Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Jeny diserang


__ADS_3

"Jeny akan pikir pikir dulu guru. Karena di negara ini Jeny bisa belajar banyak. Lagipula..


Dor! Dor! Dor!


Prang! Prang!


Bruk!


"Gawat ada serangan!" Pekik Jenifer tertahan, hingga membuat Abhicandra terkejut


"Ada apa Jeny?. Bunyi tembakan dari mana itu?" Ucap Abhicandra merasa khawatir


"Ada yang mencoba mencari masalah dengan Jeny guru!" Jawabnya cepat


"Siapa dan dari mana?" Tanya Abhicandra lagi


"Jeny tidak tahu guru!" Jawabnya berterus terang


"Sudah ya guru!. Jeny mau mengatasi penyerang itu dulu!" Ucapnya


"Tunggu Jeny!" Cegahnya


Tapi terlambat. Jeny sudah memutuskan sambungan auranya, hingga membuat Abhicandra kehilangan arah, dan tidak bisa memantau perkembangan dari muridnya sendiri


Tapi Abhicandra tidak kehabisan akal. Segera setelah itu, dia merilis ilmu tertingginya, dan mencoba mengirimkan aura kesadaran pada Jenifer untuk melacak nya


Tapi keberadaan Jenifer tidak diketahui. Ilmu Abhicandra tidak mampu menemukan keberadaan Jenifer lagi


Saat dia sedang kebingungan dan khawatir seperti itu, ada aura yang sangat kuat menarik tubuhnya, dan sebentar saja sudah berpindah ketempat lain


Dia tidak tahu apa yang terjadi padanya. Sekarang Abhicandra sedang berada ditempat yang sangat asing sekali


Tapi tiba tiba matanya tertuju pada sesosok tubuh wanita yang sangat dikenalnya. Saat itu dia sedang berjibaku menghabisi musuh musuhnya


Walau mereka bersenjata otomatis, tapi buat Jenifer itu bukan menjadi halangan berat


Dengan mudahnya mereka dibuat tidak berdaya. Namun ada satu musuh yang sangat liat sekali


Kemampuan metafisika termasuk tinggi. Semua serangan Jenifer mampu dihalau nya. Bahkan ketika dia mengerahkan ilmunya ke level 19. Orang tersebut belum mampu juga dikalahkan


Abhicandra yang melihat itu mencoba membantu muridnya, dengan mengirimkan aura kekuatannya kearah Jenifer, dan ternyata berhasil


"Guru!" Pekik Jenifer terkejut sekaligus senang


"Bagaimana guru bisa ada disini?" Ucapnya lagi


"Urus dulu lawan mu itu!. Setelah beres baru kita berbincang!" Jawab Abhicandra tegas


"Baik guru!" Ucap Jenifer patuh. Kemudian merilis kemampuan tertingginya. untuk menghancurkan lawan kuatnya itu


Tapi dicegah oleh gurunya. "Tahan Jeny!. Jika kau kerahkan kekuatan puncak mu, tempat ini akan hancur!"


"Bagaimana kau bisa menggantinya?" Ujarnya


"Tapi guru!. Orang itu terlalu kuat, dan sulit untuk dikalahkan!" Sambung Jeny protes


"Serahkan saja pada guru!" Jawab Abhicandra enteng


Kemudian memompa semangatnya dan dibentuk menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat untuk dilemparkan pada musuh muridnya itu


"Tunggu!. Katakan siapa kau?"


"Kenapa aura mu seperti aku kenal?" Ucap penyerang misterius itu penasaran


"Terima ini!" Jawab Abhicandra cuek. Dan melemparkan kekuatannya kearah musuhnya, tanpa memperdulikan pertanyaan dari orang tersebut


"Gawat!. Aku harus lari!" Batinnya dalam hati. Kemudian menghilang dari pandangan mereka


Bom!


