Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Intrik akhir tahun


__ADS_3

Nun jauh di sana. tepatnya di kota Paris Perancis. Robin, Awan dan langit, serta lima komandan elit lainnya, terlihat sedang berdiskusi di ruang pertemuan pribadi milik Robin


Dalam pertemuan kecil itu, hadir juga para petinggi Birawa Group, yang mengurusi administrasi perkantoran, usaha dan lain sebagainya. dan Robin yang bertindak sebagai pembicaranya


"Tinggal beberapa hari lagi tugas kita di kota ini akan berakhir. Aku ingin mendengar laporan akhir tahun kalian." Ucap Robin memulai pembicaraannya


"Dimulai dari Langit, segera laporkan temuan dan kendala apa saja yang kau temui selama menjabat sebagai komandan pengawalan di negara ini!" Perintah Robin tegas


"Selain masalah penghadangan tim ekspedisi kita dulu, masih ada beberapa penghadangan yang selalu dijumpai oleh orang orang kita."


"Tapi itu semua bisa diselesaikan dengan cara baik baik."


"Selain itu, kita juga menjumpai, ada pihak luar yang tidak senang dengan hadirnya kita di negara ini, terutama dari pihak importir yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan kita."


"Mereka selalu mencari gara gara, serta berusaha menggagalkan pengiriman barang barang yang di percayakan pada kita."


"Malah ada satu perusahaan ekspor impor, yang terang terangan memusuhi kita.'


"Mereka selalu mencari cara untuk menggagalkan usaha pengiriman barang barang itu ke tempat juga negara lain."


"Tapi untungnya semua usaha mereka, bisa kita atasi dengan baik, walau sempat terjadi pergesekan antar mereka dan kita."


"Dengan pertimbangan ini, aku malah khawatir dengan rencana pemulangan kita ke negara asal."


"Aku takut begitu kita pulang, orang orang yang menginginkan usaha kita bangkrut, akan semakin meraja lela, dan pengganti kita, tidak mampu mengatasinya."


"Jadi untuk komandan besar Robin, tolong pertimbangkan lagi tawaran dari tuan besar. Jika ada kemungkinan bisa menolak, maka kita akan tetap berada di negara ini." Ucap dan laporan Langit cukup panjang sekali


"Kalau untuk masalah itu, aku tidak mempunyai wewenang sedikit pun."


"Semua keputusan ada di tangan tuan besar kita."


"Kalau dia berkata A, ya kita harus mengikuti A juga. Kalau dia mengatakan B, maka kita harus mengatakan kata yang sama."


"Aku yakin tuan besar kita telah mempertimbangkan masalah penggantian ini masak masak."


"Mungkin pengganti kita nanti akan jauh lebih baik dari kita."


"Jadi kau jangan mengkhawatirkan lagi masalah itu!"


"Kita harus mematuhi apa yang telah diputuskan oleh penguasa kita itu." Jawab Robin cukup masuk akal


"Baik ketua!" Jawab Langit patuh


"Lalu bagaimana dengan laporan mu manajer?. Apakah ada masalah dan kendala yang kau temui selama dua bulan ini?" Tanya Robin ingin tahu


"Selama ini tidak ada ketua, cuma ada masalah kecil saja dan itu sudah selesai di urus." Jawab manajer tersebut apa adanya


"Masalah apa itu, kenapa aku tidak mengetahuinya?" Tanya Robin penasaran


"Pajak pertambahan nilai dan penghasilan yang diterapkan oleh negara ini, semakin lama semakin tinggi, dan itu sedikit membuat neraca perdagangan perusahaan menjadi berubah."


"Mau tidak mau laporan keuangan dan penjualan kita berubah, dan itu mempengaruhi pertambahan nilai laba bersih pertahun."


"Jika sebelumnya mereka menerapkan pajak perusahaan asing sebesar 45%. sekarang telah naik menjadi 53.19 persen, hampir menyamai pajak penghasilan negara Swedia yang 57,19 persen."

