Sang Pewaris Tunggal

Sang Pewaris Tunggal
Melarikan diri


__ADS_3

"Gawat!. itu tuan Birawa. Kalau sempat tertangkap. bakalan habis kita!" Ucap Bagaspati ketakutan


"Cepat tancap gas!. Langgar mereka!" Respon Meri terkesan nekat


Baik!" Jawab Bagaspati nurut.


"Kamu!.Tancap gas!.Langgar mereka!" Peritah tegas Bagaspati pada sopirnya. Kemudian..


Bruumm! bruumm!. Ciiiiittt!. Bunyi ban mobil memekakkan telinga, ketika bersentuhan dengan aspal jalan, karena dipaksa untuk melaju


"Hadang mobil itu!. Jangan biarkan mereka kabur!" Ucap seorang komandan pengawal sekenanya


Mendapat perintah seperti itu, empat puluh orang pengawal bawahannya, berusaha menghadang mobil yang ingin meninggalkan tempat itu, dengan cara berdiri didepan mobil tersebut, sambil mengarahkan senjata api kearah mobil itu


Tapi usaha mereka sia sia, karena sopirnya semakin menginjak gas, agar mobil itu melaju kencang. dan hasilnya, para pengawal Dion terpaksa harus menghindar dari pada harus tertabrak mobil yang sedang melaju kencang itu


Mau menembak, takut akan terlalu mencolok, jadi terpaksa membiarkan sementara mobil itu lewat


Walau usaha mereka tadi sia sia, mereka tidak membiarkan mobil dan penumpangnya lepas. Dengan menaiki mobil mobil lain. belasan pengawal berusaha mengejar Bagaspati, untuk manangkapnya


"Kurang ajar!. dikasi hati minta jantung!' Ucap tuan Birawa marah, karena bekas anak buahnya itu berhasil melarikan diri.


"Tangkap orang orang itu, dan introgasi agar mau membuka mulut!" Ucapnya lagi


Dion yang melihat untuk pertama kali kakeknya marah begitu, menjadi tercekat diam. Tapi sedetik kemudian, dia sudah bisa menguasai rasa terkejutnya, lalu berkata.


"Kalian semua, cepat laksanakan perintah dari kakek ku!. Tangkap orang orangnya Bagaspati, dan masukkan kedalam mobil mobil ini. termasuk juga yang masih tak sadarkan diri itu. Cepat!" Perintah Dion tegas


Mendapat perintah tegas bercampur marah seperti itu, puluhan pengawalnya bergegas memindahkan tubuh tubuh yang sedang tidak berdaya kedalam mobil, termasuk juga sisa kelompok Bagaspati yang saat ini sudah menyerah


Dalam waktu tak sampai 10 menit, seluruh orang orangnya bagaspati, baik yang berada dibagian jalan utama hotel, maupun yang berada di bagian selatan, semuanyan sudah tertangkap atau menyerah, dan sudah dimasukkan kedalam mobil mobil mereka


"Cepat bawa mobil mobil ini ketempat semula, temukan Bagaspati dan istrinya itu!" Perintah Dion pada seluruh anak buahnya


"Aku tidak mau. mereka mengotori tempat ini, bersihkan bekas bekas pertarungan seperti semula. Kerjakan!" Perintah tegas Dion lagi, Kemudian menghadap tuan Birawa lalu berkata


"Mari kek. kita masuk ke hotel. Karena ini sudah terlalu larut malam. Kakek harus menjaga kesehatan." Ucap Dion pada kakeknya itu


"Masalah mereka. serahkan saja pada Dion."


"Paman Iron!. Antar kakek ku masuk kedalam hotel ,dan pastikan keadaan sudah benar benar aman disana!" Ucap Dion memberi perintah


"Baik tuan besar!" Jawabnya patuh


"Mari tuan kita masuk. Cuaca sudah semakin dingin." Ucap Iron dengan sikap sopannya pada tuan Birawa


"Kau juga harus masuk cucuku!. Istri dan anak mu tentu sedang mengkhwatirkan mu." ucap tuan Birawa tidak terima kalau Dion masih berada di luar


"Kakek masuklah dulu. Dion masih ingin tinggal disini, untuk memastikan bahwa tempat ini sudah benar benar aman, dan memberi perintah lanjutan apa yang harus dilakukan oleh pengawal pengawal kita itu." Jawab Dion cepat


