Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Tertabrak cinta


__ADS_3

Bruk!


"Hugh!.


"Hati hatilah kalau berjalan!. Kenapa juga tergesa-gesa seperti itu?' Ucap seorang gadis cantik kesal, sambil merapikan roknya yang sedikit tersingkap, hingga memperlihatkan betis bagian atasnya yang teramat mulus tersebut, pada orang yang menabraknya barusan


Glek!


Orang tersebut sampai menelan ludahnya sendiri pertanda kagum. dan peristiwa itu membuat jantungnya berdetak sangat kencang.


Satu menit dia tidak bisa bereaksi, sangking terpesonanya melihat keindahan yang terpampang di depan matanya itu


Dia yang merupakan laki laki dingin dan tidak perduli dengan wanita secantik apapun selama ini, menjadi bergetar hatinya, tatkala bertatap mata dengan wanita itu


Matanya melotot ketika melihat dan bersentuhan dengan wanita yang kelihatan cantik tersebut, walaupun wajahnya tertutup cadar biru transparan


"Hey!. Apakah kau bisu, Kenapa kau diam terpaku seperti itu?. Tolong aku mengangkat kotak kotak ini!" Teriak perempuan muda cantik tersebut sedikit keras sangking kesalnya


"Eh!.Oh!, ya ya!, aku akan bantu." Jawab laki laki tampan tersebut terbata bata dan salah tingkah


Tapi matanya masih tetap melirik betis mulus perempuan tersebut sampai beberapa detik, hingga terdengar kembali sebuah suara keras mengagetkannya


"Huh, dasar laki laki mesum!" Maki perempuan muda itu semakin kesal. Sementara kaki sebelah kanannya masih tertindih oleh dua buah kotak yang tidak begitu besar, tapi kelihatannya cukup berat, entah apa isinya itu


Mendapat makian keras tersebut, laki laki yang menabraknya tadi menjadi sadar dan buru buru berkata.


"Maaf nona aku tidak sengaja!' Ucap orang yang menabraknya tadi terlihat menyesal


"Cepat bantu aku berdiri dan singkirkan dua kotak sialan ini!" Respon perempuan muda tersebut cepat, karena dia sudah tidak tahan duduk berlama lama di tanah tersebut, dengan posisi menggairahkan itu


"Oh ya! ya!. Baik! baik!" Jawab laki laki tersebut masih juga gugup, dan matanya sempat melirik wanita itu dari balik kaca mata hitamnya itu


"Maaf nona kalau saya terpaksa menyentuh tangan anda." Ucapnya lagi sambil mengulurkan tangannya, untuk mengangkat tubuh wanita cantik itu dari tanah, yang sebelumnya kotak kotak yang menindih kakinya disingkirkannya dari sana


"Huff!" Ucapnya sedikit grogi, karena tangan kasarnya bersentuhan dengan tangan halus wanita tersebut


Dug! dug! dug!


Jantungnya berdegup kencang, dan tidak bisa dihentikannya, walau dengan usaha sekeras apapun.


Sentuhan dan penglihatan indah yang barusan dialaminya itu, telah membangunkan sisi gelap kejantanannya. Tapi cepat di tepis jauh jauh, agar tidak bertindak sembrono pada wanita cantik tersebut


"Sekali lagi saya minta maaf!. Sungguh saya tidak sengaja melakukannya!" Ucap laki laki itu kembali, sambil membungkuk ke arah wanita cantik tersebut


"Tidak apa apa!. Lagian kamu memang tidak sengaja melakukannya dan bukan faktor kesengajaan. Jadi jangan dipermasalahkan lagi!" Jawab wanita cantik itu cukup legawa


"Aku Awan!. Pengawal tuan besar Birawa juga tuan senior berikut keluarganya!" Ucap laki laki tersebut memperkenalkan diri, sambil membuka kaca mata hitamnya, yang selalu setia menempel di wajah tampannya itu


"Ternyata kamu!" Respon wanita cantik itu datar


"Apakah anda kenal dengan ku?" Tanya Awan keheranan

__ADS_1


"Jelas kenal!, walau cuma sekali atau dua kali bertemu. Aku masih tetap bisa mengenali wajah dingin mu itu" Jawab wanita yang barusan ditabraknya berterus terang. Kemudian membuka cadarnya sedikit, agar Awan bisa melihat wajahnya


"Nona muda!" Respon Awan ketakutan. Kemudian mengambil sikap hormat, sambil membungkuk ke arah Maya. lalu berkata.


