
Sementara itu di kota Golden City, di waktu yang sama
Saat Robin dan kawan kawan tengah menindak, menghukum, serta menghabisi Rojak Babu dan anak buahnya
Tuan besar mereka yaitu Dion Mahesa Birawa, yang sudah mendapatkan vitalitasnya kembali berkat usaha dari Pai Zu Xian, saat ini terlihat sedang berada di arena latihan, karena dia sekarang rutin bangun pagi, dan melakukan olahraga ringan, termasuk melakukan olah pernapasan, senam dan lain sebagainya
Kepada anak buahnya dia juga memerintahkan agar melakukan hal yang sama, termasuk berlatih olah pernapasan tenaga dalam, dimana dia yang menjadi mentor nya
Sedangkan buat petinggi pengawal, diperintahkan olehnya untuk sering berlatih antar sesama pengawal, untuk mengasah kemampuannya, agar tidak menjadi lembek dan tumpul saat bertarung
Hari itu sekitar pukul 6 pagi, seluruh petinggi pengawalnya kecuali Burgon, Robin, Leon, Langit, Awan dan Bumi, ditambah dengan Eric, yang belum kembali juga ke kota emas karena sedang melaksanakan tugas. terlihat tengah berada di arena latihan dan sedang mendengarkan instruksi dari tuan besar mereka
"Sudah cukup lama kalian bekerja untuk Birawa Group, dan sudah saatnya kalian mendapatkan pelatihan yang intens, agar fisik kalian semakin kuat dan tahan pukul!"
"Aku mendapat kabar dari Burgon dan Robin, yang sedang bertugas di pulau S."
"Mereka mengabarkan, bahwa kelompok yang selalu meresahkan dan mengganggu pendistribusian barang kiriman Birawa Group, saat ini sudah dihabisi."
"Tapi ada satu hal yang mengganggu pikiran ku, yaitu tentang orang yang disebut oleh ketua kelompok tersebut dengan panggilan tuan muda Baja."
"Menurut kabar nya, dia adalah juara bela diri dunia, tapi spesialisnya belum diketahui jenis apa."
"Umurnya baru 27 tahun, tapi mempunyai kekuatan sebanding 3 ekor gajah, dengan kekuatan fisik yang tidak main main!"
"Selain itu, dia di kelilingi oleh ribuan orang orang yang kuat juga bersenjata seperti kita!"
"Selama ini kita belum pernah mendengar, siapa dan bagaimana orang tersebut!"
"Namun yang paling mengejutkanku adalah, si Bajra tersebut, ada hubungannya dengan Jack Napoleon. Buronan internasional beberapa tahun yang lalu, yang sekarang sudah mati di tangan kita."
"Orang yang mengetahui secara persis siapa Jack dan mungkin si Baja itu, sekarang sedang bertugas di Perancis, memimpin perusahaan ku di sana."
"Dia adalah Pierre Ramina, asli orang Paris Perancis."
"Jadi menurut kalian. Apakah sebaiknya kita suruh Pierre itu kembali ke sini, dan menumpas si tuan muda Baja tersebut?" Ucap dan tanya Dion pada anak buahnya agar memberikan dua usul
"Maaf tuan besar jika saya menyela!" Ucap Adiwilaga datang ingin memberi usul, dengan wajah penuh ketidaksenangan
"Silakan paman Adi!. Utarakan apa yang ada di hati paman saat ini!"Jawab Dion cukup ramah, tapi timbul tanda tanya besar di hatinya
"Menurutku!, tuan tidak perlu menyuruh saudara Pierre, untuk kembali ke negara ini."
"Di hadapan tuan saat ini, termasuk saya, jika tuan menghendaki. Kami sanggup menumpas orang yang bernama Baja tersebut, tanpa perlu menyuruh Pierre untuk kembali!" Ucap Adiwilaga berapi api
"Itu aku tahu paman, dan sedikitpun aku tidak meragukan kekuatan kalian!"
"Cuma masalahnya, orang tersebut tinggal di areal yang penjagaannya sangat ketat sekali!"
"Jika kita menyerang mereka, apalagi menghabisi semuanya. akan banyak kelompok yang tidak senang, dan menuduh kita sebagai penjahat!"
"Lagi pula kita tidak mempunyai akses untuk pergi ke sana!" Jawab Dion berterus terang
"Kalau boleh tahu, dimana orang tersebut tinggal tuan besar?" Tanya Abhicandra ingin tahu
"Menurut informasi dari orang orang kita. dia tinggal di perumahan elit tepi pantai kota J, tapi tidak tahu sejak kapan dia tinggal di sana." Jawab Dion apa adanya
"Pantai Utara!" Gumam Abhicandra lirih
"Apakah paman pernah pergi ke sana, dan memasuki wilayah itu?" Tanya Dion penasaran
__ADS_1
"Bukan pernah lagi tuan besar!, tapi saya pernah tinggal di sana, menjadi pelindung sebuah keluarga asing, yang berasal dari negara Eropa!" Jawab Abhicandra berterus terang
"Kalau begitu paman pasti tahu seluk beluk tentang wilayah itu!"