"Baiklah kalau begitu!. Setelah selesai, segera kembali ke hotel!" Jawab kakeknya lemah


"Baik kek!" Respon Dion cepat

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, tempat terjadinya pertarungan tadi sudah bersih 100%. Sudah tidak ada lagi bekas bekasnya


Semua orang dari kelompok Bagaspati, sudah dimasukkan kedalam mobil. Para ninjapun sudah menampakkan diri, dan berbaur dengan pengawal lain


Begitu juga dengan kelompok assassin serta samurai. mereka tadi juga bahu membahu membereskan bekas pertarungan tersebut. dan hasilnya tempat itu kembali bersih, dan tidak meninggalkan bekas apapun


Orang orang yang tinggal disekitaran hotel itu, walau mereka dengan jelas melihat kejadiannya, tidak berani keluar rumah atau toko toko mereka. karena mereka sudah tahu sedang ada pertarungan di luar rumah atau toko. Jadi mereka lebih memilih untuk diam dan mengintip dari balik jendela saja


Bagi mereka, pertarungan seperti itu sudah sering terjadi di kota tersebut, kalau bukan memperebutkan wilayah kekuasaan, pasti bentrok antar sesama kelompok jalanan


Oleh karena itu, ketika pertarungan antar pengawal Dion dan orang orang Bagaspati terjadi, mereka bersikap cuek, dan tidak berani melaporkannya pada pihak berwajib


***


Sementara itu ditempat lain. belasan pengawal yang tadi mengejar mobil Bagaspati dan istrinya tersebut, saat ini masih tetap membuntuti mereka


Tapi semakin dibuntuti, Mobil Bagaspati semakin melaju kencang. Namun anehnya, bukan menuju kearah rumahnya, malah menuju kearah barat seperti sedang menuju tempat lain


"Terus ikuti mereka!. Jangan sampai kita kehilangan buruan!" Perintah Burgon tegas. kemudian meminta sopir mobil yang dinaikinya untuk menambah kecepatan


Melihat mobil yang dinaiki oleh Burgon melaju kencang, dua buah mobil lain, juga menambah kecepatan lari mobil yang mereka naiki. dan hasilnya jarak mobil mereka dengan mobil yang dinaiki Bagaspati semakin dekat


"Mau kemana mereka?. Daerah ini tidak kita kenal. Apakah mungkin mereka mau melarikan diri keluar dari provinsi ini?" Tanya Burgon keheranan


"Bos, Lihat!" Ucap salah seorang pengawal pada Burgon


"Apa!. Bukankah itu jembatan penghubung diatas sungai M itu, kalau Bagaspati melewatinya, sepertinya dia sedang menuju jalan LS." Respon Burgon terkejut


Ternyata mereka dibawa kearah tempat lain, yang sebenarnya tempat itu sudah sangat terkenal, tapi karena mereka baru pertama kali memasukinya. mereka jadi kebingungan sendiri


"Bos lihat kesana!. Sepertinya mobil Bagaspati itu berhenti di mall internasional didepan itu." Ucap salah seorang regu pemburu Bagaspati dengan ekspresi terkejut


"Kau benar!. Tapi mau apa mereka kesana?" Respon Burgon juga terkejut


"Parkir mobil kita ditempat parkir. Cepat turun, dan ikuti sepasang suami istri itu. Temukan kebaradaan mereka." Perintah Burgon tegas


"Baik!" Respon mereka cepat


***


"Cepat masuk!. Aku khawatir orang orangnya Birawa akan menemukan kita disini!" Ucap Bagaspati pada istrinya, sambil menarik tangan Meri agar mengikutinya


Para petugas pengamanan mall, yang malam ini mendapat giliran jaga, menjadi keheranan. Ketika melihat bos mall tersebut berjalan tergesa gesa seperti itu


"Kenapa prilaku bos hari ini lain ya?. Kasar betul memperlakukan seorang perempuan seperti itu."


"Apakah dia tidak kasihan melihat perempuannya diseret seret seperti itu?" Ucap salah seorang petugas keamanan mall tersebut merasa kesal


"Lagian buat apa malam malam begini bos datang. membawa perempuan lagi. mungkinkah..?"


