
Begitu Dion datang, dan memasuki ruang operator itu, seluruh orang yang sedang bertugas, serentak berdiri, dan memberi salam pada Dion
"Salam hormat tuan besar!" Sapa mereka serempak, sambil membungkuk
"Ya, terima kasih!" Jawab Dion datar, kemudian berjalan ke arah Rams, dan bertanya.
"Apakah ada kejanggalan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir?" Tanya Dion ingin tahu
"Sejauh ini belum ada tuan besar. Semuanya berjalan normal normal saja."Jawab Rams apa adanya
"Baguslah kalau begitu!. Aku senang mendengarnya." Respon Dion lega
"Coba kau periksa jaringan cctv perusahaan, yang tersambung dengan komputer di ruangan ini!"
"Cari tahu, apakah ada kejanggalan yang terjadi, selama beberapa bulan ini!"
"Hitung mundur sejak pertemuan 7 bulan lalu. Siapa tahu ditemukan aktivitas yang mencurigakan." Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab Rams patuh .Kemudian membuka jaringan cctv yang dimahukan oleh tuannya untuk di teliti
"Periksa setiap jaringan kantor yang ada!"
"Aku tidak mahu apa yang dilaporkan oleh mereka, merupakan bentuk pengalihan dan penipuan pada perusahaan." Perintah Dion lagi
Tanpa membuang waktu, Rams segera melakukan apa yang di perintahakan oleh Dion
Dengan teliti dan hati hati, Rams dan anak buahnya, memeriksa satu persatu cctv di masing masing ruang petinggi perusahaan, dan tempat tempat lainnya
Diantara 45 orang hacker, 15 orang cyber dan satu hampir mendekati keduanya yaitu Rams, tak satupun yang menemukan kejanggalan dalam aktivitas orang orang yang sedang mereka selidiki itu
Cuma ada beberapa kejadian yang terlihat buram, karena dilakukan tanpa pencahayaan cukup. Dimana ada beberapa pasang manusia berlainan jenis, sedang melakukan perbuatan yang tidak terpuji dalam kantornya sendiri
"Coba kau perjelas gambar itu, dan tampilkan vidionya!" Perintah Dion dengan ekspresi penasaran
"Baik!" Respon Rams cepat
"Cuma ini yang bisa saya tampilkan tuan. walau dibesarkan belasan kali pun. tetap tidak jelas terlihat." Ucap Rams dengan ekspresi kecewa dan malu
"Tidak apa!. Kau sudah berusaha dengan baik. Hapus saja vidio itu, aku tidak mau melihatnya lagi" Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab Rams patuh, kemudian membuka vidio itu kembali, dan bersiap untuk menghapusnya, tapi..
"Tuggu!" Teriak seseorang yang tiba tiba datang, dan masuk keruangan tersebut, dengan tergesa gesa
"Guru, senior Austin!' Ucap Rams terkejut
"Ada kejadian menarik, tapi kau tidak mengatakannya padaku Rams!" Ucap Deon terkesan marah pada muridnya itu
"Maafkan saya guru!" Respon Rams merasa bersalah
"Tuan besar!" Sapa Deon dan Austin bersamaan
"Baguslah kalian berdua sudah datang!. Mumpung kalian ada, coba lihat beberapa vidio ini, gambarnya buram dan tidak jelas terlihat."
"Apakah kalian bisa membuatnya agar menjadi jelas, dan bisa di kenali siap pelakunya?" Ucap Dion penuh harap
"Itu masalah mudah tuan besar!. Hanya dengan satu klik saja, vidio itu sudah jelas terlihat." Jawab Deon enteng
"Kalau begitu tunggu apa lagi!. Perjelas semua vidio vidio tersebut!"
"Jika yang berbuat itu adalah orang orang ku, maka aku tidak akan mentolerir lagi perbuatan tidak terpuji itu. dan akan menghukumnya dengan hukuman berat, minimal di pecat!" Ucap Dion penuh amarah
"Baik tuan besar!" Jawab Deon cepat.
Kemudian entah menggunakan rumus apa, dan cara bagaimana, tiba tiba saja gambar vidio itu menjadi jelas, seperti cukup pencahayaannya
"Silakan di lihat tuan besar!" Ucap Deon datar, mempersilahkan tuannya untuk memperhatikan vidio itu sekali lagi
"Coba paman perjelas dan besarkan beberapa kali, agar pelakunya bisa dikenali, dan skreen kan gambarnya untuk di analisa." Perintan Dion pada anak buahnya itu
"Baik!" Jawab Deon patuh, lalu memperbesar gambar vidionya untuk mengenali siapa aktor yang ada dalam vidio itu
__ADS_1
"Berhenti! dan ambil gambarnya, kemudian masukkan ke aplikasi untuk di analisa!" Perintah Dion tegas
"Siap!"
"Paman Austin!. Coba buka vidio berikutnya, dan lakukan langkah yang sama, pada ke empat vidio itu."
