
Dua malam sebelumnya, Dion memerintahkan pada 1.500 orang pengawalnya, yang berasal dari kota besar yang ada di pulau S itu, untuk berangkat ke kota P
Tanpa membuang waktu lagi, mereka yang tadi mendapat perintah dari tuannya. segera berangkat ke sana, dan sampainya menjelang malam, atau sekitar pukul 5, 30 sore esok harinya
Jarak yang mereka tempuh adalah sejauh 772.50 kilometer, atau 478.95 mil. dengan waktu tempuh plus istirahat dan makan sekitar 19 jam lebih, baru mereka sampai di kota P
Sementara yang berasal dari kota lain seperti kota P, provinsi SS itu, sampainya sekitar pukul 5 sore, setengah jam lebih cepat dari yang berasal dari kota M itu
Jarak yang mereka tempuh hampir sama jauhnya dengan jarak tempuh teman temannya. yaitu sekitar 756.9 kilometer, dengan waktu tempuh 18 jam 45 menit, atau hampir sama dengan rekannya yaitu 19 jam 3 menit. karena mereka banyak berhenti untuk istirahat dan makan siang
Sesampainya mereka di sana, langsung di sambut oleh Djani dengan sukacitanya. Tapi sebelum mereka masuk, ada insiden kecil yang terjadi di depan pintu gerbang
"Berhenti! Siapa kalian, dan ada urusan apa datang kerumah bos kami?" Tanya seorang pengawal yang di pekerjakan oleh Jamaris atau maringgih itu dengan suara keras
"Minggir!" Kami tidak ada urusan dengan mu!" Bentak pimpinan pengawal dengan kasarnya
"Jaga sikap mu, dan jangan kurang ajar!"
"Kami penjaga bos Djani, maka kami harus memastikan keselamatannya!"
"Tidak ada seorang pun dari kalian, yang bisa menemui bos Djani sebelum ada izin dari kami!" Ucap penjaga itu tetap ngotot berdebat.Tapi tiba tiba..
Plak
Buk!
Brak!
Tubuh pemimpin pengawal itu terkapar di tanah, dan menimpa meja serta kursi tempat mereka duduk berjaga itu hingga patah
"Cepat pergi dari sini, kalau kalian masih ingin hidup!" Bentak Ketua tim pengawal tersebut dengan kerasnya
"Ba..baik!" Jawab beberapa temannya gugup dan ketakutan
"Maaf bos Djani!. kalau aku telah melukai anak buah mu!" Ucap ketua pengawal itu dengan suara rendah
"Mereka bukan anak buah ku!, tapi anak buah Jamaris, yang di tugaskan untuk mengawasi ku!" Jawab Djani berterus terang
"Oh ternyata begitu, aku kira mereka orang orang mu."
"Kalau begitu silakan masuk, tapi maaf kalau rumah kecil ku ini, tidak bisa menampung seluruh pengawal ini." Ucap Djani merendah
"Tapi masih ada halaman belakang yang cukup luas, dan mampu menampung sekitar 1.000 sampai 2.000 orang." Ucapnya lagi
"Tidak masalah!. Kami hanya sebentar ke mari, dan hanya sekedar memastikan keselamatan anda saja."
"Selain itu, kami juga ingin memastikan, pabrik semen mu tidak mengalami sesuatu yang tidak di inginkan."
"Jadi bisakah anda mengantarkan kami ke sana sekarang juga?"
"Baik!. Mari ikuti saya!" Jawab Djani singkat, kemudian dengan tergesa gesa ingin memasuki mobil nya
"Tidak perlu!. Sebaiknya anda ikut dengan kami saja, dan cukup katakan dimana lokasinya." Respon Ramon, ketua tim pengawal yang berasal dari kota M dengan cepat
"Baiklah kalau begitu. Mari!" Jawab Djani patuh. kemudian memasuki mobil yang sama dengan mobil yang Ramon tumpangi
Saat mereka sampai. hari sudah gelap, karena waktu itu jam sudah menunjukkkan pukul 8.30 malam. atau sekitar tiga jam waktu tempuh dari tempat tinggal Djani
Sesampainya rombongan itu di sana. Mereka di kejutkan oleh pemandangan yang sangat mengerikan, dimana ada tujuh jasad tidak bernyawa, tergeletak begitu saja di sudut pos penjagaan pabrik
Dengan melihatnya saja, mereka tahu bahwa ada seseorang atau kelompok, yang telah melakukan itu dengan niat yang kurang baik
Benar saja apa yang diperkirakan, dalam jarak sekitar 100 meter dar pintu gerbang, ada sekelompok orang yang kemungkinan berjumlah 50 puluhan orang itu, sedang berusaha menyiramkan bensin ke arah bangunan yang ada di dekatnya
Melihat itu, Ramon segera memerintahkan pada anak buahnya, untuk mencegah perbuatan orang jahat itu
"Jangan bergerak dan angkat tangan kalian!" Teriak anak buah Ramon dengan kuara kuat
__ADS_1
"Siapa kalian, dan kenapa ikut campur urusan kami?"
