
Tiga hari kemudian
Miyazaki Ozawa,Tanawat Virote, serta satu orang karateka yang waktu itu dikalahkan oleh Bumi, kondisinya sudah mulai membaik, terutama Jhonny sang karateka tersebut
Mereka ditempatkan di sebuah bangunan, tapi ruangannya berbeda, agar tidak bisa saling berkomunikasi
Sementara Arjaya, pemilik perumahan elit di pinggiran kota J tepi pantai, saat ini sudah dilepaskan dengan perjanjian yang sangat mengikat
Padanya diberi kebebasan untuk terus mengelola tempat itu, tapi sebagai perpanjangan tangan Dion saja
Wilayah serta properti miliknya itu, telah berpindah tangan pada Birawa Group, dengan cara dibeli sahamnya. Sedangkan Arjaya hanya bertindak sebagai penyalur saja tapi 85 persen keuntungannya mengalir ke Birawa Group
Jadi wilayah itu serta pengelolaannya, sekarang telah menjadi milik Dion. Arjaya telah terbukti tidak terlibat secara langsung, dengan kegiatan Bajra Napoleon. Dia hanya dimanfaatkan saja, karena dulunya adalah anak buah Jack Napoleon itu
Kini keadaan wilayah perumahan tersebut, sudah kembali seperti biasa. Rumah Bajra Napoleon, untuk sementara, sudah diambil alih oleh Dion, dan digunakan untuk perkantoran serta markas pengawalnya di wilayah itu
Sementara harta temuan waktu pertempuran, sudah di serahkan pada pemerintah untuk di lelang, karena seluruh harta tersebut didapatkan secara ilegal
Hari ini bertepatan dengan hari kamis, sekitar pukul 9.39 malam. Dion dan Ivory terlihat sedang bercengkerama berdua di dalam kamar. Banyak hal yang mereka bicarakan berdua.
Sedangkan Dragon anak mereka, sudah sejak dua hari yang lalu kembali ke perguruan Wahyu Taqwa
"Bagaimana perkembangan janin yang ada di perut mu sayang?. Apakah baik dan sehat sehat saja?" Ucap Dion memulai pembicaraannya
"Semakin baik dan sudah memasuki minggu ke tiga." Jawab Ivory apa adanya
"Kenapa mama merahasiakan masalah itu pada papa?"
"Rencananya ingin memberi kejutan. Tapi ternyata Ivo sendiri yang malah terkejut."
"Papa terus disibukkan dengan urusan keamanan dan lain sebagainya!"
"Sampai sampai tidak ada waktu bagi kita berdua, untuk saling bercerita secara pribadi seperti ini."
"Jadi Ivo simpan dulu berita bagus ini, dan akan mengatakannya saat keadaan sudah kembali aman." Jawab Ivory apa adanya
"Tapi Draco sudah mengetahui tanpa diberitahu, bahwa dia bakal mempunyai seorang adik." Jawab Ivory berterus terang
"Anak luar biasa!. Kemampuannya sudah diluar batas kewajaran!"
"Sebenarnya siapa moyangnya itu ya?"
"Kenapa dia memilih anak kita sebagai pewarisnya?" Respon Dion merasa takjub
"Ivo juga tidak tahu pa. Apakah mungkin kedua orang tua Ivo ada menyimpan rahasia besar?" Jawab Ivory kebingungan
"Bisa saja begitu. menurutku masalah ini perlu kita selidiki. Dari garis keturunan papa atau mama kemampuan Draco itu berasal."
"Mungkin kakek mengetahui masalah ini." Sambut Dion dengan dugaannya yang mungkin mendekati kenyataan
"Besok pagi kita tanyakan padanya tentang permasalahan itu."
"Selain itu, papa berencana untuk menjemput kedua orang tuamu kemari."
"Selama ini, mereka jarang sekali terlibat dengan urusan kita, bahkan tak pernah sama sekali!"
