Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
59. Kemunculan mesin pembunuh baru


__ADS_3

Semua orang memandang ke arah orang yang barusan bersuara tadi, ternyata orang yang berkata dengan keras tersebut adalah Ronald, komandan assassin di organisasi kalajengking merah itu


Suasana riuh yang penuh dengan perdebatan tadi, tiba tiba saja terhenti dengan sendirinya. Semua orang memandang dingin dan rendah kepada komandan tersebut


Tak satupun yang berusaha untuk membuka suara, sehingga membuat John menjadi heran, dan tidak mengerti apa yang telah terjadi


Sikap yang ditunjukkan oleh para petinggi gangster kalajengking merah itu, adalah bentuk dari ketidakpuasan mereka terhadap kinerja dari assassin, yang konon katanya adalah pasukan terkuat di organisasi itu


Tapi nyatanya, semua anggotanya mati terbunuh tanpa melakukan perlawanan yang berarti


Peristiwa itu menunjukkan betapa lemahnya para assassin tersebut, oleh karena itu, ketika komandannya datang, para petinggi gangster kalajengking merah bersikap dingin dan merendahkannya


John sebagai pemimpin utama gangster kalajengking merah, merasa tidak enak hati, atas perlakuan anak buahnya yang lain, terhadap Ronald, lalu buru buru dia berkata


"Selamat datang teman. Tak ku sangka, kau akan kembali secepat ini. Bagaimana misi mu di kota J?" Tanya John berusaha mencairkan suasana


Ronald yang ditanya tidak menjawab, dia malah mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, mengamati orang orang yang ada di sana


Sikap sombong yang ditunjukkan oleh Ronald, karena tidak menjawab pertanyaan dari bos besar mereka, semakin membuat para petinggi organisasi kalajengking merah itu menjadi tidak senang, kemudian ketua tiga, yang tadi dikatakan pengecut membuka suara


"Sungguh tak kuduga, komandan assassin yang sangat dibanggakan oleh bos besar, akan kembali secepat ini. Tapi sayangnya!, setelah kembali dari misinya, dia telah menjadi orang yang bisu!" Ucap ketua tiga mencibir


Ronald yang menyadari, dia yang menjadi sasaran penghinaan tersebut menjadi marah, kemudian dengan tiba tiba menghilang dari hadapan John, kemudian muncul kembali di belakang ketua tiga, Kumar


Tanpa aba aba, dia langsung melayangkan pukulannya ke arah tengkuk Kumar, berharap dengan sekali pukul, Kumar akan pingsan atau terluka


Tapi bukan Kumar namanya, kalau hanya dengan sekali serang akan tumbang, dia juga seorang ahli bela diri, walaupun belum bergelar master, tetapi dia sudah banyak menghadapi pertempuran, yang jauh lebih dahsyat daripada serangan itu


Dengan enteng dia menggeser tubuhnya ke samping, kemudian dengan cepat berdiri, dan langsung melancarkan serangannya ke arah Ronald


Akibatnya, dua pukulan saling beradu, sehingga menimbulkan kesiuran angin yang cukup kuat, yang tercipta dari pukulan mereka itu


Orang orang yang sedang duduk di ruang rapat tersebut serentak berdiri, dan melayangkan protes kepada bos besar mereka, atas tindakan dari Ronald, komandan assassin tersebut


"Bos!. Begini kah sikap orang yang selalu kau banggakan, sehingga dia tidak menghargai kami sama sekali!" Ucap ketua satu protes


"Dia orang baru, tapi sudah mendapat kehormatan dan cukup dekat dengan bos. Kami yang sejak awal bos jatuh, terus menemani dan mendukung bos, tidak pernah mendapat perlakuan istimewa seperti itu, tapi dia..? Sambung ketua dua juga tidak senang


"Aku paling tidak suka kalau direndahkan seperti ini. Kumar telah bersikap kurang ajar padaku!" Ucap Ronald dingin