"Kami adalah malaikat maut, yang di utus oleh penguasa, untuk mencabut nyawa nyawa busuk kalian itu!' Jawab pengawal itu cukup berani
"Kurang ajar, cepat pergi dari sini kalau kalian masih ingin hidup!' Ancam pemimpin penjahat itu dengan suara garang
"Kepung mereka!, dan jangan biarkan satupun yang lolos!" Teriak Ramon tegas
"Baik!" Jawab anak buahnya patuh, kemudian menyebar untuk mengepung penjahat tersebut dari segala arah
"Jangan berani mendekat!"
"Kalau kalian tetap nekat, maka aku akan menjatuhkan korek api ini ke arah bensin bensin itu!" Ancamnya tidak main main, sambil mengangkat korek api gas itu keatas
Swing!
Jleb!
"Aark!" Teriak pemimpinnya kesakitan, ketika tangan kanannya tiba tiba tertancap shuriken kecil yang entah datang dari mana
Pancis gas yang tadi dipegangnya, terjatuh ketanah dan tidak menimbulkan pengaruh apa apa
Setelah itu, dengan kecepatan tinggi, beberapa anak buah Ramon, meluruh ke arah musuh yang ingin menghidupkan pancis gasnya tersebut
Tapi dengan gerakan cepat. anak buah Ramon berhasil memotong tangan orang tersebut
Tak sampai di situ saja, tubuh yang sudah tidak bertangan sebelah itu, di tusuk dengan menggunakan pedang, hingga tembus ke punggungnya
Perkelahian segera pecah di arela pabrik itu, seluruh tempat bensin dan pancis yang mereka bawa tadi, telah diamankan oleh anak buah Ramon
Pertarungan tidak seimbang itu terus saja berlangsung. Ternyata mereka selain penjahat, juga seorang ahli bela diri, jadi anak buah Ramon sedikit kesulitan ketika mendapatkan perlawanan
Tapi tak lama sesudah itu, penjahat anak buah Jamaris, seluruhnya telah berhasil di taklukkan
Tidak mau membuang waktu lagi, tanpa sedikitpun belas kasihan, seluruh anak buah Jamaris itu di habisi, dan di perintahkan untuk di bakar
"Terima kasih atas bantuan kalian!"
"Kalau kalian tidak cepat datang, kemungkinan saat ini pabrik ku telah ludes di makan api." Ucap Djani lega
"Itu sudah menjadi kewajiban kami. Lagi pula kami di perintahkan untuk mengamankan semua objek vital dari gangguan orang orangnya Jamaris itu!" Jawab Ramon apa adanya
"Tetap saja saya harus berterima kasih pada anda, karena dengan bantuannya, pabrik ini masih tetap berdiri." Sambut Djani merendah
"Sudahlah!. Sekarang tolong tunjukkan tempat tinggal atau markas orang orang ini!"
"Kami ingin segera membasmi biang masalah yang ada!"
Beef! beef!
Tiba tiba handphone Djani berbunyi, dan dilayar tertera nomor baru yang berinisial Burgon. Dengan meminta maaf terlebih dahulu pada Ramon. Djani mengangkat telepon itu dan berkata
"Halo tuan Burgon selamat datang di kota kami!" Ucapnya berbasa basi
"Jangan buang waktu lagi. cepat katakan dimana lokasi mu!' Tanya Burgon dengan suara tegas
"Kami sedang ada di lokasi pabrik, bersama dengan komandan Ramon dan anak buahnya!" Jawab Djani berterus terang
"Apakah mereka sudah sampai?" Tanya Burgon cepat
"Bos!. Saya Ramon bersama dengan anak anak dari kota M dan kota P."