"Apakah benar penjagaannya sangat ketat sekali, dan tidak sembarang orang boleh memasukinya?" Tanya Dion mulai semangat
"Benar sekali tuan besar!. Hanya orang-orang yang tinggal di sana yang mempunyai akses untuk memasuki wilayah tersebut."
"Tempat itu merupakan wilayah kekuasaan mereka. Hanya orang orang penting yang bisa masuk dan diterima di sana." Jawab Abhicandra apa adanya
"Cukup menarik!. Aku ingin tahu wilayah seperti apa tempat itu, hingga orang tidak boleh masuk secara sembarangan!" Respon Dion penasaran
"Paman Abi!. Karena paman pernah tinggal di sana. Aku ingin paman kembali lagi ke tempat itu, dan berpura pura ingin menemui keluarga tempat paman bekerja dulu."
"Sambil menyelam minum air."
"Cari tahu informasi tentang si Bajra atau Baja tersebut, dan pelajari kebiasaannya sehari hari."
"Jangan lupa cari juga informasi, kapan dia keluar dan kembali ke tempat itu setiap harinya" Ucap Dion memberi perintah
"Siap tuan besar!" Jawab Abhicandra tegas
"Paman Taraka!. Karena Burgon murid mu masih cuti. Aku tugaskan paman agar mendampingi dewa metafisika, untuk mendapatkan informasi tentang si Bajra tersebut!"
"Paman Adi dan senior Iron!. Mulai sekarang, latih anak buah mu setiap hari selama satu bulan penuh!"
"Aku ingin mereka semakin kuat, dan tidak mudah dirobohkan oleh lawan!" Ucap Dion lagi pada mereka
"Baik tuan besar!" Jawab ketiganya serempak
"Sekarang kalian boleh bubar!, dan kerjakan tugas kalian masing masing!" Sambut Dion tegas
"Baik!" Jawab anak buahnya patuh, kemudian meminta izin untuk meninggalkan tempat tersebut, guna menjalankan kewajibannya seperti biasa
Saat itu jam sudah menunjukkan pukul jam 6.30 pagi. Sudah saatnya bagi Dion untuk membersihkan diri, sarapan dan lain sebagainya
Tapi belum juga dia bangkit dari tempat duduknya, setelah cukup lama berdiri memberi pengarahan pada petinggi Birawa Group, tanpa disangka oleh Dion, Ivory dan tuan Birawa datang menghampirinya
"Salam kakek!" Ucap Dion sopan sambil mencium tangan kakek nya, dan di balas dengan senyuman oleh tuan Birawa. Kemudian berjalan mendekati istrinya, guna menyuruh Ivory, agar duduk di sebelahnya
Setelah semuanya duduk, tuan Birawa sekilas memperhatikan wajah Dion, dan mendapati ada sesuatu yang lain di wajah cucunya tersebut
Karena penasaran dengan apa yang dilihatnya, tuan Birawa memutuskan untuk bertanya pada Dion dengan berkata. "Wajah mu terlihat sangat tegang dan lelah sekali!"
"Sebenarnya apa yang terjadi cucuku?" Tanya tuan Birawa penasaran
"Tidak ada apa apa kek. Hanya kelelahan latihan saja!" Jawab Dion mencoba berbohong, Padahal malam tadi lelahnya itu dikarenakan habis bertempur melawan Ivory
"Kau jangan membohongi kakek cucu ku!. Kakek tahu jika wajahmu sudah tegang begitu, berarti ada sesuatu yang sangat mengganggu pikiranmu!" Ucap tuan Birawa tidak terima
"Sebenarnya begini kek!" Sambung Dion mengalah, dan tidak enak hati, kalau membohongi kakek nya sendiri. Kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dari awal sampai akhir
"Begitulah ceritanya kek!, dan hal itu juga yang membuat pikiranku menjadi tidak tenang." Ucap Dion mengakhiri ceritanya
"jika itu adanya, kakek juga tidak bisa berbuat apa-apa."
"Setahu kakek, tempat itu dari dulu sampai sekarang, merupakan daerah kekuasaan orang-orang kuat dan kaya!"
"Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk, dan diterima oleh mereka." Respon tuan Birawa apa adanya, dengan pikiran melayang ke masa lalu
__ADS_1
"Mendengar cerita itu, Dion jadi penasaran kek!, dan ingin menjajal kekuatan orang tersebut!" Ucap Dion bersemangat
"Hitung-hitung sebagai olahraga, dan untuk mengetahui sudah sampai dimana kekuatan Dion atau para pengawal kita!" Ucapnya lagi semakin bersemangat
"Menurut kakek itu tidak perlu!. Serahkan saja masalah tersebut pada pengawal kita."