"Hati hati kalau bicara!. Kalau sampai terdengar bos kita, alamat kau akan dipecat. mungkin juga kami ini!" Hardik petugas lain tidak senang


"Kau memang ketinggalan berita!. Bukankah sebulan lalu bos kita itu menikah lagi. Apakah kau tidak dengar beritanya?" Ucap temannya kurang sengan

__ADS_1


"Maaf aku salah, dan terlalu berprasangka buruk pada orang lain. apalagi pada bos kita itu." Jawabnya lemah seperti sedang menyesal


Rudi, petugas keamanan tersebut kemudian diam, Dalam hatinya membenarkan, apa yang dikatakan oleh temannya itu memang benar


Jika perkataanya didengar oleh Bagaspati. bos mall tempat dia bekerja itu, sudah pasti dia akan dipecat atau mungkin akan dituntut


Memikirkan semua itu, juga resiko apa yang akan menimpanya. dia tidak berani lagi membuka suara, dan lebih memilih untuk menyibukkan diri menjaga mall tersebut


Sementara para petugas keamanan mall itu sedang sibuk berdebat. Bagas dan Meri, pemilik mall tersebut, sudah sampai di kantor tempat suaminya selalu bekerja dari balik meja


"Kau duduklah dulu di sofa itu!. Aku ingin menghubungi anggota kita yang kemungkinan masih hidup, atau selamat di tempat itu!" Ucap Bagaspati cepat, sambil memberikan minuman dingin pada istrinya tersebut


Setelah memberikan minuman dingin kemasan tersebut pada Meri. Bagaspati bergegas mengambil handphone dan membukanya, lalu memilih nomor handphone pengawalnya untuk dihubungi


"Kenapa nomor nya tidak bisa dihubungi?.Apakah mungkin dia juga tertangkap?" Batin Bagaspati dalam hati


"Ada apa pa?. kenapa wajahmu mendadak tegang begitu?" Tanya Meri penasaran


"Balin, komandan kelompok kita, tidak bisa dihubungi. malah nomornya sudah tidak aktif lagi."


"Papa khawatir. dia juga tertangkap atau sudah mati." Jawab Bagaspati dengan ekspersi khawatir


"Mungkin dia sedang melarikan diri pa!. Jadi papa tenang saja." Respon Meri mencoba menenangkan suaminya itu


"Kurang ajar!. Sungguh tidak disangka, kalau jumlah tidak bisa mengalahkan kwalitas."


"Padahal orang orang kita, lebih banyak dari mereka. Tapi kenapa begitu mudahnya bisa dikalahkan?"


"Yang papa herankan!. Kenapa kedatangan kita disambut seperti itu. Mungkinkah mereka sudah mengetahui kedatangan kita kesana?" Ucap Bagaspati tak habis pikir


"Mama juga tidak mengerti pa!. Kedatangan kita seolah oleh sudah di tunggu oleh mereka." Jawab Meri apa adanya


Tok!. tok! tok! tok!


"Siapa?" Tanya Bagaspati penasaran


Petugas keamanan tuan!" Jawab orang yang mengetuk pintu itu cepat


"Jangan dibuka pa!. Mungkin saja orang itu adalah pengawal Dion . Kita harus hati hati mulai dari sekarang


Tok! tok! tok! tok!


Sekali lagi pintu kantor Bagaspati diketuk dari luar


"Pergilah!. aku mau tidur!" Bentak Bagaspati marah


"Ini darurat tuan!. Petugas keamanan mall ini telah dilumpuhkan oleh orang tidak dikenal. Saya datang kesini karena ingin menyelamatkan tuan dan nyonya. dan membawa kalian pergi dari sini melalui pintu belakang."


"Cepat buka pintunya tuan! dan segera pergi dari tempat ini. Kalau tidak, tuan akan tertangkap oleh mereka!" Jawab petugas itu terkesan memaksa


"Bisa jadi apa yang dikatakan oleh petugas itu benar ma. Dia memang ingin menyelamatkan kita!" Ucap Bagaspati berharap


"Terserah papa saja!. Tapi bawa pistol ini untuk berjaga jaga!" Jawab Meri cepat

__ADS_1


Mendapat persetujuan dari istrinya tersebut, Bagaspati dengan langkah pelan dan hati hati, membuka pintu ruang kantornya


Pistol yang diberikan padanya itu dia arahkan ke arah depan, dan siap untuk ditembakkan pada musuh yang kemungkinan sedang berada didepan pintu. dan..


__ADS_2