
"Kenapa tuan muda kelihatan cuek dan sepertinya kurang menyukai acara makan bersama ini?"
"Bukankah acara ini khusus dibuat untuk dia dan calon istrinya ini, tapi kenapa dia bersikap seperti itu, dan aku melihatnya bukan seperti tuan muda yang ku kenal?"
"Mungkinkah tuan muda tidak menyukai ku, atau ada alasan lain?" Batin Maya disela sela acara makan itu, sambil matanya melirik ke arah Dion yang duduk di seberangnya itu
Hatinya sungguh merasa tidak enak, jika harus memaksakan kehendaknya. Sebagai seorang wanita cerdas, Maya bisa menebak apa yang saat ini dirasakan oleh Dion itu
Bukan karena tidak senang dengan perjodohan ini, mungkin dion belum siap kalau harus menikah secara mendadak seperti ini
Dion terpaksa menuruti keinginan kakeknya itu, demi menjaga hati kakeknya agar tidak sakit hati dan merasa tidak dihargai
Tebakan dan perkiraan itulah yang saat ini tengah berkecamuk di hati dan pikiran Maya, tapi benarkah apa yang dikatakan nya itu
Dion yang sedari tadi diam saja, dalam hatinya juga membatin." Maafkan aku Maya, bukan karena aku tidak menyukai mu, tapi untuk saat ini, aku belum siap."
"Aku akui, bahwa kau sangat luar biasa cantik, pandai dan cerdas. Orang yang tidak pernah kusangka, adalah lulusan perguruan tinggi terbaik dan ternama ibukota, dengan nilai yang hampir sama denganku."
"Tapi untuk saat ini, aku memang benar benar belum siap menikah, karena aku ingin fokus terlebih dahulu dengan urusan perusahaan yang sangat banyak itu."
"Bukan karena masih trauma dengan pernikahan pertama ku yang gagal, tapi sekarang ini, aku memang belum bisa!" Batin Dion bertalu talu, sambil memasukkan sesuatu kedalam mulutnya
"Tuan muda, walau aku sangat mencintai mu, dan berharap, kaulah pria satu satunya yang akan menemaniku sampai ke hari tua, tapi aku tidak boleh memaksakan kehendak ku ini."
"Antara kerja dan cinta, aku harus bisa membedakan, dan tidak boleh mencampur adukkan keduanya!" Batin hati Ivory mencoba bersikap tegar dan menerima takdirnya
"Tuan besar!, terima kasih untuk makan siang bersama ini. Sungguh saya tidak mengira, akan bertemu dengan tuan penolong saya di sini." Ucap Tiger sesaat setelah selesai makan
"Kau berkata apa Tiger!. acara ini untuk merayakan perjodohan anak anak kita, sekaligus sebagai penyambutan atas kedatangan kalian di kota ini!" Sanggah tuan Birawa enteng enteng saja
"Tapi walau bagaimanapun, kami tetap harus berterimakasih pada tuan besar dan tuan muda!" Bela Tiger tetap merendah
"Ya sudahlah!. Tapi ngomong ngomong, bagaimana usaha mu setelah kejadian itu?" Tanya tuan Birawa beralih ke topik lain
"Seperti yang tuan besar lihat dan dengar, usaha keluarga ku berjalan dengan baik, itu berkat bantuan dari tuan besar dulu." Jawabnya lugu
"Jika tidak karena tuan, kami tidak tau bagaimana nasib kami kedepannya." Sambung penuh terima kasih
"Lalu bagaimana dengan si Maya ini, apakah dia ada membantu mu?" Tanya tuan Birawa sambil memandang calon menantunya itu
"Tentu saja ada tuan besar, malah karena masukannya lah, usaha kami berkembang dengan baik." Jawab Tiger selalu merendah
"Bagus kalau begitu!. andai saja saat itu perusahaan mu tidak bangkrut, dan tidak ada masalah denga mu, tentu Maya ini sudah menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda. sungguh disayangkan sekali!" Ucap tuan Birawa lirih, tapi bisa di dengar oleh Dion
"Untuk kakek tahu, Maya ini adalah seorang sarjana ilmu ekonomi dan hubungan internasional, gelar itu didapatkannya dari dua universitas yang berbeda di ibukota." Sela Dion mencoba memberi pengertian pada kakeknya
"Ha!. benarkan itu Tiger?" Tanya tuan Birawa penasaran
__ADS_1
"Benar tuan besar." Sambut Tiger sambil tersenyum
"Bagus! bagus!. Ternyata pilihanku tidak salah. Kau memang pantas bersanding dengan cucuku Dion!" Responnya senang
"Kau dengar itu Ivory!, ternyata Maya ini, tidak sesederhana penampilannya!. Ternyata dia seorang sarjana di dua universitas berbeda!" Ujar tuan Birawa kegirangan
Deg!
