Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
61. Terkepung


__ADS_3

"Bos, sebaiknya kita cepat bergerak,sebelum markas kita hancur." Ucap Ronald sedikit panik


Dia bersikap seperti itu karena dia menyadari, kesalahan yang telah dia lakukan malam ini, seharusnya dia tidak menanggapi usulan dari bosnya untuk bersenang senang di bar


Tapi apa boleh buat, peristiwa sudah terjadi, markas mereka telah di serang, dan tidak diketahui siapa yang menyerang


Sementara itu, taktik yang telah di susun oleh Iron, berjalan seperti apa yang di inginkan. ribuan anggota kalajengking merah, terpancing oleh rencana mereka


Keributan yang terjadi di merata tempat dalam markas organisasi itu, telah memicu kehebohan yang sangat besar, hingga mereka semuanya terbangun dari tempat tidurnya masing masing, apalagi setelah mereka mendengar alarm tanda bahaya


Markas besar kalajengking merah itu, merupakan rumah kedua bagi 95% anggotanya


Setiap harinya, mereka hidup dan tidur di sana, tujuannya adalah, agar mereka senang dihubungi dan demobilisasi ketika diperlukan


Sama seperti malam malam sebelumnya, malam ini, hampir seluruh anggota kalajengking merah tidur di markas, kecuali bos dan ratusan assassin yang masih berada di luar


Hanya petinggi organisasi yang tidak tidur di sana, karena mereka lebih memilih untuk tidur di rumahnya sendiri, apalagi setelah ada pergesekan antara mereka, dengan salah satu anggota kesayangan bos besar


Jadi ketika penyerangan mendadak itu terjadi, mereka tidak mengetahuinya sama sekali, baru setelah mereka dihubungi satu persatu, mereka terkejut dan bergegas datang ke markas mereka


Tapi kedatangan mereka sepertinya sudah agak terlambat, karena terlihat, ratusan anggota kalajengking merah sedang terkapar di tanah, mungkin mereka habis di pukul atau di serang oleh musuh


Saat para petinggi kalajengking merah datang itu, Iron, Hans, Burgon, Leon dan Brandy juga Robin, belum memperlihatkan diri, hanya anak buahnya saja yang terlihat sedang mengepung, anggota kalajengking merah dengan aura ancaman yang mengintimidasi


Robin yang disebutkan tadi, baru datang belakangan, setelah markas kalajengking merah hampir bisa di kuasai oleh rekan rekannya


Saat keempat kawannya bergerak ke markas kalajengking merah, Robin sedang mendapat tugas dari Dion, untuk mendampingi dewa medis, untuk mengobati kaki anak laki laki Tiger yang cacat


Setelah pengobatan itu selesai dengan hasil yang memuaskan, Robin meminta izin kepada Dion, untuk menyusul rekan rekannya, yang saat ini sedang berada di markas kalajengking merah


Begitu dia sampai di markas itu, Robin mendapati, puluhan anggota kalajengking merah telah berhasil di taklukkan, sedangkan yang lain, dia tidak tahu ada di mana


Di sekeliling markas kalajengking merah itu, juga berdiri ribuan pengawal yang dia kenal, sedang berdiri mengawasi keadaan dengan senjata terhunus


Setelah mendapatkan informasi dari yang notabene nya adalah anggotanya juga, Robin bergegas menuju ke lokasi yang di tunjuk oleh orang orangnya itu


Begitu sampai di tempat yang di maksud, Robin sempat terkejut, ketika mendapati ribuan anggota kalajengking merah, sedang terkepung seperti kena perangkap


Di saat itu jugalah, belasan petinggi kalajengking merah datang, dan langsung keluar dari pintu rahasia, yang hanya orang orang tertentu saja yang tahu keberadaannya


"Siapa kalian?, dan kenapa kalian menyerang markas kalajengking merah ini?" Tanya Bimo ketua satu organisasi penasaran


"Selamat bertemu saudaraku!" Seru seseorang yang tiba tiba muncul dari belakang anggotanya, yang ternyata adalah Brandy


