Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
98. Rencana jahat


__ADS_3

Pencapaian yang dilakukan oleh Dion sudah setingkat lebih tinggi dari pencapaian kakeknya, itu dikarenakan terobosan terobosan besar, yang dicetuskan oleh Dion,


tidak satupun yang meleset


Rasanya tidak percuma, Dion menyandang lulusan terbaik selama satu dekade, di kampus tempat dia menimba ilmu itu, hingga mendapat gelar sarjana ekonomi dan manajemen dengan nilai cumlaude tersebut


Siang itu sekitar pukul 1.16 sore, Dion sedang tidak sibuk, dia lebih memilih berada di vilanya saja, tidak pergi ke kantor, seperti kebanyakan CEO atau Presdir top lainnya, karena semua urusan kantor, telah dipercayakan dan dikerjakan oleh orang orang kepercayaannya


Dion melakukan itu, karena dia sudah sangat yakin akan kapabilitas dan integritas dari bawahannya, yang ditunjuk untuk menjalankan roda perekonomian perusahaannya itu


Rams, si otak jenius, dan Erisha, si Dewi akuntan, sudah menghack semua jaringan laporan keuangan dan CCTV kantor. Apabila dijumpai ada kecurangan, saat itu juga akan ketahuan siapa pelakunya. Robin atau yang lainnya, akan segera menjemput pelaku penggelapan tersebut dan mengeksekusinya hingga tidak tersisa


Sudah banyak yang mengalami hal seperti itu, dan tak satu orang pun yang bisa lepas dari pengawasan Dion, Walaupun dia tidak berada di kantor


Mereka saat itu juga didatangi dan ditangkap, atas tuduhan penggelapan uang perusahaan, dibawa oleh orang orang nya Iron, Hans, Robin atau yang lain, dan tak pernah kembali lagi


Kejadian yang berulang ulang itu, sontak membuat para petinggi perusahaan, tidak berani lagi main main, karena mereka tidak mau bernasib sama seperti rekan rekannya yang lain


Semula orang orang penting perusahaan itu mengira, bahwa perbuatan mereka tidak akan ketahuan oleh pemilik perusahaan tersebut, tapi nyatanya, kegiatan mereka selama 24 jam, terus diawasi oleh Dion dan orang orangnya, kecuali kegiatan pribadi


Anak buah Rams, bekerja terus menerus secara bergiliran, di ruang kendali milik Dion. Tugas mereka adalah, untuk memantau seluruh aktifitas dan pergerakan yang terjadi, baik di perusahaan Birawa Group, maupun di perusahaan perusahaan lain, apalagi di dunia bisnis internasional


Sedikit saja ada kejanggalan yang terlihat, maka mereka segera memverifikasinya. untuk membuktikan apakah data yang mereka dapatkan itu valid atau tidak


Setelah dipastikan bahwa data data itu benar, maka mereka segera melaporkannya kepada Rams, dan diteruskan kepada Dion, sebagai pemegang keputusan akhir


Oleh karena itulah, kenapa perusahaan Birawa Group bisa tetap eksis, dan menjadi perusahaan yang semakin lama semakin berkembang, itu karena pengawasan dan sangsinya yang teramat ketat dan mengerikan


Jumlah kekayaannya juga sudah semakin meningkat, tidak ada lagi penyelewengan walau sedikit pun, karena jika itu terjadi resikonya adalah mati


Saat itu di sebuah kamar tidur mewah, yang ada di vila milik Dion


"Kekayaan pribadiku sudah sangat banyak, baik dalam bentuk uang tunai maupun aset, tapi sepertinya masih ada yang kurang, tapi apa ya?" Monolog Dion dalam hati, ketika dia sedang duduk rebahan di tempat tidurnya siang itu


"Apa yang ku kejar lagi. kekuatan, kekayaan, kekuasaan, pengaruh, rasanya sudah ku dapatkan semua, hanya tinggal tunjuk semuanya beres" Monolog Dion lagi dalam hati