__ADS_1


"Bahkan menurut kabar dari sesama penanam modal asing, awal tahun baru nanti, mereka akan menerapkan pajak pertumbuhan nilai dan penghasilan sebesar 57,19 persen. sama seperti negara Swedia itu"


"Jika terus begini, maka banyak perusahaan kecil akan gulung tikar, mungkin termasuk perusahaan kita ketua!" Jawab Andrew apa adanya dan terkesan khawatir


"Hum!" Respon Robin dingin


"Jika memang demikian!, nampaknya kita harus bergabung dengan organisasi perdagangan Eropa agar kita terhindar dari tekanan tersebut."


"Dengan ikut bergabung dan menjadi anggota, maka kesulitan itu bisa sedikit teratasi, karena mereka adalah wakil negara, yang mempunyai suara mayoritas di negara ini dalam bidang perdagangan."


"Jika Benyamin masih ada atau masih hidup, mungkin kita bisa minta bantuannya, tapi sekarang ketua asosiasi perdagangan Eropa bukan dia lagi, jadi kita tidak bisa meminta bantuan apa apa."


"Sungguh disayangkan, kalau negara ini menerapkan pajak yang begitu tinggi!" Reaksi Robin keheranan


"Lalu bagaimana halnya dengan lima perusahaan kita di lima negara Eropa utara atau kawasan Nordik ini. Apakah juga mengalami tekanan seperti itu?" Tanya Robin ingin tahu


"Swedia justru menerapkan pajak tertinggi di dunia, yaitu sebesar 57,19 persen. Austria sebesar 55 persen, Belanda 51,75 persen, Belgia sebesar 50 persen."


"Lima perusahaan kita yang ada di sana, juga mengalami kesulitan yang sama." Jawab Andrew apa adanya


"Jika ini terus berlangsung, aku khawatir perusahaan kita akan gulung tikar juga."


"Kondisi ini harus dilaporkan pada tuan besar!" Ucapnya lirih


"Oh ya!. Bagaimana dengan pajak pertambahan nilai dan penghasilan di negara kita, apakah sama tingginya dengan negara ini?" Tanya Robin ingin tahu


"Kalau di negara kita, penghasilan dibawah 50 juta, pajak penghasilannya hanya 5 persen saja."


"Untuk penghasilan di atas 50 juta sampai 250 juta, pajak penghasilannya sebesar 15 persen."


"Sementara penghasilan di atas 500 juta, pajaknya sebesar 30 persen. Jadi masih jauh lebih rendah dari negara negara kawasan Nordik ini." Jawab Andrew cukup lancar dan terkesan menguasai bidang pekerjaannya


"Ternyata begitu!" Respon Robin mulai mengerti


"Kalau perusahaan ini berada di negara kita, aku yakin pemasukan bagi perusahaan akan menempati urutan 20 besar."


"Tapi karena hasil usaha sebagiannya habis untuk membayar pajak pendapatan, maka perusahaan ini hanya menempati urutan ke 67 dari 233 perusahaan Birawa Group yang ada. dalam memberikan kontribusi bagi perusahaan" Respon Robin kecewa


"Usaha besar yang telah kita jalani ini, aku rasa hanya memperkaya negara ini saja. karena hasil usaha kita banyak terserap hanya untuk membayar pajak mereka yang tinggi itu,"


"Kemungkinan perusahaan yang ada di lima negara itu akan kita jual kepada pihak asing, dan kita hanya fokus mengembangkan usaha di negara ini saja." Ucap Robin geram


"Mudah mudahan tuan besar mau mendengar usul ku ini!" Ucapnya penuh semangat


***


Malam hari di kota P, Djani si juragan semen, sedang duduk berdua dengan istrinya di ruang keluarga


Dalam kesempatan itu. dia banyak mengutarakan niatnya untuk pindah ke kota B, atau kembali ke kampung halamannya saja


"Kenapa ayah kelihatan serius sekali malam ini, apakah ada masalah yang menimpa?" Tanya Sonia penasaran


"Haahh!" Keluh Djani panjang. kemudian berkata


"Setelah seluruh saham perusahaan kita di beli oleh tuan dari kota B dan kota emas itu. Praktis kita sudah tidak mempunyai kuasa lagi terhadap perusahaan."

