
"Apakah kau tidak mengajari sopan santun kepada anak buahmu itu?, sehingga dia berani membentak ku, dan mengataiku sebagai tikus kecil." Tanya Dion dengan wajah penuh emosi
Setelah beberapa saat, situasi menjadi hening. Brandy tidak berani mengangkat kepalanya, dan terus menunggu apa yang akan dikatakan oleh Dion berikutnya
"Kenapa kau berani beraninya menyuruh anak buahmu, untuk menghancurkan restoran ku?. Apakah kau sudah bosan hidup?" Ujar Dion mengintimidasi
"A..a ampuni hamba tuan. hamba tidak menyuruh untuk menghancurkan restoran itu, tapi hamba..."
"Diam!" Bentak Dion dengan suara membahana.
Kemarahannya benar benar sudah memuncak, karena ada orang yang telah berani, ingin menghancurkan restoran kebanggaannya itu, Sekaligus kebanggaan kota B
Kali ini Dion sudah benar benar ingin memberi pelajaran kepada Brandy agar jera, dan tidak menganggap ancamannya hanya bualan semata
"Berhenti !. Dasar bajingan. Apa yang akan kau lakukan kepada bos Brandy?. Beraninya kau!" Teriak seseorang yang tiba tiba datang dengan tergesa gesa
Ketika Dion ingin mengambil tindakan terhadap kekurangajaran Brandy, tiba tiba terdengar sebuah suara seperti itu dibelakangnya, yang membuat Dion berhenti melakukan aksinya
Tapi sebelum Dion menolehkan wajahnya, dan membalikkan tubuh kearah orang yang bersuara itu, orang tersebut menyambung perkataannya
"Tuan adalah ketua gangster terhormat, yang sangat ditakuti di kota B ini. Kenapa tuan berlutut kepada tikus kecil seperti dia?" Ucap seseorang yang baru saja datang itu dengan sombongnya
Dion yang mendengar perkataan yang sangat merendahkan dirinya tersebut, masih berusaha menahan diri, walau kemarahannya sudah mencapai titik jenuh, tapi dia tidak menjamin, apakah dia masih bisa menahan nya lebih lama lagi
Dengan tangan terkepal, Dion pun berkata. "Kau bilang aku tikus kecil?. Sini akan ku gigit dan kuhisap otakmu yang bodoh itu." Ucap Dion mengancam
"Hahaha.! Memangnya siapa kau!. Berani memprovokasi ku!" Ucapnya sambil melihat bos besar, beserta 10 pengawalnya, sedang berlutut ke arah Dion
Brandy yang melihat kelakuan dari anak buahnya, menjadi geram, kemudian dengan kasar, dia berkata. " Dasar bodoh, idiot!. Cepat berlutut!, kalau tidak, kau akan mati di tangannya, cepat!" Ucapnya marah
Wakil bos gangster itu belum juga menyadari situasi. Walaupun bosnya sudah memerintahkannya untuk berlutut, tetapi dia masih merasa enggan, lalu dia berkata
"Atas dasar apa aku harus berlutut kepada nya tuan?. Sekarang tuan bangunlah, Tuan tidak pantas berlutut kepada tikus got seperti dia." Jawabnya enteng dan terkesan menghina Dion
Dion terpancing emosi, dan tidak mampu lagi menahan nya. Kemudian dengan tenang, dia melangkah kearah wakil ketua gangster tersebut, dengan aura kemarahan yang sangat mematikan
__ADS_1
Begitu sampai di depannya, dengan gerakan yang tidak bisa terbaca dan diikuti mata, Dion melayangkan pukulannya ke arah bawah dagu lawan, dan telak mengenainya
Sedikitpun dia tidak sempat untuk mengantisipasi serangan tersebut. Dagunya menjadi korban, dari kebrutalan tangan Dion yang bergerak cepat, hingga membuat beberapa giginya terlempar keluar dari dalam mulutnya
Tidak sampai disitu saja, tubuh komandan, atau wakil bos gangster tersebut, terangkat sekitar 30 cm dari tanah, mirip seperti boneka yang, dilambungkan ke udara oleh seseorang yang sangat kuat
Ketika tubuhnya sedang terangkat itulah, Dion melayangkan tendangan kaki kanannya, ke arah dada lawan, hingga membuat tubuhnya terbang sejauh 4 meter, dan menabrak pot bunga hingga pecah
Tubuhnya tidak bergerak lagi, pingsan, atau mati, tidak ada siapapun yang tahu dengan pasti. sedangkan dari mulut wakil ketua naas itu, mengalir darah segar yang cukup banyak
Selesai membereskan kecoak pengganggu itu, Dion membalikkan badannya, ke arah Brandy, dan 10 pengawalnya, yang masih tetap berlutut di atas paving block, halaman restoran tersebut
Aura kematian, yang diperlihatkan oleh Dion, sangat mendominasi di areal tersebut, hingga membuat brandy dan 10 anak buahnya berkeringat dingin
Hati mereka berkecamuk tidak karuan, terutama 10 pengawal Brandy. Sekali lagi mereka tidak menyangka, bahwa orang yang sangat ditakuti oleh tuannya itu sangat kuat sekali
Mereka hanya tertunduk diam, dengan perasaan yang bercampur aduk, dilandasi dengan ketakutan yang teramat sangat, terhadap sosok misterius tersebut
