mungkinkah murid dari Rakasbaya, yang bernama Gentala itu, yang telah berhasil menguasai ilmu tersebut?"
"Tapi tidak mungkin!. Gentala Bukankah keturunan langsung dari pemilik ilmu itu!"
"Dia hanya diserahi tugas untuk menjaga ilmu tersebut, agar tidak jatuh ke tangan orang lain."
"Jadi siapa orang yang mampu menguasainya, dan sekarang dipergunakan oleh pemiliknya untuk menyerang ku?" Ucap Tejamaya kebingungan sendiri
"Kalau benar orang tersebut yang telah menyerang ku. Maka aku tidak boleh mencari masalah dengannya!"
"Dengan adanya cucu jenius ku, ditambah dengan bergabungnya orang tersebut. maka tidak ada orang yang berani lagi menantang organisasi kami!"
"Tapi jika usaha ku tidak berhasil, maka aku akan memerintahkan kepada orang-orang ku, untuk menghabisi pemilik ilmu Wahyu Taqwa itu?"
"Dia tidak boleh hidup!. Karena kehadirannya akan menjadi tantangan terberat bagi cucuku!"
"Gentala, murid kakak seperguruan ku yang sok suci itu, akan aku beri pelajaran! karena dia telah berani menyerang ku!" ucap Tejamaya geram sekali
Sementara itu di bagian lain, atau tepatnya di aula pertemuan, dimana Dragon dan Dion sedang berada. Keadaan mereka biasa biasa saja. Dragon tidak merasa tertekan atau merasa takut, karena dia sudah mengetahui kekuatan level dari orang yang bernama Tejamaya tersebut
Tak lama kemudian dia pun berkata. "Orang yang kalian anggap sebagai kakek guru kalian itu, kekuatannya biasa-biasa saja!"
"Mungkin karena faktor umur atau karena ilmu Wahyu Taqwa yang tidak ada lawannya, maka dia menyerah begitu saja!"
"Aku rasa sekarang kakek guru kalian itu, sedang merasa penasaran, dan berusaha mencari tahu, siapa orang yang telah menyerangnya tadi!"
"Tapi kalian tidak perlu khawatir, dengan kemarahan kakek guru kalian itu!"
"Jika dia datang, maka aku yang akan menghadapinya sendiri" Ucap Dragon mantap
"Kalau begitu, misteri yang selama ini terus mengganggu pikiran kita telah terpecahkan!"
"Sekarang tempat ini pun sudah sepi, karena orang-orang yang mati tadi sudah diurus oleh penduduk desa!"
"Kita lanjutkan dengan pembicaraan lain, yaitu usaha eksplorasi dan eksploitasi, bukit yang dikatakan banyak mengandung emas tersebut!"
"Tapi tunggu dulu!. Ayah hampir lupa!"
"Apakah kau berhasil mendeteksi, di mana markas besar mereka itu berada anakku?" Tanya Dion ingin tahu
"Benar ayah!. Mereka berada di benua yang cukup jauh dari sini!"
"Tempat tinggal mereka sangat terisolir sekali. Tapi fasilitas di dalamnya sangat luar biasa!"
"Istana yang mereka tempati, dipasangi formasi pelindung berlapis. Tapi dengan mudah Draco bisa menembusnya!" Jawab Dragon apa adanya
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu! Yang penting untuk saat ini, atau beberapa tahun ke depan, dia tidak akan berani lagi berbuat macam-macam dengan kita!"
"Tapi sebelum kita mengeksplorasi serta mengeksploitasi bukit emas tersebut. Mungkin akan lebih baik kita basmi dulu orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk kelompok Bombao dan temannya itu!"
"Setelah itu, baru kita mencari orang yang disebutkan oleh Benoa tadi. untuk membuat perhitungan dengannya!" Ucap Dion memberi solusi. Tak lama kemudian dia menyambung perkataannya
"Waktu kita tidak banyak di sini!"
"Oleh karena itu. mari kita susun rencana, bagaimana caranya membasmi dua kelompok tersebut, tanpa terlalu banyak melibatkan orang-orang kita."
"Cukup 100 orang, yang akan kita utus ke tempat itu!"
