
"Bagaimana bisa?. Seorang monster cyber sepertimu, dikalahkan oleh anak ingusan seperti dia?" Ucap Tommy marah sekali
"Itulah yang aku heran kan tuan. Virus yang aku kirimkan itu, adalah modifikasi terbaru, dan program yang tidak akan bisa dihapus atau di netralkan oleh siapapun kecuali...?"
"Kecuali apa?. Ngomong yang jelas!. Jangan menggantung seperti itu. Bikin penasaran saja!" Bentak Tommy semakin marah
"Kecuali jika orang yang membuat program tersebut masih hidup!" Jawab Austin berterus terang
"Jadi maksudmu, virus yang kau kirimkan itu, buatan orang lain?" Tanya Tommy penasaran
"Benar tuan!. Program tersebut adalah milik sahabatku dulu, ketika sama sama bekerja di perusahaan Birawa Group." Jawab Austin apa adanya
"Apa!. Jadi kau pernah bekerja di perusahaan itu?" Tanya Tommy terkejut sekali
"Benar tuan!, dan aku bekerja di sana lumayan lama, sekitar 8 tahun lebih." Jawab Austin cepat
"Kalau begitu!. Kau tahu seluk beluk perusahaan tersebut. Jadi sangat mudah bagimu, untuk meretas sistem informasi mereka!" Respon Tommy senang
"Sayangnya!, aku yang dijuluki si monster cyber ini, sampai sekarang pun, belum mampu menembus sistem pertahanan mereka. dan itu yang sangat aku herankan!" Jawab Austin berterus terang
"Kata mertua ku!. Kau seorang monster yang tidak pernah terkalahkan, bahkan orang orang yang berpengaruh di bidang cyber, hacker. semuanya tunduk padamu. Tapi kenapa kau yang sangat dihormati oleh orang orang di benua ini, bahkan mungkin dunia, bisa takluk dengan bocah ingusan tersebut!" Respon Tommy menyayangkan kelemahan anak buahnya itu
"Aku yakin!, bocah itu ada hubungannya dengan sang legenda tersebut. Kalau tidak! bagaimana mungkin dia bisa menangkis virus yang ku kirimkan itu, bahkan...!" Ucap Austin sedikit ragu ragu
"Bahkan apa?. Apakah telah terjadi sesuatu di sistem pertahanan komputer kita? Tanya Tommy sedikit khawatir
"Be..be...benar tuan!. Virus tersebut telah dikirimkan kembali ke sistem pertahanan komputer kita, dan sampai saat ini, aku belum bisa mengatasinya." Jawab Austin takut takut
"Kenapa kau tidak cepat cepat melapor padaku?, dan kenapa setelah sekian lama, baru kau laporkan?" Bentak Tommy menyalahkan si Austin tersebut
"Serangan balik virus itu, belum berlangsung lama tuan, tapi baru sekitar setengah jam yang lalu."
"Lalu apa usahamu, agar sistem pertahanan komputer kita tidak mereka retas?"
"Aku akan mengundang beberapa orang master cyber, untuk membantuku mengatasi virus tersebut, karena sedikit banyak, aku juga mempunyai formulanya."
