Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Ditemukan obatnya


__ADS_3

Keesokan harinya


Dion, tuan Birawa, Ivory dan enam belas pengawal serta inovator utama Birawa Group, terlihat sedang berkumpul di aula pertemuan, membicarakan sesuatu hal yang penting menurut mereka


Dalam pertemuan tersebut Emily juga hadir, karena kapasitasnya sebagai seorang sekretaris perusahaan. Dia memang khusus dipanggil karena Dion merasa perlu mendengar masukan sekaligus laporannya selama menjabat sebagai seorang sekretaris utama


"Ini bukanlah pertemuan resmi, tapi hanya sekedar bertukar pendapat, saran dan masukan, yang rutin kita lakukan setiap bulannya."


"Aku ingin semuanya mendengar, ada kejadian apa selama kalian menjalankan tugas yang aku berikan."


"Selain itu, aku ingin juga mendengar laporan kemajuan beberapa pekerjaan besar yang sudah dan yang sedang dilaksanakan."


"Dimulai dari paman Deon, Austin dan Rams. Tolong laporkan perkembangan dunia cyber, hacker, lalu lintas data keamanan perusahaan, investasi dan lain sebagainya." Ucap Dion memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawab Deon cepat, kemudian mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya selama kurang lebih 6 bulan menjabat sebagai kepala labor juga ruang operator Birawa Group


"Dalam semester pertama tahun ini, selama kendali ruang data di pegang oleh Rams, didapati bahwa semua permasalahan yang ditimbulkan oleh musuh musuh Birawa Group, semuanya telah berhasil di selesaikan."


"Termasuk dalam perselisihan tentang pengambil alihan beberapa buah perusahaan dan pengosongan kasnya."


"Banyak perusahaan yang bangkrut karena telah berani melawan kita, dengan mengirimkan beberapa hacker untuk meretas informasi data perusahaan, tapi semuanya berhasil kita hancurkan?"


"Sedangkan dalam semester kedua setelah aku dan Austin ikut bergabung, telah banyak menyelesaikan sengketa lahan, saham dan hak guna perusahaan. termasuk menghancurkan beberapa orang hacker serta cyber yang mencoba menyusupkan informasi dalam database Birawa Group."


"Tapi itu semua bisa kita hancurkan dengan mudah. Malah mereka yang mengalami kerugian besar, dan banyak dari perusahaan yang mempekerjakan mereka ikut bangkrut karena terlilit hutang."


"Sampai menjelang akhir tahun ini, ada sekitar 215 kasus usaha penyadapan, hacker, pembobolan dan lain sebagainya, telah berhasil kita antisipasi."


"Dengan adanya tim yang solid, semua usaha pihak musuh tidak berhasil masuk, walau hanya sejengkal, dalam sistem informasi Birawa Group."


"Kedepannya kami akan bekerja lebih maksimal lagi, agar siapapun tidak bisa mendekati, apalagi membobol database perusahaan kita." Ucap Deon mantap


"Luar biasa!" Puji Dion terang terangan. Kemudian bertanya lagi


"Lalu bagaimana perkembangan investasi kita di banyak perusahaan luar negeri paman. Apakah menunjukkan stagnasi yang kurang memberikan keuntungan besar bagi Birawa Group?"


"Tidak tuan besar!. malah menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa bagi perusahaan."


"Dengan naiknya nilai jual minyak mentah dunia, dan tingginya permintaan pasar akan bahan tambang itu, menjadikan perusahaan tambang kita kebanjiran order, dengan nilai nominal mencapai milyaran dolar Amerika."


"Dan itu terekam di sistem informasi dan data ruang operator kita."Jawab Deon apa adanya


"Bagus!. Aku senang mendengarnya. Dan aku harap yang lain juga akan melaporkan hal yang lebih menggembirakan hati ku hari ini!" Reaksi Dion senang bukan kepalang


Orang orang yang hadir di situ, termasuk tuan Birawa, juga senang mendengar laporan yang disampaikan oleh ketua ruang data dan operator tersebut


Mereka tidak mengira, bahwa Deon mampu menganalisa setiap kejadian, walau sekecil apapun dalam setahun ini.