"Apa tidak sebaiknya aku temui Ivory atau Emily saja ya, untuk mengajaknya makan malam, terasa suntuk kepalaku ini" Guman Dion pada diri sendiri


"Tapi!.. " Sambung Dion lagi ragu ragu


"Mungkin sebaiknya aku istirahatkan dulu otak ku ini, dan pergi ke resor di desa BS, sekaligus memantau progres pembangunan tempat wisata di sana, dan.." Pikir Dion ketika berbicara sendiri dalam hati, tapi tampak ragu ragu

__ADS_1


"Ah sudahlah, apapun yang terjadi itu urusan nanti!" Pikir Dion galau


***


Di suatu tempat pulau S, Provinsi SS, Kabupaten L dan distrik KA


"Kesehatan nenek sudah semakin membaik, bahkan mungkin sudah sembuh total. setelah sakit selama dua minggu, apa tidak sebaiknya kita rayakan kesembuhannya itu bu?" Tanya Jasmine sambil membawa mangkok sup yang akan di letakkan di atas meja


"Ibu juga setuju idemu itu, tapi belum tentu dengan nenekmu!. Sejak mengalami kebangkrutan, sifat nenek semakin pelit, tak mudah mengeluarkan uang untuk keperluan yang tidak jelas, apalagi hanya sekedar syukuran atau apalah namanya itu" Jawab Everly uring uringan


"Belum dicoba kita belum tahu bu!" Bela Jasmine tetap ngotot


"Belum dicoba apa?" Tanya seseorang yang tiba tiba muncul di belakang mereka


"Ibu!


"Nenek!" Teriak mereka hampir serempak


"Tidak sengaja nenek mendengar percakapan kalian, yang membicarakan tentang penyakit nenek dan apa itu tadi, syukuran?" Ucapnya dengan kening berkerut


"I..itu nek, sudah lama kita tidak makan besar, setelah kita di asingkan di tempat ini. Apa tidak sebaiknya kita adakan sekarang, sekaligus untuk merayakan kesembuhan nenek itu, plus mensyukuri panen raya pertanian kita itu?" Ucap Jasmine panjang lebar agar neneknya tertarik dengan idenya


"Nenek tidak setuju dengan idemu itu, karena nenek punya rencana lain!" Jawab Nenek Elina mematahkan pernyataan dari Jasmine, dan sesudah itu diam


"Setelah beberapa bulan di sini, dan sudah mempunyai cukup uang, nenek berencana akan pindah ke luar negeri, dan membuat perusahaan di sana!" Sambungnya lagi tampak semangat, tapi membuat Jasmine dan Everly mengerutkan keningnya lalu berkata..


"Apa maksud nenek?. Jangan bilang kalau nenek ingin membalas dendam terhadap Dion?" Ujar Jasmine tidak mengerti dengan jalan pikiran neneknya


"Ternyata kau lebih cerdas dari ayahmu itu Jasmine!." Jawab Elina datar


"Nenek memang tidak sepenuhnya tunduk kepada Dion yang sombong itu. Nenek malah ingin membuat Dion merasakan sekali lagi penderitaan yang sama seperti kita saat ini!" Rutuk Elina sambil mengepalkan kedua tangannya


"Aku tidak setuju bu!" Teriak seseorang yang baru saja muncul dari arah belakang mereka


"Setuju atau tidak, dan tanpa ada dukungan dari kalian, ibu tetap akan melaksanakan niat itu. Ibu ingin si Dion badjingan itu, tunduk dan bersujud di kaki ibu, sama seperti yang dia lakukan pada kita di vilanya beberapa bulan yang lalu!" Tekad Elina sudah tidak bisa ditawar tawar lagi


"Tapi apakah nenek sudah mempertimbangkannya masak masak?" Tanya Jasmine khawatir


"Kau tenang saja!, ada kolega nenek yang bersedia membantu nenek di luar negeri nanti. Dulu keluarganya ditolong oleh kakekmu hingga bisa bangkit menjadi orang sukses di tempat lain"


"Ditambah dengan uang yang kita kumpulkan ini, nenek rasa kita bisa mewujudkan keinginan itu!"