"Kau?" Ucap Bimo terkejut

__ADS_1


"Ya!. Ini aku, memangnya kenapa?. Tanya Brandy cuek


"Ternyata ini ulah mu Brandy!" Jawab Bimo sambil mengepalkan tangannya erat erat


"Sebaiknya kau dan anak buah mu menyerah Bimo, sebelum lebih banyak lagi jatuh korban yang terluka." Jawab Brandy enteng


"Apa katamu!, menyerah?. Tidak akan pernah!" Ucap Bimo marah, sambil berkelebat ke arah Brandy dengan gerakan cepat


Buk ! plak, Deez! baamm!


Dua tubuh sama sama terdorong mundur ke belakang, ketika beberapa pukulan mereka saling beradu keras, tapi tak satupun yang mendarat di tubuh masing masing


"Tak ku sangka, keahlian mu sudah meningkat dengan pesat Brandy, sampai aku terdorong mundur seperti ini." Ucap Bimo kagum


"Tehnik bertempur ku ini belum seberapa, jika di bandingkan dengan senior ku di sana, apalagi bila dibandingkan dengan tuan muda." Jawab Brandy terus terang, lalu menyambung lagi perkataannya


"Kau juga bukan lawan yang pantas, baginya kau hanya sampah kecil yang menggangu penglihatannya saja" Sambung Brandy membanggakan tuannya


"Sungguh lancang!. Kau akan tahu keahlian ku yang sesungguhnya!" Ucap Bimo marah, sambil sekali lagi bergerak lebih cepat dari yang tadi


Tubuhnya tiba tiba saja menghilang, dan dalam sekejap, telah berada di belakang Brandy, dan siap melancarkan pukulan ke punggungnya


Tapi Brandy bukanlah orang lemah, dan mudah di tundukkan dan di provokasi begitu saja


Bimo yang melihat serangannya tidak berhasil, kembali merilis keahliannya yang lain, kali ini kaki kanannya berkelebat menuju ke arah kaki Brandy, tapi sayang, sekali lagi serangannya gagal


Brandy yang mendapat serangan dua kali berturut turut itu menjadi marah, kemudian dia balas melancarkan serangannya ke arah Bimo


Tendangan, pukulan, sapuan kaki, berbalas balasan di antara mereka berdua, tapi tak satupun yang mengenai tubuh lawan


Tapi dalam satu kesempatan yang sempit, ketika Bimo melancarkan sapuan kaki kanannya lagi ke kaki Brandy, dia melambungkan tubuhnya ke atas, kemudian dengan cepat, dia melayangkan tinju tangan kanannya ke arah dada Bimo


Bimo yang mendapat serangan mendadak tersebut, tidak bisa mengantisipasinya dengan cepat, posisinya saat itu, sedang condong ke depan, maka tak pelak, serangan dari Brandy mengenai dadanya dengan telak


Akibat terkena pukulan dari tangan kanan Brandy, Bimo terdorong mundur ke belakang, tangan kanannya refleks memegang bagian dada yang terkena tendangan tersebut


Kumar dan Arya, yang melihat rekannya kesulitan menghadapi Brandy, berniat untuk membantunya, tetapi tiba tiba dari belakang sebelah kiri, muncul seseorang yang berperawakan tegap dan beraura kuat


"Jangan menggangu urusan mereka! lawan mu adalah aku!" Ujarnya sangat jumawa secara tiba tiba


Siapa orang barusan bersuara itu?. ternyata dia adalah Robin, si dewa kematian, aura yang dipancarkan benar benar mengintimidasi keadaan


Kumar dan Arya tercekat diam, dia tidak menyangka, orang yang sangat ditakutinya, saat itu tiba tiba datang


Apa hubungan antara Brandy dan Robin tersebut. Kenapa dia ada di dalam pasukan penyerang itu?