"Cepat lakukan apa yang harus kau lakukan!. Aku tidak mau perusahaan kita kebobolan seperti perusahaan ku dulu!" Ucap Tommy panik, dan kelihatannya sangat marah sekali
"Baik tuan!. Saat ini juga, aku akan menghubungi teman temanku. Tapi mohon anda bersabar sedikit, karena semua membutuhkan waktu." Jawab Austin mencoba bernegosiasi dengan tuannya tersebut
"Baik!. Aku tunggu 1 jam dari sekarang, dan mereka yang kau hubungi, sudah harus ada di sini. Aku tidak mau kebobolan untuk yang kedua kalinya!" Teriak Tommy gusar
"Baik tuan!" Jawab Austin patuh
***
Satu jam kemudian, 7 orang master cyber, hacker, telah berkumpul di ruang operator milik Tommy itu
__ADS_1
Rata rata mereka berpenampilan klimis. Tapi satu hal yang membedakan dengan yang lain adalah, 4 orang diantaranya berkepala pelontos, alias tidak berambut sama sekali
Tanpa membuang waktu lagi, mereka segera menuangkan, semua pengetahuan mereka tentang cyber security, dan cara menghancurkan nya ke dalam komputer mereka masing masing. Komputer komputer yang mereka operasikan itu, memang sengaja disiapkan oleh Tommy sendiri
Delapan orang master cyber, yang rata rata berjuluk monster tersebut, berjibaku melawan virus yang telah dikirimkan kembali oleh Deon, si pencipta virus itu sendiri, satu setengah jam lebih yang lalu
Berbagai macam formula, transkrip, pola dan kode kode rumit, mereka tuangkan pada komputer mereka. Tapi sampai sejauh ini, usaha kedelapan orang itu, belum juga membuahkan hasil
Malah terjadi perlawanan dari pihak seberang, yang tentu saja tidak mau tinggal diam, apabila virus yang dikirimkan kembali itu, sedang di otak atik atau sedang dibuat tidak berdaya oleh mereka
Di ruang operator yang diketuai oleh Rams tersebut, saat ini sedang berkumpul tuan Birawa, Deon dan Rams. Sedangkan Dion sendiri, sudah kembali ke rumah sakit, di mana Ivory sedang dirawat di sana
Ram dan gurunya itu, didampingi oleh tuan Birawa, sedang berbincang bincang di ruang operator tersebut, sedangkan anak buahnya masih tetap mengawasi layar komputernya masing masing
Tapi tiba tiba anak buah Rams berteriak." Bos! lihat!, mereka sedang berusaha untuk memecahkan sandi sandi yang telah kita kunci itu, dan berusaha membobol sistem pertahanan kita.!" Ujar nya panik
"Kalian tenang saja!. Seberapa kuat pun mereka, aku tidak akan gentar. Karena aku sudah mempunyai serangan balik, jika mereka masih tetap saja membandel!. Kalian lihat saja nanti!" Jawabnya tenang sekali
"Baik senior!" Jawab mereka serempak
"Guru! ada satu program lain yang mencoba masuk ke jaringan kita!. Apa yang harus kita lakukan guru?" Ucap Rams panik
"Sejak kapan kau menjadi bodoh Rams?. Hanya program kecil seperti itu, kau sudah panik!. Percuma aku mengangkat mu sebagai murid!" Respon gurunya kecewa atas sikap Rams itu
"Maaf guru, aku lupa!" Jawab Rams sambil cengengesan
"Baik senior!. Jawab mereka serempak
"Ternyata kau masih belum mau menyerah juga Austin!, bahkan telah berani melawanku, dan berusaha menghancurkan program ku yang kau curi itu. Kau pikir aku akan tinggal diam saja!" Batin Deon dalam hati
"Baiklah Austin!. Kau tunggu 1 menit lagi. Aku akan menghancurkan program itu. Aku sudah berbaik hati, untuk tidak menghancurkan perusahaan tuan mu itu, tapi kau semakin dikasih hati, malah semakin mau menginjak harga diriku." Ujar Deon kesal
Setelah Deon mengucapkan kata kata tersebut, kembali jari jari Deon dengan terampil mengetikkan transkrip rumit, dan simbol simbol aneh, serta formula yang tidak bisa dipahami oleh siapapun, kecuali dia sendiri di komputernya
Belum sampai 1 menit, semua pola pola tersebut, sudah selesai. Kemudian dengan sekali klik, program tersebut terinstal di seluruh komputer yang ada di ruangan itu, termasuk juga komputer induk
Setelah semua program, yang belum pernah ada sama sekali di komputer manapun, berhasil terinstall di seluruh komputer ruang operator tersebut. Secara mendadak, tanpa ada command atau perintah, seluruh komputer itu merestat, dan memperbaiki dirinya sendiri
Hanya membutuhkan waktu 1 menit, seluruh tampilan komputer yang ada di ruangan tersebut, termasuk komputer induk itu, antar mukanya sudah baru dan terbarukan, tetapi program programnya tidak hilang sama sekali
Kemudian Deon, disaksikan oleh Rams dan tuan Birawa, sekali lagi mengetikkan transkrip rumit di komputer ruang misterius itu, dan tak lama kemudian, mengklik sekali lagi program yang telah dibuatnya itu, dan langsung menghilang dari layar
Di seberang sana, kota Paris Perancis, diruang operator milik Tommy
Telah terjadi kehebohan besar, karena seluruh komputer yang mereka operasikan sebelumnya, mendadak mati tanpa sebab, bahkan ada beberapa komputer yang ada di ruang operator itu meledak
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Ucap mereka sahut menyahut dan panik
"Tenang!. Ini hanya kejadian biasa. Mungkin terjadi overload, atau ada tegangan tinggi pada komputer komputer itu!" Ucap Austin, mencoba menenangkan teman temannya itu
"Aku tidak yakin kalau ini disebabkan oleh overload, atau tegangan tinggi. Pasti ada perlawanan dari pihak mereka. Kau lihat!. Semua komputer komputer kita, termasuk komputer yang kau operasikan itu, seluruhnya mati, dan tidak bisa dihidupkan kembali!" bantah salah seorang di antara mereka
"Gawat!. Aku yakin!. Orang yang telah mematikan komputer ini dari jarak jauh, dan menguasai program programnya, adalah sang legenda hidup. Tidak salah lagi, ini pasti ulahnya."
