Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Batu pembaca pikiran


__ADS_3

"Jika itu alasan mu, kakek setuju saja. Tapi perlu dibarengI dengan peningkatan kemampuan dari Draco sendiri." Respon tuan Birawa senang


"Maksud kakek Draco juga harus berlatih lebih serius lagi?" Tanya Dion ingin tahu


"Benar sekali!. Kakek lihat latihan bertarungnya hanya dua kali dalam seminggu, bahkan kadang tidak ada sama sekali." Jawab tuan Birawa apa adanya


"Baiklah!. Mulai saat ini Draco akan dilatih oleh guru khusus, terutama dalam penguasaan kemampuan khususnya itu."


"Dion berharap, kedepannya dia lebih peka terhadap bahaya yang akan datang, dan tidak mudah jatuh dalam perangkap orang lain."


"Selain kedua masalah itu, kakek juga ingin agar Draco berlatih tentang pengendalian diri, kekuatan jiwa dan pikiran. agar kedepannya kuat luar dalam." Respon tuan Birawa penuh harap


"Kalau itupun Dion setuju kek!. Yang penting anakku bisa menjadi seorang laki laki kuat, dan seorang pemimpin yang disegani serta di takuti oleh kawan maupun lawan!" Respon Dion senang


Tak lama Dion berkata seperti itu. Iron, Hans, dan Leon datang menghadap, dan langsung menyapa mereka


"Salam tuan senior, tuan besar!" Sapa ketiganya penuh hormat


"Bagaimana?. Apakah acara pemilihan sudah bisa dilakukan?" Tanya Dion langsung pada intinya


"Sudah tuan besar!. Tinggal menunggu perintah untuk dilaksanakan saja." Jawab Iron cepat


"Baiklah!. Kalau begitu acara pemilihan bisa kita mulai sekarang!" Respon Dion senang


"Draco!.Hari ini adalah hari dimana kau harus memilih pengawal pribadimu sendiri!"


"Mereka yang telah kau pilih nanti. akan mengawal mu kemana pun kau pergi, kecuali dalam urusan pribadi."


"Sekarang kau berdirilah, dan tentukan sendiri, siapa siapa saja dari ratusan pengawal itu yang akan kau ambil menjadi pengawal mu." Ucap Dion memberi perintah pada Draco anaknya tersebut


"Apakah termasuk semua komandan, juga petinggi elit yah?" Tanya Dragon tiba tiba


"Apakah kau ingin melibatkan mereka juga?" Reaksi Dion terkejut, malah balik bertanya, sambil menunjuk kearah Iron Hans, Leon juga Burgon


"Jika memang itu yang diperlukan. Kenapa tidak?" jawab Dragon diluar dugaan


"Lalu bagaimana caranya kau akan memilih pengawal, dari sekian banyak orang disini. Apakah mereka harus bertarung?" Tanya Dion penasaran


"Tidak perlu ayah. Draco mempunyai cara sendiri, yaitu mereka harus bisa membaca pikiran orang lain termasuk Draco."


"Selain itu!. Mereka harus mampu mengangkat benda ini!. Jika mereka mampu mengangkatnya, baru orang itu pantas menjadi pengawal Draco!" Jawabnya penuh misteri


"Bagaimana caranya agar bisa membaca pikiran orang lain, dan benda apa yang kau maksudkan itu anak ku?" Reaksi Dion keheranan


"Hanya sebuah batu kecil yang Draco dapatkan yah, setelah terbangun dari mimpi menyeramkan itu " Jawabnya berterus terang


"Kapan itu?" Tanya Dion penasaran, begitu juga Ivory dan tuan Birawa, termasuk juga pengawal pengawalnya yang lain


"Setelah bunyi petir malam tadi, Draco kan langsung pergi ke kamar ayah dan tidur disana."


"Tapi dalam tidur itu, Draco merasa seperti didatangi oleh seseorang, yang rambutnya semua putih, tapi wajahnya sangat bersih sekali."


"Dia memberikan ini pada Draco, dan begitu bangun, Draco mendapati batu ini ada di samping tempat tidur."


"Tapi kenapa kau tidak mengatakannya pada ayah atau mama mu ini?" Respon Dion sedikit kecewa


"Ketika Draco bangun, ayah dan mama sudah tidak ada dalam kamar. Jadi Draco memutuskan akan mengatakannya nanti."


"Tapi tidak disangka. ayah dan mama merencanakan hal seperti ini. Menyuruh Draco untuk memilih pengawal pribadi, padahal Draco tidak memerlukannya."


"Karena kalau Draco mau kemana mana selalu dengan mama, dan pengawalnya pun banyak. Jadi Draco pikir belum memerlukan saja."