"Apakah hanya kau yang ingin dihargai, sementara kau tidak menghargai Kumar, dan kami semua yang ada disini. Apakah kau sudah benar benar merasa kuat?" Ucap ketua satu emosi


"Kuat atau tidaknya aku, mari kita buktikan, siapa yang pantas menyandang orang terkuat di sini." Jawabnya enteng

__ADS_1


Bimo sebagai ketua satu gangster itu, merasa tersinggung, Ronald yang tidak masuk kedalam jajaran petinggi gangster tersebut begitu beraninya bersikap kurang ajar kepada mereka semua


Statusnya hanya komandan pasukan kecil, dua tingkat di bawah kekuasaan ketua satu, dua dan tiga, tapi sikapnya seperti bos besar saja, dan terkesan tidak menghargai keberadaan seniornya


Situasi benar benar memanas, semua orang bersiap siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi, mereka bertekad untuk menghancurkan kesombongan dari Ronald tersebut


Tapi ketika mereka sedang bersiap siap untuk menyerang Ronald, tiba tiba terdengar teriakan keras dari kursi paling depan, dan itu adalah teriakan John bos besar mereka


"Hentikan!" bentaknya kuat


Spontan orang yang sedang bersitegang tersebut, menghentikan gerakannya, kemudian berdiri mematung, akibat merasakan aura penindasan yang cukup kuat dari Bos besar mereka


"Aku sangat kecewa dengan kalian semua!. Kalian lebih mementingkan ego masing masing, tanpa memandang keberadaan ku di sini!" Ucap John marah


"Percuma kalian telah ku percayakan, memegang suatu jabatan tinggi di organisasi kita ini, tapi sikap kalian hari ini, benar benar telah membuatku kecewa." Sambungnya lagi


Kumar yang merasa tersinggung sejak awal tadi, memberanikan diri menjawab ucapan dari bos besarnya itu


"Maaf bos kalau saya lancang, sebelum orang itu datang, kita tadi baik baik saja, tetapi setelah ada dia, situasi menjadi kacau." Ucap Kumar lega, kemudian melanjutkan berkata


"Kedatangannya telah menciptakan kekacauan ini. hal itu disebabkan, karena kesombongannya yang menganggap, dialah orang yang paling terkuat di gangster kita ini." Sambung Kumar bersemangat


"Cukup!" Hardik John marah


"Apakah kita akan membiarkan saja, kematian 17 assassin yang sangat berharga itu?" Tanya John geram


Suasana riuh mendadak berhenti, setelah John mengajukan pertanyaannya, tak siapapun yang bisa menjawab pertanyaan tersebut, tapi tiba tiba Ronald membuka suara


"Aku sebagai atasan langsung dari para assassin yang malang tersebut, tanpa persetujuan siapapun, akan membalaskan dendam mereka, kepada orang yang telah membunuhnya." Ucapnya jumawa


"Hari ini juga aku akan bergerak, untuk menghabisi mereka semua!" Sambungnya


"Katakan saja, siapa orang yang telah lancang berani membunuh anak buah ku?" Tanya Ronald emosi


"Kekuatanmu belum ada apa apanya dengan kekuatan orang yang telah menghabisi anak buah mu itu." Jawab Kumar sinis sambil tersenyum, kemudian berkata lagi


"Jangankan untuk membunuh keempatnya, menghadapi satu orang saja, hanya dengan sekali pukul, kau akan mati." Sambung Kumar merendahkan Ronald


"Jangan banyak bacot!. Katakan saja, siapa orang yang telah berani membunuh ke 17 anak buah ku itu?" Desak Ronald tidak sabar


Bimo yang mendengar pertanyaan tersebut, mengajukan diri untuk menjawabnya


"Baik!. Kalau kau benar benar ingin tahu, orang yang telah membunuh belasan anak buah mu itu, Mereka adalah Iron, si tangan besi, Hans si tangan kilat, Robin si dewa kematian, dan Leon si dewa perang. Puas?" Ujarnya muak