Jantung Ivory berdetak kuat, dan kembali terluka karena ucapan itu
Dia sungguh tidak menyangka, bahwa gadis sederhana yang ada didepannya itu, bukanlah gadis biasa, tapi gadis yang mampu mendapat gelar sarjana dua sekaligus
Sedangkan dia hanya mempunyai satu gelar, dan itupun didapatkannya dengan susah payah
Kalaupun sekarang menjabat sebagai seorang sekretaris utama, tapi itu didapatkannya dengan perjuangan yang cukup panjang
Sebagai seorang sarjana Ilmu Komunikasi , jelas Ivory sudah sangat menguasai bidangnya, jadi pantas dia menempati posisi sekretaris di perusahaan besar milik tuan Birawa itu
Tapi saat ini, ilmunya itu tidak berarti apa apa dihadapan tuan besar Birawa, apalagi di hadapan Maya
Sungguh miris nasib nya saat ini!
***
Hari berikutnya, seleksi akhir babak keempat. Menjadi seorang komandan
Dalam seleksi akhir ini, tuan Birawa, Dion, Iron, Hans, Robin, Ivory dan tiga trio pengawal tingkat tinggi, serta Tiger dan Maya, menyempatkan diri untuk melihat secara langsung seleksi tersebut
Dalam kesempatan ini, juga turut hadir para petinggi kota B, pejabat perbankan, pemilik perusahaan termasuk juga Victor
Di gedung itu, dia bagai semut kecil yang sedang mengelilingi gula, bersama dengan semut semut lain
Disitu juga dia melihat, orang yang akan menjadi target nya untuk di celakai, sedang ikut berlaga dalam pemilihan komandan pengawal itu
Dia berkata dalam hati." Gawat!. Ternyata si Eric itu sekarang telah menjadi orang nya tuan muda Dion, kalau aku tetap nekad melaksanakan niat ku itu, aku dan anakku pasti akan mati.!"
"Benar benar sial!" Kata hatinya membatin khawatir
"Sebaiknya ku ungsikan saja si pembawa masalah itu ketempat lain, kalau dia masih tetap di kota B ini, aku khawatir anakku akan membuat masalah lagi dengan si Eric itu." Batinnya lagi dalam hati
Di bagian lain , pihak penyelenggara sedang mengumumkan peraturan seleksi kali ini, yang sedikit mengalami perubahan dari biasanya, yaitu penggunaan waktu yang tidak dibatasi bagi seluruh peserta
Dalam pengumuman itu juga disebutkan, alasan kenapa peserta yang ikut dalam babak ke empat ini tinggal sedikit
Dari jumlah 2.000 orang, yang berhak maju ke babak terakhir tinggal 200 orang saja, sedangkan sisanya tidak bisa melanjutkan karena kalah, atau tidak mau melanjutkan ke babak keempat. karena sudah puas dengan status pengawal menengah dan elit tersebut
Eric, Ling Chia dan ketiga saudaranya, 10 gadis karateka, 4 orang mantan security, 6 orang pensiunan tentara, 7 orang mantan kepolisian, 5 orang petinju, dua pegulat pro, belasan samurai, sepuluh ninja, 13 assassin dan masih banyak lagi yang berhak maju dalam babak keempat ini
__ADS_1
Keseluruhan peserta itu, adalah orang yang menginginkan posisi lebih tinggi, dalam satuan pengawalan keluarga Birawa termasuk juga Eric
Mereka adalah peserta yang menang dalam babak ke tiga. Sebenarnya ada lebih banyak lagi yang berhak maju ke babak keempat, tapi seperti yang disebutkan sebelumnya, peserta itu lebih memilih untuk tidak mengikutinya, dengan alasan sudah puas dan capek dalam duel tersebut. jadi mereka memilih mengundurkan diri dan mendapat posisi pengawal elit atau menengah saja
