
"Baik nona! Perintah akan dilaksanakan segera." Jawab karyawan itu cepat, lalu berlari menemui para petinggi hotel di ruangannya masing masing, dibantu oleh beberapa rekannya yang lain
"Apakah tuan muda akan langsung pergi ke ruang pertemuan?" Tanya Ivory berbasa basi kepada Dion
"Kau duluan saja ke sana, aku ingin berkeliling dulu, sambil melihat lihat kemegahan hotel ku ini." Jawab Dion santai
"Baiklah tuan, aku tunggu di sana, dan setengah jam lagi pertemuan akan dimulai" Ucap Ivory sambil melangkah pergi
"Sebaiknya aku ke restoran saja, aku sedikit haus, seperti ingin minum jus." Guman Dion pada diri sendiri, sesaat setelah Ivory meninggalkannya sendiri di lobby itu, lalu mulai beranjak pergi
Tapi belum lama dia berjalan, Dion lupa dimana letak restoran itu, dia asal berjalan saja, hingga tanpa disadarinya, dia sudah berada di sekitar ruang penyimpanan alat alat perlengkapan hotel
Ketika Dion sedang kebingungan, Tiba tiba terdengar sebuah teriakan yang lumayan kuat dari belakangnya. "Hei kau yang di sana, berhenti!. Mau kemana kau?. Dari gelagat mu, sepertinya kau ingin mencuri!" Teriak seseorang dari belakang Dion secara tiba tiba, hingga mengejutkannya
"Siapa! aku?" Ucap Dion keheranan, sambil menunjuk diri sendiri
"Kalau bukan kau siapa lagi!" Jawab orang itu ketus
"Kau bilang apa tadi! mencuri?.Kau tuduh aku mau mencuri, apa aku ada tampang pencuri?"Tanya Dion mulai emosi
"Kalau bukan mau mencuri, mau apa lagi? Jawabnya ketus
"Aku mau ke restoran, tapi lupa arah jalannya, jadi tidak sengaja lewat sini" Ucap Dion membela diri
"Alah jangan ngeles kau! ngaku saja kalau kau mau mencuri di sini? Ucapnya tetap ngotot
"Kalau aku sedang tidak terburu buru, aku akan membuat perhitungan dengan mu!" Jawab Dion sambil melangkah pergi
"Hei tunggu!. Dasar pencuri!" Ucap orang itu lagi kesal, lalu berusaha mengejar Dion, tapi..
"Manajer!. Anda di minta datang ke ruangan rapat, karena ada pertemuan mendadak yang di pimpin oleh nona Ivory" Ucap seseorang yang tiba tiba saja muncul dari belakangnya
"Huh!.Mengganggu saja. Ya sudah! kau boleh pergi!" Jawab orang yang dipanggil manajer itu kesal
"Kali ini kau beruntung, tapi kalau nanti bertemu lagi, awas kau!" Guman manajer itu geram, lalu bergegas pergi ke ruang pertemuan
Sementara Dion, saat itu terus saja melangkah, mencari di mana letak restoran hotel tersebut, dan tak lama kemudian, ternyata keberuntungan berpihak padanya, tak jauh dari tempat dia berdiri, terpampang nama sebuah restoran, yang berpintu sangat lebar, dan berdekorasi unik tapi modern
Dion bergegas melangkahkan kakinya menuju restoran itu, lalu memasukinya dengan tenang
Karyawan hotel yang ditugaskan di restoran tersebut, apalagi manajer dan chef eksekutifnya, sudah sangat mengenal Dion, maka begitu dia muncul, mereka bergegas berdiri dan menghentikan aktivitasnya
Serentak mereka membungkukkan badannya kearah Dion, lalu berkata "Salam hormat tuan!" Ucap mereka serempak
"Ya terima kasih!" Jawab Dion singkat