"Aku ingin tahu, siapa orang yang tak bermoral itu, yang telah berani berbuat tidak senonoh di kantor perusahaan ku!" Ucap Dion penuh amarah
"Baik tuan besar!" Jawab Austin patuh .Kemudian melakukan hal yang sama pada vidio yang lainnya
Hanya membutuhkan waktu tidak kurang dari dua menit, semua pemeran dalam vidio itu, sudah terdeteksi seluruhnya
Ternyata mereka adalah karyawan Birawa Group yang berstatus bukan suami istri
Jabatan mereka adalah, tiga diantaranya sebagai manajer HRD, satu direktur, dan satu manajer keuangan
Pasangan mereka adalah sesama karyawan perusahaan yang juga bekerja di perusaahan tempat ke lima orang penting itu bekerja
Ada yang berprofesi sebagai asisten manajer, survisor dan tiga diantaranya adalah karyawan magang
Melihat kenyataan itu, Dion menjadi sangat marah, berani beraninya mereka berbuat kotor seperti itu di perusahaannya, lalu memerintahkan Hans, agar memanggil orang orang tersebut untuk di hadapkan padanya
Beruntung sekali ketujuh orang tersebut, semuanya hadir, dan sedang mengikuti pertemuan. Tapi ketiga karyawan magang, saat ini tidak bisa dihadirkan, karena mereka berada jauh dari kota Golden City maupun kota B, dan tidak diketahui di mana mereka tinggal
Cuma yang bisa diketahui adalah nama dan tempat mereka bekerja, dan dari universitas mana
Ketujuh orang yang dipanggil tersebut, tentu saja bertanya tanya, ada gerangan apa yang terjadi, hingga mereka dipanggil secara mendadak, ketika sedang mengikuti rapat
Tapi begitu dihadapkan pada Dion, tubuh mereka mendadak lemas, apalagi setelah di perlihatkan cuplikan vidio, juga gambar adegan tidak senonoh ,yang mereka lakukan itu
"Tahu apa kesalahan kalian?" Tanya Dion dengan aura mengintimidasi, dengan berusaha menahan marah, agar tidak sampai meledak
Di tanya dengan nada marah seperti itu, tidak ada satupun dari mereka yang berani menjawab, apalagi mengangkat wajahnya
Rata rata tubuh mereka gemetar, dan wajah nya bersemu merah pertanda malu, apalagi dua orang wanita yang menjadi pemeran utama dalam vidio tersebut
Mau membantah sudah tidak bisa, mau melawan apalagi. Memikirkan semua itu, seluruh petinggi tersebut, tertunduk diam dan lesu
"Aku tidak menduga, jika kalian mempunyai pikiran, bahwa perbuatan kalian itu tidak bakalan ketahuan oleh ku."
"Jika itulah pikiran kalian, maka kalian salah besar!"
"Sangat mudah bagi ku, juga orang orang ku, untuk mengetahui apa yang kalian lakukan. walau saling berjauhan."
"Kesalahan kalian ini bagi ku sudah sangat memalukan, dan mencoreng nama baik perusahaan!"
"Oleh karena itu, tanpa ragu ragu lagi, aku memecat kalian dengan tidak hormat, dan tanpa pesangon sedikitpun!"
"Tapi hak kalian dalam simpanan hari tua, tetap akan di kembalikan berikut bunganya."
"Mulai hari ini, kalian bukan karyawan Birawa Group lagi, dan akses kalian untuk bekerja lagi di seluruh perusaahan ku, sudah tertutup."
"Hari ini juga!. Cepat kemasi barang barang kalian!. Enyah dari kota ku ini!" Teriak Dion marah
"Pergi!" Teriak nya kembali dengan suara kuat
"Maafkan kami tuan besar!. Kami mengaku salah."
"Tolong kasihani kami, dan beri kesempatan sekali lagi, agar kami bisa memperbaiki diri." Ucap seorang direktur cabang usaha pertambangan, dengan raut wajah penuh harap
"Apa yang sudah aku putuskan tidak bisa lagi dirubah!"
'Sekarang juga!. Enyahlah kalian dari sini, sebelum pikiran ku berubah!" Bantah Dion semakin marah
"Hans!" Teriaknya kuat
"Siap tuan besar!" Respon Hans cepat. Kemudian menggiring ketujuh orang yang telah di ponis bersalah itu dengan paksa
Dion melakukan itu, karena menilai, ketujuh orang tersebut, telah melanggar kode etik perusahaan
Oleh karena itu, tanpa ragu sedikitpun, dia melakukan pemecatan terhadap orang yang bersalah tersebut. Tapi hak haknya tetap di berikan kecuali pesangon
__ADS_1
"Hubungkan aku dengan Emily, agar aku bisa menyampaikan ini secara pribadi padanya!" Ucap Dion memberi perintah pada Rams
"Baik tuan besar!" Jawabnya cepat
***
"Kenapa ketujuh orang yang di panggil, belum juga kembali?" Batin Emily dalam hati, sambil mendengarkan laporan dari anak buahnya yang terakhir kali itu
"Mungkin kakak sedang memberi penghargaan pada mereka, atas prestasi yang mereka lakukan selama ini." Batinnya lagi
Beef!