Halaman rumah yang penuh dengan bunga dan pohon pohon kecil, yang ditempati oleh Jenifer menjadi rata dengan tanah, akibat kekuatan besar yang dikeluarkan oleh Abhicandra. Dan membuat orang orang yang juga tinggal ditempat itu menjadi ketakutan


"Guru!. Bagaimana Jeny bisa mengganti kerusakan ini?" Ucapnya protes


"Huff!. Guru terlalu bersemangat. Jadi lupa aturan yang guru buat sendiri tadi!" Jawab Abhicandra enteng saja


"Siapa mereka?. Kenapa mereka menyerang mu?" Tanya Abhicandra penasaran


"Jeny juga tidak tahu guru!"


"Tiba tiba saja mereka menyerang ku!" Jawabnya berterus terang


"Tapi bagaimana guru bisa tiba tiba bisa ada disini, dan menemukan lokasi Jeny?" Tanya Jenifer benar benar penasaran


"Hemm!. Ini pasti perbuatan tuan muda!"


"Kalau bukan dia siapa lagi!" Ucap Abhicandra sedikit kuat dan bersemangat sekali


"Tuan muda!. Siapa dia?" tanya Jenifer penasaran


"Putera dari penguasa Birawa Group, kakak dari nona muda." Jawab Abhicandra semangat


"Pewaris tahta?"

__ADS_1


"Ya begitulah kira kira!" Jawab gurunya cuek


"Apakah ilmunya sehebat itu?"


"Berapa usianya guru?. Apakah dia sudah dewasa?" Tanya Jenifer penuh harap


"Hus!. Umurnya baru 15 tahun. Ngaco kamu!" Jawab gurunya merasa geli


"Sayang sekali!" Guman Jenifer lirih pada sendiri


"Apakah kau berharap agar tuan muda jatuh cinta pada mu ?" Tanya gurunya lagi


"Kalau memang iya kenapa?" Jawab Jenifer pura pura merajuk


"Tapi sayangnya usia mu sudah terlalu tinggi!"


"Kalau kau mau mencari jodoh, di Birawa Group lah tempatnya!" Jawab Abhicandra apa adanya


"Memang di sana itu ada juga perusahaan biro jodoh ya guru?"


"Hus!". Ngaco kamu!"


"Tuan besar dan keluarganya, mempunyai belasan ribu pengawal, termasuk gurumu ini."


"Kebetulan ada seribuan lebih yang belum menikah. Jadi nanti kau bisa tebar pesona di sana!" Jawab Abhicandra bergurau


"Tak maulah guru!. Jeny masih mau memperdalam ilmu yang guru berikan dulu."


"Sekarang Jeny sedang fokus mengajar, juga sedang giat menembus level puncak Phoenix pelangi itu guru!"


"Kalau Jeny kembali, mungkin di sana akan kekurangan energi alam. Dan itu bisa menghambat usaha Jeny untuk menembus level." Jawabnya asal ngarang saja


"Jangan asal bicara kamu!. Justru ditempat itu energi alamnya sangat melimpah."


"Tuan muda yang sakti itu, telah menarik seluruh energi alam yang tidak digunakan, dan ditempatkan dekat dengan perguruan nya!" Respon Abhicandra kurang senang


"Sehebat itukah dia guru?. Apakah dia bisa mengalahkan Jeny?" Tanya Jenifer ingin tahu


"Jangankan kamu!. Guru saja tidak mampu mengalahkannya!"


"Seluruh orang yang pernah berurusan dengannya, berhasil dihancurkan!"


"Tidak ada diantara para pengawal yang berani melawannya!"


"Orang terkuat saja, yaitu Tohpati!. Ketua utama mafia di negara ini dibuat mati olehnya!"


"Bahkan murid muridnya, semua telah dibuat tunduk oleh tuan muda, termasuk Ranggaspati!" Jawab Abhicandra akan adanya


"Tunggu dulu!. Apakah guru mengenal murid ku?" Tanya Jenifer penasaran


"Benar guru!. Dia anak ketua mafia terbesar di Nevada ini!"


"Ayah dan kakek nya, adalah pemilik delapan kasino dan belasan hotel, serta usaha besar lainnya."


"Dia pernah Jeny kalahkan, karena ketahuan sedang menyiksa murid yang lainnya kemarin!" Ucap Jenifer bersemangat


"Pantas saja!, dan Ini masuk akal!"