"Apa yang bisa kami bantu tuan muda?" Kata eksekutif chef yang datang terburu buru menemui Dion, karena diberitahu oleh bawahannya
__ADS_1
"Aku sedikit haus, tolong buatkan aku jus!" Jawab Dion tenang, tapi cukup mengagetkan mereka
"Baik tuan muda!. Mari silakan duduk di meja eksekutif itu" Ucap eksekutif chef sesopan mungkin, sambil memberi kode pada bawahannya untuk bekerja
"Oke terima kasih!" Jawab Dion singkat
Tak lama sesudah itu, Dion pun sudah duduk di meja mewah yang ditunjuk oleh eksekutif chef itu, tak lama kemudian, datang 4 orang pelayan atau pramusaji, membawa makanan dan jus yang diminta oleh Dion tadi
Sesaat Dion terpana, begitu melihat di atas mejanya terdapat banyak sekali makanan dan minuman yang kelihatannya lezat, padahal dia tidak memintanya
Empat orang pramusaji, yang tadi membawa makanan dan minuman beserta jus untuk Dion, masih tetap berdiri di situ, layaknya seorang pelayan, yang apabila tuannya sedang makan, maka mereka harus berdiri di belakangnya
Melihat pemandangan itu, Dion menjadi risih, kemudian berkata kepada mereka." Kenapa kalian masih di situ? pergilah, dan kerjakan tugas kalian masing masing!" Ujarnya tegas
"Ta..tapi tuan?"
"Tdak ada tapi tapi!. Ini perintah!" Jawab Dion tegas
"Baik tuan muda!" Ucap mereka serempak, lalu membubarkan diri
Setelah keempat pelayan tersebut pergi, eksekutif chef dan manajer restoran datang menghampiri Dion, sambil membawa sesuatu yang kelihatannya sangat lezat sekali
"Ini menu spesial yang belum pernah disajikan kepada siapapun tuan, kecuali kepada tamu penting. Menu ini adalah penemuan baru, yang saya ciptakan sendiri." Ujar eksecutif chef tersebut, sambil meletakkan menu tersebut di atas meja di hadapan Dion
"Apa ini?" tanya Dion takjub
"Minuman ini belum diberi nama tuan, tapi merupakan kehormatan yang sangat besar sekali bagi saya, jika tuan mau memberi nama minuman hasil penemuan saya ini." Jawabnya merendah
"Karena rasanya yang enak, teksturnya lembut, dan manis seperti madu, serta beraroma harum, maka aku beri nama minuman ini dengan..."
Bef! bef! bef!
"Sebentar aku angkat telepon dulu!" Ucap Dion menghentikan perkataannya
"Tuan!. Semua petinggi hotel sudah berada di ruang pertemuan, hanya tinggal menunggu manajer restoran dan eksekutif chefnya, juga wakil general manager, yang saat ini belum sampai." Ucap seseorang dari seberang telepon
"Baik, aku akan segera tiba!" Jawab Dion santai, sambil menghabiskan jus juga minuman yang belum bernama itu
"Oh ya chef, pembicaraan kita sampai di sini dulu, aku mau menghadiri pertemuan, dan kau juga manajer, harus hadir saat ini juga!"
"Baik tuan muda!" Jawab chef juga manajer restoran tersebut sambil membungkukkan badannya, kemudian berjalan mengikuti langkah Dion, menuju ruang pertemuan
***
"Seperti yang kalian ketahui, bahwa pemilik perusahaan Birawa Group, yang menaungi ratusan perusahaan itu, saat ini telah berganti pemilik, dan orangnya tidak suka di singgung!" Ucap seseorang memulai pertemuan itu yang ternyata adalah Ivory
"Karena hotel ini juga milik Birawa group, maka secara otomatis hotel ini adalah milik tuan itu."
