Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Perang dan serangan mendadak


__ADS_3

"Bukan hanya itu saja bos!. Bersama mereka juga ada sepasukan tentara bersenjata lengkap, dan siap untuk berperang!" Jawab anak buahnya berterus terang


"Brengsek!. Siapa mereka?. Apakah mungkin pasukan yang ingin kita serang?" Respon Miyazaki Ozawa kebingungan


"Belum diketahui siapa mereka bos!. Tapi pasukan yang mereka bawa, terdiri dari orang orang kuat, ditambah lagi dengan adanya ratusan ninja, sama seperti pasukan elit kita!" Jawab anak buahnya lagi


"Lalu bagaimana dengan orang orang kita?. Apakah mereka berhasil menahan laju pergerakan musuh?" Tanya Miyazaki Ozawa panik


"Sekarang mereka tengah bertarung melawan pihak musuh. Tapi sepertinya musuh lebih unggul bos!" Jawab wakil komandan tersebut apa adanya


"Kurang ajar! Brengsek!. Aku yakin mereka orang orangnya pemilik kota itu!"


"Mereka datang karena tahu kita mau menyerang kotanya!"


"Tapi heran!. Dari mana mereka tahu rahasia ini?"


"Apakah mungkin ada pengkhianat diantara kita?" Ucap dan tanya Ozawa kesal


"Maaf bos saya tidak tahu!" Jawabnya enteng


"Cepat ambil senjata senjata kalian, sebelum mereka sampai di sini!" Perintahnya tegas


"Baik" Jawab anak buahnya yang ada di ruangan itu patuh. Kemudian berebutan mengambil senjata senjata milik mereka dari dalam mobil bak terbuka, yang tadi mereka masukkan sendiri ke dalamnya


Sementara itu, orang orang Dion, ditambah dengan satu kompi tentara, terlihat sedang berjibaku melawan sepasukan ninja, yang bergerak lincah ke sana kemari


Bukan hanya itu saja. Mereka juga sedang melawan para petarung, yang kekuatannya lumayan besar


Bak! bug! des! bruk!


Begitu kiranya bunyi suara tendangan, pukulan, tamparan tangkisan dan suara tubuh tubuh yang roboh diantara mereka ketika jatuh ke lantai, diselingi pula dengan suara tembakan bertubi tubi


Dor! dor! dor!.


Bunyi suara tembakan bersahut sahutan antar kedua belah pihak. Disusul dengan kelebatan katana, pedang serta ke siur belati, mengiringi pertarungan itu, di tiga gedung atau bangunan yang mereka jadikan markas


Slash! Slash! Slash!


Trang! trang! tring! swing!


Bunyi ke siur katana dan pedang tipis milik ninja, beradu saat kedua belah pihak bertarung, atau berhasil melukai tubuh lawan dengan suaranya yang nyaring dan menyayat, saat berhasil menebas leher, tangan bahkan memotong tubuh tubuh dari lawan lawannya.


Tapi yang banyak menjadi korban adalah ninja anak buah Ozawa, yang katanya pasukan elit itu. Tapi tetap kalah juga dengan pasukan ninja yang dibawa oleh Dion


Jleb! Jleb! jleb!


Bruk! bruk!


Disambut pula dengan banyaknya pihak musuh yang bertumbangan, akibat tertembus pedang panjang milik para assassin yang dibawa oleh Dion


Bersama mereka juga ada samurai yang jarang sekali dilibatkan, karena keahlian mereka, bertarung dalam jarak dekat. Tapi saat ini mereka diajak untuk ikut serta, dan sedang menikmati pembantaian yang sangat brutal sekali, karena mereka jarang sekali berolahraga, membunuh musuh-musuh yang ada di depannya


Jleb! jleb! jleb!


Beberapa belati pun berhasil menembus tubuh tubuh musuh, yang dilemparkan oleh Hans saat mereka berusaha mendekati Dion, yang dikawal olehnya juga oleh pengawal yang lain, hingga membuat tubuh tubuh orang tersebut bertumbangan di lantai

__ADS_1


Bug!


Bam!