__ADS_1


"Aku tidak peduli siapa mereka, sekuat apapun adanya, aku akan tetap menghadapinya." Jawab Ronald, masih tetap sombong dan menganggap dirinya sangat kuat


"Dasar bodoh!. Kau tak tahu siapa mereka, sebaiknya kau berkaca dulu Ronald. dan bangun dari tidurmu" Jawab Bimo kesal, lalu dia menjelaskan satu persatu siapa orang orang kuat itu


"Iron adalah komandan utama mereka, orang yang membawahi puluhan ribu prajurit pengawal keluarga tuan Birawa, orang terkaya Seasia, ilmu bela dirinya sudah tidak bisa di ukur lagi."


"Hans si tangan kilat, keahliannya adalah mengendalikan pisau terbang kecepatan tangannya tidak bisa dianggap sebelah mata."


"Robin si dewa kematian, adalah orang yang tidak mengenal kata ampun di kamus hidupnya, siapapun yang berurusan dengannya harus mati."


"Sedangkan Leon, yang berjuluk dewa perang itu, adalah komandan tempur yang membawahi ribuan prajurit dari berbagai macam keahlian bela diri." Ucap Bimo panjang lebar, sejenak berhenti, tapi...


"Jadi apakah kau masih bersikeras untuk berhadapan dengan mereka?" Tanya Kumar memotong penjelasan Bimo secara tiba tiba


Ronald kali ini tidak menjawab sama sekali, Dia terpaku diam, karena tidak menyangka, bahwa orang yang telah membunuh belasan anak buahnya itu merupakan orang orang yang kuat


Kalau dia tetap nekat untuk berhadapan dengan keempatnya, maka hanya kematian yang akan diterima


Karena tidak mau berlarut larut dalam perdebatan tersebut, John bos besar mereka, memutuskan untuk sementara mendiamkan dulu permasalahan itu, sambil menyusun rencana, dan mencari celah, untuk membalaskan dendam mereka, atas kematian belasan assassin itu


Tapi Ronald masih belum puas dengan keputusan bosnya tersebut, dengan sombongnya dia berkata


"Walaupun mereka kuat, tapi kalau kita tidak mencoba beradu dengannya, maka kita tidak akan tahu, siapa yang sebenarnya kuat, mereka atau kita?" Ucapnya sombong


"Apa maksudmu Ronald?" Tanya John penasaran


"Saran ku kali ini adalah, kita serang mereka, sebelum mereka menyerang kita duluan." Katanya percaya diri


"Kita kerahkan seluruh kekuatan kita, untuk menyerang markas elang hitam milik Brandy itu." Sambungnya


"Dengan kita menyerang markas Brandy, berarti kita telah mengurangi kekuatan mereka."


"Aku yakin, kita bisa mengalahkan elang hitam itu, karena aku ke sini, datang bukan dengan tangan kosong. Aku membawa 150 assassin yang jauh lebih kuat dari 17 assassin sebelumnya."


"Mereka bersedia bekerja dengan kita, dan telah berikrar, akan menjadi assassin organisasi kita selanjutnya. Ucapnya bangga, sambil menjentikkan tangannya ke atas


Tiba tiba, muncul seratusan lebih orang yang berpakaian ninja, yang di punggungnya tergantung dua katana, sekitar 80 senti panjangnya. Penampilan mereka sangat meyakinkan sebagai assassin


Kemunculan mereka yang tiba tiba itu, tentu saja membuat seluruh yang hadir menjadi terkejut, tak terkecuali John bos besar mereka itu


Kemudian dengan gugup dia berkata.


"Ba.. ba.. bagaimana kau bisa mendapatkan mereka Ronald?" Ujar John terbata bata

__ADS_1


__ADS_2