
Brandy menyadari kesalahan yang telah diperbuat oleh anak buahnya itu, maka dia tidak bisa berbuat apa apa, jika Dion menjatuhkan tangan kepada mereka semua
Tapi sebagai seorang pemimpin, dia juga merasa bertanggung jawab atas perbuatan anak buahnya itu, dengan gentleman dia mengakui kesalahannya di hadapan Dion
"Tuan!. Untuk kali ini, mohon ampuni kesalahan mereka, aku bersedia menggantikan mereka, untuk tuan hukum. Tapi tolong lepaskan mereka semua." Ujarnya memelas
"Mereka mempunyai keluarga, istri dan anak yang harus mereka hidupi di saat ini, jadi aku mohon, tolong tuan muda bermurah hati, untuk mengampuni nyawa mereka." Sambung Brandy lagi dengan mulut bergetar karena sedih
Dion hanya diam saja, tidak merespon apa yang dikatakan oleh Brandy tersebut. Dion hanya menatap seluruh anak buah Brandy itu, yang saat ini sedang berdiri gemetaran
Menyadari posisinya sedang dalam bahaya, mereka serempak berlutut ke arah Dion, diikuti oleh bosnya pula. Tidak peduli, apakah tanah yang mereka pakai itu bersih atau tidak, yang penting mereka mendapat pengampunan dari Dion
Iron, Hans, Robin dan yang lain, memandang tuan muda mereka dengan harap harap cemas
Walaupun mereka terkenal kejam, dan seorang master beladiri yang sudah sangat mumpuni, dan sudah banyak menghabisi nyawa orang, tapi kali ini, mereka entah kenapa bersikap lunak kepada anak buah Brandy
Di pandangan mereka, seluruh anak buah Brandy itu, hanya menjalankan perintah dan kewajibannya saja, kalau Dion mau menghukum, maka Brandy lah yang harus dihukum duluan
Tapi ternyata Dion mempunyai pertimbangan lain, walaupun dia berdiri diam, dan tidak merespon sedikitpun permintaan dari Brandy serta anak buahnya, tetapi dalam hati dan pikirannya, ada satu rencana besar dan bagus, yang akan diperbuat kepada anak buah Brandy itu
"Seperti 83 orang yang telah aku lepaskan tadi, maka kali ini, kalian juga aku ampuni, tapi dengan syarat, taklukan gangster kalajengking merah untuk ku, dan ratakan markasnya hari ini juga." Ucap Dion dingin dan mengejutkan semua orang
"Tapi ingat! jangan sakiti orang orang yang telah menyatakan setia kepadaku tadi." Sambung Dion lagi
"Untuk mengurangi korban jiwa dari pihak mu, maka aku izinkan Iron beserta anak buahnya, ditambah Hans, Leon dan Robin, untuk mendampingi kalian semua." Ujar Dion tenang
Brandy yang mendengar ucapan tersebut, sangat senang, karena dia memang sejak awal sudah ingin menghancurkan lawan nya yaitu John Scorpy
Tapi saat itu, kekuatannya masih belum cukup kuat. Kali ini, dengan meminjam kekuatan dari orang orangnya Dion, maka dia yakin, akan bisa menghancurkan gangster saingannya itu
Dengan mantap dia berkata. "Semua perintah tuan muda, akan kami laksanakan hari ini juga. Kami akan menyerang mereka dengan semua kekuatan pasukan ku, untuk menghancurkan organisasi mereka, berikut markasnya." Jawab Brandy mantap
"Bagus!. Sekarang persiapkan semua anak buah mu. Seleksi orang orang yang akan kau bawa ke sana. Persenjatai mereka dengan senjata yang cukup." Jawab Dion senang
"Kalian jangan sampai membunuh kalau tidak terpaksa. Tugas kalian hanyalah melumpuhkan kekuatan nya, dan membuat mereka tunduk pada ku saja." Sambung Dion lagi
"Sekarang pergilah! dan kerjakan tugas kalian masing masing!" Ujar Dion mengakhiri perintahnya
"Baik tuan muda!" Jawab mereka serempak dan langsung membubarkan diri
__ADS_1
Dion dan orang orangnya, juga ikut membubarkan diri, dengan masuk ke mobilnya masing masing. Urusan pembuatan pabrik di lokasi yang telah dibelinya itu, akan dikerjakan beberapa hari yang akan datang
Dion memutuskan, setelah urusan menaklukkan gangster kalajengking merah selesai, maka dua hari kemudian, dia akan membentuk satu tim handal, yang akan diketuai oleh Shio Lung, untuk menggarap lahan yang sudah dibelinya tersebut
***
Gdubrak! prang! byaarrr! prang!.