Dalam ketidak mungkinan dan keragu raguan itu, tiba tiba saja handphone milik Emily berbunyi, ada sebuah notifikasi masuk dari Dion
"Ada apa kakak menghubungi ku?" Ucapnya lirih, lalu membuka notifikasi tersebut dan membacanya
Untuk sejenak, tubuh Emily meregang dan bergetar halus, dalam notifikasi itu mengatakan, bahwa tujuh orang yang tadi di panggil, seluruhnya telah di pecat, karena telah melakukan perbuatan amoral saat bekerja, dan dilakukan di kantor perusahaan pula
Setelah selesai membaca dan menganalisa isi notifikai tersebut, bersamaan dengan itu, laporan keuangan yang sangat membosankan bagi Emily pun telah selesai
Tinggal mengevaluasi secara ramdom, dan sedikit mengulasnya, agar mendapatkan tekanan, mana yang harus di perbaiki dan mana yang patut di beri nilai bagus
Tak lama sesudah itu, Dion beserta keluarganya, dan seluruh pengawal elit utama keluarga, memasuki ruangan, dan segera duduk di tempat yang sudah di sediakan
Sejenak dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, mengambil nafas sebentar, lalu berdiri dan berkata.
"Dengan telah berkhirnya laporan tadi, maka pertemuan panjang dan sangat melelahkan ini, sebentar lagi akan selesai dan di tutup."
"Tapi sebelum di tutup, ada beberapa hal yang akan aku ulas dan pertegas, bahwa perusahaan kita, dari dulu sampai sekarang, mempunyai aturan dan kode etik, yang harus di patuhi dan di taati oleh semua karyawan, termasuk pimpinanannya."
"Barusan tadi aku telah melakukan pemecatan, terhadap tujuh orang karyawan perusahaan, karena telah melanggar kode etik tersebut."
"Bukan hanya dalam masalah korupsi dan pengkhianatan, masalah moralitas ketika berada dalam kantor pun akan di kenai hukuman."
"Semisal melakukan perbuatan tidak terpuji, antara dua orang manusia berlainan jenis yang bukan pasangannya."
"Aku tidak ingin mendengar dan melihat, ada diantara karyawan ku yang berani melakukan itu lagi!"
"Jika itu masih saja di lakukan, maka yakinlah!, perusahaan tidak akan mentolerir nya, dan akan segera di lakukan pemecatan tanpa di beri pesangon!"
"Untuk itu saran ku, jangan pernah melanggar aturan perusahaan, jika tidak mau di pecat."
"Selain dari pada itu, di sini juga aku ingin menyampaikan, bahwa semua laporan, jumlah dan kondisi keuangan perusahaan , telah masuk padaku, baik dalam bentuk lisan, tulisan, maupun vidio."
'Untuk sementara, tidak di dapati ada kejanggalan dalam laporan tersebut."
"Tapi jika di kemudian hari, di jumpai ada laporan kalian semalam dan tadi, merupakan rekayasa dan bentuk penipuan , maka bersiaplah untuk menerima hukuman berat dari ku!"
Ucap Dion berapi api, dengan di landasi rasa kesal dan marah, karena telah di tipu oleh perbuatan amoral dari petinggi perusahaannya, yang juga melibatkan karyawan biasa
"Untuk pertemuan akbar kali ini, aku juga ingin menyampaikan terima kasih ku yang sangat besar, pada kalian yang telah berkecimpung dalam memajukan perusahaan."
"Dalam hal ini, aku juga tidak akan lupa akan jasa jasa besar kalian."
"Maka dengan ini, aku umumkan, menaikkan gaji seluruh karyawan, sebesar 12%, yang berlaku mulai tanggal satu bulan depan, dan memberikan bonus akhir tahun sebesar satu bulan gaji!"
Prok! prok! prok! prok!
Delapan ratusan lebih orang yang ada dalam ruangan itu tidak tahan untuk tidak bergembira, reflek mereka bertepuk tangan meriah, ketika mendengan pemilik Birawa Group, akan menaikkan gaji sebesar 12% itu
Bagi mereka, dengan kenaikan gaji sebesar itu, maka penambahan penghasilan yang cukup besar akan masuk ke rekening mereka
Jika di hitung hitung, rata rata penghasilan karyawan rendah, akan mengantongi gaji sebesar 8 juta rupiah perbulan, ditambah dengan insentif bulanan dan akhir tahun
Bagi karyawan tinggi dan bekerja sudah cukup lama akan membawa pulang gaji sebesar 25 sampai 35 juta rupiah sebulan
Tapi bagi pimpinan, manajer serta petinggi lainnya, akan mengantongi gaji sebesar 75 sampai 470 juta rupiah perbulan, termasuk juga Emily
"Untuk mengapresiasi jerih payah kalian, maka aku akan mengajak semuanya untuk mengunjungi kota wisata milik perusahaan pada akhir tahun ini."
"Untuk masalah itu akan di atur kemudian."
__ADS_1
"Sekarang dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan, aku nyatakan, bahwa pertemuan besar ini telah berakhir dan aku tutup!" Ucap Dion bersemangat sekali, di timpal dengan tepuk tangah meriah, dari seluruh peserta rapat yang ada