"Ketahuilah oleh mu Jeny!. Murid mu yang bernama Ranggaspati itu, telah dikalahkan oleh tuan muda Dragon!"


"Ilmunya telah dikunci, serta tidak akan bisa lagi berkembang."


"Kecuali kalau ada kekuatan lain, yang mampu mematahkan formasi yang dipasang ditubuhnya!" Ujar Abhicandra menjelaskan


"Tunggu dulu!. Jangan jangan yang menyerang mu tadi adalah orang orangnya?" Ucapnya lagi


"Cukup masuk akal guru!. Mungkin dia mau balas dendam pada Jeny!" Jawab Jenifer mantap


"Lalu apa yang akan kamu lakukan nanti!" Tanya Abhicandra ingin tahu


"Guru tenang saja!. Jeny akan menghukumnya!" Jawab Jenifer tanpa ragu ragu


"Permisi nona!" Ucap seorang sekuriti perumahan pada Jeny. Sambil memperhatikan halaman rumah yang porak poranda itu. Padahal dia tahu apa yang telah terjadi


"Ya!. Ada apa penjaga?" Jawab Jenifer tegas


"Ada yang ingin bertemu dengan nona di sana!" Jawabnya cepat. Masih juga mengamati pot pot bunga dan pohon pohon kecil yang hancur dan tercabut tersebut


"Siapa?" Tanya Jenifer merasa heran


"Mereka mengatakan datang dari sekolah tempat nona Jeny mengajar!" Jawabnya berterus terang


"Malam malam begini?" Tanya Jenifer lagi


"Saya tidak tahu nona. Mereka bilang ada urusan yang sangat mendesak, yang harus disampaikan pada nona malam ini." Jawab penjaga itu apa adanya


"Baiklah penjaga, terima kasih!" Sambut Jenifer cukup sopan


"Sama sama nona!" Jawabnya singkat. Lalu bergegas kembali ke pos penjagaan perumahan tersebut. Sambil membatin dalam hati


"Hebat juga perempuan itu!. 12 orang yang dikirim oleh tuan besar, tidak mampu mengalahkannya!" Batinnya dalam hati. Lalu bergegas kembali ke pos penjagaan dengan hati tidak senang


"Guru!" Ucap Jenifer meminta pendapat, sesaat setelah penjaga itu pergi

__ADS_1


"Pergilah!. Guru akan menemanimu!" Jawab Abhicandra tegas


"Baik guru!" Reaksi Jenifer cepat. Kemudian berjalan menuju pos penjagaan, yang berjarak sekitar 129 meter saja


Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai di pos tersebut. Dan langsung mengenali siapa orang yang ingin menemuinya. Ternyata yang datang itu, adalah kepala sekolah tempat Jenifer mengajar


"Selamat malam pak Tom!. Ada keperluan apakah malam malam begini mengunjungi ku?" Ucap Jenifer mencoba menunjukkan kelasnya sebagai orang yang berbudi


"Tidak usah berbasa basi lagi nona Jeny!"


"Katakan!. Apa yang telah kau lakukan pada tuan muda Ranggaspati itu siang tadi?" Tanya Tomcat terkesan marah


"Saya hanya sedikit memberinya pelajaran, karena dia telah bersikap sewenang wenang pada murid lainnya!" Jawab Jenifer cukup berani


"Itu bukan wewenang mu!. Ada petugas jaga dan kedisiplinan di sekolah itu!"


"Tugas mu hanya mengajar!. Bukan sok menghukum begitu!" Respon kepala sekolah emosi


"Apakah harus menunggu murid yang disiksa nya mati, baru tim hukum itu datang?" Bantah Jenifer tidak kenal takut


"Ketahuilah olehmu nona Jeny!. Saham terbesar sekolah yang ku pimpin itu, adalah milik tuan besar Tejamaya!"


"Kalau dia mau!, saat ini aku atau kau akan mati!" Reaksi Tomcat bertambah kesal dengan Jenifer, karena dia berani membantah ucapannya


"Oh kebetulan!. Mereka sudah datang tadi. Dan sudah ku kirim kembali ke tempat Tejamaya, untuk mengadukan kekalahan mereka pada tuannya!" Jawab jenifer berterus terang


"Apa yang kau lakukan nona Jeny?"