"Sedangkan yang akan kita utus ke desa bagian selatan. jumlahnya sebanyak 150 orang!"
"Paman Adi, kau dampingi anakku untuk pergi ke desa tersebut!"
"Sedangkan paman Abi pergi ke desa bagian utara, dan didampingi oleh Robin serta Bumi juga yang lain!" Ucap Dion membagi tugas kepada anak buahnya masing-masing
Tak lama sesudah itu, kelompok yang sudah dibagi oleh Dion, langsung pergi ke desa tetangga dengan semangat yang membara
Benar saja seperti yang diperkirakan. Di desa Senja, yang berbatasan langsung dengan hutan larangan, terdapat sekelompok orang, yang sedang mengintimidasi para penduduk desa
Kelompok tersebut dipimpin oleh Bombao, yang saat itu sedang marah-marah pada anak buahnya
"Dasar bodoh!. Kenapa kalian membunuh adikku?"
"Bukankah aku hanya menyuruh kalian untuk melumpuhkannya saja!"
"Selain itu!. Aku juga menyuruh kalian agar membunuh orang yang baru datang itu, agar tidak membuat susah kita!"
"Tapi kenapa kalian tidak melakukannya?" Tanya Bombao kesal sekali
"Maaf bos!. Bukan kami yang tidak mau melaksanakan perintah tersebut. Tapi mereka dilindungi oleh kekuatan yang tidak kasat mata!"
"Sehingga tembakan kami, tidak bisa menembus perlindungan tersebut!" Jawab anak buahnya berterus terang
"Mustahil!. Hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh pemimpin besar kita saja!"
"Orang lain tidak akan bisa!" Bantah Bombao tidak senang
"Tapi itu kenyataannya bos!" Jawab 5 orang itu tetap ngotot, dan tidak mau disalahkan, sehingga membuat Bombao menjadi marah, lalu..
Dor! dor! dor! dor! dor!
Kelima orang penembak jitu tersebut mati saat itu juga. anak buahnya yang lain menjadi tercekat diam. Mereka tidak berani ikut campur dalam permasalahan tersebut
"Bagus!. Habisi terus anak buah mu. Hingga tugas kami menjadi mudah!" Ucap seseorang yang baru datang ke tempat itu penuh ejekan
"Siapa kalian?. Kenapa bisa masuk ke markas kami?"
"Bukankah orang orang ku, sedang berjaga di luar?" Tanya Mamboa kebingungan
"Kebetulan orang-orang mu yang sedang berjaga di luar, sudah ku buat tidur, dan sekarang mereka sedang bermimpi bertemu dengan pujaan hatinya!" Jawab seseorang dengan aura penuh intimidasi
"Kurang ajar!. Siapa kau anak kecil?. Berani-beraninya kau bersikap kurang ajar pada orang yang lebih tua darimu?" Tanya Bombao tidak senang
"Aku adalah orang yang ditugaskan oleh malaikat maut, untuk mencabut nyawa mu!"
"Selain itu!. Aku juga ditugaskan untuk mencabut nyawa bos besar kalian itu, yang saat ini sedang bersembunyi ketakutan!" Jawab seorang anak kecil itu, yang ternyata adalah Dragon
"Hiaa!"
Blam!
Karena marah akibat mendapatkan ejekan dari seorang anak kecil, Bombao merilis sihir tertingginya, dan dilemparkan ke arah Dragon. Tapi belum juga sampai, sihir tersebut sudah hancur di udara
Ketika serangan itu sudah hampir dekat dengan Dragon, dia melambaikan tangannya, ke arah aura negatif yang dilancarkan oleh Bombao, hingga membuatnya terpental dan hancur menjadi debu
"Siapa kau sebenarnya anak kecil? Kenapa kau bisa menghancurkan serangan ku?" Tanya Bombao penasaran
"Kekuatan seperti itu, tidak ada artinya bagiku, dan ku anggap serangan mu tadi adalah permainan anak kecil!"
"Kalau kau mau tahu kekuatan yang sesungguhnya. Tahan serangan ku ini!" Jawab Dragon cuek saja. Kemudian menjentikkan jarinya di udara dan tiba-tiba
Tik!
__ADS_1
Bum!