__ADS_1
"Tapi sayangnya, saat ini beliau belum datang, karena ada sedikit urusan penting di bawah, tapi aku yakin, sebentar lagi dia akan sampai"
"Tapi ingat! ketika dia datang, kita semuanya harus berdiri untuk menyambutnya, salah sedikit saja, maka kita habis!" Ucap Ivory mengakhiri penjelasannya
Tapi tak lama kemudian, Ivory memerintahkan kepada seluruh petinggi hotel, untuk membentuk barisan, guna menyambut kedatangan pemilik baru itu, sementara dia berada di barisan paling depan
Tak lama sesudah itu, pintu ruang pertemuan terbuka, dan muncul eksekutif chef dan manajer restoran, kemudian mereka ikut berbaris, untuk menyambut kedatangan Dion
Beberapa saat kemudian, pemilik hotel tersebut atau tepatnya tuan muda Dion, datang, dan berjalan dengan gagahnya menuju ke ruang pertemuan
Seluruh petinggi hotel beserta asistennya membungkuk, begitu melihat kedatangan Dion, karena diberi kode oleh Ivory, kecuali salah seorang manajer, yang tadi sempat bersitegang dengan Dion
Di dalam hatinya penuh tanda tanya, apakah benar orang yang gelagatnya tadi seperti pencuri, adalah pemilik hotel itu? tetapi manajer itu diam saja, dan hanya disimpannya dalam hati
Begitu Dion sudah melewati mereka, dan duduk di kursi kebesarannya, seluruh petinggi hotel dan asistennya masih tetap membungkuk menunggu sesuatu keluar dari mulut Dion
"Berdirilah! dan silakan duduk!" Ucap Dion dingin
"Kau! Bukankah kau yang tadi berniat ingin mencuri di hotel ini?" Ucap manager hotel itu tiba tiba
"Jaga sikapmu Leo! kau tahu sedang berhadapan dengan siapa?" Ucap Ivory marah
"Maaf sebelumnya nona, orang itu tadi, aku lihat ingin mencuri sesuatu dari ruangan ku, makanya aku heran, kalau kalian semua begitu menghormatinya!" Jawab Leo sinis
"Tutup mulut busuk itu!" Ucap Ivory geram, kemudian melangkah mendekati Leo, lalu menamparnya dengan kuat
Plak!
"Apakah kau tidak diajari sopan santun, ketika masih kecil dan sampai saat ini? Ucap Ivory emosi
"Nona Ivory!. Kenapa anda malah menamparku, bukannya pencuri itu?" Ucap Leo kesal karena di tampar
Plak!
Plak!
Dua kali tamparan dari Ivory mengenai wajah Leo, hingga membuatnya terhuyung mundur ke belakang, dan berhenti ketika menabrak kursi di belakangnya
"Apakah kau tahu siapa dia?. Dia tuan muda pemilik perusahaan Birawa Group, dan hotel ini berada di bawah kekuasaannya. Bodoh kau!" Ucap Ivory berapi api. Dia marah karena orang yang disayanginya, di tuduh pencuri oleh bawahannya sendiri
Para petinggi yang lain pun menjadi sangat geram, atas sikap yang ditunjukkan oleh manajer Leo itu. Sejak awal mereka memang kurang menyukai perilaku Leo yang kurang ajar tersebut
Karena dia sudah lulus, dan mempunyai kualifikasi yang cukup bagus di bidang pekerjaannya, maka mereka terpaksa menerima Leo untuk bekerja di hotel tersebut. HRD pun tidak bisa berbuat apa apa saat itu, karena mereka bekerja cukup bersih
Tapi tidak mereka sangka, perilaku Leo sesungguhnya sangatlah buruk, sehingga dengan berani menuduh pemilik hotel tersebut sebagai pencuri. Benar benar cari mati dia!
Ketika sedang ribut ribut itu, datang seorang perempuan muda, yang berpenampilan sangat menarik dan cantik, dia adalah Emily, wakil general manager hotel tersebut. Dia datang terlambat karena saat dipanggil itu, dia sedang tidak berada di hotel
__ADS_1
Begitu dia masuk dan melihat orang yang sangat dikenalnya duduk di kursi kebesaran, Emily menjadi sangat terkejut sekali, serasa tidak percaya, siapa yang dilihatnya barusan
Kemudian dengan entengnya dia berkata." Dion!"