__ADS_1


Semua orang terdiam mendengar ucapan dari ibu dan neneknya tersebut, pikiran mereka melayang kemana mana, antara setuju atau tidak, mereka juga tidak tahu


Masih jauh di pikiran mereka kalau ingin membalas dendam pada Dion, karena Dion bukanlah orang sembarangan. Kekayaannya dan orang orangnya, itu sudah tidak bisa lagi diukur, mungkin saat ini dia merupakan orang terkaya dan terkuat di dunia. Jadi bagaimana mungkin akan menjatuhkan Dion dalam waktu yang singkat


Pikiran pikiran seperti itu terus bergelayut di benak mereka, tapi karena yang yang memberikan ide itu adalah nenek Elina, yang merupakan ibu dan neneknya, maka Jasmine, Danish dan Everly, hanya mengangguk saja


"Cepat panggil Brian!. Aku ingin membicarakannya sekarang!" Perintah Elina tegas


"Brian saat ini sedang ada di ladang nek!, tengah memberikan petunjuk petunjuk pada pekerja di sana" Tangkis Jasmine apa adanya


"Nenek tidak mau tahu! kau panggil saja dia, Sekarang!" Trial nenek Elina marah


"Baik nek!" Respon Jasmine singkat, lalu mengambil handphonenya dari atas meja dan segera menghubungi Brian


Tak lama sesudah itu, Brian yang dipanggil segera menghadap nenek mertuanya kemudian berkata..


"Ada apa nenek memanggilku?. Saat ditelepon tadi, aku sedang memberikan instruksi kepada para pekerja di sana" Ujarnya


"Tinggalkan dulu pekerjaan itu, ada sesuatu hal yang jauh lebih penting yang ingin nenek bicarakan dengan kalian!" Jawabnya kesal


"Dengarkan baik baik!" Ujarnya lagi


"Dulu kita adalah keluarga terkaya nomor 2 di kota B, tidak ada orang yang tidak hormat pada kita. Telunjuk kita itu sangat sakti sekali, dengan kekayaan yang kita punya, apa saja bisa kita buat termasuk menindas orang"


"Tapi sekarang apa yang telah terjadi pada kita?" Dion orang yang kita anggap hina, sekarang telah menjelma menjadi orang yang tidak bisa disentuh lagi"


"Dengan kekuasaannya itu, dia telah membuat kita jatuh miskin, dengan menyita seluruh kekayaan kita! Apakah kalian akan diam saja diperlakukan seperti itu?" Ucap nenek Elina berapi api bercampur marah


"Tapi nek!. bukankah itu kesalahan kita sendiri, terutama Brian dan Jasmine?" Tangkis Danish tidak mengerti dengan jalan pikiran ibunya itu


"Apapun kesalahan yang telah mereka buat, nenek tidak peduli!, yang nenek butuhkan adalah nama baik kita bisa kembali lagi!" Bantah Elina tidak mau tahu


"Maksud nenek?" Tanya Brian penasaran


"Setelah uang terkumpul cukup banyak, dari hasil pertanian yang kita olah itu, ditambah lagi dengan penjualan tanah yang sudah nenek beli, nenek berencana akan pindah ke luar negeri, untuk membuat perusahaan di sana" Jawabnya penuh percaya diri


"Kalau kalian mau ikut, silakan! tapi kalau tidak mau, terserah kalian!" Sambungnya lagi


Sekali lagi Danish, Everly Jasmine terdiam, ketika mendengar pemaparan dari nenek Elina tersebut, termasuk juga Brian yang tidak tahu menahu masalah itu dari awal


"Sekarang katakan! apakah kalian setuju, kita pindah ke luar negeri dan membuat perusahaan disana?"

__ADS_1


__ADS_2