"Kurang ajar! ternyata dia masih hidup!" Batinnya dalam hati
Saat mereka sedang panik itu, Tommy masuk, diiringi oleh belasan bodyguard, yang semuanya berwajah tidak ramah
"Ada apa ini?, dan kenapa kalian diam saja! Apakah komputer komputer ini memang sengaja kalian matikan?" Tanya Tommy marah
"Bukan begitu tuan!. Komputer komputer ini telah dimatikan dari jarak jauh." Jawab Austin apa adanya
"Bagaimana bisa?. Bukankah kalian orang orang yang berjuluk master, bahkan ada diantara kalian ini, berjuluk monster cyber. Tapi kenapa kalian masih tetap kalah juga!" Hardik Tommy tidak senang
"Maafkan kami tuan!. Orang yang sedang kita lawan itu, kemungkinan besar adalah seorang legenda cyber, yang satu orang pun, tidak akan mampu melawannya." Jawab Austin jujur
"Legenda cyber?. Siapa dia?" Respon Tommy penasaran
"Dia orang yang tadi telah kuceritakan pada pada anda tuan!. Namanya Deon!"
"Orang itulah yang di juluki oleh para cyber dan hacker di seluruh dunia, dengan sebutan yang sangat mengerikan dan tinggi, yaitu Legenda cyber."
"Kenapa aku baru mendengarnya. Padahal sudah cukup lama aku tinggal di negara itu. Perusahaanku juga mempunyai para peretas atau hacker dan cyber sekaligus, tetapi kenapa tidak ada informasi tentang dia?" Guman Tommy lirih pada diri sendiri
"Lalu apa kemungkinan yang akan terjadi, jika komputer komputer kita tidak bisa lagi dihidupkan?. Apakah data datanya ,tidak kalian cadangkan ke tempat lain?"
"Ada tuan, tapi semua cadangan cadangan itu, juga sudah dinonaktifkan dari jarak jauh. Jadi kita telah kehilangan seluruh akses dan data data tentang perusahaan tuan, bahkan mungkin organisasi." Jawab Austin dengan ekspresi khawatir
"Apa!. Bagaimana bisa terjadi?"
"Ini gampang saja tuan. Sistem keamanan komputer kita, yang penuh dengan informasi perusahaan tuan, bahkan perbankan milik tuan, juga akun akun perusahaan tuan, telah dikuasai oleh mereka."
"Kapan saja mereka mau, maka pihak bank yang dihubungi oleh mereka, akan merelakan dana tuan ditransfer ke rekening lain."
"Tidak! tidak!. Ini tidak boleh terjadi!. Cepat lakukan sesuatu!. Selamatkan data data kita!" Ucap Tommy panik sekali
"Sayangnya tidak bisa tuan!. Kami mohon maaf!" Jawab para hacker dan cyber itu serempak
"Dasar tidak berguna!. sampah! Ucap Tommy marah, sambil menembaki komputer satu persatu hingga meledak, dan menimbulkan api, untung tidak sempat membesar, karena anak buahnya bergegas mematikannya dengan racun api
"Kurang ajar!.Ternyata aku dikalahkan sekali lagi oleh Si Dion keparat itu!" Teriaknya keras
"Kalau masalah ini diketahui oleh mertuaku, habislah aku!. Gawat!. Apa yang harus aku lakukan?" Ujar Tommy panik dan ketakutan
__ADS_1