Dalam hati mereka memuji kinerja dari Deon tersebut, termasuk tanggung jawabnya pada pekerjaan yang dibebankan padanya itu


Walhasil semuanya terdiam, ketika Dion memuji anak buahnya tersebut, sambil menunggu apa yang akan disampaikannya lagi pada mereka


"Sekarang giliran Emily melaporkan hasil temuannya selama menjabat sebagai sekretaris perusahaan!" Ucap Dion tiba tiba


"Baik kakak!" Jawab Emily cepat


"Dari seluruh perusahaan kita yang berjumlah 233 buah itu diketahui, bahwa jumlah seluruh karyawannya sebanyak 32 ribu orang, termasuk karyawan magang dan sekuriti selain pengawal."

__ADS_1


"Dari jumlah sebanyak itu, ada 13 perusahaan yang selalu mengalami defisit anggaran juga minus laba."


"Diantara 13 perusahaan tersebut adalah, yang bergerak di bidang jasa angkutan darat, yang berada di 3 kota kecil, seperti provisi R. provinsi J dan kabupaten S. provisi SU itu."


"Selain dari perusahaan jasa angkutan tersebut, masih ada lagi 10 perusahaan yang mengalami minus laba setiap tahunnya, seperti usaha 5 ritel, yang semakin hari semakin menyusut jumlah pelanggan nya mungkin karena kalah dalam persaingan dan promosi."


"Sedangkan usaha yang bergerak dalam bidang jasa angkutan laut juga mengalami hal yang sama, 4 usaha ritel lainnya, juga terancam gulung tikar."


"Usaha perhotelan di kota kecil. usaha restoran di tiga daerah yang sepi pengunjung, juga menjadi bahan pertimbangan dalam penilaian itu."


"Jadi menurut ku, akan lebih baik kalau kita melakukan terobosan baru dan inovasi, ke dalam 13 perusahaan yang terus merugi tersebut." Ucap Emily cukup lancar


"Hum!" Ternyata ada juga cabang usaha yang kurang diminati oleh pelanggan!" Jawab Dion tidak cukup kuat


"Bagaimana pendapat kalian semua dalam menyikapi permasalahan ini?" Tanya Dion meminta masukan


"Maaf kalau saya lancang tuan besar!. Menurutku, kita perlu melihat secara langsung ke 13 perusahaan tersebut. siapa tahu tata letak dan peruntungannya kurang pas!" Ucap Abhicandra memberi usul


"Maksud paman?" Tanya Dion kurang mengerti


"Dalam istilah orang lain, tata letak dan peruntungan fengsui itu sangat penting, ditambah dengan gencarnya promosi dan diskon yang diberikan."


"Semua itu bisa menarik minat pasar dan menaikkan gairah pembeli untuk memakai dan membeli produk dan jasa kita ke depannya."


"Cukup masuk akal juga saran mu paman Abi! dan aku sangat tertarik dengan usul mu itu"


"Oleh karena kau telah memberi saran dan masukan seperti itu, maka aku tugaskan pada paman untuk pergi mengunjungi tiga belas tempat usaha tersebut untuk di teliti."


"JIka memungkinkan, kita bisa memindahkan tempat usaha tersebut ketempat lain."


"Tapi itu setelah paman menyimpulkan, apakah ketiga belas perusahaan tersebut masih layak atau tidak untuk dipertahankan." Ucap Dion berterus terang


"Apa masih ada yang ingin kau laporkan adik?" Tanya Dion pada Emily


"Benar kakak!. Yaitu tentang sekelompok besar pemalak yang di pimpin oleh Tedja itu." Jawab Emily apa adanya


"Bagaimana perkembangannya?. Apakah sejauh ini sudah berhasil diatasi?"


"Bukan berhasil diatasi saja, tapi malah berhasil dibasmi habis, dan semua orang orang nya telah berhasil dihabisi!" Jawab Emily mantap


"Bagus kalau begitu!. ke depannya aku ingin kau rajin turun ke daerah daerah, dan rajin mengecek keadaan perusahaan kita."


"Kakak tidak mau kejadian seperti itu terulang kembali."


"Baik kakak!"


"Maaf tuan besar kalau saya menyela!" Ucap seorang komandan yang berjaga di depan pintu gerbang dengan kondisi takut takut, dan datang secara tiba tiba itu


"Ada apa Doni?" Tanya Dion ingin tahu


"Komandan Evan dari kota S, ingin bertemu dengan tuan saat ini." Jawabnya apa adanya


"Suruh dia masuk sekarang!"