"Lalu apa yang dikatakan orang itu pada mu?" Tanya Dion penasaran


"Dia mengaku kalau Draco ini ada pertalian darah dengannya." Jawab Dragon apa adanya

__ADS_1


"Pertalian darah. Apa maksudnya Draco?" Respon Dion keheranan


"Orang tersebut cuma mengatakan seperti itu saja, tidak menyebutkan apa maksudnya." Jawab Dragon apa adanya


"Kakek!. Bisakah kakek menjelaskan keanehan ini?" Tanya Dion penasaran


"Kakek juga tidak tahu cucuku!. Mungkin itu hanya bunga tidur Draco saja!" Respon tuan Birawa kebingungan


"Tidak kakek buyut!. Kalau itu hanya bunga tidur, tidak mungkin batu ini bisa ada di tangan Draco?" Bantah nya kurang senang


"Coba ayah lihat!. Batu apa yang kau maksud kan itu nak." Balas Dion cepat, mencoba mencairkan suasana canggung, akibat marahnya Draco atas pernyataan dari kakek buyutnya itu


"Ini yah!" Ucap Dragon cepat


Dion bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan menuju Dragon, serta berusaha mengambil batu tersebut, tapi tiba tiba tangan Dion berhenti, dan tidak mampu mengangkat batu itu


"Apa!" Teriak semua orang terkejut, termasuk juga kakeknya


"Bagai mana mungkin?" Batin Dion dalam hati


"Ajaib!"


"Batu mustika!"


"Batu langit!"


"Batu petir!"


Ucap sebagian orang yang melihat secara langsung kejadian itu keheranan


Didalam hati mereka rata rata berkata. "Tuan besar Dion yang seorang ahli bela diri saja, yang keahliannya diatas semua orang, tidak mampu mengangkat batu tersebut, apalagi mereka"


"Nampaknya tidak ada seorangpun yang akan lolos dari seleksi itu. dan selamanya tuan muda Dragon tidak akan mempunyai seorang pengawal." Batin mereka dalam hati


Nampaknya tidak akan ada seorangpun dari ratusan pengawal itu, yang akan lolos dan menjadi pengawal tuan muda mereka


"Kakek!" Ucapnya Dion tiba tiba


Tuan Birawa yang sedang kebingungan itu terkejut, karena Dion memanggilnya dengan intonasi tinggi


"Kau saja tidak mampu mengangkatnya apalagi kakek!" Respon nya spontan, karena mengira bahwa cucunya itu ingin agar dia mengangkat batu aneh tersebut


"Dion bukan minta agar kakek mencoba mengangkat batu ini. tapi Dion hanya ingin bertanya, sebenarnya ada rahasia apa dengan batu ini?"


"Rahasia?. Kakek tidak tahu apa apa mengenai batu itu" Jawab tuan Birawa apa adanya


Mendapat jawaban yang tidak memuaskan seperti itu, Dion merasa kurang senang, kemudian memanggil Iron untuk mendekat


"Iron!. Coba kau bantu aku mengangkat batu ini, atau kau angkat sendiri. Apakah batu ini bisa terangkat ditangan mu atau tidak" Perintah Dion tegas


"Baik tuan besar!" Jawab Iron patuh, kemudian berusaha menyentuh batu tersebut, dan mencoba mengangkatnya


Tapi apa yang terjadi, ternyata Iron pun tidak berhasil mengangkat batu itu


"Hans! Sekarang giliran mu!" Perintah Dion tegas


"Baik!" Jawabnya singkat, dan berusaha mengangkat batu milik Dragon itu dengan sekuat tenaga


Namun sayang usaha Hans juga tidak berhasil


"Anak ku!. Bagaimana batu ini bisa menjadi berat, dan ayah sendiri tidak mampu mengangkatnya?"


"Draco juga tidak tahu yah. Mungkin batu itu belum menemukan orang yang cocok, jadi tidak bisa mengangkatnya."


"Kalian semua!. Cepat angkat batu ini secara bergiliran. siapa tahu ada diantara kalian yang dipilih oleh batu ini!" Perintah Dion tegas bercampur putus asa dan malu

__ADS_1


Setelah mendapat perintah dari tuan besarnya. Satu persatu dari ratusan pengawal itu, mencoba keberuntungannya, untuk bisa mengangkat batu tersebut, tapi sampai pada urutan 247, termasuk Burgon, belum ada yang mampu mengangkatnya


"Pa!. Mungkin Draco ditakdirkan untuk sendiri, dan tidak butuh pengawalan siapapun!" Ucap Ivory tiba tiba


"Kenapa mama berkata seperti itu?. Bukankah ide ini berasal dari mama sendiri?" Bantah Dion keheranan


"Mama memang berniat begitu, tapi tidak disangka, Draco akan menerapkan pemilihan tersebut dengan cara seperti ini."