__ADS_1


"Sekarang ayah hanya sebagai karyawan saja, dan bekerja pada Birawa Group, begitu juga dengan rekan kerja ayah dulu."


"Lalu apa rencana ayah selanjutnya?" Tanya Sonia istri setianya itu


"Ayah berencana untuk pindah ke kota B, atau kembali ke kampung halaman kita saja."


"Karena ayah merasa kondisi di kota ini tidak aman lagi bagi kita dan keluarga."


"Hal itu juga dialami oleh rekan kerja ayah, dia pernah berkata, bahwa dia selalu mendapat teror yang entah dari siapa."


"Oleh karena itu, dia berencana untuk pindah ke kota B atau kota lain, untuk menghindari teror yang datang terus menerus itu."


"Siang tadi ayah dan dia sudah membicarakan masalah ini bersama, dan keputusannya kita akan pindah ke kota B dan mendirikan usaha kecil kecilan di sana."


"Apakah ini sudah di pertimbangkan masak masak yah, karena kita tidak mungkin meninggalkan rumah ini, yang sudah kita tempati cukup lama."


"Lagipula belum tentu kita bisa mempunyai rumah di tempat baru, kecuali kalau rumah ini di beli orang." Respon Sonia pesimis


"Kalau masalah itu kau tidak usah khawatir."


"Kebetulan ada yang berminat untuk membeli rumah ini dengan harga tinggi. begitu juga dengan rumah kawan ayah itu." Jawab Djani berterus terang


"Kalau itu sudah berhasil dilalui, maka Nia tidak akan bertanya lagi, dan Nia akan mengikuti kemana saja ayah akan pindah." Respon Sonia lega


"Baguslah kalau begitu!. Ayah senang mendengarnya." Jawab Djani senang


"Lalu kapan kita akan pindah dari sini?" Tanya Sonia ingin tahu


"Tiga atau empat hari lagi, setelah mendapatkan pembayaran rumah ini, dan memberi tahu pengelola pabrik semen tersebut, maka kita akan segera pindah " Jawab Djani apa adanya


"Lagi pula kita perlu mengurus kepindahan sekolah anak anak kita, baru setelah itu kita hengkang dari kota ini." Jawab Djani semangat


"Baiklah yah, Nia mengikut saja." Jawab Sonia pasrah


***


Sementara itu di kota J kawasan barat, seorang laki laki tidak begitu tua, tapi sudah cukup umur, terlihat sedang di kelilingi oleh beberapa anak buahnya, yang rata rata bertubuh tinggi tegap dan bermuka sangar


Mereka adalah anak buah Arnold, si manusia pecundang dan bernasib sial, ketika kalah melawan kekuatan Dion melalui orang orangnya dulu


Saat itu dia sedang memberikan instruksi pada anak buahnya dengan berkata.


"Sudah sekian lama aku bersabar dan menahan dendam ini di hati!"


"Kali ini aku sudah tidak bisa lagi menahannya!"


"Maka mau tidak mau menjelang pergantian malam tahun baru, saat semua orang lengah dan bergembira merayakannya. kita bergerak serentak, membakar 21 perusahaan Birawa Group yang ada di lima kota, hingga rata dengan tanah."


"Jika rencana kita berhasil, Birawa Group akan mengalami kerugian hingga triliunan rupiah, dan itu sudah sebanding dengan kerugian perusahaan ku yang mereka buat bangkrut dulu"


"Jika kalian berhasil, aku akan memberikan bonus pada kalian, dengan membiayai keberangkatan kalian ke luar negeri."


"Bos ku yang baru itu sangat kaya, bahkan mungkin lebih kaya dari penguasa Birawa Group saat ini!"


"Jadi kalian harus bekerja dengan baik, dan jangan pernah mengkhianati ku, apalagi bos besar ku tersebut!"

__ADS_1


"Maaf bos kalau saya menyela, Apakah perusahaan yang akan menjadi target pembakaran sudah di tetapkan?" Tanya salah seorang anak buah Arnold .ingin tahu


__ADS_2