Tubuh petarung pihak Ozawa, yang tengah berhadapan dengan anak buah Dion, menjadi bulan-bulanan para pengawal elit yang dia bawa


Tidak tanggung-tanggung, Dion melibatkan kaisar perang Adiwilaga, dewa perang Robin, si brutal Bumi, si pendiam komandan Awan, dan si bijaksana Langit


Tak lupa pula dia membawa Eric, Burgon, Abhicandra serta Adipramana. Tindakan para petinggi pengawal, seperti macan yang tengah kelaparan


Tanpa mengenal rasa takut dan belas kasihan, apalagi memikirkan nasib orang lain. Mereka bertindak sudah diluar batas kewajaran, hingga dalam sekali serang. banyak lawan-lawannya yang bertumbangan ke lantai, hingga membuat tempat tersebut menjadi ladang pembantaian yang penuh sesak dengan jasad-jasad tanpa nyawa


Mereka menjadi bulan-bulanan, karena diserang secara mendadak, di tiga gedung yang mereka tempati selama ini. Padahal pada saat itu, mereka sedang tidak memegang senjata, karena senjata senjata itu, telah mereka masukkan ke dalam kotak dalam bak mobil terbuka, untuk di bawa guna menyerang kota Golden City malam ini juga


Yang anehnya mereka tidak mengetahui kedatangan Dion dan para tentara tersebut. Padahal seharusnya mereka mempunyai tim mata mata, yang senantiasa berjaga jaga di pos pos penjagaan, atau di ruang operator milik mereka


Ternyata mereka memang ada, tapi telah dihabisi duluan oleh mata mata pihak Dion, hingga mereka tidak sempat mengabarkan ada serangan mendadak ke markasnya. Maka terjadilah pembantaian seperti itu


Tapi berbeda halnya dengan para ninja, juga pasukan khusus lainnya, yang selalu membawa senjata kemana-mana. Mereka saat diserang itu, mampu melakukan perlawanan, hingga pergerakan dari orang orangnya Dion dan satu kompi pasukan tentara jadi terhalang karenanya.


Namun walau demikian, tetap saja pembantaian tidak bisa dielakkan


"Bagaimana bos!. Pasukan kita kalah, dan tak mampu melawan para penyerang itu!"


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya anak buahnya ingin mendapatkan instruksi, saat melihat melalui pantauan CCTV bahwa orang orangnya banyak yang mati


"Bagaimana keadaan ketua dua. Apakah dia masih hidup dan mampu memukul pihak musuh?" Tanya Ozawa sangat berharap


"Saya belum tahu bos!. Tapi dari pantauan CCTV yang terpasang di bangunan tersebut, ketua dua sepertinya sedang terdesak, saat melawan seorang pria paruh baya yang jauh lebih kuat darinya. dan itu sepertinya ketua dua!" Jawab Thaksin, si wakil komandan itu apa adanya, sambil menunjuk ke arah layar komputer yang ada di depannya


"Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan anak ajaib itu, jika belum apa-apa kita sudah dihabisi seperti ini?"


"Dasar orang orang sial!" Maki Ozawa tidak terima


Bom! Duar!


Makiannya disambut dengan bunyi menggelegar di depan pintu bangunan itu. di ditujukan pada pintu depan bangunan tersebut, hingga membuat pintu kayu besar dan lebar, yang menghalangi orang luar untuk dapat masuk, hancur berkeping-keping, karena diterjang oleh peluru besar senjata bazoka yang pihak musuh bawa


Dor! dor! dor!


Disusul dengan rentetan senjata otomatis dari luar, yang ditembakkan oleh pasukan tentara terlatih ke arah dalam bangunan sesaat setelah pintu besar itu roboh


Mereka adalah pasukan khusus milik kesatuan tentara tertentu. yang dibekali dengan senjata lengkap, yang juga berpakaian lengkap seperti sedang berada di medan perang


Mereka diajak serta karena Dion merasa, bahwa keberadaan mafia tersebut cukup berbahaya bagi keamanan dan keselamatan masyarakat juga negara, yang keberadaannya selama ini tidak mereka ketahui


Jadi mereka datang membantu dengan senang hati. Hitung hitung sedang latihan perang, yang biaya seluruhnya ditanggung oleh Dion. Maka jadilah pembantaian yang berat sebelah itu terjadi


Kalau hanya membasmi para perusuh, gangster, mafia atau penjahat kelas berat sekalipun, bagi mereka itu merupakan tugas ringan


Tapi sayangnya perkiraan mereka sedikit meleset. Ketika mereka menyerang kelompok milik Miyazaki Ozawa dan Tanawat Virote. Mereka sedikit mengalami kesulitan, karena pasukan Tanawat merupakan pasukan yang terlatih juga. Ditambah lagi dengan adanya pasukan khusus berupa ninja, yang kemampuan tempur nya sudah tidak diragukan lagi


Beruntung di pihak Dion juga mempunyai pasukan ninja. Ditambah lagi dengan pasukan assassin, serta sekelompok samurai, yang kemampuan mereka juga di luar batas kewajaran. Jadi halangan itu bisa diatasi oleh orang orangnya Dion


Setelah pintu besar bangunan ke empat itu berhasil dirobohkan. Orang-orang yang berada di dalamnya, telah siap mengadakan perlawanan, dengan memberondong dan membalas tembakan, ke arah pintu depan, agar siapapun yang mencoba masuk bisa tertembak, dan mati karena tertembus peluru tajam

__ADS_1


Saat terjadi baku tembak itu, terdengar sebuah suara cukup keras yang menggunakan megaphone, ditujukan untuk orang orang yang sedang berada di dalam bangunan


"Sebaiknya kalian menyerah, dan jatuhkan senjata kalian!" Ucap komandan tentara memberi peringatan


"Dor! dor! dor!