Bunyi beberapa benda jatuh, yang sengaja di buat oleh seseorang terdengar
Ternyata keributan tersebut, dibuat oleh ketua gangster kalajengking merah, John Scorpy. Dia sangat marah, begitu mendengar, bahwa belasan assassin yang sangat diandalkannya tersebut, mati di tangan orang yang belum pernah dikenalnya
Dion adalah pemain baru, maka wajar John tidak mengenalinya, tapi Iron, Hans, Robin dan Leon tentu sangat dikenalnya
Dia tidak habis pikir, bagaimana orang orang kuat tersebut, sampai bisa dikendalikan oleh seseorang yang belum ada nama di kota B ini
John, Brandy serta yang lain, adalah pemain lama di gangster jalanan. dua orang yang sangat mendominasi kekuasaan jalanan di kota B
Tetapi dari laporan anak buahnya, yang bertugas sebagai mata mata melaporkan, bahwa Brandy saat ini, juga telah menjadi bawahan pemain baru tersebut
John tentu saja tidak percaya, bagaimana Brandy yang cukup kuat itu, bisa takluk di tangan pemain baru seperti Dion
Kalau pemain baru tersebut, bisa menaklukkan Brandy yang terkenal kuat itu, tentu saja orang tersebut bukanlah orang sembarangan
Memikirkan semua itu, kepala John Scorpio menjadi pusing, maka untuk melampiaskan kekesalannya, ditambah dengan kematian 17 assassin andalannya, dia melampiaskan kekesalan itu dengan membalikkan meja, dan menghancurkan apa saja yang ada di atasnya
Mata mata yang melaporkan tentang perihal itu ketakutan, dia khawatir bosnya itu akan melampiaskan kekesalannya pada nya juga
Tapi ketakutannya tidak beralasan. Setelah ditunggu sekian lama, bosnya masih tetap saja menghancurkan barang apa saja yang ada di ruangan tersebut, benar benar sifat yang buruk dan menyebalkan
Hanya tinggal meja kerjanya saja yang tidak sampai roboh, karena ukurannya yang besar dan berat, lagipula di atas meja tersebut, ada laptop kesayangannya
Setelah puas melampiaskan kekesalannya, John memerintahkan kepada pengawal, yang selalu siap sedia di depan pintu ruangannya, untuk memanggil orang orang penting di organisasi kalajengking merahnya itu
Tidak membutuhkan waktu lama, belasan orang orang penting di organisasi kalajengking merah tersebut telah datang, dan segera memasuki ruangan bosnya
Tapi alangkah terkejutnya mereka, ketika melihat ruangan bos besar berantakan seperti kapal pecah. Di dalam hati mereka menduga, tentu ada permasalahan besar yang terjadi, hingga membuat bosnya marah seperti itu
Mereka sangat mengetahui sifat dari pada bosnya tersebut, yang sangat temperamental sekali. Masalah kecil saja, bisa menjadi masalah besar baginya. Sifat itulah yang telah membuatnya terusir dari organisasi milik Brandy
__ADS_1
John yang mengetahui kebingungan anak buahnya itu, memerintahkan kepada mereka semua, untuk menuju ruang pertemuan yang biasa mereka gunakan untuk membicarakan segala sesuatu tentang organisasi
Serentak mereka bergerak meninggalkan ruangan yang berantakan tersebut, menuju ruang rapat yang telah ditentukan
Lima menit kemudian, terjadi pembicaraan dan perundingan yang alot di ruang pertemuan tersebut
"Tujuh belas assassin kebanggaan organisasi kita, telah dibunuh oleh orang orang pemain baru yang tidak aku kenal." Ucap John memulai pembicaraannya
Seluruh yang hadir dalam rapat tersebut terkejut, mereka tidak habis pikir, bagaimana belasan assassin kuat, bisa dihabisi dengan begitu mudah oleh orang lain
Jhon mengetahui keterkejutan mereka, lalu dia menyambung berkata. "Walaupun bukan dia langsung yang membunuhnya, tetapi sebagai bos, pemain baru tersebut, tentu harus bertanggung jawab terhadap perbuatan anak buahnya itu." Ucap John berapi api
"Aku penasaran, siapa sebenarnya pemain baru tersebut. Mata mata kita hanya mengatakan, bahwa nama orang tersebut adalah Dion saja, tanpa embel embel yang lain." Sambung John lagi
"Diantara kalian ini, apakah ada yang pernah bertemu atau mengenal si Dion itu?" Tanya John penasaran
"Maaf ketua, kalau saya boleh bertanya, siapakah orang yang telah menghabisi assassin kebanggaan kita itu?" Tanya salah seorang ketua organisasi kalajengking tersebut, tanpa memperdulikan pertanyaan bosnya barusan
"Menurut laporan mata mata kita, yang telah menghabisi 17 assassin kita, adalah Iron, Hans, Leon dan Robin." Jawab John kesal, karena pertanyaannya tadi tidak dijawab
"Kalau benar orang yang telah menghabisi assassin kita adalah mereka, bagaimana kita akan mampu membalaskan dendam kita kepadanya, sedangkan kita tahu, mereka berempat adalah orang orang yang sangat kuat." Sanggah ketua dua pesimis, kemudian kembali melanjutkan perkataannya
"Ditambah lagi, mereka adalah pengawal keluarga besar tuan Birawa, pengusaha dan orang terkaya nomor 1 di negara kita, bahkan Asia." Ujarnya lagi
Semua orang terdiam, termasuk John Scorpy, mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh ketua dua tadi
"Bagaimana caranya kita akan menghabisi orang orang tersebut? Tanya ketua dua memecahkan kebuntuan suasana
"Aku tidak mau tahu bagaimana caranya. Di saat pembantaian itu, menurut mata mata kita, Brandy juga ada di sana, sedikit banyaknya, tentu dia terlibat atas pembantaian itu." Ucap John gusar
"Brandy saja sudah sangat kuat, apalagi para pengawal tuan Birawa itu." Ucap ketua tiga juga pesimis
"Sejak kapan kau menjadi penakut seperti itu Kumar?" Tanya ketua satu wakil John Scorpy mengejek
"Aku bukannya takut, tapi aku berpikir realistis, kekuatan kita tidak ada apa apanya, walaupun kita bergabung dan menyerang salah satu
diantara mereka sekaligus, belum tentu kita akan menang." Jawabnya membela diri
"Jadi menurutku, kita biarkan saja dulu kematian para assassin kita, sambil mencari cara, bagaimana untuk membalaskan dendam kita kepada mereka." Sambungnya senang, karena telah memecahkan masalah membalas dendam itu, tapi tiba tiba
__ADS_1
"Kurang ajar! dasar penakut!" Teriak seseorang dalam ruangan itu dengan keras