__ADS_1


Ketika sedang memikirkan, bagaimana seorang dewa kematian, bisa muncul di dalam pasukan yang menyerang markas kalajengking merah. tiba tiba muncul lagi Iron, Hans, Leon dan Burgon secara berturut turut dari berbagai sisi


Kemunculan ke empatnya yang secara tiba tiba itu, sukses membuat Bimo, Kumar, Arya menjadi terkejut, secara perlahan tubuh mereka gemetaran


Bukan hanya Bimo, Kumar dan Arya yang gemetaran, tapi seluruh petinggi kalajengking merah juga ikut gemetaran dan ketakutan


Mereka menyadari, siapa orang orang yang baru muncul tersebut


"Habis sudah!. Mana bos sedang tidak ada ditempat, kemudian Ronald, yang katanya seorang assassin yang tak terkalahkan, saat ini malah tidak ada di markas." Batin Bimo dalam hati


"Kalau mereka tidak datang, maka tamatlah riwayat kita, berikut dengan organisasi kita." Sambungnya lagi dalam hati


Di sisi lain, Iron yang melihat kebisuan mereka, tidak mau berlarut larut dalam perdebatan itu, apalagi yang sifatnya bertele tele. Iron tampil ke depan kemudian dia berkata


"Hanya ada satu kata bagiku, menyerah atau mati!" Ucapnya dingin


Bimo seketika tercekat, ketika mendapat peringatan dan ultimatum seperti itu, dia tidak bisa memutuskan, apakah harus melawan atau menyerah, pikirannya benar benar galau


Kalau dia melawan, walaupun saat itu ada ribuan anggotanya, tetapi saat itu, mereka tidak dalam keadaan siap, mereka terjebak dan terkurung di tengah tengah kepungan orang orang kuat tersebut


Pada dasarnya mereka memang bisa melawan, tetapi tentu saja, kekuatan mereka saat ini kalah jauh jika dibanding dengan kekuatan orang orangnya Iron


Ribuan penyerang bersenjata lengkap, sedangkan mereka bertangan kosong, tentu saja akan menjadi santapan empuk senjata senjata pasukan penyerang


Bimo sebagai ketua satu gangster kalajengking merah, tidak bisa mengambil keputusan saat itu juga, sebab masih ada orang yang berhak untuk menyatakan menyerah atau melawan


Dia saat itu hanya berpikir, bagaimana orang orang kuat pengawal keluarga besar tuan Mahesa Birawa, bisa berada di dalam rombongan Brandy itu


Tapi, semakin dipikirkan masalah tersebut, pikirannya semakin buntu.Dia melihat, banyak anak buahnya yang sudah putus asa, dan gelagatnya ingin menyerah


Mereka secara sembunyi sembunyi, mengedarkan pandangannya ke belakang, depan, samping kanan dan kiri, tapi yang didapatinya, kemanapun mereka memandang, ada tiga lapis orang orangnya Iron, yang sedang mengepung mereka


Jika mereka bergerak atau melawan, maka tidak membutuhkan waktu lama, nyawa mereka akan melayang


Bimo yang menyadari posisi lemahnya itu, memutuskan untuk menyerah saja, demi untuk melindungi anak buahnya


Apapun yang terjadi nanti, itu tergantung dari negosiasi antara dia dan Iron


Ketika Bimo hampir membuka mulutnya untuk menyatakan menyerah, tiba tiba berkelebat puluhan bayangan hitam menuju kearahnya


Dalam sekejap, bayangan hitam tersebut terus bertambah. Tak lama sesudah itu, di dalam anggota yang terkepung tersebut, berdiri ratusan assassin berpakaian hitam, dan seorang assassin yang berpakaian biru navy


"Tidak ku sangka, markas ku akan menjadi sasaran penyerangan pada malam hari ini, padahal aku berencana, dua hari ke depan, akan menyerang markas elang hitam milikmu, untuk mencabut nyawa busuk mu itu Brandy." Ucap seseorang yang baru saja muncul tadi


"Tapi tak ku sangka pula, kau malah sendiri yang datang, untuk mengantarkan nyawa mu ke sini." Ucapnya lagi penuh percaya diri

__ADS_1


__ADS_2