"Sekarang kami sedang berada di lokasi pabrik, dan sudah berhasil mengatasi gerombolan pengacau yang ingin membakarnya!" Ucap Ramon cepat, ketika di izinkan untuk berkomukasi mengguanakan handphone milik Djani
"Baik tunggu aku di tempat!" Ucap Burgon tegas
"Siap bos!" Jawab Ramon patuh
__ADS_1
***
Sementara itu di kota Golden City, atau kota emas tersebut. pertempuran besar sedang terjadi, dimana musuh yang datang, jumlahnya sangat banyak sekali
Mereka datang dengan membawa senjata semi berat berupa bazoka, yang dibawa oleh Aminata dan tiga anak buahnya yang lain
Seperti yang sudah di perkirakan, mereka sampai di kota B saat semua orang sedang bersembunyi ketakutan
Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 7. 30 malam. orang orangnya Aminata, yang tergabung dengan kelompok gangster lain dari kota kota sekitarnya, termasuk juga yang berasal dari kota J. Dengan beraninya memasuki kota B dan langsung menyisir lokasinya
Para pengawal yang di tugaskan menjaga kota itu, tidak bisa berbuat banyak, karena musuh datang dengan membawa senjata api berbagai jenis. sedangkan mereka tidak dipersenjatai dengan senjata api tersebut
Kalaupun ada, hanya revolver serta pistol laras pendek. Jadi mereka merasa kewalahan, ketika berhadapan dengan sejata laras panjang berupa ak 47 dan yang sejenisnya
Pihak otoritas setempat, yang tergabung dengan para pengamanannya juga merasa kewalahan, ketika berhadapan dengan musuh yang berjumlah banyak itu
Dion juga merasa kecolongan, karena informasi yang dia dapatkan, kelompok itu hanya berjumlah 1.000 orang, tapi yang datang ternyata lebih dari itu
"Bagaimana dengan penjagaan di sektor satu, apakah musuh sudah menembus pos penjagaan?" Tanya Dion dengan ekspresi panik
"Situasi di sana pun sedang kacau tuan besar!. Banyak dari orang orang kita terluka, tapi musuh yang datang juga banyak yang mati
"Baik!. Kau boleh kembali ke lokasi penjagaan, dan buat tetap terkendali."
"Habisi siapa saja dari pihak musuh, yang berani mendekati pos kalian itu!" Perintah Dion tegas
"Baik tuan besar!" Jawab pengawal itu tegas
Dor! dor! dor!
Bum! bum! bum!
Dhuar! dhuar! dhuar!
Bunyi tembakan, maupun ledakan senjata berat, terdengar dari kejauhan secara bertalu talu, di sekitar kota B, terutama ditempat pos penjagaan kota
Banyak bangunan yang roboh terkena dampak dari tembakan senjata semi berat itu
Ada yang roboh, ada pula yang langsung terbakar, dan rata dengan tanah
Dion panik tidak karuan, dia takut tembakan itu akan di arahkan ke kota emasnya, dan itu memang benar benar terjadi
Dua tembakan senjata bazoka. tiba tiba meluncur dari arah kejauhan, dan melintasi langit perbatasan kota B dengan kota emas, dan jatuh mengenai bangunan toko, serta markas pengawalnya
Akibat dari itu, seperempat bangunan toko dan markas pengawal roboh
Beruntung pada saat itu, tidak ada satupun manusia yang ada di sana
Situasi benar benar kacau, baik di kota B maupun di perbatasan kota emas, walau belum ada yang bisa masuk kedalamnya
Seluruh anak buah Dion yang ada di kota B, berjibaku melawan musuh yang menggunakan senjata api, sedang kan mereka hanya menggunakan pistol dan senjata tajam
Kecuali para ninja, samurai, dan assassin. pengawal yang lain banyak yang bertarung menggunakan tangan kosong, tapi walau demikian banyak musuh yang tewas di tangannya
Secara tidak terduga, karena situasi yang belum bisa terkendali, beberapa buah peluru tajam, mengenai bahu mereka dan membuat tubuh para pengawal itu oleng dan roboh ke tanah. walau tidak mati
Melihat itu Dion menjadi sangat marah sekali, dengan beraninya dia maju menerjang para perusuh dan penyerang tersebut
Tubuhnya berkelebat kesana ke mari, sambil melancarkan serangan mematikan ke arah musuh musuhnya
Banyak tubub tubuh ambruk tidak bernyawa ke tanah, dan meregang nyawa saat itu juga
Tapi sayangnya dlam aksinya itu dia lengah, hingga satu tembakan mengenai tubuhnya dan
Dor!
"Ark!" Pekik Dion kuat
__ADS_1
"Tuan Bear!" Pekik Hans ketakutan