"Maafkan sikap saya yang tidak sopan pada anda!. Mohon jangan adukan masalah ini pada tuan besar!" Ucap Awan meminta perlindungan


"Kau ini berkata apa?. Siapa yang nona muda?. Aku Maya bukan nona muda!" Balas Maya tidak enak hati


"Nona adalah adik dari tuan besar, maka secara otomatis adalah nona muda kami, sama seperti nona muda Emily."


"Walau bagaimana pun kami para pengawal, tidak boleh bersikap tidak sopan, apalagi kurang ajar pada keluarga tuan besar."


"Jika kami mengkhianatinya, maka kami telah melanggar sumpah setia sebagai seorang pengawal Keluarganya."


"Oleh karena itu, mohon nona muda mau memaafkan sikap saya yang tidak sopan tadi."


"Jika tidak, maka saya akan merasa sangat bersalah sekali pada tuan besar!" Ucapnya banyak sekali dilandasi rasa tidak enak hati dan takut


"Ah sudahlah kak Awan!. Aku sudah melupakannya dan tidak mempermasalahkan lagi." Jawab Maya cuek


"Terima kasih nona muda!" Ucap Awan lega. Tapi tak lama kemudian berkata lagi


"Kalau boleh tahu, mengapa nona muda membawa banyak barang, dan kenapa tidak meminta pengawalan dari para pengawal?" Tanya Awan penasaran


"Sebenarnya tadi ada enam orang pengawal yang mengikuti ku, tapi aku menyuruh mereka pulang, karena risih kemana mana dikawal seperti itu." Jawab Maya apa adanya


"Tapi jika tuan besar tahu, maka enam orang pengawal itu akan dipecat, apalagi jika terjadi apa apa pada nona muda." Respon Awan khawatir


"Benar nona muda!.. Mungkin saat ini para pengawal itu sudah tidak lagi bertugas karena dipecat!" Jawab Awan berterus terang


"Uh!. Aku sangat menyesal mendengarnya. Gara gara risih mendapat pengawalan, maka aku menyuruh mereka untuk pulang" Balas Maya ketakutan


"Kalau begitu aku harus cepat cepat kembali ke villa, kalau tidak mereka akan dihukum gara gara kebodohan ku tadi!" Ucap Maya khawatir. lalu buru buru melangkah


Tapi karena tergesagesa, langkahnya malah menjadi kacau, dan hampir terjatuh, namun cepat disambut oleh Awan dengan cara menyangga tubuh Maya dengan menggunakan tangan kekarnya itu


Untuk sesaat suasana menjadi hening, mata mereka saling bertatap syahdu, dan bibir menyunggingkan senyum semanis madu


Tidak ada yang berusaha mencegah atau protes karena kejadian itu, malah keduanya membiarkan adegan tersebut terus berlangsung


Tapi beberapa saat kemudian, Awan kembali sadar, dan buru buru melepaskan tubuh maya yang dia sangga tersebut, setelah dia menstabilkan posisinya terlebih dahulu


"Maaf kan sikap saya nona muda, saya tidak sengaja!" Ucap Awan tidak enak hati, walau dalam hatinya bersorak kegirangan


"Justru aku yang harus berterima kasih pada kak Awan. Kalau tidak cepat disambut tadi, maka tubuh lemah ini pasti akan terjatuh dan menimpa kotak kotak itu kembali." Jawab Maya malah senang


"Kalau nona mau pulang, biar saya yang mengangkat kotak kota ini, dan menjadi pengawal nona muda untuk sementara." Ucap Awan menawarkan diri


"Aku jadi tidak enak hati pada kak Awan, karena telah menghambat tugas kakak!" Respon Maya berpura pura menolak, padahal dalam hatinya juga bersorak gembira


Jadi apa yang diucapkannya itu, tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya

__ADS_1


"Sama sekali tidak nona muda! Justru saya senang jika menjadi pengawal pribadi nona!" Jawab Awan terlepas cakap


"Apa kak awan bilang, kak awan ingin menjadi pengawal pribadi Maya?" Respon Maya senang sambil berpura pura marah, dengan membuat wajahnya semasam mungkin, tapi sayangnya Awan bisa melihat kepura-puraan itu, lalu berkata.