Ting!


Peringatan tersebut malah dijawab dengan beberapa kali tembakan, dan hampir mengenai komandan tersebut. Tapi mengenai megaphone yang dia pegang. Beruntung saat itu dia sempat menghindar. Tapi tangannya sempat terserempet peluru tajam, hingga membuatnya berdarah


"Komandan!" Teriak beberapa orang anak buahnya merasa khawatir


"Tenang saja!. Ini hanya luka kecil, tak sebanding saat aku latihan dulu!" Jawabnya enteng, dan terkesan meremehkan darah yang keluar dari tangan yang terserempet peluru tadi


"Izinkan saya mengobati luka komandan. untuk menghentikan darah yang keluar itu!" Ucap anak buahnya menawarkan bantuan


"Terima kasih!" Jawabnya singkat. Kemudian menyodorkan tangannya untuk diobati, serta dibalut di tempat yang terluka tadi


Sementara itu di bagian lain anak buahnya terus-menerus memberondong ke arah dalam, berharap agar orang-orang yang ada di dalamnya tertembak mati dan perlawanan mereka menjadi terhenti


Tapi harapan mereka tidak segera terkabul, karena dari dalam bangunan juga berkesiur peluru peluru tajam, yang ditembakkan oleh anak buah Miyazaki secara terus menerus, bahkan mereka sempat menembakkan mortir ke arah tentara tersebut, untuk menghancurkan musuh


Karena tidak menyangka bahwa mereka bakal mendapatkan serangan seperti itu, beberapa orang tentara ada yang terluka, bahkan sampai ada yang terluka parah


"Lemparkan gas air mata ke dalam bangunan itu, agar mereka keluar!" Ucap komandan tersebut memberi perintah


Tak lama sesudah itu, 5 buah bom gas air mata dilemparkan ke dalam bangunan tersebut, dan tak lama kemudian, dari dalam bangunan itu keluar asap beracun, hingga membuat mereka tidak tahan berada di dalam, lalu buru-buru keluar dari pintu depan. Padahal di belakang mereka ada pintu cadangan lainnya


Namun karena panik, mereka tidak berpikir panjang lagi, dan langsung menerobos ke depan, sambil menembakkan senjatanya ke segala arah secara membabi buta


Tapi tindakannya itu tidak mengenai sasaran, bahkan nyawa mereka sendiri yang menjadi korban, akibat ditembus peluru tajam yang ditembakkan oleh sepasukan tentara tersebut


"Benar-benar sial!. Bagaimana ini bisa menimpa ku?. Padahal selama ini tidak ada yang berani melawanku!" Ucap Miyazaki Ozawa kuat, dengan makiannya yang cukup kasar, dan terkesan sangat kesal sekali


"Buka pintu itu!. Kita keluar dari sini. Cepat!" Perintahnya kepada anak buah yang dengan setia menemaninya ke manapun dia pergi


"Tapi bagaimana dengan orang orang kita di sana bos?" Bantahnya


"Jangan pedulikan mereka!"


"Biarkan saja mereka mati!. Yang penting kita masih hidup, agar bisa menyusun kekuatan kembali untuk menghancurkan mereka!" Jawab Miyazaki Ozawa, merasa tidak bersalah dan mementingkan diri sendiri


"Baik!. Mari kita keluar bos!" Respon anak buahnya cepat. Kemudian mengajak bosnya untuk keluar dari dalam bangunan tersebut, dan berniat ingin melarikan diri dari tempat itu


Tapi harapan mereka tidak terkabul, karena ternyata dibelakang pun, ada puluhan pengawal Dion, yang sedang menunggu mereka di sana, dengan senjata terhunus dan senjata otomatis yang siap ditembakkan pada mereka


"Cepat masuk kembali dan tutup pintunya!" Ucap Ozawa memberi perintah


Dor! dor! dor!


Beberapa orang anak buahnya ada yang tumbang dan mati karena tertembus peluru tajam yang ditembakkan oleh para pengawal Dion


Melihat itu, Miyazaki Ozawa dan Thaksin, bergegas masuk kembali ke dalam gedung, kemudian menutup pintunya rapat rapat. Tapi tiba tiba terdengar suara cukup keras dari luar gedung yang sangat memekakkan telinga


Bom!

__ADS_1


Blar!


__ADS_2