"Jadi besok mereka akan kita undang agar datang, lengkap dengan Ivan Sanders sepupu mu itu!" Ujarnya
"Terserah papa saja. Ivo mendukung apa yang papa rencanakan malam ini, termasuk...?" Jawab Ivory penuh misteri, dan perkataannya digantung, tapi Dion bisa menangkap maksud dari perkataan Ivory barusan
__ADS_1
Kebetulan kondisinya sedang fit, dan memang sudah lama tidak melakukannya. Maka begitu mendapat isyarat dari istrinya, Dion langsung menerkam tubuh mulus Ivory dan mencumbunya
"Pelan pelan pa!. Takut dedek bayi yang ada di dalam terkejut!" Ucap Ivory manja, sambil senyumnya terus mengembang sangat manis sekali. seperti terus mengundang Dion untuk datang mencumbunya
"Baik! baik!. Papa akan memperlakukan mama secara perlahan." Jawab Dion sambil terus mencumbu Ivory di bagian tertentu di tubuhnya
Waktu terus berjalan. Kini tubuh keduanya sudah bermandikan keringat. Dion sudah lupa dengan peringatan dari Ivory, bahwa dia tidak boleh terlalu lasak
Namun Ivory juga demikian. Dia terhanyut dengan permainan dari suaminya yang bagai macam lapar itu. Padahal hal itu sangat dilarang, saat kandungan baru memasuki usia tiga sampai lima minggu, bahkan bisa lebih
Tapi keduanya tahu batas batasnya. Panas tapi tetap berirama. Mengalun bagai ombak secara teratur. turun naik seiring hempasan angin, dan menyatu bagai kertas dengan perangko
Rasa lelah tidak terasa. Hempasan badai terus berlanjut, bertiup sangat kencang, bagai ingin merobohkan pepohonan, serta gunung gunung yang dilaluinya
Akhirnya puncak pendakian berhasil di capai dan tegak berdiri di puncaknya, sambil melambaikan tangan ke udara untuk merayakan kemenangan. Lahar panas keluar dari puncak gunung, menyembur bagai air keran ketika tutupnya dibuka
Byur!.
Rerumputan yang ada di dekatnya basah kuyup karena semburan kuat itu, memutih bagai salju dan terlihat sangat indah sekali
Tak lama sesudah itu, Dion meluncur turun dari atas puncak gunung, melorot ke bawah, dan terlentang memandang langit, sambil nafasnya memburu, dadanya turun naik karena kelelahan berpacu dalam melodi cinta dengan Ivory
***
Keesokan harinya. Mereka bangun agak kesiangan, hingga membuat tuan Birawa keheranan.Tidak biasanya mereka seperti itu
Dalam pikirannya, mungkin Dion kelelahan, setelah berperang tersebut.
Memang ada benarnya juga, Dion memang benar benar kelelahan, tapi bukan karena berperang melawan musuh, namun bertempur melawan Ivory malam tadi
Sampai pukul 7.30 pagi, mereka belum juga keluar dari dalam kamar. Padahal sudah satu jam lalu mereka sudah bangun dari tidurnya
Akhirnya pukul 7,45 pagi Mereka keluar juga, dan langsung pergi sarapan, serta menemui kakeknya, untuk mengutarakan maksud dalam hatinya
"Hum!" Reaksi tuan Birawa bingung. Kemudian mencoba berpikir, apakah ada cerita dulu yang pernah dia dengar dari seseorang atau keluarganya
Tapi semakin dipikir. otaknya semakin buntu dan tidak bisa mengkaitkan hubungan antara dia dan nenek moyangnya dulu
"Sepertinya kakek tidak bisa menemukan, hubungan antara kakek dengan moyang kita terdahulu."
"Mungkin dari sebelah Ivory kekuatan tersebut berasal?" Ucap tuan Birawa berterus terang
"Sayang sekali!" Reaksi Dion kecewa
"Jam berapa diperkirakan kedua orang tua mu sampai ke sini?" Tanya tuan Birawa pada Ivory, mengabaikan kekecewaan dari Dion itu
"Belum bisa dipastikan kek. Karena helikopter yang menjemput mereka baru berangkat ke sana." Jawab Ivory apa adanya
"Kenapa kakek tidak tahu ya?" Respon tuan Birawa merasa heran
"Bukankah 10 menit lalu, ada bunyi mesin helikopter, berarti mereka baru saja berangkat?" Jawab Ivory lagi
"Begitu ya?" Jawab tuan Birawa semakin linglung
"Apa yang dikatakan oleh Ivory tadi benar kek!"