"Benar nona muda, apapun yang nona perintahkan, akan saya kerjakan, kecuali kalau di suruh mati!" Jawab Awan menggoda


"Kenapa kak Awan tak mau jika disuruh mati?" Tanya Maya menguji


"Kalau saya mati!. Siapa yang akan menjaga nona muda nanti?" Jawab Awan cepat, sudah mulai nakal dan menggoda Maya dengan sikap kakunya itu


"Maksudnya?" Tanya Maya pura pura tidak paham, padahal dalam hatinya bergejolak tidak karuan, kemudian langsung membatin sendiri


"Mungkinkah aku menyukai pemuda ini?" Batin Maya dalam hati


"Sudah jelas apa adanya. Jika saya mati, maka saya akan menjadi laki laki yang tidak bertanggung jawab pada orang yang harus saya lindungi." Jawab Awan masih malu malu


"Aku masih tidak mengerti apa maksudmu kak Awan!" Ucap Maya ngambek, dan pura pura marah


"Sedang sayang sayangnya ditinggal pergi!" Jawab Awan berterus terang


"Siapa yang sedang menyayangimu kak awan, Pacarnya kah?" Tanya Maya cuek, mencoba menggoda Awan dengan berpura pura tidak paham. Padahal dalam hatinya bersorak girang, walau masih ragu ragu


Mendapat reaksi datar seperti itu, wajah Awan mendadak kaku dan terkesan kecewa, atas respon datar Maya pada pernyataannya barusan


Dalam hatinya membatin. " Apakah benar nona Maya tidak memahami pribahasa ku barusan, atau aku yang terlalu kaku. Sehingga dia mengacuhkan ku?" Batin hatinya bertalu talu


"Selama hidup, aku belum pernah merasa tertarik pada seorang wanita seperti nona Maya ini."


"Tapi mengapa saat hati ku sedang tidak mau terlibat dalam urusan cinta, nona maya malah datang menghampiri ku, dengan pesonanya yang mampu meluluhkan kebekuan hati ku selama ini?" Batinnya lagi dalam hati


Sebaliknya di sisi Maya, dia juga sedang sibuk dengan monolog dalam hatinya. " Mungkinkah aku harus mengkhianati kak Dion?"


"Bukankah cinta pertama ku adalah dia?. Tapi kenapa sekarang orang ini mencoba menggoda ku?"


"Apakah dia di suruh oleh kakak ku untuk mendekatiku, dan menjadikanku sebagai pacarnya?" Batin Maya dalam hati


"Ehem Ehem!" Terdengar sebuah suara ber intonasi tinggi dan sedikit keras, dari seseorang yang tiba tiba datang menghampiri mereka


"Tuan besar!" Respon Awan ketakutan. Kemudian buru buru membungkuk ke arah Dion, yang datang dikawal oleh Hans juga Robin


Di belakang mereka ada 20 orang pengawal elit, dan hanya diam saja tidak bereaksi apapun


"Kakak!" Bersambut pula reaksi dari Maya juga terkejut dan malu malu


"Kenapa kalian berdua saling berdiam diri?, dan kenapa kalian berdua berada di sini?" Tanya Dion tegas pada mereka berdua


"Tuan besar!. Ini tidak seperti yang tuan lihat dan pikirkan!" Jawab Awan ketakutan


"Baru tiga hari pulang dari Paris, kau sudah berani menggoda adik ku yang cantik ini!"


"Apakah kau sudah bosan bekerja padaku Awan?" Tanya Dion dengan sikap kakunya itu

__ADS_1


"Saya tidak berani tuan besar!" Jawab Awan cepat, sambil membungkuk hormat ke arah Dion


__ADS_2