"Apakah kau mau cari mati!" Ucap Tomcat kaget


"Mereka datang mau membunuh ku!. Ya tidak mungkin aku diam saja kepala sekolah!" Jawab Jenifer sudah mulai emosi dan merubah panggilan saya ke aku. pertanda mulai merasa tersinggung atas ucapan orang itu


"Habislah kau Jeny!. Aku tidak bisa membantu mu lagi!" Ucap Tomcat ketakutan


"Kau tenang saja Tomcat. Itu masalah kecil bagi ku!" Jawab Abhicandra datang menengahi


"Kau siapa orang tua?. Apakah simpanannya!" Reaksi Tomcat spontan, hingga melupakan sopan santunnya sebagai seorang berpendidikan


Wus!


Blam!


"Argh!" Jerit Tomcat kesakitan, saat kekuatan tak kasat mata menabrak tubuhnya, hingga membuatnya terbang dan menabrak dinding pos itu


"Jaga mulutmu Tomcat!. Aku gurunya Jeny!"


"Berani sekali kau memprovokasi ku!" Ucap Abhicandra marah


"Sabar tuan!. Mari selesaikan dengan kepala dingin!" Ucap salah seorang guru rekan Jenifer mencoba meredakan ketegangan itu


"Nona Jeny!. Maafkan ucapan kepala sekolah kita. Dia dibawah tekanan!" Ujarnya lagi


"Minta maaf ya bukan kepadaku. Tapi pada guru ku itu !" Jawab Jenifer tegas


"Baik nona Jeny!" Sambut guru tersebut cepat kemudian mendekati Abhicandra dan langsung meminta maaf atas kesalahpahaman ini


"Jeny!. Besok akan ada rapat yang membahas tentang nasib mu di sekolah itu!"


"Kemungkinan besar kau akan dipecat. atau dikeluarkan dari sekolah tersebut. Dan hak mu sebagai tenaga pengajar akan dicabut!" Ucap Tomcat setelah mampu menguasai diri itu, sambil meringis menahan sakit


"Tidak perlu repot repot Tomcat!"


"Malam ini juga aku menyatakan berhenti, dan keluar dari sekolah brengsek itu!" Ucap Jenifer tegas, dan tanpa ragu ragu lagi


"Apakah kau sudah yakin dengan keputusan mu nona Jeny?" Tanya seorang guru padanya


"Ya!. Sangat yakin sekali!"


"Di negara ku!, masih banyak tempat yang bersedia menampung ku!"


"Lagi pula aku bisa kembali pada keluarga ku, dan mengelola 22 perusahaan yang di percayakan pada ku itu?"


"Keluarga ku bukan orang miskin. Ayah ku mempunyai 44 perusahaan, dan sebagiannya sudah diserahkan pada kakak ku!"


"Sedang aku lebih memilih untuk mengabdikan diri pada sekolah hancur seperti itu. Dan tidak mau diserahi bagian ku!"


Kenapa nona Jeny?"


"Masih berani bertanya kenapa!. Itu Karena ini?"


Bam!


Wus! wus!


Tubuh Jenifer tiba tiba saja bersinar, dan mengeluarkan aura berwarna warni. Lalu membentuk siluet burung Phoenix, hingga membuat mereka bergidik ngeri, kecuali gurunya sendiri


"Kalau aku mau!. Tejamaya dan cucunya itu, berikut orang orangnya akan hancur. Dan jika perlu mati!"


"Tapi karena aku menghormati hukum di negara kalian. Maka aku hanya sekedar memberi peringatan saja pada cucunya tersebut!"


"Tapi karena sudah begini. Apa boleh buat!" Dan..


Boom!

__ADS_1


Tubuh Jenifer memancarkan cahaya terang. Sepertinya dia berhasil menembus lagi


Siluet burung Hong yang tadi masih berada di belakang tubuh Jenifer. tiba tiba saja terbang ke angkasa dan bersuara sangat berisik sekali


__ADS_2