"Dion sudah menghubungi pilot helikopter tersebut, agar pergi ke kota J, dan menjemput orang tua Ivory, sekaligus meminta Evan Sanders dan keluarganya untuk datang ke sini." Ucap Dion menjelaskan
"Kalau begitu mari adakan penyambutan untuk mereka!" Jawab tuan Birawa bersemangat
__ADS_1
"Tidak perlu kek!. Karena sudah ada yang mengurusnya." Sambung Dion mengingatkan
"Kenapa kakek lupa ya?" Reaksi nya seperti mulai pikun kembali
"Hans!. Hubungi dewa obat, agar datang kemari!" Ucap Dion memberi perintah
"Baik tuan besar!" Jawab Hans patuh. kemudian menghubungi Pai Zu Xian dengan menggunakan handphonenya
Lima menit kemudian, orang yang dipanggil pun datang, dan segera memberi salam kepada tuannya
"Sepertinya kakekku kesehatan ingatannya mulai terganggu. Jadi tolong periksa keadaannya!" Ucap Dion memberi perintah, hingga membuat tuan Birawa menjadi terkejut
"Apakah kau pikir kakek ini sakit Dion?" Respon tuan Birawa tidak senang
"Bukan begitu kek!. Dion tidak mau kakek sakit. Sebab kakek lah satu-satunya yang masih ada pertalian darah dengan Dion selain Draco!" Jawab Dion berterus terang
"Jadi tolong izinkan dewa obat untuk memeriksa kakek." ucap Dion lagi
"Baiklah kalau begitu!" Jawab tuan Birawa pasrah. Kemudian membiarkan dewa obat mengecek nadi di pergelangan tangannya, untuk mendeteksi, apakah ada penyakit yang diderita oleh tuannya tersebut
Setelah mengecek sekitar satu menit, dewa obat pun berkata. "Tuan senior hanya terlalu banyak berpikir, hingga merangsang syaraf lobus frontal di bagian otak."
"Bagian itu berperan penting untuk mengendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori emosi, dan kepribadian."
"Bagian otak ini juga berperan dalam fungsi intelektual, seperti proses berpikir, penalaran, pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan perencanaan."
"Oleh karena itu, disarankan kepada tuan senior, untuk sejenak rileks, serta minum ramuan ini, untuk merangsang bagian yang terkena masalah supaya tidak terlalu tegang" Ucap Dewa obat menjelaskan apa adanya yang dia tahu
Satu jam kemudian, kondisi tuan Birawa sudah mulai berangsur membaik. Dia diminta untuk bangun dari tidurnya, setelah 1 jam lalu diberikan obat perangsang bagi otaknya
Saat dia bangun itu, ada seorang pengawal datang dengan tergesa-gesa, mengabarkan bahwa orang tua dari Ivory dan Evan Sanders sudah sampai. Padahal mereka sendiri sudah tahu, karena ada suara helikopter yang turun di kotanya
Tak lama kemudian, orang yang ditunggu pun sampai di villa milik Dion. Begitu mereka sampai, beberapa diantara mereka merasa takjub. Besar rumah mereka, lebih besar lagi villa milik suami Ivory itu
Tapi bagi orang tua Ivory, mereka sudah pernah datang ke villa tersebut. tapi orang tua Evan, belum pernah sama sekali
Setelah dipersilahkan duduk dan berbasa-basi sejenak, mereka dipersilakan untuk minum dan mencicipi hidangan yang ada di atas meja
Lima belas menit kemudian, Dion membuka pembicaraan dengan terlebih dahulu menyapa kedua orang mertuanya, juga saudara dari mertuanya tersebut
"Mungkin kalian sudah tahu, bahwa anak kami Dragon, saat ini sedang menuntut ilmu di perguruan Wahyu Taqwa di kota kecil Argomulyo!"
"Tapi bukan itu yang ingin kami sampaikan juga tanyakan pada kalian."
"Dragon saat ini, terpilih untuk mewarisi suatu ilmu yang sangat luar biasa, warisan dari nenek moyangnya dulu!"
"Tapi kami tidak tahu, dari garis keturunan mana nenek moyang yang memberikan ilmu langka dan kuat tersebut padanya" Ucap Dion menjelaskan
Semua orang yang mendengar penjelasan dari Dion tersebut, sama-sama mengernyitkan keningnya pertanda heran, sambil menghubung hubungkan garis keturunan satu ke garis keturunan lainnya
Setelah berpikir sekitar dua menit dan dinilai sudah cukup lama, barulah orang tua dari Evan Sanders bersuara
"Seingat ku!. Kakek buyut pernah bercerita, yang didapatkannya dari kakeknya kakek buyut itu. Orang tersebut adalah orang terpandang dimasanya, Karena dia mempunyai kekuatan seperti yang dikatakan oleh nak Dion tadi!"
"Selain sebagai pejabat, penasehat, pengajar dan ulama kerajaan waktu itu, dia juga seorang ahli bela diri dan praktisi tenaga dalam."
"Ilmu yang dikuasainya itu, mirip seperti apa yang dikatakan barusan!"
"Tidak ada siapapun yang bisa mempelajari ilmu tersebut secara sembarangan, kecuali bagi orang yang dipilih dari garis keturunannya."
__ADS_1
"Mungkin karena itulah, Ananda Dragon terpilih menjadi pewaris ilmu yang hampir punah tersebut!" Ucap Asykar Sanders, ayah dari Evan Sanders menjelaskan
"Klop!. Jadi sudah jelas, bahwa dragon memperoleh ilmu itu dari garis keturunan ibunya!"