"Baik tuan besar!" Jawabnya patuh, kemudian meninggalkan aula tersebut dengan langkah tergesa gesa


Tiga menit kemudian. Evan dengan didampingi oleh empat orang anak buahnya, sudah masuk ke dalam aula tersebut, dan langsung memberi hormat pada Dion, tuan Birawa juga Ivory serta yang lainnya

__ADS_1


"Apa yang yang ingin kau laporkan pada ku komandan Evan?" Tanya Dion langsung pada intinya


"Pertama saya ingin meminta maaf secara langsung pada tuan dan keluarga, juga semuanya. karena saya telah gagal dalam melaksanakan tugas yang diberikan."


"Kedua saya ingin menyerahkan kartu ini, serta sepuluh kotak kotak itu pada tuan."


"Apa isinya Evan?" Tanya tuan Birawa penasaran


"Dua puluh empat emas batangan, dan delapan ratusan perhiasan berbagai bentuk dan jenisnya tuan senior."


"Lalu kartu ini?"


"Di dalamnya ada sekitar 45 milyar rupiah lebih dari hasil usaha pemalakan, yang dilakukan oleh kelompok Tedja itu." Jawab Evan berterus terang


"Baik!. Laporan mu aku terima!" Respon Dion datar datar saja


"Rams!. Lakukan tugas mu, tarik semua uang uang ini dari tabungan si Tedja itu dan kosongkan semuanya."


"Sementara untuk Shio Lung, lelang emas batangan juga perhiasan itu agar menjadi uang, dan masukkan ke dalam kas perusahaan!"


"Baik tuan besar!" Jawab Mereka serempak


"Paman Iron!. Karena paman Abi akan pergi ke daerah daerah yang cukup jauh, maka aku tugaskan pada paman, untuk memilihkan pengawal yang cocok untuk mendampinginya, selama dalam melaksanakan tugas besar itu." Perintah Dion cukup tegas


"Baik tuan besar!" Jawab Iron cepat


"Paman Mandala dan Upasama. Apakah pekerjaan yang aku berikan pada kalian sudah mulai dikerjakan?" Tanya Dion ingin tahu


"Sudah tuan besar!. malah perencanaannya sudah mencapai 100%, dan semua pondasinya telah mulai di kerjakan serentak di kedua kota." Jawab Upasama mendahului rekannya Mandala


"Baguslah kalau begitu. Aku harap dalam tiga bulan ke depan, semua bangunan baru itu sudah selesai dikerjakan, agar roda perekonomian didalamnya kembali berjalan seperti yang diharapkan." Respon Dion cukup senang


"Bagaimana dengan usaha mu dewa tabib, apakah sudah menunjukkan hasil?" Tanya Dion tiba tiba, hingga membuat Ivory yang sedang duduk di sebelahnya menjadi heran dan bertanya tanya


"Tinggal tiga hari lagi, maka percobaan itu akan berhasil, dan kita sudah bisa menguji cobanya pada pasien yang membutuhkan!" Jawab dewa tabib senang


"Kau tentu penasaran dengan pembicaraan rahasia kami tadi istriku" Ucap Dion cepat pada istrinya itu


"Ketahuilah oleh mu juga yang lainnya, si dewa obat Pai Zu Xian telah berhasil mengembangkan sejenis obat herbal yang berguna untuk mengobati penyakit mioma dan sejenisnya."


"Obat tersebut telah di uji coba pada beberapa ekor tikus betina, yang sengaja dibuat sakit di bagian perutnya."


"Setelah diberi obat herbal tersebut, hanya dalam tiga hari, semua luka di dalam perutnya sudah hilang, bahkan mengering dengan begitu cepat!" Ucap Dion bangga


"Ternyata ada obat yang seperti itu di dunia. Memang pantas gelar dewa obat disematkan padanya." Batin Ivory dalam hati


"Setelah uji coba terakhir di lakukan, maka obat ini akan dipatenkan, dan akan diproduksi dalam jumlah banyak."


"Jika memungkinkan, kita akan mendirikan paviliun obat di beberapa kota besar, sebagai cabang usaha Birawa Group yang ke 234!"


"Untuk itu aku mengharapkan, agar semuanya mendukung keinginanku ini!"


"Dengan ini aku berharap, banyak orang yang akan tertolong, dan bisa memiliki keturunan setelah menikah." Ucap Dion semangat dan terlalu berapi api


Dalam pikirannya terkenang akan penderitaan adik angkatnya, Maya, yang menolak menikah dengannya karena penyakitnya itu


Dengan telah ditemukan obatnya, Dion berharap, agar Maya bisa menikah nantinya, walau entah dengan siapa

__ADS_1


"Pai Zu Xian!. Apakah benar apa yang dikatakan leh cucu ku ini?" Tanya tuan Birawa penasaran


__ADS_2