Saat ini, Ling Hua sedang berhadapan dengan Anjani, yang bermakna ketekunan, gadis karateka bersabuk hitam, yang selalu terikat di pinggangnya
Gerakan yang dilancarkan oleh Anjani tersebut sangat lincah, dan mampu mengimbangi gerakan cepat dari Ling Chia itu
Pukulan, tendangan, sapuan kaki dan tusukun serta pukulan kipas, sering beradu dengan tangan dan kaki Anjani, sampai membuat tangannya lebam, dan kakinya pegal serta ngilu dan sedikit luka, tapi tidak mampu membuat semangatnya surut
Begitu juga yang dialami oleh Ling Chia, tangan dan kakinya juga sakit, apalagi badannya, sebab pukulan dan tendangan seorang karateka bersabuk hitam itu, benar benar kuat dan mematikan
Tapi karena Ling Chia juga bukan petarung asal asalan, dia bisa menebus rasa sakit itu, dengan serangan andalan dari perguruan nya
Kali ini, serangannya cukup terarah dan mematikan, sampai membuat gerakan Anjani menjadi kacau, tapi bukan Anjani namanya, kalau kalah dalam perubahan serangan tersebut
Dengan sekuat tenaga, Anjani mengimbangi gerakan Ling Chia yang cepat itu. Kali ini dia memanfaatkan sabuk hitamnya untuk membalas atau mengantisipasi serangan lawan
Dengan digunakannya sabuk hitamnya itu, membuat serangan dan gerakan Ling Chia menjadi terhambat. Kali ini dia pula yang terpojok, dan mendapatkan sabetan sabuk yang ternyata bisa mengeras itu
Sudah banyak kali tubuh Ling Chia terkena sabetan sabuk hitam itu. dia juga terkena pukulan dan tendangan kaki dan tangan lawan, sampai membuat wajah cantiknya sedikit memar
Dalam satu gerakan yang tiba tiba, Anjani mendapat kesempatan yang sangat bagus, yaitu ketika lawannya melancarkan serangan jarak dekat
Saat itulah, sabuk Anjani di lilitkan pada kipas andalan Ling Chia itu, dan menariknya kuat kuat, sampai membuat kipas tersebut terlepas dari tangannya
Ketika dalam kondisi panik, akibat kehilangan senjatanya tersebut, tendangan kaki kanan Anjani masuk mengenai perut nya, hingga membuat Ling Chia terpental dan jatuh ke lantai
Dia berusaha bangun, tapi tidak bisa, karena kaki kiri Anjani menekan perutnya kuat kuat, dan akhirnya Ling Chia menyerah, serta dinyatakan kalah oleh wasit yang memimpin pertarungan tersebut
Ling Chia dinobatkan sebagai pengawal elit keluarga Birawa, sedangkan Anjani ditetapkan sebagai komandan pasukan. Sungguh prestasi yang membanggakan baginya
***
Di sisi lain masih di gedung yang sama, pada waktu yang sama juga
Eric tengah berhadapan dengan seorang mantan tentara, yang ilmu bela dirinya lumayan kuat
Pukulannya sangat terarah, menuju titik vital lawan, berkali kali Eric harus menghindar dan menangkis serangan itu
Tangannya sudah terasa ngilu , kakinya apalagi
Kali ini dia benar benar mendapatkan lawan yang sangat kuat, dengan gerakan kakinya yang cukup lincah
Balas membalas serangan dan pukulan sudah sering terjadi, sampai saat ini, belum juga ada yang menyerah dan mengaku kalah
Tuan Birawa, Dion dan yang lain, cukup terkesima melihat duel mereka yang cukup alot tersebut. pantas saja Ivory menawarkan pada mereka, agar melihat duel bibit unggul calon pengawal keluarganya itu
__ADS_1