Ditengah ketakutannya itu, mereka mendengar sebuah suara, yang cukup membuat nyali mereka menjadi ciut dan menambah ketakutan mereka semakin menjadi jadi
"Kalau kalian berani lagi memasuki kota ku, maka aku tidak akan segan segan untuk membunuh kalian semua!" Ancam Dion murka, sambil mengedarkan pandangannya, kearah Brandy dan 10 anak buahnya, beberapa saat kemudian, dia melanjutkan perkataannya lagi
"Aku tidak mau, orang yang sombong itu ada di organisasi mu lagi. Jika kedapatan nantinya, dia masih ada di sana, maka aku sendiri yang akan memenggal kepala mu Brandy." Ucap Dion dengan nada mengancam
"Baik tuan, aku akan segera menyingkirkannya dari muka bumi ini." Jawab Brandy tanpa ragu ragu lagi, dibarengi dengan rasa takut yang mendalam
"Bagus!. Sekarang bawa semua anak buahmu itu, sebelum pikiranku berubah." ucap Dion tegas
"B..b..baik tuan.Terima kasih." Jawab Brandy ketakutan, dan buru buru pergi
10 orang anak buah Brandy yang tidak terluka, mengurus semua teman temannya yang sedang terluka, di ruang penerima tamu, termasuk wakil ketua, dan segera membawanya pergi
"Kekacauan telah teratasi. Aku ingin kedepannya, restoran ini mempunyai security yang mumpuni, untuk menjaga keamanan disini." Ucap Dion, setelah para perusuh itu pergi
"B..baik tuan. saya akan membuka lowongan kerja untuk pengamanan di restoran ini." Jawab manajer restoran tersebut dengan gugup
__ADS_1
"Tidak perlu. Aku akan mengirimkan 10 orang orang terbaik ku, untuk berjaga di sini, dan kau tidak perlu meragukan kekuatan mereka." Ujar Dion memotong perkataan manajer restoran tersebut dengan tegas
Dion heran, kenapa restoran yang sangat ternama itu, tidak dilengkapi dengan fasilitas security yang handal. Apakah mereka pikir, lokasi restoran tersebut cukup aman, sehingga mereka hanya menempatkan beberapa orang security, di pintu gerbang masuk restoran tersebut
Ditengah Dion sedang memikirkan sesuatu, sebuah suara membuyarkan lamunannya
"Terima kasih tuan." Jawab manajer restoran itu senang
"Siapa namamu, dan sudah berapa lama kamu menjabat sebagai manajer restoran ini?" Tanya Dion dingin
"Saya Alex tuan, dan sudah dua tahun menjabat sebagai manager restoran ini." Jawabnya tanpa ragu ragu, tapi sungkan dan berhati hati
Dion tidak merespon penjelasan dari Alex, manajer restoran tersebut, dia hanya mengangguk kan kepalanya saja, pertanda mengerti, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ivory dan berkata
"Mari kita tinggalkan tempat ini Ivo, karena masih banyak lagi urusan yang harus kita selesaikan di luaran sana." Ujarnya
"Baik tuan." Jawab Ivo atau Ivory singkat. lalu dia mensejajarkan dirinya di sebelah Dion dan berjalan dengan cepat meninggalkan areal restoran mewah tersebut
***
Sebelum dan sesudah kepergian tamu agung, Dion dan Ivory ke restoran yang dikelolanya, Alex terus berkeringat dingin, dia tidak menyangka, hari ini akan kedatangan tamu terhormat dan paling penting di restoran yang dipimpinnya itu
Kalau tamu orang orang kaya, itu sudah biasa baginya, tetapi tamu kali ini sangat sangat istimewa, karena tamu terhormat itu, adalah pemilik restoran tersebut, salah sedikit saja, maka tamatlah riwayatnya
Selama ini, restoran tersebut memang tidak pernah memperkerjakan security, atau satpam yang berjaga 24 jam di lokasi tersebut, karena pemeriksaan untuk bisa masuk ke areal restoran itu, sudah sangat ketat sekali
Tapi satu pengecualian untuk Brandy dan anak buahnya. Mereka bisa masuk ke areal restoran tersebut, karena sebelumnya telah melumpuhkan penjaga yang ada di pintu gerbang restoran, yang jaraknya lumayan jauh
Jadi ketika keributan terjadi,
tak satupun satpam atau security yang datang melerai, karena mereka telah dilumpuhkan, dan di ikat di pos mereka
Hanya dengan kekuatan 1 orang, 4 orang satpam berhasil dilumpuhkan, setelah menerima pukulan telak di dada mereka masing masing
Orang yang berhasil melumpuhkan 4 orang satpam terlatih tersebut, adalah komandan gangster, sekaligus sebagai wakil ketua. Kekuatannya memang sudah terkenal di kalangan anak buahnya sendiri
__ADS_1
Tapi ketika berhadapan dengan Dion, kekuatan tersebut tidak ada artinya sama sekali. Hanya dengan beberapa pukulan, yang dilancarkan oleh Dion, tubuh komandan tersebut tumbang dan pingsan