"Mungkin kita bisa meminta pada Draco, agar merubah caranya. Misalnya menyuruh mereka bertarung satu sama lain."


"Siapa yang terkuat, maka orang itulah yang akan mendampingi anak kita itu." Jawab Ivory memberi usul


"Baik!. Akan papa coba." Respon Dion gembira


"Draco anak ku!. Apakah cara mu itu bisa dirubah?. Misalnya menyuruh mereka bertarung, siapa yang menang, maka dialah yang akan kau ambil sebagai pengawal mu. Bagaimana?" Ucap Dion mencoba membujuk anaknya tersebut


"Tidak bisa ayah!. Syarat untuk menjadi pengawal Draco, harus orang yang bisa mengangkat batu ini."


"Jika tidak ada yang mampu melakukannya, maka Draco akan mencarinya di seluruh dunia. siapa tahu ada yang dipilih oleh batu ini." Jawab Dragon berterus terang


"Kalau begitu mungkin membutuhkan waktu lama, untuk menemukan orang yang cocok dengan batu itu." Reaksi Dion pasrah


"Draco lihat paman Leon belum mencobanya yah!. Siapa tahu dia bisa." Ucap Dragon tiba tiba sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah Leon yang dari tadi hanya berdiri diam saja


"Kau benar!. Kenapa ayah tidak menyadarinya dari tadi." Jawab Dion cepat


"Tapi sebelum paman Leon melakukannya, Draco mau agar ayah mencoba sekali lagi mengangkat batu ini."


"Konsentrasikan hati dan pikiran ayah pada batu tersebut, dengan kekuatan jiwa dan pikiran, Draco yakin, ayah akan bisa melakukannya."


"Draco adalah darah daging ayah. karena yang ada hubungan darah dengan Draco lah, yang mampu melakukannya."


"Oleh karena itu cobalah sekali lagi menyentuh dan mengangkat batu tersebut. Draco sangat yakin, kalau kali ini ayah pasti bisa!" Ucapnya penuh dengan keyakinan tinggi


"Baiklah, akan ayah coba!" Jawab Dion mantap. Kemudian mendekati batu itu, dan sekali lagi dan menyentuhnya, lalu mengangkatnya dengan perlahan


Ajaib!, dengan mudah batu itu terangkat, dan saat ini telah berada di tangan Dion


Segera setelah itu. Dion merasakan seperti ada energi yang sangat kuat, mengalir masuk ke kulit tubuhnya, dan merata keseluruh tubuh. Terasa hangat dan menenangkan


Tiba tiba saja pikiran Dion terbuka, dan seperti melihat masa lalu dari seseorang, yang Dion sendiri tidak tahu orang itu siapa


"Hore!" Teriak seluruh pengawal kegirangan, termasuk juga Iron dan anak buahnya itu


Tuan Birawa juga senang, karena cucunya berhasil mengangkat batu ajaib tersebut. lalu mendekati cucunya dan berkata.


"Inilah takdir cucu buyut ku nanti, menjadi kuat bukan karena orang lain, tapi karena kemampuannya sendiri."


"Kau harus bangga dan ikhlas, kalau Draco akan menemukan jati dirinya sendiri"


"Kakek hanya berpesan, kalau saat ini Draco belum menemukan orang yang pantas untuk menjadi pengawalnya, maka kau sebagai orang tuannya, harus menjaga Draco dengan baik." Ujarnya penuh kekhawatiran


"Baik kek!. Dion akan selalu ingat nasehat kakek ini. dan tidak akan membiarkan Draco dalam bahaya


"Kalian semua!. dengarkan baik baik. Mulai saat ini, Draco anak ku, belum memilih seorangpun dari kalian, untuk menjadi pengawal pribadinya."


"Mungkin suatu saat nanti, anak ku akan menemukan orang yang cocok untuk mendampinginya kemanapun dia pergi, dan orang itu mungkin saja kalian atau orang lain."


"Mata, telinga dan pikiran kalian harus dijaga, tidak boleh ada yang tahu tentang keberadaan batu ajaib ini."


"Jika orang lain selain kita sampai tahu tentang batu ini, maka hukumannya mati!" Ujar Dion memberikan ancaman pada pengawal pengawalnya itu


"Siap melaksanakan perintah tuan besar!' Jawab mereka serempak, termasuk juga Iron dan yang lainnya itu


Setelah memberikan arahan tersebut, Dion mengajak keluarganya, untuk meninggalkan tempat itu, dan masuk keruang pribadinya, untuk membicarakan sesuatu

__ADS_1


__ADS_2