"Kakek yakin mereka mampu mengatasi orang seperti itu!" Jawab tuan Birawa menyangkal perkataan dari cucunya tersebut
"Tapi jika kau memang penasaran dengan si Bajra itu, usahakanlah memasuki wilayah tersebut dengan menggunakan kekayaan mu."
"Pergi ke sana dengan menggunakan puluhan, bahkan jika perlu membawa ratusan mobil mobil mewah, dan ratusan pengawal elite pilihan termasuk para petinggi pengawal Birawa Group kita." Ucap tuan Birawa memberi usul
"Apakah Dion boleh melakukannya kek?" Tanya Dion kembali semangat
"Tentu saja boleh!. Kan sudah kakek katakan, bahwa orang yang bisa masuk ke sana, adalah orang dengan kategori kuat, berkuasa dan mempunyai kekayaan yang melimpah?"
"Itu semua sudah ada padamu. Jadi apalagi yang kau pikirkan?" Jawab tuan Birawa menguatkan
"Tapi Dion sudah mengutus paman Abhicandra, untuk datang ke sana, dengan beberapa orang intelijen terbaik kita?" Ucap Dion berterus terang
"Itu bagus juga!. Kakek setuju dengan caramu!"
"Cari informasi sebanyak banyaknya tentang mereka, dan apa sisi lemah dari tempat tersebut."
"Jika sudah mendapatkan peta lokasinya. Berangkat lah ke sana, dan menyamar sebagai saudagar kaya raya, dan seolah olah kau ingin bekerja sama dengan orang tersebut." Jawab tuan Birawa menyetujui cara yang ditetapkan oleh cucunya itu
"Tapi bagaimana kalau dia kenal dengan Dion?" Responnya tampak ragu ragu
"Tidak mungkin!. Jack Napoleon saja tidak pernah bertemu denganmu. Hanya pernah bertemu sekali dengan kakek, apalagi anaknya tersebut!" Jawab kakeknya apa adanya
"Jadi kau boleh datang ke sana sebagai seorang pengusaha yang kaya raya, yang tentu saja menyamarkan identitas mu sebagai penguasa Birawa Group musuh mereka." Ucap tuan Birawa kembali memberi usul
"Baik!. Akan Dion laksanakan rencana itu, setelah mendapat kabar dari paman Abi, serta beberapa orang intelijen terbaik kita itu!" Jawab Dion bersemangat sekali
***
Keesokan harinya, sekitar pukul 4 sore, Burgon dan rombongannya, telah kembali di kota Golden City, dan langsung menemui Dion, guna melaporkan hasil kerja mereka di kota P dan Kota L
Dalam laporannya, Burgon menyampaikan, bahwa seluruh kelompok pengacau yang selama ini telah meresahkan para sopir pengangkut semen, telah dibasmi habis, termasuk bekas anak buah Sengkuni, yang terbukti membelot dengan sengaja pada kelompok tersebut
Di situ juga Burgon melaporkan, bahwa sebanyak 100 orang pengawal yang masih lajang. terpaksa di tinggal di kedua kota tersebut, untuk menjadi patwal pengiriman barang
Keputusan itu sengaja diambil, karena hampir separoh, dari bekas anak buah Sengkuni, telah di pecat, karena terbukti berkhianat pada Birawa Group, dan hak-hak mereka diambil, serta diusir dari tempat tersebut
Kepada para pengawal itu ditugaskan, untuk merekrut sekitar 100 sampai 200 orang penduduk tempatan, dari kedua bahkan ketiga kota besar yang ada disepanjang jalan LS itu. untuk dipekerjakan sebagai pengawal pengiriman barang untuk menggantikan mereka nanti
Karena keputusannya itu Burgon merasa tidak enak hati. Maka begitu sampai, Burgon langsung melaporkannya pada tuan besar mereka
Beruntung Dion menyetujui tindakan Burgon tersebut, bahkan mensupport apa yang telah diperbuatnya di pulau S itu
"Bagus!. Aku senang dengan hasil kerja mu Burgon juga yang lainnya!"
"Untuk itu aku akan memberikan bonus pada kalian, untuk cuti istimewa selama satu minggu, agar bisa memulihkan tenaga dan berkumpul dengan keluarga yang ada!" Ucap Dion pada orang orang yang sedang menghadapnya itu
"Terima kasih tuan besar!. Tapi tentang cuti itu, kami rasa tidak perlu, karena masih ada tugas yang harus kami selesaikan, yaitu memberantas keturunan Jack Napoleon itu!" Jawab Burgon tegas, menolak tawaran cuti dari tuan besar mereka
"Tentang masalah itu, sedang ditangani oleh para senior mu termasuk juga guru mu!"
"Jadi kalian tidak perlu memikirkannya lagi!" Sambung Dion menjelaskan
__ADS_1
"Kalau kalian ingin membantu. tunggu setelah kalian istirahat, dan berkumpul dengan keluarga kalian!. Paham?"
"Mengerti tuan besar!. Dan maaf karena telah menolak itikad baik tuan!" Jawab Burgon cepat dan tidak enak hati pada Dion